Keyakinannya Pada Triratna Menghantarkannya Menjadi Pasukan Elit Paspampres

Dilahirkan dengan nama Joni Setyo Budi di Banyuwangi pada tanggal 05 Februari 1984, sulung dari dua bersaudara. Lahir di keluarga besar yang beragama Buddha. Orang tuanya bekerja  sebagai buruh tani yang mengurus sawah milik orang lain. Desa tempat ia dilahirkan termasuk daerah yang terpencil dan jauh dari pusat kota. Rumah penduduk disana masih terbuat dari bambu, listrik pun masih belum ada pada saat itu. Untuk penerangan mereka hanya menggunakan lampu templok yaitu botol yang diisi dengan minyak dan diberi sumbu.

Orang tua dari Mas Joni
Orang tua dari Mas Joni

Sewaktu SD, untuk mencapai sekolah harus ditempuh dengan berjalan kaki menempuh jarak 5 km dari rumahnya. Selulus SD pada tahun 1996, ia melanjutkan ke  SMP 2 Gambiran. Masa SMP nya tak banyak berbeda dengan para remaja lain saat itu, mulai dari bolos sekolah, mulai ingin mendekati perempuan, dan sangat suka bermain bola volley. Dan moment terpenting baginya saat ini adalah bergabung dengan PATRIA banyuwangi dan dari sinilah ia mulai aktif berorganisasi dan makin terlibat dalam dunia kerohanian Buddha.

Kehidupan keluarga nya mulai ada perubahan ekonomi menjadi lebih baik, saat orang tua nya merantau ke Bali, dan kemudian ke Kalimantan. Selama orang tua merantau, Joni remaja tinggal bersama neneknya.  Orang tua nya saat itu  di Bali bekerja membuat rumah untuk sarang walet. Setelah kembali dari perantauan, orang tua nya pun sudah mampu membeli motor, bersamaan dengan kelahiran adik perempuannya.

Setelah lulus SMP tahun 1999, ia mendaftar di SMK Gajah Mada di kota Banyuwangi  dan tinggal di rumah kost selama 3 tahun. Pulang ke rumah hanya sebulan sekali atau kadang 2 bulan sekali.

10262090_661790593894951_3134347624791473961_n

Sejak kecil orang tuanya selalu aktif di kegiatan kerohanian Buddha. Diantaranya adalah anjangsana di malam Rabu, arisan ibu-ibu  dan sembahyang di Jumat sore, sembahyang Minggu pagi tetap dilakukan sampai sekarang. Keluarga nya kerap mengunjungi Vihara Dhamma Harja, di Dusun Sidorejo Desa Yosomulyo Kec. Gambiran.

Setelah lulus sekolah SMK tahun 2002, Dia  mencoba  bekerja mandiri, berusaha untuk maju tapi tidak maju maju. Saat di Bali dia bekerja sebagai penjaga vihara, kuli bangunan dan tukang taman. Disinilah awal ia berkenalan dengan  seorang PNS di KODAM TNI, yang lalu menawarinya untuk mendaftar  menjadi TNI.

1619241_638914606182550_814506544_n

Berkat dukungan orang tua nya, akhirnya Joni mencoba mendaftar di TNI Kodam IX Udayana Bali. Di sela pendaftaran harus siap mental, fisik, kesehatan, psikologi dan intelijen. Kurang lebih menjalani berbagai tes selama 5 bulan. Dengan berjalannya waktu , doa orang tua serta berkah dari Triratna, Joni dinyatakan lulus dan diterima dengan persyaratan  baik.

Setelah lulus 2 hari kemudian dia berangkat ke pendidikan Secata pk. Gelombang 1 tahun 2003. Sesampainya disana tidak terbayangkan begitu kerasnya latihan TNI : dipukuli, merayap, latihan fisik, bela diri, dll. Perasaan sedih, senang, gembira campur aduk bersama teman dari berbagai  daerah mulai Sabang sampai merauke. Selama 5 bulan, mereka  dibekali begitu banyak ilmu pengetahuan, kekompakkan, disiplin, dan menembak. Lulus dari pendidikan tadi, lanjut ke pendidikan Zeni. Zeni adalah pembangunan negara dalam segi konstruksi, Jihandak, EOD, peledakan dan konstruksi alat berat dan kelistrikan. Setelah itu setiap siswa dapat cuti 12 hari untuk kembali ke rumah masing-masing.

1916941_990094317731242_8330817832091309893_n

Kembali ke keluarga selama cuti mengadakan syukuran atas keberhasilan nya, mengucap syukur kepada sang Buddha yang telah memberi ketabahan, kekuatan untuk menjalankan tugas negara sebagai Tentara Nasional Indonesia. Sungguh betapa bahagia dari keluarga. Bapak Jaseni, Ibu Atimiwati dan adiknya Arisandi disambut dengan suka cita dari keluarga besar. Terharu dan bangga. Mengangkat derajat keluarga yang pada awal mula dibawah, berkat anaknya jadi TNI martabat orang tua menjadi keluarga yang terhormat.

271053_255852354430185_1594287_n
Saat menikah pada tahun 2010

Setelah cuti berakhir, Dia kembali ke Bali berkumpul di Singaraja untuk pemberangkatan kejuruan Zeni, tepatnya di Bogor. Sampai disana ada tradisi lagi, latihan ketat dan keras selama 2 minggu menjadi prajurit Zeni dengan pangkat tamtama, Prajurit Dua. Selama di kejuruan dia menuntut ilmu peledakan, kelistrikan, alat berat dan pembangunan. Selama 3 bulan lamanya dia di tempatkan di berbagai daerah seluruh NKRI. Kebetulan dia dapat kesatuan Kostrad di Pasuruan. Sesampai disana dia ditampung sebagai prajurit muda selama 5 bulan pembaretan baret Kostrad.  Jalan kaki ke Gunung Bromo selama 7 hari 7 malam, pengambilan baret di puncak Gunung Bromo.

Selama di satuan ZIPUR 10 KOSTRAD dari 700 prajurit,  umat Buddha hanya 1 orang yaitu ia sendiri.

Tahun 2004 – 2005 masuk kesatuan. Tahun 2004 ia ditugaskan ke Aceh pada saat kejadian Tsunami yang kebetulan saat mau berangkat itu adalah hari ulang tahunnya.

10561685_760885473985462_7129130070517416909_nNaik kapal laut selama 12 hari dari Surabaya menuju Lhoksumawe Banda Aceh. Dia  bertugas selama 1 tahun penuh. Pulang tugas tahun 2006 kembali lagi ke kesatuan di Pasuruan untuk berdinas sebagaimana mestinya sesuai tugas masing-masing.

Prestasi lainnya saat itu adalah ditunjuk sebagai  tim bola volley. Selama 3 tahun berhasil membawa tim  volleynya memenangkan berbagai kejuaraan.

Tahun 2008, sprin turun untuk seleksi PASPAMPRES. Dari komandan, ditunjuk 5 orang untuk ke Jakarta mengikuti tes mewakili ZIPUR 10. Salah satunya adalah Joni Setyo  Budi . Tes di Jakarta selama 2 minggu meliputi jasmani, psikology, intelegensi, fisik, beladiri dan lainnya.

Setelah tes selesai , mereka berlima kembali ke kesatuan sambil menunggu hasil tes. Dia terus menunggu tapi belum ada hasil selama lebih dari 6 bulan. Joni  berpikir hasilnya sudah negative dan  tidak di panggil lagi. Dia pun berniat untuk nikah. Sebelum nikah tiba-tiba namanya muncul, bahwa Joni Setyo Budi segera merapat ke paspampres untuk BKO.

Saat mengawal kereta kencana Presiden Jokowi
Saat mengawal kereta kencana Presiden Jokowi

Dari 5 orang yang ikut bersama nya,  hanya dia yang lulus terpilih. Dan hari itu juga dia terbang ke Jakarta menuju kantor Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden). Sampai di kantor Pasmpampres dia bertemu prajurit-prajurit pilihan dari berbagai satuan jumlahya35 orang. Ditampung di markas, menunggu perintah  untuk latihan pembekalan khusus pengawal VVIP  Presiden, Wakil Presiden beserta keluarga. Seminggu kemudian dia dapat ilmu pengawalan sebagai pengawal pribadi, pengamanan instalasi kepresidenan dan bagian penyelamatan.

Saat syukuran satu bulan anak Mas Joni yang dihadiri oleh YM. Dhammasubho Mahathera
Saat syukuran satu bulan anak Mas Joni yang dihadiri oleh YM. Dhammasubho Mahathera

Paspampres merupakan symbol negara, siap menjadi perisai hidup. Pembekalan selesai, lanjut dengan penempatan. Dia  ditempatkan di RI 2 Wakil presiden  terhitung 01 Agustus 2009 sampai sekarang.

Minum jamu tak pernah ditinggalkannya untuk menjaga stamina.
Minum jamu tak pernah ditinggalkannya untuk menjaga stamina.

Perjalanan sebagai paspampres merupakan pengalaman yang luar biasa, kehidupan super sibuk, 24 jam penuh siaga demi menjaga simbol negara. Mengenai pelaksanaan tata keagamaan selama di paspampres, dia  tidak bisa rutin ke vihara. Tapi dimanapun  tempat dia bertugas, waktu jaga, dan waktu  kawal selalu menyebut nama Sang Buddha. Dia berdoa semoga tugas-tugas selalu aman, tidak ada ancaman yang membahayakan VVIP. Suatu berkah dimana dia sudah keliling Indonesia selama bertugas  sebagai  Paspampres.

Jumlah pasukan yang sangat besar di Paspampres  sebanyak 3.890 prajurit, hanya dia  satu-satunya  yang beragama Buddha. Suatu kebanggan buat bangsa, keluarga, dan umat Buddha semua.

Tahun 2010 Dia menikah dengan Eka Ratnayuli asal Banyuwangi yang beragama Hindu, Tapi sekarang sudah berpindah menjadi Buddhis. Dan sampai sekarang sudah memilik 2 anak.

Bagi Mas Joni begitu panggilan akrabnya , dia  mengatakan bahwa  : ”Ajaran Buddha itu  tidak  fanatik  terhadap sesama  ataupun  terhadap yang berkeyakinan berbeda. Berdana merupakan nilai kebaikan yang melimpah.”

12900071_1144897942220924_1881064526_n
Mas Joni bersama istri dan kedua buah hatinya. Keluarga yang bahagia.

Diakhir wawancara Mas Joni menyampaikan terimakasih kepada Sang Buddha, para orang tua, para Guru,saudara  dan teman-teman yang telah mendukung dan membantunya.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

Satya Jaya

Kalau Pencerahan tidak mungkin dicapai, Buddha tidak akan repot-repot mengajar - Ajahn Chah

Read Previous

Bagaimana Cara Matthieu Ricard Menjadi Orang Paling Bahagia di Dunia ?

Read Next

B.Uttamo : Makna Cheng Beng menurut Ajaran Buddha

67 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.