NAMA DONATUR BERBAGI KEBAHAGIAAN WAISAK 2566

 

 

123.

 

122. MBAH SAMSURI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah samsuri dan mbah sarni, umat buddha vihara buddha ratana seputih raman. Pekerjaan istri tukang pijet.

121. TAMA – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Tama umat buddha vihara buddha dipa gantimulyo, pekerjaan beliau deres karet tempat orang. Istrinya tukang jahit, memiliki anak balita berumur 7 bulan.

120. MBAH IMBUH – Temenggung

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah IMBUH (79 tahun), tinggal di dusun cendono Desa getas kec.kaloran kab.temanggung. Beliau dulu aktif divihara Dhamma Puspita dusun cendono. Saat ini beliau sedang mengidap sakit struk sejak 3 tahun terakhir. Beliau dulu tinggal bersama anak terakhir nya ,tetapi anaknya meninggal 2,5 tahun lalu karena sakit kanker usus. Lalu kemudian anak nya yang lain yang saat ini merawatnya dan anaknya pindah rumah ke rumah Mbah imbuh. Anaknya bekerja sebagai petani. Untuk aktifitas sehari hari mbah imbuh tidak bisa,sehingga dibantu oleh sang anak. Disamping tempat tidur beliau dibuat seperti tempat duduk dengan lubang untuk memudahkan beliau jika ingin buang air,jadi anknya ketika mengangkat sang ibu tidak jauh jauh.

119. MBAH SITI – Temanggung

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada mbah Siti usia 84 tahun, beliau tinggal di dusun cendono Desa getas kec.kaloran kab.temanggung. Beliau dulu aktif divihara Dhamma Puspita dusun cendono. Saat ini beliau sedang mengidap struk sejak 2 tahun terakhir. Sebelum benar benar hanya ditempat tidur beliau pernah sekali dirawat dirumah sakit. Beliau tinggal bersama anak dan cucunya.. anaknya bekerja sebagai petani dan cucunya bekerja sebagai buruh cetak batu bata.

115. BUDIYANTO – Temanggung

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Budiyanto usia 52 tahun. Beliau tinggal di dusun Krajan desa kalimanggis kec.kaloran kab.temanggung . Beliau tinggal bersama kedua anaknya setelah istrinya meninggal 1,5 tahun yang lalu. Beliau bekrja sebagai petani dan harus menyekolahkan anak nya yang saat ini kelas 1 SMA. Sebagai petani beliau hanya bisa menanam jagung dan mencari rumput karena juga lahan yang beliau miliki sangat terbatas. Dulu sebelum istri nya meninggal beliau sering dapat bantuan sembako dari pemerintah,namun karena secara administrasi istrinya yang terdaftar maka sepeninggal an istrinya beliau tidak mendapatkan nya lagi.

114. MBAH RUBET – Temanggung

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada mbah Rubet usia 73 tahun beliau tinggal di dusun Krajan desa kalimanggis kec.kaloran kab.temanggung. Beliau aktif divihara Dhamma Panna. beliau adalah seorang janda yang tinggal seorang diri . Anak anaknya sudah berkeluarga dan tinggal memisah. Keseharian beliau dirumah sesekali keladang mencari kayu bakar.

113. BINTARNO – Temanggung

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Bintarno usia 45 tahun beliau tinggal di dusun Krajan desa kalimanggis kec.kaloran kab.temanggung beliau aktif divihara Dhamma Panna. Beliau seorang penyandang disabilitas yang tinggal seorang diri. Beliau sehari hari keladang mencari rumput.

112. MBAH URIP – Temanggung

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada mbah Urip usia 79 tahun beliau tinggal di dusun Krajan desa kalimanggis, aktif divihara Dhamma Panna, beliau tinggal berdua dengan suaminya. Mereka berdua meski sudah tua namun tetap rajin pergi keladang, mencari rumput. Suaminya sangat rajin pergi kevihara dan membaca Parita.

111. ADIK INDA – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada adik Inda yang saat ini masih dalam proses pemulihan dari sakit kelainan darah. Semoga dana bermanfaat untuk digunakan pembelian obat-obatn penunjang dan kebutuhan sehari-harinya.

110. IBU RATEMAH – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada ibu Ratemah umat vihara Tendaun Girisena. Ibu ratemah juga seorang umat yang sangat kekurangan, makan sehari hari juga sangat menyedihkan suaminya juga nggak bisa berkerja karena faktor usianya sudah tua.

109. BAPAK GANAH – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada bapak Ganah umat vihara Tendaun Girisena. Beliau juga seorang duda dan kondisinya saat ini sakit-sakitan, segera akan menjalani operasi yang kedua kalinya karena dia menderita batu ginjal.

108. IBU KERAN – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada keran umat vihara Tendaun Girisena ibu Keran seorang janda. Kakinya juga nggak seperti orang yang normal kalau berjalan harus memakai tongkat.

107. IBU RENI – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Ibu Reni seorang janda umur 50 tahun. Adalah umat Vihara Tendaun Girisena perkejaan sehari-harinya sebagai buruh tani. Ibu Reni tinggal bersama anak nya yang masih SD untuk kebutuhan sehari-hari sangat kekurangan kalau ada yangg minta tenaganya baru ada bekal anak nya kesekolah.

106. MBAH HANI – Kalsel

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Hani usia 85 tahun baru empat bulan suaminya meninggal, keseharian beliau berladang dan mengurus cucu serta tinggal bersama anak bungsu, beliau merupakan umat Buddha vihara Bodhi Citta Desa Mantuyan Kecamatan Halong Kabupaten Balangan Kalsel.

105. MBAH ITIH – Kalsel

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Itih usia 80 tahun, keseharian beliau mengurus cucu dan membantu anaknya berladang, beliau tinggal bersama anak bungsu yg juga seorang janda, Mbah Itih merupakan umat Buddha vihara Buddharatana Desa Tabuan Kecamatan Halong Kabupaten Balangan Kalsel.

104. MBAH HALUK – Kalsel

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Haluk usia 83 tahun, beliau merupakan tokoh adat Dayak dan keseharian beliau sebagai tukang pijat tradisional dan dukun beranak, beliau tinggal dirumah cucu merupakan umat Buddha vihara Dhammaratana Desa Kapul Kecamatan Halong Kabupaten Balangan kalsel.

103. MBAH ENTUT – Kalsel

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Entut usia 82 tahun keseharian beliau membikin anyaman tikar dengan tujuan dijual untuk mencukupi kebutuhan hidup, beliau tinggal bersama anak bungsu yang merupakan umat Buddha vihara Dhammaraja Desa Uren Kecamatan Halong Kabupaten Balangan Kalsel.

102. MBAH TIA – Kalsel

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Tia, usia 65 tahun keseharian beliau berladang dan tinggal bersama putra bungsu yang merupakan umat Buddha Vihara Satisukha Desa Mauya Kecamatan Halong Kabupaten Balangan. Kalsel

101. MBAH EWEL – Kalsel

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Ewel usia 90 tahun sudah hampir pikun keseharian dirumah saja dan tinggal dirumah cucu, beliau merupakan umat Buddha vihara Dhammaratana desa Kapul kecamatan Halong Kabupaten Balangan kalsel.

100. MBAK LINA – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Lina umat buddha vihara buddha dipa gantimulyo, pekerjaan buruh tandur di sawah dan wiwir klanting. Suaminya bekerja sebagai cetak batu bata. Memiliki 2 anak masih sekolah semua.

99. SARI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Sari guru sekolah minggu di vihara tanjung wangi, desa tanjung wangi lampung timur.

98. JOKO – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Joko mahasiswa semester 6 yang sedang menempuh perkuliahan, dari vihara gantimulyo lampung timur

97. MBAK TRI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Tri guru honor sekolah negeri sebagai wali murid. beragama buddha di desa gantimulyo, lampung timur.

96. MBAH NASIRAH – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada mbah Nasirah yang berusia 90 tahun, merupakan umat Vihara Dharma Jaya. Suaminya meninggal sejak tahun 2003 kini, mbah Nasirah tinggal bersama anak dan cucunya. Keseharian beliau berbaring ditempat tidur dikarenakan faktor penglihatannya kurang dan kakinya yang lemah untuk berjalan

95. MBAH JANI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Jani umur 81 tahun adalah umat Buddha vihara Dharma jaya, iyuh marga jaya, kab,tulang bawang barat kec,gunung terang,. keseharian beliau sering bersih² di vihara, dan masih aktif mengikuti kegiatan anjangsana di lingkungan umat vihara walaupun usia beliau sudah tua.

94. IBU SUKIYEM – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Ibu sukiyem,umur 61 tahun adalah salah satu umat Buddha dari vihara Dharma mulya, tulang bawang barat, beliau selalu aktif mengikuti kegiatan d,vihara. Pekerjaan beliau semasih sehat keladang untuk Menderes/menyadari pohon karet. Namun sekarang beliau tidak bekerja lagi, karena ibu Sukiyem mengalami sakit gagal ginjal dan harus mengajalani cuci darah dalam 1 bln 1 kali dan sudah berlangsung selama 4 tahun.

93. BAPAK SELO – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Bapak Selo umur 64 tahun adalah umat Buddha vihara Dharma jaya, beliau tinggal di Tiyuh terang bumi agung kec, gunung agung,, saat ini bapak Selo tidak bisa bekerja di karenakan sakit asam urat dan darah tinggi keseharian beliau di rumah aja dan sering berobat di rumah sakit.

92. IBU RUMI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Ibu Rumi umur 69 tahun adalah umat Buddha dari vihara Dharma jaya,Tiyuh marga jaya kab,Tulang bawang barat beliau seorang janda tinggal di rumah sendirian, anak nya ada bekerja merantau.

91. IBU SUPATMI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Ibu Supatmi umur 59 tahun adalah umat Buddha vihara Dharma jaya beliau adalah istri dari Romo pandita, keseharian beliau membatu bekerja suaminya di kebun semampunya.

90. MBAH SINEM – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Sinem adalah umat Buddha Vihara Tri Ratna kota Gajah, Lampung tengah. Ia telah ditinggal suaminya sekitar 5 tahun lalu karena sakit. Mbah Sinem merawat anaknya yang nomor 2 lantaran menderita lumpuh sudah 30 tahun, dan tidak hanya merawat anaknya yang lumpuh nenek Sinem juga merawat anaknya yang nomor 3 lantaran 5 tahun lalu mengalami kecelakaan sehingga kakinya patah dan tidak dapat bekerja. Untuk biaya hidup sehari harinya Mbah mengharapkan bantuan dari para tetangganya.

89. MBAH MARYAMAH – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Maryamah (62 tahun) adalah umat dari Vihara Triratna Kota Gajah, Lampung tengah yang cukup aktif. Sudah beberapa bulan terakhir ini ia menderita kanker pada payudaranya sehingga mengeluarkan nanah dan membusuk. Untuk pengobatan sendiri belum dilakukan karena terkendala biaya. Beliau tidak bekeluarga, dan tinggal bersama adiknya yang mencari nafkah dengan menjadi buruh tani dengan penghasilan yang tak menentu.

88. BAPAK KETUT – Lampung

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Bapak Ketut umat buddha vihara buddha tri ratna. Beliau berumur 57 tahun, sudah lama menderita struk tangan yang sebelah tidak bisa di gunakan. Setiap hari yang bekerja istrinya sebagai buruh tani.

87. IBU WARTINI – Lampung

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Ibu Wartini umat vihara buddha triratna bekerja sebagai buruh tani serabutan, suaminya bekerja sebagai tukang kayu.

86. MBAH SARI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Sari adalah umat vihara Bodhi agung, pekerjaan beliau adalah buruh tani, hasilnya pun tidak tentu.

85. MBAH PONIDI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Ponidi, adalah umat vihara Bodhi agung lampung timur, beliau bekerja serabutan kadang-kadang, karna fisik juga sudah tua

84. MBAH LOSO – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Loso adalah umat vihara Bodhi agung lampung timur, beliau sudah tidak bekerja, Beliau sering sakit badannya karna sudah tua.

83. MBAH SAWI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Sawi adalah umat vihara Bodhi agung lampung timur, beliau seorang janda, dan sudah tidak bekerja lagi dikarenakan sudah Sepuh, beliau tinggal bersama dengan anaknya.

82. MBAH PARTO – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Parto, adalah umat vihara Bodhi agung, beliau sudah lama tidak bekerja karena sudah Sepuh, sehari hari beliau cuma cari rumput untuk kambing anak nya.

81. MBAH SULASMI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Sulasmi adalah umat vihara Bodhi agung, beliau adalah seorang janda, beliau cuma tinggal berdua sama cucu nya, pekerjaan beliau buruh tani.

70. IBU SUSNARTI – Pesawaran

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Ibu Susnarti, umat Vihara Sakya Vijaya. Beliau adalah seorang janda dan memiliki 2 anak yang masih bersekolah SMA.

69. MBAH REJA- Pesawaran

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Reja, umat Vihara Sakya Vijaya. Tinggal seorang diri dirumahnya yang sangat sederhana. Untuk kebutuhan sehari-harinya mengandalkan pemberian dari orang lain dan tetangga sekitarnya.

68. MBAH MANISAH – Pesawaran

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Mbah Manisah, beliau tinggal seorang diri.

67. PAK KASMIN – Pesawaran

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Pak Kasmin yang tinggal bersama seorang anaknya yang janda. Untuk makan sehari-harinya mengandalkan hasil tanaman di belakang rumah mereka.

66. PARMIN – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Parmin (47 tahun) adalah umat Vihara Buddha Khanti kampung tri tunggal jaya kec. Penawar Tama Kab. Tulang Bawang Provinsi Lampung. Bekerja sebagai buruh penyadap karet.

65. KOMANG – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Komang (36 tahun) adalah umat Vihara Buddha Khanti kampung tri tunggal jaya kec. Penawar Tama Kab. Tulang Bawang Provinsi Lampung. Bekerja sebagai buruh kelapa sawit.

64. BUDI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Budi (43 Tahun), beliau adalah umat Vihara Buddha Khanti kampung tri tunggal jaya kec. Penawar Tama Kab. Tulang Bawang Provinsi Lampung. Bekerja sebagai kuli singkong yang penghasilannya tidaklah tetap.

63. MAS DWI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada Dwi (38 Tahun) adalah umat Vihara Buddha Khanti kampung tri tunggal jaya kec. Penawar Tama Kab. Tulang Bawang Provinsi Lampung. Bekerja buruh serabutan dengan pendapatan yang tidak tentu.

59. IBU PONINTEN – Tulang Bawang Barat

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada ibu Poninten, umur 57 tahun beliau adalah umat Buddha vihara Buddha Dharma Tiyuh Kubang Budi jaya,. Beliau saat ini sedang mengalami sakit setrok semenjak satu tahun lalu.

58. MBAH SAJI, ROMO TUGIO & IBU SUKIYEM – Tulang Bawang Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Mbah Saji, umur 89 adalah umat Buddha vihara Dharma mulya,Tiyuh Toto Mulyo SP3,untuk menunjang kebutuhan hidup beliau memanfaatkan kemampuan beliau dengan menjadi tukang pijit bayi, 2.) Romo Tugio, adalah pandita di vihara Dharma mulya umur beliau 67 tahun. Keseharian beliau bekerja serabutan sebagai penyadap/nderes karet. 3.) Ibu sukiyem. (61 tahun), adalah salah satu umat Buddha dari vihara Dharma mulya, tulang bawang barat. Beliau selalu aktif mengikuti kegiatan di,vihara. Pekerjaan beliau semasa sehat keladang untuk Menderes/menyadap pohon karet. Namun sekarang beliau tidak bekerja lagi, karena ibu Sukiyem mengalami sakit gagal ginjal dan harus mengajalani cuci darah dalam 1 minggu 1 x dan sudah berlangsung selama 4 tahun.

57. IBU JINEM – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada ibu Jinem ( 70 tahun) merupakan umat vihara dharma tunggal beralamat di kampung cempaka putih kecamatan bandar surabaya kabupaten lampung tengah, sudah 3 tahun suaminya meninggal dunia, dan kini beliau tinggal seorang diri, suaminya dulu adalah merupakan sesepuh dan ketua vihara dharma tunggal, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ibu jinem meyadap pohon karet peninggalan suaminya jumlahnya pun tidak terlalu banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun tidak cukup.

56.  IBU TUKINI – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2566 sebesar 500 ribu kepada ibu Tukini (70 tahun) beliau merupakan umat vihara dhamma dipa loka beralamat di kampung sidodadi kecamatan bandar surabaya kabupaten lampung tengah, beliau adalah seorang janda yang sudah 20 tahun lebih suaminya meninggal dunia, untuk memenuhi kebutuhan hidup ibu tukini bekerja sebagai penjual sayur di pasar, dalam satu minggu bliau harus berdagang sayur dipasar sebanyak 3 kali, penghasilannya pun tidak menentu tidak jarang juga mendapat kerugian karena sayuran yang dibelinya untuk di jual kembali hargannya turun bahkan tidak laku sama sekali.

55. IBU SUPARMI – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak sebesar 500 ribu kepada ibu Suparmi (58 tahun) merupakan umat vihara dharma tunggal berdomisili di kampung cempaka putih kecamatan bandar surabaya kabupaten lampung tengah, ibu Suparmi adalah istri dari sesepuh vihara dharma tunggal, suaminya berprofesi sebagai penyadap pohon karet milik orang dan mendapat hasil 50% dari pendapataanya, jumlahnya pun tidak terlalu banyak sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup ibu suparmi juga sambil beternak kambing, hasilnya pun tidak pasti karena beternak kambing keuntungannya dalam jangka panjang bisa tahunan bahkan lebih.

54. IBU HENTI – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak sebesar 500 ribu kepada ibu Henti ( 47 tahun), aktif sebagai umat vihara dhamma dipa loka, berdomisili di kampung sidodadi kecamatan bandar surabaya kabupaten lampung tengah. Memiliki suami yang berprofesi sebagai buruh tukang bangunan, dalam tiap bulannya tidak pasti atau belum tentu ada orang yang membutuhkan jasannya, karena di masa pandemi orang pada umummnya jarang yang membangun rumah atau membutuhkan jasa tukang bangunan, tak jarang juga ibu henti membantu suaminya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bekerja sebagai buruh tanam padi di sawah.

53. MBAH WAKINI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Wakini (95 tahun), Beliau adalah sesepuh yang membantu perkembangan umat buddha di vihara dharma metta dan saat ini kehidupanya memprihatinkan karena kebetulan tinggal dengan anaknya yang buruh serabutan dan selama pandemi kehidupanya sangat memprihatinkan sekali.

52. MABH LANDEP – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Landep (93 tahun) dan putranya pak Poniman (63 tahun) umat vihara dharma santi. Mbah landep adalah sesepuh vihara dharma santi dan beliau tinggal bersama putranya bapak poniman yang mengalami cacat sejak lahir karena polio dan putranya belum berkeluarga dan pekerjaan beliau membuat gerabah saat ada tetangga yang memesannya.

51. ROMO SUMANTO – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Romo Sumanto (67 tahun), beliau adalah umat Vihara Brahma Vira desa Mataram baru Lampung timur. Beliausaat ini menderita stroke ringan.

47. PAK BIBIT, IBU MISNAH & MBAH KAINEM – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Bapak Bibit (72 tahun), merupakan sesepuh vihara Brahma vira desa mataram baru lampung timur. Ia bekerja sehari-harinya sebagai buruh serabutan di ladang dengan hasil tak menentu. 2.) Ibu Misnah umat vihara ratna buddha palasari desa mataram baru lampung timur. Pekerjaan serabutan dengan penghasilan tak menentu. 3. ) Mbah Kainem (90 tahun), merupakan sesepuh vihara ratna buddha palasari desa mataram baru lampung timur.

46. ROMO SUPADI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Romo Supadi, beliau adalah pengurus Vihara Manggala Ratna. Sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani.

45. ROMO AGUS – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Romo Agus, aktif di Vihara Manggala Dharma. Sehari-hariya bekerja serabutan sebagai penyadap karet.

44. DEWI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada ibu Dewi, seorang janda yang sehari-harinya bekerja serabutan di sebuah perkebunan tebu.

43. NITA – Pesawaran Lampung

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Nita, merupakan umat Buddha dari Vihara Manggala Ratna, sehari harinya bekerja serabutan disebuah perkebunan tebu.

42. ROMO SAIMAN – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Romo Saiman berusia 73 tahun, merupakan sesepuh dari Vihara Dhamma Dipa Loka, beralamat di kampung cempaka putih, kecamatan bandar surabaya kabupaten lampung tengah. Keseharian beliau adalah bekerja sebagai penyadap pohon karet yang lahannya tidak terlalu luas dan penghasilannya pun tidak menentu. Beliau harus mengurus adiknya yang menderita keterbelakangan mental, dan mederita sakit komplikasi diantaranya gangguan saluran air seni dan kaki yang mengalami infeksi sehingga tidak bisa berjalan. Sampai saat ini belum di bawa untuk diperiksa ke dokter dikarenakan ketiadaan biaya, sehingga hanya di obati dengan ramuan tradisional dan belum membuahkan hasil yang baik.

41. MBAH GINEM – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Ginem (76 tahun) ,beliau adalah seorang janda yang sudah lama ditinggal suaminya . Beliau tinggal bersama anaknya yang mengalami kebutaan dan belum pernah diperiksakan ke dokter karena ketiadaan biaya. Mbah Ginem umat yang aktif di vihara Dhammadipa loka desa sidodadi, kecamatan bandar surabaya, kabupaten lampung tengah.

40. ROMO PUJONO – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Romo Pujono (48 tahun), adalah umat Vihara Dhama Dipaloka kampung Sidodadi, kabupaten lampung tengah. Berprofesi sebagai penyadap pohon karet dan hasilnya tidak seberapa banyak karena pohon karetnya yang tidak berkualitas dan sudah tidak produktif lagi.

39. IBU SUNARTI – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Ibu Sunarti (65 tahun), seorang janda yang setahun terakhir sering sakit-sakitan. Beliau adalah umat buddha vihara dharma tunggal, belaramat di desa cempaka putih kabupaten Lampung tengah. Beliau mengidap sakit asma yang sudah lama, tidak berobat ke dokter dikarenakan keterbatasan biaya. Biaya hidup hanya mengandalkan anaknya yang menjadi tukang servis tv dan tidak pasti penghasilannya.

38. IBU PONIYEM – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada ibu Poniyem (52 tahun) merupakan umat vihara dhamma dipa loka beralamat di kampung cempaka putih kecamatan bandar surabaya kabupaten lampung tengah. Beliau adalah istri dari sesepuh vihara dhamma dipa loka, berprofesi sebagai ibu rumah tangga, suaminya bekerja sebagai penyadap pohon karet, tidak terlalu banyak dan hasilnya tidak menentu, untuk memenehi kebutuhan hidup bliau juga menjadi buruh tani, dan memelihara ayam dan hasilnya tidak begitu cukup untuk memenehi kebutuhannya.

37. IBU SUWARTI – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Ibu Suwarti (57 tahun), domisili di kampung Sidodadi kecamatan bandar surabaya kabupaten lampung tengah. Merupakan istri dari sesepuh vihara dhamma dipa loka, berprofesi sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu tergantung orang yang membutuhkan jasa tenaganya. Di masa pandemi seperti ini sangatlah membuat beliau susah karena jarang sekali ada orang yang membutuhkan jasanya karena kesulitan ekonomi yang sedang terjadi, suaminya yang sudah tidak muda lagi pun tidak bisa berbuat banyak karena tenagganya sudah tidak mampu lagi untuk bekerja kasar.

36. MURSIDI & KARTIKA – Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Mursidi dan 2.) Kartika, mereka adalah guru honorer yang mengajar agama Buddha di beberapa sekolah di daerah Tebas, adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat

35. NORNI & SARADA – Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Norni dan 2.) Sarada, mereka adalah guru honorer yang mengajar agama Buddha di beberapa sekolah di desa Sekura, adalah salah satu kelurahan di kecamatan Teluk Keramat, kabupaten Sambas, provinsi Kalimantan Barat.

31. NENEK IPAH – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Nenek Ipah merupakan umat buddha vihara buddha amerta desa sumber agung batanghari, beliau berusia 81 tahun. Beliau sudah tidak bekerja dan sering sakit-sakitan disebabkan usia tua yang paling utama sakit pinggang.

30. MBAH PAIMON – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Paimon berusia 80 tahun. Beliau tinggal dengan cucunya, setiap hari yang bekerja cucunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beliau di usia tuanya juga sakit-sakitan terutama asam urat. Kalau kambuh asam uratnya sering gak bisa berjalan .

29. MBAH MIDI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Midi beliau berusia 81 tahun. Pekerjaan beliau mencari rumput ternaknya. Beliau tinggal dengan anaknya. Putranya bekerja sebagai buruh serabutan di desanya.

28. IBU SUGIYEM – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Ibu Sugiyem beliau berusia 75 tahun, pekerjaan beliau membuat anyaman besek dari bambu. Dan suaminya bekerja sebagai buruh serabutan. Sekarang ibu sugiyem sedang membiayai putranya yang kuliah. Dari hasil menjual anyaman besek belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

27. NENEK POTARUNI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Nenek Potaruni Nenek potaruni umat buddha vihara buddha dipa gantimulyo, beliau berusia 84 tahun. Pekerjaan beliau membuat sapu lidi dan di jual di warung. Nenek potaruni hidup dirumah sendiri, masak sendiri.

26. NENEK TRAHMA – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Nenek Trahma berumur 80 tahun beliau tinggal sendiri, di usia tuanya beliau sering sakit-sakitan, dan sekarang pengliatannya juga mulai kabur. Setiap seminggu sekali beliau berobat ke bidan dan minum obat.

25. MBAH JUMARI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Jumari, Berdomisili di kampung bogatama, kecamatan penawartama, kabupaten tulang bawang, tinggal bersama istri. Penghasilan beliau hanya mengandalkan bercocok tanam di pekarangan rumah yang hasilnya tidak menentu.

24. TASIMIN – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Tasimin, berdomisili di kampung Tri Tunggal Jaya Kec. Penawar Tama Kab. Tulang Bawang Provinsi Lampung. Beliau adalah umat Vihara Buddha Khanti. Sudah tidak bekerja dan biaya hidup bergantung pada anaknya yang bekerja sebagai buruh menyadap karet dengan pendapatan yang minim.

23. MBAH KLUMPUK – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Klumpuk (95 tahun), berdomisili di desa Tri Tunggal Jaya Kec. Penawar Tama Kab. Tulang Bawang Provinsi Lampung. Beliau sering sakit-sakitan. Kegiatan sehari-hari adalah berkebun di sekitar rumah merawat pohon kopi demi memenuhi kebutuhan hidup nya. Selain dari hasil pohon kopi untuk memenuhi biaya hidupnya beliau mendapat perhatian dari anak-anaknya yang berprofesi buruh.

22. BAPAK DARYONO – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Bapak Daryono (60 Tahun), Umat Vihara Buddha Khanti dan berdomisili di Kampung Tri Tunggal Jaya Kec. Penawar Tama Kab. Tulang Bawang Provinsi Lampung, Beliau bekerja di kebun menyadap karet dengan penghasilan tak tentu.

21. MBAH WASRI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Wasri (55 Tahun). Tinggal di desa Tri Tunggal Jaya Kec. Penawar Tama Kab. Tulang Bawang Provinsi Lampung, beliau adalah umat Vihara Buddha Khanti yang berprofesi sebagai penjual Cendol Keliling. Semenjak pandemi ini pendapatannya sangat jauh berkurang, sehingga untuk biaya hidup sehari-hari saja ia sangat kesulitan.

20. BAPAK YATORI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Yatori (50 Tahun), umat Vihara Buddha Khanti, berdomisili di kampung Tri Tunggal Jaya Kec. Penawar Tama Kab. Tulang Bawang Provinsi Lampung, untuk mencukupi kebutuhan hidup nya beliau bekerja sebagai kuli bangunan dan beternak ayam kampung.

19. IBU PARTIYAH – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada ibu Partiyah (63 tahun), seorang janda sudah berpuluh tahun. Saat ini mengurus ke 2 cucunya karena anaknya bercerai sejak lama. Beliau bekerja sebagai buruh tani serabutan, hanya mendapat upah ketika tenaganya dibutuhkan. Penghasilannya sangat tidak menentu.

18. MBAH KASIO – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Kasio (72 tahun), beliau adalah sesepuh Vihara Darma Meta, dan termasuk pendiri Vihara yang dulunya pindahan dari pesawaran dan sejak lama pindah ke desa Gedungratu yang pejalanan menuju desa tersebut sangatlah jauh dan jalannya rusak parah untuk menuju Vihara.

17. MBAH SUGIMAN – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Sugiman (71 tahun), tinnggal seorang diri karena istri telah meninggal dan anak-anaknya sudah bekeluarga. Untuk kebutuhan sehari-harinya ia bekerja serabutan dan sangat aktif membantu kegiatan Vihara.

16. MBAH HADIYO – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Hadiyo (73 tahun), beliau ini sekarang tinggal di Vihara Darma Vitaka sekaligus sebagai penjaga Vihara bersama istrinya.

15. MBAH WARJI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Warji (70 tahun), Merupakan umat Budhis Vihara Darma Vitaka yang dulu pernah mengurus dan merawat Vihara Maitri Wira Agung bertahun-tahun bersama istrinya. Sekarang kondisi kesehatannya kurang baik, bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

14. MBAH KARNOTO – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Karnoto (80 tahun), merupakan sesepuh Vihara Darma Vitaka, ia telah lama ditinggal istrinya dan tinggal dirumah anaknya. Ia sendiri sangat aktif mengikuti kegiatan keagamaan.

13. IBU IGUL – Balangan Kalsel

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada bu Igul atau sering dipanggil indung (50 tahun), sekarang ini ibu Igul sudah tidak bisa berjalan karena mengalami kelumpuhan. Ibu Igul sendiri adalah keluarga kurag mampu karena dari hasil bekerja suaminya sebagai buruh tani hanya berpenghasilan sekitar 20 ribu/minggu. Untuk makan sehari-hari juga kadangmengharapkan pemberian masyarakat sekitarnya.

12. IBU CURU – Balangan Kalsel

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Ibu Curu. Tinggal seorang diri di sebuah hutan. Saat ini mengalami penyakit perut yang tidak bisa di obati dan di sembuhkan. Sehingga tidak bisa beraktifitas dan mencari nafkah untuk kebutuhan ia bertahan hidup,

11. PAK PANDI – Balangan Kalsel

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Pak Pandi atau sering dipanggil Mamang (60 tahun), sehari-harinya bekerja sebagai buruh ladang dengan penghasilan sekitar 40 ribu/minggu. Rumah tinggalnya juga sangat sederhana terbuat dari dinding bambu dan atap dari daun rumbia. Kehidupan sangat jauh dari layak.

10. PAK NANTAN – Balangan Kalsel

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Pak Nantan juga dipanggil busu, pekerjaan sehari hari hanya petani tanam padi dengan penghasilan 30 ribu/minggu. Saat ini tinggal seorang diri, dan kadang dibantu oleh masyarakat sekitar untuk makan sehari-harinya.

9. IBU SIEYIM – Balangan Kalsel

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Ibu Sieyim(60 tahun), sekarang ini sudah tdk bisa beraktivitas lagi dikarenakan matanya mengalami kebutaan. Untuk makan dan minum sehari-harinya dibantu oleh anaknya yang juga bekerja serabutan dengan penghasilan minim dan tak tentu.

8. BU MANISH & MBAH KARTIJAH – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, masing-masing sebesar 500 ribu kepada : 1.) Bu Manisih, seorang janda hidup seorang diri. Pekerjaan sehari-hari menjadi buruh tani serabutan. 2.) Mbah Kartijah, hidup bersama kedua cucunya yang yatim piatu. Anak dan menantunya meninggal karena hanyut disungai. Mbah diusia senjanya harus merawat dan membesarkan cucu-cucunya.

7. MBAH RUBIAH & BU SUPIAH – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, masing-masing sebesar 500 ribu kepada : 1.) Mbah Rubiah (80 tahun), seorang janda yang tinggal sendiri di rumahnya yang sangat sederhana sekali seorang diri. Untuk biaya hidup sehari-harinya mengharapkan uluran dari anaknya yang sudah bekeluarga dan juga dengan pendapatan yang sangat minim dikarenakan bekerja serabutan. 2.) Bu Supiah (56 tahun) ,merupakan umat dari vihara Dwipajaya desa Dayasakti, kabupaten Tulangbawang barat, Lampung. Ia sudah menderita stroke selama bertahun-tahun. Separuh badannya sulit untuk digerakkan, sehingga ia hanya bisa duduk dikursi atau berbaring di ranjang saja. Menempati sebuah rumah sederhana bersama suaminya yang bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan suaminya tidak menentu, apalagi di musim pendemi ini. Untuk makan sehari-hari saja sulit, apalagi untuk bisa memeriksakan dan berobat ke rumah sakit.

6. MBAH JUMINTEN – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Juminten seorang janda semnjak puluhan tahun lalu. Umat Budha Vihara Dwipa jaya dari transmigrasi, almarhum suaminya dulu sesepuh agama Budha. Meninggal dunia karena serangan jantung. Sekarang bu Juminten tinggal dengan 1 anaknya yang pekerjaan sehari-harinya hanya buruh menyadap karet dengan penghasilannya tidak menentu.

5. MBAH MUDI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Mudi (65 tahun), beliau bekerja sebagai buruh pembuat bata merah yang penghasilanya sangatlah memprihatinkan, apalagi di masa pandemi ini dimana permintaan akan batu bata juga menurun drastis. Sehingga saat ini ,ia kebanyakan beriam dirumah saja.

4. MBAH MURTI- Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Murti (73 tahun), sesepuh Umat Buddha yg berdomisili di Lingkungan Vihara Dwipajaya sejak tahun 1972 ini, bekerja sebagai buruh serabutan, dan baru saja isterinya meniggal dunia karena penyakit asam lambung, darah tinggi, dan kelebihan gula. Saat ini beliau banyak berdiam diri di rumah, tidak banyak bekerja karena tidak ada yang menyuruhnya.

3. MBAH SAYUP – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Sayup, seorang janda yang sehari-harinya mencari nafkah menjadi pemulung. Seorang umat yang aktif , dan sekarang tinggal seorang diri di rumahnya yang sederhana.

2. MBAH SUMI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Mbah Sumi, usianya kurang lebih 83 tahun. Dulunya beliau adalah pengurus Vihara Maitri Bumi bersama suaminya selama bertahun-tahun. Suaminya telah meninggal dunia dan sekarang hidup menjanda dan dalam keadaan sakit. Tinggal seorang diri di belakang anak dan menantunya yang rumahnya sudah reot dan sempit.

1.  KO ALOY – LAMPUNG

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2566, sebesar 500 ribu kepada Ko Aloy dan istrinya , merupakan umat Buddha Vihara Dwipajaya yang aktif. Semenjak setahun lalu istrinya menderita kelumpuhan dan tidak bisa berjalan. Ko Aloy mencari nafkah sebagai tukang servis sepeda, dan saat ini usahanya tersebut sangat sepi.

Berikut ini adalah nama harum para dermawan yang telah berkontribusi pada kegiatan berbagi kasih Waisak 2566 yang dikoordinir oleh segenggamdaun.com. Semoga dengan  dana yang diberikan dengan keyakinan dimanapun juga, dapat segera terkondisi berupa kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah; elok dipandang, tampan/cantik, bagaikan keindahan bunga teratai yang mengagumkan. “Di dunia ini ia berbahagia, di dunia sana ia berbahagia; pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu, ia akan berbahagia ketika berpikir, ‘aku telah berbuat kebajikan’, dan ia akan lebih berbahagia lagi ketika berada di alam bahagia.” (Dhammapada, 18).

Total Dana  Masuk sampai 09 MEI 2022 pukul 11.30 wib : Rp. 70.235.016,-. Total dana disalurkan adalah sebesar Rp.  60 juta  rupiah untuk   120 orang  penerima. Sisanya masih dalam proses penyaluran.  Untuk Dokumentasi Penyerahan Dana tahun ini dapat dilihat di link berikut:  DOKUMENTASI (Klik Disini)

 

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kasih Imlek 2022