DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kasih Imlek 2022

 

167. MERRY -Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Merry, ia sehari-hari bekerja mencuci baju. SUaminya sendiri tidak bisa mencari nafkah dikarenakan sakit stoke. Memiliki 3 anak yang masih bersekolah.

166. Toni Ayung – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Toni yang sehari-harinya bekerja mengumpulkan kardus bekas yang selanjutnya dijual ke penampung. Ia sendiri memiliki anak yang masih bersekolah.

165. ONG A LAI – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Alai. Kebutuhan sehari harinya mengharapkan pemberian dari anaknya yang bekerja juga dengan penghasilan pas-pasan.

164. LIE KIEM KIEW– Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Kim kiew. Ai ini telah beberapa tahun menjanda. Dulunya suaminya adalah orang yang bisa mengobati penyakit non medis, sering dipanggil taipak. Semenjak suami meninggal si ai harus bekerja membantu menjaga anak orang. Saat ini ai sudah tak bekerja lagi karena kondisi fisik yang mudah capek dan kaki yang tak kuat berjalan jauh. Yang menjadi tulang punggung adalah anak laki-laki satu-satunya, selain itu ai juga membiayai 2 cucunya dari anak perempuannya yang telah meninggal.

163.  LIONG LE – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Liong Le. Saat ini ia mencari nafkah sebagai penjaja kopi bubuk keliling. Mengontrak sebuah kamar kost sempit dengan bayaran 150 ribu per minggu. Dulunya ia adalah seorang pengusaha yang cukup sukses, namun semuanya itu lenyap dalam waktu singkat. Ia saat ini hidup seorang diri, sempat bekeluarga namun istri dan anaknya telah pergi entah kemana.

162. AJI AKIW – Jebus

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Aji Akiw (72 tahun) tinggal bersama adiknya yang biasa dipanggil Akhiu Afo (62 tahun). Mereka hanya tinggal berdua, karena suami dari Aji Akiw sudah meninggal, dan dari pernikahan tersebut, mereka tidak dikaruniai anak. Sedang adiknya akhiu Afo tidak pernah menikah. Saat ini mereka berdua tidak bekerja lagi, untuk biaya hidup sehari-hari, mengharapkan bantuan dari warga sekitar. Rumah yang mereka tinggali juga sudah banyak yang lapuk, selain dinding yang lepas juga bagian atapnya banyak yang bocor.

161. LEI KUAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Lei Kuan (67 tahun), hidup berdua bersama suaminya yang bekerja sebagai penjahit baju. Namun sudah beberapa tahun ini sangat sepi orderan.

160. ADI – PALEMBANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada saudara Adi, yang saat ini mengalami kebutaan pada kedua matanya karena masalah syaraf. Ia tinggal bersama mamanya yang sudah renta.

159. TJOA LIONG WAT – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Liong Wat 976 tahun), diusia senjanya tetap bekerja sebagai tenaga kebersihan di kelenteng.

158. MULYATI – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Mulyati. Ia membiayai ke 2 anaknya, bekerja sebagai tenaga honorer di kelenteng.

157. THENG TIN NIO – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Tin Nio, tinggal tidak menetap dengan menumpang dirumah kenalannya. Kebutuhan sehari-harinya dengan bekerja serabutan membantu di warung kopi.

156. WANG SEN NGO – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Sen Ngo udah 10 tahun ini ai hanya berdiam dirumah saja dan tak bekerja, karena kondisi badan yang sering sakit-sakitan terutama bagian kaki yang susah untuk berjalan. Mempunyai 1 orang anak perempuan dan 4 orang cucu. Anaknya juga dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Sehari-hari anaknya berjualan mie rebus didepan sebuah sekolah.

155. WONG BUEI DJIANG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Buei Djiang (57 tahun), bekerja serabutan mengumpulkan barang bekas. Tinggal menumpang dirumah kerabatnya. Ia sendiri tidak bekeluarga.

154. Lai Djan Cu (48 tahun) – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Lai Djan Cu (50 tahun), adalah seorang janda dengan 2 orang anak. Selain membiayai anaknya ia juga harus merawat mamanya yang sudah tua. Sehari-hari ia bekerja mencuci piring disebuah rumah makan dengan pendapatan berkisar 20 ribu perharinya.

153. CIM YOKI – Tanggerang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cim Yo Ki, sehari-harinya bekerja membuang benang pada sebuah konveksi. Memili anak yang tengah sakit lever dan membutuhkan biaya berobat.

152. YANI – Tanggerang

Diserahkan dana donasi Imlek 2022 sebesar 500 rb kepada Yani.Beliau tinggal didaerah tangerang dengan seorang anak umur 6 tahun. Suami beliau menikah lagi, untuk nafkah sehari-hari cuma buka warung sekaligus tempat tinggal yg penghasilannya tidak seberapa.

151. GAW YAN NIO – Tanggerang

Diserahkan dana donatur imlek 2022 sebesar 500 rb kepada Ai Gaw Yan Nio. Beliau tinggal di cikarang utara.Beliau tinggal sama saudaranya.Suami beliau uda lama meninggal begitupun anaknya. Untuk kebutuhan sehari2 dari belas kasihan orang

150. 6 ORANG LANSIA di Singaraja

Diserahkan dana donatur masing masing sebesar 500 ribu kepada 6 orang lansia di Singaraja. Mereka tinggal seorang diri dan tidak memiliki keluarga.

149. NYOMAN – Singaraja

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada sdr. Nyoman yang tengah terbaring sakit dan dirawat di RS karena menderita gangguan pada syaraf kepalanya.

148.CAKKA-LampungTengah

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu rupiah kepada adik Cakka yang tengah menderita sakit. Ibunya sendiri adalah seorang guru honorer agama Buddha didesanya.

147. CI ALOY – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur sebesar 500 rbu kepada Ko Aloy dan istrinya , merupakan umat Buddha Vihara Dwipajaya, Lampung tengah yang aktif. Semenjak setahun lalu istrinya menderita kelumpuhan dan tidak bisa berjalan, sehari-hari hanya terbaring di ranjang saja dan untuk berpindah tempat harus memakai kursi roda. Sudah 6 bulan ini mata istrinya susah untuk melihat, pengobatan juga dilakukan seadanya karena keterbatasan biaya. Ko Aloy mencari nafkah sebagai tukang servis sepeda ontel, dan saat ini usahanya tersebut sangat sepi.

146. TJEN KHON PIN & BOENG SUN MI = Sungai Liat

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Asuk Tjen Khon Pin (73 tahun), tinggal bersama anaknya dan bekerja mengambil upah membersihkan rumput dirumah orang. Ia sendiri sekarang sakit-sakitan sehigga kebanyakan berdiam dirumah saja. 2.) Boeng Sun MIe (64 tahun), ia saat ini menderita stroke ringan, dan terpaksa tidak bisa bekerja lagi sebagai pembantu rumah tangga. Ia tinggal bersama anaknya yang bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu.

145. MI JIANN – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada apho Mi JIan (60 tahun), tinggal seorang diri dan bekerja sebagai tukang cuci baju. Itupun kadang tidak dibayar dengan uang namun hanya dengan makanan saja. Kakinya sering sakit-sakitan.

134. TJEN DJOEN TJHIOE – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Apho Tjen Djoen Tjhioe (81 tahun), tinggal seorang diri dirumahnya yang sudah banyak bocor dimana mana. Jika hujan turun, makan bagian dalam rumah akan tergenang oleh air. Untuk biaya makan mengharapkan dari anaknya yang sudah berkeluarga dan juga berpenghasilan minim karena bekerja sebagai buruh disebuah pabrik kempelang. Untuk makan sehari hari mereka sudah sangat kesulitan.

133. HERLINAWATI – Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada herlinawati, seorang janda dengan anak yang masih bersekolah. Saat ini belum mendapatkan pekerjaan.

132. AJI MUI LIEN & MOI CIN – Jebus

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Ajie Mui Lien umur 72 tahun, kehidupan sehari-harinya membuat buat tahu kuning yang di jual kepada para tetangganya. Memiliki seorang anak yang tinggal jauh dan dengan kondisi ekonomi susah juga. 2.) Aji Moi Cin (75 tahun), Ia hidup seorang diri, karena suaminya telah lama meninggal. Dari pernikahan tersebut juga tidak dikaruniai anak.

131. BONG NGIM JIN – Jebus

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bong NGim Jin (72 tahun), saat ini sering sakit-sakitan. Tinggal berdua bersama anaknya yang mengalami gangguan mental.

130. Aji SUNG YEN – Jebus

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada aji Sung Nyen (66 tahun), hidup seorang diri dan tidak memiliki keluarga. Untuk biaya makan sehari-harinya mengharapkan hasil dari menjual telur ayam.

129. Aji AJAP – Jebus

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ajie Ajap (68 tahun), ia tinggal seorang diri dan bekerja sebagai tukang cuci baju. Akhir-akhir ini sering sakit-sakitan sehingga jarang pergi bekerja.

128. NG KIM LIEN -Jebus

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ajie Kim Lien umur 65 tahun, hidup ber dua saja bersama kakaknya yang juga sudah tua. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya ia mencari kaleng-kaleng bekas yang nantinya dijual lagi ke penampung.

127. LEVI IVANTO – Manokrawi

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Levi Ifanto, usia 30 tahun, warga keturunan chinese asal Bengkulu yang merupakan guru agama Buddha yang datang ke Manokwari sudah lebih dari 5 tahun utk mengabdi menyebarkan Dharma dan keputusannya didukung penuh oleh keluarganya di Bengkulu. Di Vihara Buddha Prabha Manokwari, Levi manjadi Guru Sekolah Minggu dan petugas Vihara

126. HARSEL – Manokrawi

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Atasius Harsel, usia 19 tahun, merupakan warga keturunan chinese dari pihak keluarga kakeknya asal Flores NTT, baru datang ke Manokwari sekitar 3 minggu atas rekomendasi kakaknya yang bekerja di Vihara Sasanadipa Makassar untuk menjadi pekerja tetap bagian kebersihan di Vihara Buddha Prabha Manokwari.

125. ADI GUNAWAN- Manokrawi

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Chandra Adi Gunawan, usia 21 tahun, merupakan warga keturunan chinese dari pihak keluarga neneknya asal Bintuni. Tadi tujuan datang ke Manokwari adalah untuk kuliah sekitar 2 tahun lalu. Tetapi karena waktu itu Vihara Buddha Prabha Manokwari tidak ada petugas/staff yang tinggal membantu, maka tertarik untuk menjadi staff tetap bagian administrasi (umum) dan tinggal mengabdi di vihara.

124. JEMARUT – Manokrawi

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ronaldus Jemarut, usia 29 tahun, merupakan warga keturunan chinese dari pihak keluarga kakeknya asal Flores (NTT). Baru datang ke Manokwari 3 minggu lalu bersama Atasius Harsel atas rekomendasi Bhante di Vihara Sasanadipa Makassar untuk membantu bagian keamanan dan kebersihan di Vihara Buddha Prabha Manokwari.

123. HERLISA- BOGOR 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Herlisa (Sim Cin Mei, 33 tahun) semenjak tahun 2015 lalu dikarenakan terpeleset dirumahnya yang kebanjiran, hingga saat ini kakinya tidak dapat berfungsi normal. Dengan menggunakan BPJS sudah pernah dioperasi dan dipasang pen, dan sampai saat ini masih rutin kontrol ke RS. Untuk bergerak membutuhkan bantuan tongkat, kendala saat ini, walaupun berobat menggunakan BPJS namun untuk transportasi dan kadang ada jenis obat tertentu yang harus ditebus pribadi. Cin Mei sendiri memiliki 2 orang anak, ia sendiri telah menjanda karena suaminya menikah lagi. Untuk biaya sehari-hari, ia berusaha mengumpulkan barang rongsokkan yang selanjutnya dipilah-pilah dan dijual lagi ke penampungan barang rongsokan.

122. CI MELAN – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ci Melan (55 tahun), yang merupakan seorang single parent. Baru 1 tahun lalu suaminya meninggal dunia karena sakit. Ci Melan dulunya sehari-hari bekerja sebagai tukang potong untuk bahan sendal jepit. Setiap karung hasil kerjanya diberikan upah sebesar 6 ribu rupiah. Memiliki 3 orang anak, yang sulung telah putus sekolah dan tengah mencari pekerjaan, anak ke 2 dan ke 3 masih duduk di bangku SMP dan SD.

121. CI NONI – JAKARTA

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ci Noni (63 tahun), janda 1 anak, tinggal di gang sempit di daerah pakojan. Saat ini sudah tidak bekerja lagi. Dulunya bekerja sebagai pembuang benang disebuah konveksi dengan gaji 35 ribu perhari. Beriringnya waktu konveksi tempat ia bekerja sepi orderan, sehingga ia harus berhenti bekerja. Saat ini hanya mengandalkan kiriman uang dari anaknya yang bekerja di Bangka dengan gaji 1.4 juta sebulan. Terkadang mendapat kiriman 300 – 400 ribu sebulannya.

120. KUKU ANYUN – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Kuku Anyun (70 tahun), bekerja sebagai tenaga honor disebuah konveksi bagian buang benang. Beliau merupakan janda dengan seorang anak, namun saat ini dia tidak mengetahui keberadaan anaknya yang pergi tanpa kabar. Semoga bermanfaat.

119. TANTE LUCY – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Tante Lucy hidup sebatang kara dan tinggal disebuah kost. Untuk membiayai hidupnya ia bekerja sebagai buruh buang benang disebuah konveksi, tapi itu tak rutin hanya saat ada orderan saja. Untuk biaya makan juga dibantu sama teman-temannya. Setelah imlek ini si tante akan dimasukkan ke panti jompo, karena tidak ada yang mengurus dan jika tinggal di panti akan banyak teman dan bantuan untuk dirinya.

118. CIK MEMEY – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada cik Memey, ia sehari-hari bekerja membantu orang berjualan asongan di Ancol. Ia memiliki 2 anak yang masih bersekolah, suaminya sendiri telah meninggal dunia. Dana yang diberikan akan digunakan sebagai modal untuk berjualan mainan seperti balon gas yang akan dijual didaerah Ancol. Semoga sukses cik Memey..

117. TJIN SUN LIE & MA TET LOI – Sambas

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada : 1.) Tjin Sun Lie, tinggal seorang diri di sebuah lahan milik kerabatnya. Ia saat ini menderita stroke sehingga tidak bisa beraktifitas dan mencari nafkah. Untuk kebutuhan sehari-harinya mengharapkan bantuan dari tetangga sekitarnya. 2.) Ma Tet Loi, bekerja sebagai penjaga gedung walet, ia tinggal seorang diri dan kondisi kesehatan juga kurang baik.

116. BONG SIN HAK – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Acek Bong Sin Hak (75 tahun), domisili di dusun Lubuk Kelik kabupaten Bangka. Ia tinggal bersama istrinya. Untuk biaya hidup mengandalkan kebun sayur disamping rumahnya. Penghasilannya juga tidak menentu. Kesehatan juga sudah tidak baik, diusianya yang sekarang mengeluhkan sakit pada kakinya sehingga kalau berjalan kemana-mana harus dibantu dengan tongkat.

115. LAY JUN CHIN – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Apho Lay Jun Chin (81 tahun), suaminya telah meninggal 30 tahun lalu. Memiliki seorang anak yang belum bekeluarga dan selama ini merawatnya. Pekerjaan anaknya adalah memisahkan sabut kelapa untuk nantinya dibuat sikat, penghasilannya dalam satu minggu kadang tidak mencapai 100 ribu rupiah, tergantung banyaknya sikat yang dihasilkannya. Apalagi dimusim hujan, produksi pasti sangat sedikit karena sabut kelapanya tidak bisa kering dijemur. Apho saat ini selain sering sakit, juga susah berjalan karena bongkok dan masalah di pinggangnya. Pakaian juga penuh tambalan dan jahitan dimana-mana. Kondisi rumah juga yang beratap daun, sudah bocor dibanyak tempat, jika hujan besar maka rumahnyapun pasti tergenang karena air yang masuk melalui atapnya.

114. ACAI – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Asuk Acai (75 tahun), tinggal berdua bersama istrinya. Ia sendiri tidak bekerja lagi karena faktor usia dan kondisi kesehatan yang sudah menurun. Untuk makan ia mengharapkan bantuan dari pemerintah dan kadang dari pemberian orang disekitarnya. Kondisi rumah tinggal juga sudah sangat memprihatinkan.

113. TJHOEI DJIN – Sambas

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Tjhoei Djin, domisili di dusun Gunung Sepuk Sebawi. Tinggal menumpang di lahan milik kerabatnya, memiliki 3 anak masih bersekolah. Penghasilan juga tak menentu karena bekerja serabutan sebagai buruh lepas di kebun.

112. BONG FUNG KIE- Sambas

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Bong Fung Kie, domisili di dusun Mekar Sekuntum, Tebas. Ai saat ini sudah tidak bisa bekerja lagi dikarenakan usianya yang sudah lanjut. Tinggal bersama anaknnya yang berusia 40 tahun dan mengalami gangguan mental. Saat kecil anak ai tersebut pernah terjatuh dikolam dan tidak mendapatkan pengobatan selayaknya. Ai juga tinggal bersama seorang saudaranya yang sakit stroke dan hanya bisa berbaring saja.

111. MIAU FUNG – Sambas

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Miau Fung berdomisili di Jalan Panji Anom, Kecamatan Sambas, Kalimantan Barat. Kota Sambas sendiri terletak kurang lebih 80 km dari kota Singkawang. Saat ini Ai Miau Fung tinggal bersama 2 orang putra dan seorang putri. Ke tiga anaknya ini semuanya mengalami gangguan mental. Suami ai sendiri telah meninggal beberapa tahun lalu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ai bekerja menjadi pencuci baju di rumah tetangganya. Untuk tempat tinggal sendiri diberikan tumpangan disebuah bedeng yang merupakan milik Vihara Buddha Dhamma Bhavana. Ai sendiri sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengurusi ketiga anaknya. Karena walau umur anaknya semua sudah diatas 30 tahun, namun untuk makan dan mandi pun harus dibantu oleh mamanya. Kebutuhan ai saat ini selain memang untuk biaya sehari-hari sudah sangat pas-pasan, mungkin di Imlek kali ini dapat memperbaiki beberapa bagian rumah yang bocor.

110. CI LORENCA – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada Ci Lorenca sehari-harinya berjualan gorengan seperti tahu dan risoles keliling didaerah sekitaran termpat tinggalnya. Barang dagangannya ada yang dibuat sendiri dan ada yang ngambil dari orang lain. Ia bisa mengantongi keuntungan 30 ribu sampai 50 ribu setiap harinya. Uang itu dirasakan cukup untuk biaya hidup dan membayar kontrakan serta biaya sekolah 2 orang anaknya yang masih duduk di bangku SD. Namun semenjak pandemi Covid ini, pendapatannya menurun drastis. Sehari kadang tidak laku sama sekali, dan terpaksa ia bawa pulang dan dimakan sendiri. Dan anaknya yang sulung juga terkena penyakit Bronkitis dan Asma. Saat ini sering bolak-balik RS karena selalu mimisan dan kalau pilek mengeluarkan darah.

109. KHO SAM MOI – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada Apho Kho Sam Moi (76 tahun) , tinggal berdua bersama suaminya yang sudah berusia 81 tahun. Sudah 3 tahun terakhir ini apho hanya bisa terbaring saja karena menderita lumpuh total. Dulu suami apho bekerja sebagai penjaga sekolah, untuk kebutuhan sehari-hari mendapat bantuan dari anak-anaknya yang telah bekeluarga dan tinggal terpisah. Ekonomi anak juga tak terlalu baik, mengharapkan dari hasil kebun.

108. LI ABI – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Abi, ia sendiri berusaha membuat kue pia untuk dijajakan berkeliling. Namun saat ini dagangannya sepi pembeli. Selain itu suaminya juga sering sakit-sakitan. Memiliki seorang anak yang masih bersekolah.

107. JIN CHONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Asuk Jin Chong, asuk saat ini tidak mempunyai pekerjaan tetap. Tinggal bersama istri dan seorang anaknya.

106. HANDY – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Handy, bekerja sehari-hari sebagai buruh disebuah toko sepatu. Ia sendiri kondisi kesehatannya kurang begitu baik. Tinggal menumpang di kontrakkan bersama saudaranya.

105. THENG KOK HOA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Kok Hoa, ia bekerja sebagai pembungkus tahu. Tinggal bersama mamanya yang saat ini menderita sakit tua.

104. YO BI YONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bi Yong, ia sendiri bekerja sebagai pencuci baju. Memiliki dua anak yang bersekolah.

103. YAP SING MO – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Sing Mo, ia tinggal seorang diri dan tidak menikah. Untuk makan sehari-hari ada tetangga yang memberikannya.

102. YAP HOK KIAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Akian, ia sendiri mencari nafkah dengan berkeliling menjajakan pempek. Keuntungannya juga tidak besar, hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari.

101. TAN CUN HUAT – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Ahuat, istrinya telah lama meninggal dunia. Kegiatannya saat ini adalah mengasuh ke 3 cucunya. Biaya hidup berasal dari anaknya yang bekerja juga dengan penghasilan pas-pasan.

100. YIU ENG HO – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Eng Ho, ia tinggal bersama istri dan seorang anaknya yang berkerja serabutan dengan penghasilan tak tentu.

99. MAYA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Maya, memiliki 3 anak yang masih bersekolah. Ia sendiri bekerja disebuah pabrik tahu sebagai tulang punggung keluarga. Penghasilannya dari membungkus tahu tak menentu. Suaminya sendiri baru saja keluar dari rumah sakit karena menderita radang paru-paru. Suaminya saat ini tidak bisa bekerja karena masih dalam tahap pemulihan.

96. LIE SUK FU – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Suk Fu, ia sendiri tidak bekeluarga dan tinggal bersama saudarinya yang juga tidak bekeluarga. Sehari-harinya mencari nafkah dengan megumpulkan barang rongsokkan untuk dijual lagi ke penampung.

95. SU MUK LAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Muk Lan, tinggal bersama anak dan cucunya. Dulunya ia berdagang pempek didekat rumahnya, namun semenjak pandemi covid, dagangannya sangat sepi. Akhirnya ia menjadi tukang cuci baju untuk mencukupi biaya makan sehari-harinya.

94. LI MING LI – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Ming Li (72 tahun), diusia senjanya ia harus tetap mencari nafkah dengan berjualan kue keliling. Tinggal di rusunawa yang disediakan pemerintah.

93. NG A TENG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk ATeng, ia tidak bekeluarga, dan tempat tinggalnya menumpang dirumah temannya. Tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya mendapat upah jika ada yang meminta tolong bekerja serabutan.

92. NG A CUN – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ng A Cun, sehari-harinya mencari nafkah dengan mencuci baju. Ia tinggal sendirian, karena anak nya bekerja merantau kekota lain.

91. AI ALAN ONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Alan Ong (55 tahun), suaminya baru saja meninggal 3 bulan lalu karena sakit tumor perut. Saat ini ia bekerja sebagai buruh cuci baju untuk membiayai 2 anaknya yang masih bersekolah.

90. APEK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Apek (61 tahun), ia sendiri tidak mempunyai pekerjaan dikarenakan kondisi kakinya yang tak sembuh sembuh karena mengalami kecelakaan saat kerja. Untuk makan sehari hari, ia mengharapkan belas kasihan dari sekitarnya.

89. ONG WEN SEN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Ong Wen Sen, Asuk ini menderita sakit maag dan paru-paru sudah bertahun-tahun tak kunjung sembuh. Menikah namun tak mempunyai keturunan. Untuk membiayai hidup, istrinya bekerja sebagai tukang cuci baju dengan penghasilan lebih kurang 800 ribuan.

88. LE HONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu  kepada ama Le Hong (75 tahun). Ama ini tinggal berdua dengan anak perempuannya yang tak menikah. Anaknya menjadi tulang punggung mencari nafkah untuk membiayai mamanya yang sering sakit-sakitan. Bekerja membungkus tahu dengan pendapatan berkisar 20 – 30 ribu setiap harinya. Untuk rumah sendiri mendapatkan tumpangan dari seorang familinya.

87. Ama NG A LAI – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu  kepada ama A Lai (73 tahun), ia tinggal bersama anaknya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Itupun bukan pekerjaan tetap, penghasilannya juga tidak menentu. Ama juga sakit-sakitan, dan rumahnya jika hujan sering kebanjiran.

86. SIA  TJIN HENG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu  kepada Asuk Tjin Heng (71 tahun), ia sendiri tidak bekerja dan membantu menjaga cucunya saja. Istrinya sudah meninggal dunia. Untuk kebutuhan hidup mengandalkan dari menantu perempuannya yang bekerja berjualan tahu keliling .

85. Encim SIA HUAT – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu  kepada encim Sia Huat (65 tahun). Diusia tuanya ia terpaksa tetap mencari nafkah dengan berjualan tahu. Memiliki 2 anak, satu telah meninggal dunia, dan satunya lagi menderita gangguan mental sehingga hanya bisa dirumah saja.

83.  WO TENG MON – Palembang

Wo Teng Mon (67 tahun), semenjak lahir menderita cacat pada kakinya. Hal inilah yang menyebabkan ia susah untuk dapat bekerja berat,pendidikan juga tidak ada. Dulu sempat bekerja pada sebuah toko, namun karena pasaran sepi akhirnya ia berhenti pada tahun 2005. Adik perempuan yang satunya bernama Wo Sui Seng (65 tahun), dari muda tidak pernah keluar rumah karena menderita gangguan jiwa. Cuma beberapa tahun ini membaik,sehingga ia bisa membantu kegiatan dirumah seperti memasak dan mencuci. Mereka berdua tinggal disebuah rumah yang sangat sederhana,nyaris dikatakan kumuh. Rumah itu juga merupakan pinjaman dari seorang kerabatnya. Untuk saat ini mereka tidak ada pemasukkan apa-apa. Untuk makan setiap bulan ada donatur yang memberi beras. Untuk lauk pauknya mereka mengambil saja tanaman yang tumbuh dihalaman rumah mereka.

82. LIM HAN TIONG – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Lim Han tiong (72 tahun). Tinggal seorang diri disebuah kontrakkan yang sekaligus dijadikan tempatnya menampung hasil memulung. Ia tak bekeluarga. Setiap harinya ia berkeliling mencari botol plastik, selanjutnya dikumpulkan sampai banyak baru dijual.

81. ONG HE LAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Ong He Lan (62 tahun). Ai ini tinggal berdua bersama suaminya, dan dari pernikahannya tak memiliki anak. Suaminya bekerja membersihkan ayam potong, itupun jika ada yang menggunakan jasanya,. Ai ini setahun yang lalu pernah terjatuh dan mengalami retak pada pinggulnya. Dokter menyarankan untuk dioperasi. Karena tiada dana maka si ai hanya mengkonsumsi obat-obatan tradisional saja.

80. LAUW GIOK LAM – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Liaw Giok Lam. Di usianya yang telah 72 tahun lebih, ia masih berusaha mencari nafkah dengan mengumpulkan plastik bekas air mineral. Asuk sendiri mengontrak sebuah rumah sederhana dengan bayaran sebesar 600 ribu setiap bulannya. Menurut asuk penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, itupun makanan yang sangat sederhana. Biaya kontrak rumah menjadi beban yang cukup memusingkan asuk saat ini.

79. THE CAU SEN  – Palembang

Diserahkan dana donatur kepada asuk The Cau Sen (75 tahun).Asuk ini menderita stroke sehingga susah buat menggerakkan anggota tubuhnya. Istrinya yang dulu menjadi tulang punggung dengan berjualan mie ayam telah meninggal dunia. Mempunyai 5 anak, satu orang baru meninggal dan satu anaknya sekarang menderita sakit hepatitis dan harus berbaring saja. Untung ada satu anak perempuannya yang bekerja dengan penghasilan 800 ribu perbulannya. Untuk anaknya yang sakit hepatitis, setiap minggu harus menebus obat yang tak ditanggung oleh BPJS.

78. MA ANNI – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ma Anni, ia tidak bekerja lagi hanya mengharapkan dari anak perempuannya yang sehari-harinya menjaga kelenteng.

77. THENG A Ting – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Theng A ting (53 tahun), sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci baju. Memiliki 3 anak yang semuanya masih bersekolah. Semoga dana ini bermanfaat bagi keluarganya.

74. CHEN FAN CIEH / TAMSIR HENDRA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Dulu asuk Fan Cieh, dulunya bekerja berjualan kue Jongkong berkeliling dengan menggunakan sepeda. Namun sudah beberapa tahun ini tidak bisa dilakukan lagi karena kondisi kesehatan dan kakinya yang tak kuat berjalan jauh. Saat ini tinggal seorang diri disebuah kontrakkan, karena istrinya belum lama ini telah meninggal dunia.

73. Ama LIU MA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Liu Ma (82 tahun), saat ini ama tinggal bersama seorang cucunya yang mengalami gangguan jiwa. Ama sendiri tidak bekerja lagi, hanya mengharapkan pemberian dari anak-anaknya. Anaknya juga semua dengan perekonomian yang kurang baik.

72. Ai BUN HOA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Bun Hoa (62 tahun), ia bekerja serabutan apa saja yang bisa dilakukannya. Suaminya sendiri sakit-sakitan dan tidak bisa mencari nafkah. Memiliki seorang anak yang belum bekerja.

70. Ama TJU PHIA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ama Tju Phia (70 tahun), ia bekerja sebagai tukang cuci baju dengan penghasilan minim. Matanya sendiri sulit untuk melihat.

69. CU KUI KIM – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Asuk Kui KIm (51 tahun), ia tinggal berdua bersama saudara perempuannya. Ia tidak menikah, dan untuk makan sehari-harinya mengandalkan ternak ayam yang jumlahnya tak banyak. Saat ini juga menderita sakit pada kakinya dan sulit untuk berjalan.

68.  YAP LIEN SENG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Yap Lien Seng, asuk saatini tak dapat bekerja lagi dikarenakan kondisi kesehatan. Biaya hidup mereka dari seorang anaknya yang berprofesi ojek dengan pendapatan tak menentu. Masih memiliki seorang anak yang bersekolah SD.

67. SO SO SIU – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai So Siu, suaminya belum lama ini meninggal dunia. Memiliki anak-anak yang telah mandiri dan tidak tinggal serumah. Untuk biaya hidup menunggu pemberian anak-anaknya yang juga bekerja dengan penghasilan pas-pasan.

66. KHO BUN SAN  – Palembang

Diserahkan dana sebesar500 ribu kepada acek Bun San, ia sehari-hari bekerja membantu bersih bersih dikelenteng. Belum setahun ini, istrinya meninggal dunia karena kanker. Lalu disusul juga oleh anak laki-lakinya yang meninggal karena sakit. Saat ini satu putranya yang lain dijebloskan ke penjara karena tertangkap mengkonsumsi narkoba. Acek sangat terpukul dengan rentetan peristiwa duka ini. Saat ini ia tinggal bersama putranya yang lain, yang menderita gangguan mental.

65. ONG A HENG – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada A heng, ia hidup membujang, tinggal menumpang dirumah kerabatnya. Saat ini ia tengah sakit dan terpaksa berbaring saja. Dulunya untuk keperluan sehari-harinya ia bekerja sebagai tenaga kebersihan di sebuah kelenteng.

64. FIFI MULIAWAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Fifi Muliawan (35 tahun), menderita diabetes dari tahun 2012 dan saat itu pernah mencapai kadar 500 lebih. Suaminya baru setahun ini meninggal dunia, sehingga mengharuskan fifi untuk berjuang sendirian merawat anak semata wayang mereka.

63. MAK IE – Palembang

Diserahkan dana donatur kepada MAK Ie (72 tahun). Ia tinggal seorang diri disebuah rumah kontrakkan sederhana. Mak Ie sendiri kondisi matanya susah melihat, untuk berjalan ia terpaksa meraba-raba. Untuk kebutuhan makan sehari-harinya diantarkan oleh keponakkannya.

62. YU ANNI – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada ai Anni, ia tinggal bersama anaknya yang bekerja serabutan sebagai salesman. Suaminya belum lama ii meninggal dunia.

61. BUN MI LI – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Bun Mi Li, diusia senjanya ama mencari nafkah dengan menerima upah menjahit baju. Itupun terbatas hanya kepada orang yang kenal dengan dirinya. Anaknya sendiri ada yang sakit dan baru keluar dari RS.

60. YAP GUA NA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Yap Gua Na (86 tahun), ia tinggal bersama seorang putranya disebuah kontrakkan sederhana. Anaknya sendiri bekerja sebagai sales kantong plastik dengan penghasilan minim. Semoga dana ini bermanfaat bagi Ama.

59. AMA ASIA -Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada ama Asia, sehari-harinya berjualan sayur didepan rumahnya. Sayuran sendiri dibeli dari pasar. Suaminya telah lama meninggal dunia. Kondisi ama juga sering sakit-sakitan.

58. YAP SO KUI – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Yap Sokui, yang merupakan seorang single parent yang harus membiayai 2 anaknya yang masih bersekolah di SMA. Sehari-hari ia bekerja semenjak fajar hingga malam hari. Pagi hari dimulai menjajakan tahu berkeliling, siang hari ia menjajakan roti, dan malam hari ia membuat dagangan seperti pop corn yang dikemas untuk dititipkan di kantin

57. NG A MING – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada sdr. AMing (34 tahun), yang sehari-hari bekerja serabutan disebuah toko diesel. Memiliki 3 anak yang masih bersekolah.

56. OOO GUAT TJU – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Guat Tju, ai sendiri tinggal dengan seorang saudaranya yang menderita sakit stroke. Untuk biaya sehari-hari, ada seorang anaknya yang bekerja menjaga toko.

55. YAP HOK KI – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada asuk Hok Ki, tinggal berdua bersama istrinya. Sudah puluhan tahun asuk untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan es tahu. Namun akhir-akhir ini dagangannya selalu sepi dan sering merugi, apalagi di musim penghujan.

54. Asuk A ON – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada suk A ON , tinggal disebuah rumah kontrakan bersama seorang saudara perempuannya yang menderita depresi dan diharuskan tinggal di RS Jiwa. Untuk biaya hidupnya, asuk membuat kue Gethuk dan dijual berkeliling.

53. YI SEK MEN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Sek Men (70 tahun), sudah 5 tahun ini ia mengalami kebutaan disebakan kecelakaan kerja. Saat itu dia bekerja di sebuah tempat pemotongan kayu, tak sengaja serpihan kayu mengenai matanya. Sempat berobat namun lambat laun ia mengalami kemunduran penglihatan. Memiliki seorang anak yang masih bersekolah SMA, untuk biaya hidup istrinya bekerja sebagai tukang cuci baju.

52. APRI MAICHEL – Pangkal Pinang

Diserahkan dana donatur Imlek sebesar 1 juta kepada Apri Maichel (16 tahun), semenjak 7 bulan terakhir ini menderita sakit paru-paru/TBC. Ia sendiri tinggal berdua bersama mamanya, papanya sendiri sudah tidak ada lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mamanya bekerja di pabrik kerupuk. Dan semenjak Apri sakit, mamanya kebanyakan tidak masuk kerja dikarenakan harus mengurus anaknya. Pengobatan sendiri kadang terkendala masalah biaya.

51. ANG TUN HOA – Jakarta

Diserahakan dana sebesar 500 ribu kepada Ang Tun Hoa.Beliau menderita stroke dan tinggal bersama cucunya dan mantu yang sudah menjanda. Suaminya sudha lama meninggal dunia. Untuk nafkah beliau dibantu mantu serta kerjain tutup power glue yg penghasilannya tidak seberapa.

50. EVI – Jakarta

Diserahakan dana sebesar 500 ribu kepada  sdri. Evi, yang merupakan seorang single parent dan harus membiayai kedua anak dan mertuanya.

49. YOKI – Jakarta

Diserahakan dana sebesar 500 ribu kepada sdr. Yoki. Beliau menderita Lever bengkak dan tinggal sama saudaranya. Istrinya sudah lama meninggal dunia. Beliau mempunyai anak yang masih kelas 3 SD . Untuk nafkah sehari-hari sebagai driver online. Kalau sakitnya lagi kumat, dia terpaksa tidak bekerja.

48. OEY MAN YIN – Jakarta

Diserahkan dana donatur Imlek sebesar 500 ribu kepada Oey Man Yin. Beliau menderita stroke dan tinggal seorang diri. Suaminya sudah meninggal lama. Untuk nafkah beliau dibantu anaknya yang sudah menjanda serta kadang tetangga kasih makan.

47. LEI KUAN – Palembang

Diserahakan dana sebesar 500 ribu kepada ai Lei Kuan (67 tahun), ia tinggal bersama suaminya dan seorang anaknya. Untuk biaya hidup si ai berjualan es bungkus didepan rumahnya. Suami sendiri tak bekerja lagi karena kondisi kesehatan yang buruk, anaknya juga saat ini belum bekerja. Setiap bulan harus membayar sewa rumah bsebesar 400 ribu.

46. BENNY & TENGSAN – Palembang

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Benny, saat ini ia baru saja diberhentikan bekerja sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. 2.) Tengsan (67 tahun), saat ini sudah tidak dapat bekerja lagi dikarenakan kondisi kesehatan yang kurang baik. Dulunya ia sering membantu di kelenteng jika ada kegiatan. Sdr. Teng San hidup seorang diri, anak satu-satunya bekerja merantau di luar kota.

45. 5 ORANG PETUGAS KEBERSIHAN KELENTENG PALEMBANG

Diserahkan dana donatur masing-masing 500 ribu kepada 5 orang petugas kebersihan kelenteng di kota Palembang. Yaitu Johan, Kontet, Came, Awa dan Acai. Mereka secara umum kehidupan ekoomi kurang mencukupi karena ada tanggungan keluarga. Semoga dana donatur ini dapat sedikit meringankan beban dan bermanfaat bagi mereka.

44. PUI FUNG KHIAU & TJHONG MUK FA – Tebas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) ai Pui Fung Kiau, domisili di dsn selindung kec salatiga. Ai saat ini sudah tidak bisa bekerja karena mengalami stroke, hanya tiduran atau duduk dikursi. Yang merawat ai adalah anaknya yang mencari nafkah dengan bekerja kebun. 2.) Ai Tjhong muk fa, domisili di dsn lumbung sari pendawan. Ai ini tinggal sendiri dimana suaminya telah meninggal. Untuk nafkah ia berjualan kue keliling, yang keuntungannya tidak seberapa.

43. CU SAK LIAN – Sungai Putat

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Cu Sak Lian, domisili di dusu sungai putat. Sehari-harinya mencari sayur dihutan untuk dijual kembali, penghasilan tak menentu.

42. HIU BAP KIM – Sambas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada ai Hiu bap kim. Ai ini tinggal dengan anaknya perempuan yang bekerja sebagai tulang punggung keluarga dengan penghasilan minim.

41. THAT HIAN – Sambas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Asuk That hian, domisili di dsn rambi. Ia sekarang tidak bekerja lagi dikarenakan semenjak 5 bulan lalaku karena menderita stroke. Sewaktu sehat ia bekerja sebagai sopir.

40. LI ACHOI – Sungai Liat

Asuk Li Achoi (74 tahun), saat ini ia hidup seorang diri dikarenakan istrinya belum lama ini telah meninggal dunia. Asuk sudah lama tidak dapat bekerja dikarenakan kondisi fisik yang sudah renta. Memiliki seorang anak yang bekerja merantau, namun sudah lama tidak pernah memberi kabar, dan asuk juga tidak tahu dimana keberadaan anaknya.

39. MIE YEN – Sungai Liat

Aji Mie Yen (60 tahun), ia tidak bekeluarga dan tinggal seorang diri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja disebua pabrik tahu. Namun pekerjaan itu pun tidak rutin, karena berdasarkan orderan yang masuk.

38. LU JUN LI & BONG KHUN NON – Pangkal Pinang

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Lu Jun Li ( 75 tahun) dan istrinya ai Cok Kim Fung (73 tahun), yang menggantungkan kehidupan mereka kepada anak perempuan mereka yang sudah bekeluarga dan bekerja sebagai penjaga sebuah toko baju dengan penghasilan yang pas-pasan. 2.) Bong Khun Non (65 tahun). Saat ini sering sakit-sakitan terutama di bagian kakinya, susah jika untuk berjalan. Tinggal bersama suaminya yang sudah tidak bekerja.

37. TJHIA HIAN MOY & LIE NGIAT CHU – Pangkal Pinang

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.)ai Tjhia Hian Moi (75 tahun). Mengandalkan hasil jualan kelapa tua yang tumbuh di belakang rumahnya. Suaminya telah lama meninggal, ia tinggal seorang diri. Saat ini sering merasakan sakit di kaki dan sulit untuk berdiri. 2.) apho Lie Ngiat Chu (72 tahun), suaminya telah lama meninggal. Tinggal bersama anaknya yag menjadi tulang punggung dengan bekerja serabutan di kebun. Penghasilannya juga pas-pasan untuk biaya makan sehari-hari.

36. YEK MING – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Yek Ming ( 65 tahun), tinggal seorang diri disebuah gubuk reyot yang dipinjamkan oleh kenalannya. Ia endiri tidak menikah, dan saat ini tidak memiliki pekerjaan. Dulunya ia bekerja serabutan

35. KHONG CIU FUK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Khong Ciu Fuk (61 tahun), asuk sendiri telah menderita stroke selama beberapa tahun. Ia tinggal bersama istrinya, untuk biaya menunggu kiriman uang dari anaknya yang semuanya telah berkeluarga.

34. SIA A CU -Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Sia A Cu (4o tahun) , saat ini ditinggal suaminya menikah lagi. Membesarkan 3 anak yang semuanya masih bersekolah. Bekerja mengambil upahan mencuci baju di tetangganya dengan penghasilan 400 ribu setiap bulannya.

33. AGUS – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Agus, keseharian berprofesi sebagai ojek pangkalan. Pendapatan jauh menurun karena imbas ojek online. Ia sendiri tidak bisa bergabung dengan ojek online karena tahun kendaraan yang telah usang. Memiliki 2 anak yang masih balita.

32. TJIN KIET – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Tjin Kiet (76 tahun), ia bekerja membantu memasak jika ada hajatan atau perayaan di kelenteng.

31. HENGKY – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Hengky. Ia sendiri menderita tuna wicara. Saat ini baru berhenti bekerja, ia tinggal seorang diri.

30. ONG BENG GUAT – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Ong Beng Guat , ia tinggal seorang diri disebuah rumah yang sederhana. Tidak menikah, dan bekerja membantu membungkus bihun dengan penghasilan yang minim.

 

29. NELLY – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Nelly, tinggal bersama suami dan 2 orang anaknya yang masih balita. Suaminya sendiri telah beberapa bulan ini tidak ada pekerjaan.

28. YAP A PONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Yap A pong , pekerjaan sehari-harinya adala membantu membungkus bihun. Harus menghidupi 2 cucunya yang masih kecil. Anaknya sendiri harus diamputasi kakinya karena kecelakaan, sehingga tidakmampu untuk bekerja. Menantunya belum lama ini meninggal dunia karena sakit.

27. BUN TONG KIANG & CIN MING – Palembang

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) asuk Bun Tong Kiang (59 tahun), sehari-harinya bekerja mengumpulkan aki bekas. Istrinya telah lama meninggal. memiliki seorang anak yang saat ini bekerja sebagai buruh di toko bangunan. 2.) asuk Cing Ming , ia tinggal menjaga sebuah kebun. Untuk makan sehari harinya dari hasil buah pepaya yang belum tentu bisa dipanen setiap saat.

26. NG CUI TO – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ng Cui To ( 58 tahun), memiliki 2 anak yang masih kecil. saat ini tinggal di rumah yang dipinjam pakaikan oleh kerabatnya. Sehari-hari mengelola sebidang tanah yang ditanam sayuran. Hasil sayur tersebut dijual untuk biaya makan sehari-hari.

25. ACHUN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai A chun (58 tahun). Ia saat ini hidup seorang diri, karena suaminya telah meninggal dunia 2 tahun lalu karena sakit. Dari pernikahannya tidak dikaruniai anak. Untuk biaya hidup sehari-hari, ai mengelola sebidang tanah yang ditanami sayuran. Penghasilan juga tak menentu.

24. ENCIM LILI – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada encim Lili (62 tahun), encim ini tinggal berdua dengan anak lelakinya yang berprofesi sebagai ojek. Ekonomi mereka juga kurang baik karena penghasilan anaknya yang tak menentu.

23. TJIA IN HOK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Tjia Bie Eng (62 tahun), tinggal bersama saudara kandungnya Tjia In Hok, mereka tidak menikah. Menjaga kebun milik orang, dan untuk biaya hidup ia menjual sayur-sayuran dari hasil kebun.

22. LIU TJIN YANG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Liu Tjin Yang ( 70 tahun) dan istrinya Echi. Ai Echi sudah 15 tahunan menderita kelumpuhan separuh badannya karena stroke. Dulunya asuk ini bekerja sebagai buruh bangunan, namun sekarang karena usianya dan juga kondisi yang makin dirasakan lemah, ia tidak bekerja lagi. Untuk biaya hidup mengharapkan kiriman dari anak-anaknya yang merantau ke kota lain.

21. Ama BONG YUNG MOI & Asuk CHUNG KHONG CIUNG – Tebas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) ama Bong Yung Moi, ama ini tinggal sendiri dan untuk komunikasi ada kendala dikarenakan mengalami gangguan pendengaran. 2.) asuk Cung Khong Ciung, domisili di dusun selundung. Saat ini asuk hanya bisa tidur dan duduk di ranjang saja. 3 tahun terakhir matanya sudah tidak bisa melihat lagi. Asuk juga menderita diabetes.

20. BONG KET SEN & AMUI – Sambas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) asuk Bong Ket Sen dengan 4 anak yang masih kecil. Ia bekerja sebagai penjaga kebun dengan penghasilan yang minim. 2.) asuk Amui, ia tinggal sendiri dan untuk pekerjaan sehari-harinya sebagai nelayan. Bila tidak bisa kelaut, asuk mengolah lahan yang tidak luas disamping rumahnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

19. PUI JIN JUNG – Sambas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Pui Jin Jung, domisili di dusun selindung kec salatiga. Ia sekarang ini sudah berpisah dengan suaminya, dan saat ini tinggal dengan anak dan mamanya yang sudah tua dan pikun. Ajung harus merawat mama dan anaknya dan juga harus beerja mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

18. BUI FA – Sambas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Bui fa, domisili di dusun selundung kec salatiga. Bui fa mempunyai 4 anak yang masih kecil dan suaminya hanya bekerja kebun yang tidak luas

17. DJI NYUK FA – Sambas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada ai Dji Nyuk Fa, domisili di dusun selindung kec salatiga. Tinggal dengan anaknya yang membantu ai membuat gula aren, itupun pendapatan hanya cukup untuk makan sederhana, dikarenakan permintaan yang tidak terlalu banyak.

16. LIE SYAK KUI – Sambas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada asuk Lie Syak Kui, domisili di dusun selindung kec salatiga, bekerja menjaga kebun, ia tinggal bersama istri dan anaknya.

15. CHUG LIE – Sambas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Chung lie, domisili di dusun selindung kec salatiga. Keluarga lie chu bekerja menjaga sarang walet dengan penghasilan pas-pasan untuk kebutuhan makan sehari-hari.

14. LIE JUNG KONG – Sungai Liat 

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Asuk Lie Jung Khong (65 tahun). Sehari-harinya bekerja membantu membersihkan dan mengurus Vihara. Ia tinggal seorang diri.

13. Ai DJONG KIM HIONG & Asuk MUK MIM – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.)Ai Djong Kim Hiong (69 tahun), ia tinggal sendiri dan semenjak 3 bulan ini tidak bisa bekerja lagi karena terjatuh. Semenjak itu untuk berjalan ia harus menggunakan tongkat. 2.) Asuk Muk Kim (62 tahun), semenjak lahir ia telah mengalami kebutaan. Ia tinggal seorang diri, dan selama ini untuk biaya hidupnya dibantu oleh keponakannya.

12. LIONG NAM HIUN & AMARUDIN – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Asuk Liong Nam Hiun (61 tahun). Asuk tinggal seorang diri, dan sudah 2 tahun tidak bekerja lagi. Biaya hidup terkadang di bantu sama anak nya, karena anak nya juga pas pasan, anak nya bekerja sebagai buruh kebun. 2.) Asuk Amarudin (54 tahun). Sehari-harinya berjualan sayur, namun sudah beberapa minggu ini tidak berjualan karena sepi, terkadang haya laku sedikit, dan kebanyakan malah menanggung rugi. Pendapatan hanya cukup untuk makan sehari-hari yang sederhana.

11. BONG SAK FUNG & SAK KHIM – Tebas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Ai Bong Shak Fung, tinggal dengan 1 anak dan 2 cucunya, yang mana papanya sudah meninggal. Sedang anak ai tidak punya pekerjaan tetap. Ai sekarang menderita sakit stroke semenjak 3 tahun lalu, untuk merawat ai anak dan cucunya harus bergantian, dimana bila cucunya tidak sekolah bantu merawat neneknya, bila sekolah anak ai yang merawat ai. 2.) Ai Sak Khin ( 62 tahun). Tinggal bersama anak nya yang mencari nafkah dengan penghasilan minim. Suami sudah meninggal dunia, dan sekarang ai sering sakit-sakitan.

10. CIN KIM LIE & CAI SIAT CU – Tebas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1) Cin Kim Lie, domisili di desa sepuk tanjung sebawi. Tonggal berempat dengan anak-anaknya, ia bekerja sebagai buruh di kebun. Dan sekarang kondisinya juga sering sakit-sakitan. 2.) Ai Cai Siat Cu, domisili di desa sepuk tanjung sebawi. Tinggal sendirian dan untuk keperluan sehari hari mengharapkan dari anaknya yang sudah bekeluarga dan juga dengan ekonomi yang kurang baik. Sekarang ai menderita diabetes, dan harus mengkonsumsi obat-obatan.

9. Ai MI SIN – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada ai Mi Sin (52 tahun). Ia tinggal bersama anaknya, dan sehari-hari menjual makanan Lakso. Itupun sekarang sangat sepi, dan kadang banyak tidak terjual dan basi. Keuntungan pas-pasan untuk biaya makan berdua dengan anaknya.

8. Ai FONG NGIAT FA – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Ai Fong Ngiat Fa (79 tahun), untuk kebutuhan sehari-harinya mengharapkan dari anaknya yang bekerja menjual sayur dengan penghasilan minimal. Anaknya juga harus membiayai istri dan anak-anaknya.

7. Ai THAM ME LIE – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Aji Tham Me Lie (64 tahun), tinggal bersama anaknya yang bekerja sebagai tukang bangunan. Sudah 3 bulan lebih anaknya tidak bekerja dikarenakan belum ada permintaan. Aji terpaksa mengharapkan hasil berjualan buah kelapa yang tumbuh dibelakang rumahnya. Untuk berjalan juga sudah dulit karena kakinya sering sakit.

6. Ai TJOK MIE SIT – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada AI Tjok Mie SIt (60 tahun), memiliki seorang anak bernama Linda (16 tahun) yang masih duduk di kelas 1 SMA. Ketika berumur 2 tahun, Linda terjatuh dari meja, dan semenjak itu ia harus menggunakan tongkat untuk kegiatan sehari-harinya. Suami dari ai Mie Sit telah lama meninggal dunia karena sakit. Untuk kebutuhan sehari-harinya si ai bekerja sebagai tukang masak, namun sudah setahun ini ia menganggur karena tempatnya bekerja tutup. Saat ini hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah dan kerabat untuk memenuhi kebutuhan mereka.

5. Ai CONG A NG – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Ai Cong A Ng (58 tahun), suaminya telah lama meninggal dunia. Ai harus menjadi tulang punggung untuk membiayai ke -2 anaknya. Satu anak ai menderita cacat sejak lahir, sehingga hanya dapat terbaring saja di ranjang. Sehari-harinya ai berkebun kelapa, dan mengharapkan agar panen hasilnya bisa banyak dan dibeli dengan harga lumayan. Anak ai yang satunya membantu dengan berprofesi sebagai nelayan menangkap ikan. Namun hasil tangkapan juga tak menentu, dan kadang harga jualnya saat ini juga tidak tinggi. Tempat tinggal ai sendiri juga sudah banyak yang rusak sehingga jika hujan banyak yang bocor.

4. AJI IIN – Sungai LIat

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Aji Iin (54 tahun), saat ini hanya bisa berbaring saja dikarenakan terjatuh di kamar mandi sebulan yang lalu, sehingga punggungnya sakit dan tidak mampu untuk berdiri. Badan sebelah kanannya mati rasa, dan kakinya juga mengalami pembengkakan. Belum melakukan pengobatan secara medis dikarenakan ketiadaan biaya. Saat ini ia hanya menjalani pengobatan tradisional saja. Ia dulunya tinggal seorang diri, namun semenjak sakit ia tinggal dirumah saudara perempuannya yang juga menderita sakit pada kedua kakinya sehingga tidak bisa berjalan jauh.

3. NGUI SAK MOI – Tebas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada ama Ngui Sak Moi, sekarang ini tinggal sendiri dan menumpang tinggal ditengah kebun sawit milik kerabatnya.

2. TJHOEI DJIN – Sambas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Tjhoei Djin, domisili di desa sepuk tanjung. Tinggal dengan 3 anak yang masih sekolah dan salah satu dari anaknya yang berprestasi dan masih ada tunggakan spp. Rumah mereka masih numpang dilahan keluarga dengan ukuran rumah yang sempit, pekerjaan sdr adjin sebagai pekerja harian serabutan dengan penghasilan tidak menentu, yang kesulitan untuk mencukupi biaya makan sehari-hari.

1. LALU KIM JUNG -Tebas

Diserahkan dana donatur Imlek 2022 sebesar 500 ribu kepada Then Khim Jung, domisili di desa seberkat kec tebas. pekerjaan serabutan dengan penghasilan tak menentu. Tempat tinggal juga menumpang dengan kerabatnya.

 

Total Dana  Masuk sampai 17 JANUARI  2022 pukul 11.30 wib : Rp.100.171.492,-. Total dana disalurkan adalah sebesar Rp.  61 JUTA   rupiah untuk   121  penerima. Sisanya masih dalam proses penyerahan.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

DAFTAR NAMA DONATUR DAMPAK PANDEMI 2021

Read Next

NAMA DONATUR BERBAGI KEBAHAGIAAN WAISAK 2566