NAMA DONATUR BERBAGI KEBAHAGIAAN WAISAK 2565

37. IBU ANGKUT

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

36. IBU SILA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

35. IBU MASTAN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

34. IBU YANAH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

33. IBU ANYU

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

32. IBU TEWEI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

31. IBU PONINTEN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Poninten(57 tahun),  adalah umat Buddha Vihara Buddha Dharma Lampung kec.lambu kibang kab. Tulang bawang barat. Ibu poninten saat ini sedang mengalami sakit darah tinggi dan mengalami gejala setrok ringan / kaki sebelah kiri tidak bisa di gerakkan selain darah tinggi ibu poninten juga ada diabetes.

30. IBU RUMIEM

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Rumiem. Ibu rumiem adalah umat Buddha Vihara Dharma jaya desa marga jaya kec gunung agung kabupaten Tulang bawang barat. Beliau adalah seorang janda yang sehari-harinya bekerja serabutan.

29. ROMO SUDHARMO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada Romo Sudharmo (69 tahun). 
Romo Sudharmo adalah pandita Vihara Bodhi Dharma desa Setia bumi, kec gunung terang, kab. Tulang bawang barat.

28. ROMO SUGIMAN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada Romo Sugiman (72 tahun),  umat Buddha Vihara Bodhi Dharma. Romo Sugiman yang sehari-hari bekerja serabutan dan rutin membersihkan Vihara Bodhi dharma.

27. BAPAK SELO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada bapak  Selo (81 tahun),  umat Vihara Dharma Jaya. Sudah menderita sakit komplikasi sehingga sudah tidak dapat bekerja.

26. NYOMAN BADRI, WAYAN NGEBEK, KETUT WIDYANA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1. )Nyoman Badri, umur 68 tahun, beliau hidup sendiri, suami meninggal 4 tahun yang lalu. Dulu bekerja sebagai buruh tani,saat ini beliau tidak bisa bekerja karena sakit sakitan,untuk biaya hidup sehari hari beliau menerima santunan dari vihara dan pemberian anak anaknya yang sudah menikah. 2.) Wayan Ngebek, umur 80 tahun. Dulu beliau bekerja serabutan,untuk menghidupi ke 6 anaknya, beliau sangat aktif mengikuti acara keagamaan seperti persembahyangan purnama tilem. 3.) Ketut Widnyana, umur 68 tahun. Dulu beliau bekerja sebagai buruh bangunan, saat ini beliau mengabdikan diri sebagai tukang bersih bersih divihara.

25. KETUT SUKALAMA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ketut Sukalama, Umur 70 tahun. Pekerjaan penjahit,beliau sangart aktif mengikuti acara keagamaan divihara dan beliau salah satu tokoh yang ikut memajukan umat Buddha vihara Ssamyag darsana buleleng bali.

24. WAYAN DABDAB

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Wayan Dabdab. Umur 76 thn, perkerjaan petani,beliau sangat berjasa dalam pembangunan vihara Samyag darsana buleleng bali

23. KETUT SWELA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ketut Swela. Umur 70 tahun, pekerjaan petani, beliau sangat berjasa dalam berkembangan umat buddha dibali kususnya di vihara samyag darsana buleleng bali.

22. ROMO SUPADI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Romo Supadi (62 tahun). Beliau merupakan pengurus Vihara Dwipa jaya. Bekerja serabutan sebagai petani yang sangat aktif dalam kegiatan keagamaan.

21. MBAH KATIJAH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada  Mbah Kartijah, hidup bersama kedua cucunya yang yatim piatu. Anak dan menantunya meninggal karena hanyut disungai. Mbah diusia senjanya harus merawat dan membesarkan cucu-cucunya.

20. IBU MANISIH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Bu Manisih, seorang janda hidup seorang diri. Pekerjaan sehari-hari menjadi buruh tani serabutan.

19. ROMO DALIJO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Romo Dalijo (70 tahun). Umat Buddha yang keseharianya bekerja sebagai pencabut singkong dan buruh penyadap getah karet. Diusianya yang sudah sepuh masih sangat aktif ke Vihara dan membantu bila ada acara keagamaan.

18. MBAH JUMINTEN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Juminten seorang janda semnjak puluhan tahun lalu. Umat Budha Vihara Dwipa jaya dari transmigrasi, almarhum suaminya dulu sesepuh agama Budha. Meninggal dunia karena serangan jantung. Sekarang bu Juminten tinggal dengan 1 anaknya yang pekerjaan sehari-harinya hanya buruh menyadap karet dengan penghasilannya tidak menentu.

17. MBAH SAYUP

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Sayup, seorang janda yang sehari-harinya mencari nafkah menjadi pemulung. Seorang umat yang aktif , dan sekarang tinggal seorang diri di rumahnya yang sederhana.

16. MBAH SUPRI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah supri adalah umat buddha vihara buddha dipa, beliau tinggal bersama suami dan 1 putra, pekerjaan beliau adalah buruh di produksi snack kelanting dan membuat anyaman besek dari bambu. Semenjak suaminya sakit prostat, suaminya tidak pernah bekerja, sehingga hanya mbah supri sendiri yang tiap hari bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya.

15. IBU SUGIYEM

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Sugiyem adalah umat buddha vihara buddha dipa, beliau bekerja sebagai pembuat anyaman besek dengan harga 20 ribu perkodi, dan suaminya bekerja sebagai kuli bangunan. Beliau sekarang ini membiayai putranya yang menempuh pendidikan kuliah di STAB Sriwijaya. Dengan biaya semester di biayai oleh pemerintah. Dan beliau membiayai biaya hidup putranya di jakarta.

14. IBU NURHAYATI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Nurhayati adalah umat buddha vihara buddha dipa, pekerjaan beliau adalah sebagai kader pusyandu balita penghasilan beliau 300 ribu per3 bulan, sedangkan suaminya bapak Tukiman bekerja sebagai buruh serabutan. Semenjak suaminya menderita prostat dan di operasi beliau tidak bisa bekerja kasar. Dan saat ini beliau membiayai anaknya yang memempuh pendidikan di SMK.

13. IBU RUM

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Rum adalah umat buddha vihara buddha dipa, belum lama beliau menderita sakit struk ringan, beliau tinggal bersama suaminya. Suaminya bekerja sebagai buruh pembelah kayu bakar. Sedangkan ibu rum sendiri sekarang sudah tidak dapat bekerja lagi.

12. IBU KARIATI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Kariati adalah umat buddha vihara buddha dipa, beliau dan suaminya bekerja sebagai pencetak batu bata. Dan membiayai putra yang sedang menempuh pendidikan SMA.

11. IBU LINA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Lina adalah umat buddha vihara buddha dipa, beliau bekerja sebagai buruh produksi snack kelanting, dan suaminya bekerja sebagai cetak batu bata. Beliau memiliki anak yang masih kecil-kecil dan masih menempuh pendidikan SD dan TK Paud.

10. MARUDIN – Pangkal Pinang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Marudin (53 tahun). Tinggal di pangkal pinang jalan teluk bayur. Asuk marudin tinggal sendiri, dan sehari-hari ia berjualan lakso keliling. Namun akhir-akhir ini dagangannya sangat sepi, sehingga ia terpaksa berhenti sementara daripada menanggung rugi.

9. SAK KHIN – Pangkal Pinang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Sak Khin (62 tahun) , tinggal di pangkal pinang. Yang membiayai keluarga adalah suami nya yang bekerja sebagai serabutan di bagunan. Biaya makan sehari hari kadang kadang tidak cukup, dan masih harus menebus obat jantung suami nya.

8. CHIN SIU FUN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Chin Siu Fun (72 tahun). Domisili di sungai liat, hidup bersama anaknya yang bekerja mencari barang bekas.

7. MIYEN – Pangkal Pinang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Miyen (50 tahun). Sehari-harinya bekerja membantu disebuah pabrik tahu, ia tidak bekeluarga dan tinggal menumpang di rumah saudaranya.

6. MBAH MUNIRAN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Muniran (90 tahun). Adalah umat buddha Vihara Dharma Jaya, tiyuh marga jaya. Umat buddha ini merupakan umat buddha yang dulu aktif mengikuti kegiatan divihara namun karena sudah tua dan kakinya sering sakit tidak mampu lagi untuk berjalan jauh lagi

5. IBU NAJIRAH 

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada ibu Najirah (85 tahun) berdomisili di desa sakti jaya, TBB. Merupakan umat Vihara Dharma Jaya. Kondisi saat ini tidak bisa bekerja lagi dikarenakan usia tua dan mengalami tunanetra.

4. MBAH JANI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Jani (75 tahun), sehari-harinya membantu merawat dan membersihkan Vihara Dharma Jaya, kabupaten Tulang bawang barat. Dulunya ia adalah salah satu pelopor dan pejuang Dhamma di kampungnya.

3. MBAH SAJI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Saji (81 tahun), Merupakan umat dari Vihara Dhamma Mulia, Tulang Bawamg. Kesehariannya mbah berprofesi sebagai dukun bayi.

2. MBAH NDORI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Ndori (80 tahun), sampai saat ini diusia senjanya masih aktif dan selalu membantu kegiatan Vihara Dhamma Mulia, Tulang Bawang Barat. Walaupun ia mengalami kesulitan berjalan dan harus dibantu dengan tongkat.

1.  IBU SUKIYEM 

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada ibu Sukiyem (58 Tahun), mengalami sakit gagal ginjal sehingga harus rutin menjalani pengobatan. Beliau umat Vihara Dharma Mulia Tiyuh Toto Mulyo, Kab. Tulang Bawang Barat.

Berikut ini adalah nama harum para dermawan yang telah berkontribusi pada kegiatan berbagi kasih Waisak 2564 yang dikoordinir oleh segenggamdaun.com. Semoga dengan  dana yang diberikan dengan keyakinan dimanapun juga, dapat segera terkondisi berupa kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah; elok dipandang, tampan/cantik, bagaikan keindahan bunga teratai yang mengagumkan. “Di dunia ini ia berbahagia, di dunia sana ia berbahagia; pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu, ia akan berbahagia ketika berpikir, ‘aku telah berbuat kebajikan’, dan ia akan lebih berbahagia lagi ketika berada di alam bahagia.” (Dhammapada, 18). Total Dana  Masuk sampai 12 APRIL 2021 pukul 11.30 wib : Rp.16.018.640,-. Total dana disalurkan adalah sebesar Rp. 2.000.000  rupiah untuk   4 orang  penerima. Untuk Dokumentasi Penyerahan Dana tahun ini dapat dilihat di link berikut:  DOKUMENTASI (Klik Disini)

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kasih Imlek 2021