NAMA DONATUR BERBAGI KEBAHAGIAAN WAISAK 2565

 

97.

96. MBAH MUDI

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 masing-masing sebesar Rp 500.000 kepada Mbah Mudi (65 tahun), beliau bekerja sebagai buruh pembuat bata merah yang penghasilanya sangatlah memprihatinkan, apalagi di masa pandemi ini dimana permintaan akan batu bata juga menurun drastis. Sehingga saat ini ,ia kebanyakan beriam diruah saja.

95. MBAH RUBIAH

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 masing-masing sebesar Rp 500.000 kepada Mbah Rubiah (80 tahun), seorang janda yang tinggal sendiri di rumahnya yang sangat sederhana sekali seorang diri. Untuk biaya hidup sehari-harinya mengharapkan uluran dari anaknya yang sudah bekeluarga dan juga dengan pendapatan yang sangat minim dikarenakan bekerja serabutan.

94. MBAH MURTI

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 masing-masing sebesar Rp 500.000 kepada Mbah Murti (73 tahun), sesepuh Umat Buddha yg berdomisili di Lingkungan Vihara Dwipajaya sejak tahun 1972 ini, bekerja sebagai buruh serabutan, dan baru saja isterinya meniggal dunia karena penyakit asam lambung, darah tinggi, dan kelebihan gula. Saat ini beliau banyak berdiam diri di rumah, tidak banyak bekerja karena tidak ada yang menyuruhnya.

93. IBU KATIJAH

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 masing-masing sebesar Rp 500.000 kepada Ibu Katijah (64 tahun) adalah umat vihara Vidya Bakti desa sukorahayu, Lampung timur. Beliau hidup sebatang kara karena anak-anaknya tidak ada yang perduli dikarenakan perbdaan keyakinan.

92. MBAH SUMI

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 masing-masing sebesar Rp 750.000 kepada Mbah Sumi, usianya kurang lebih 83 tahun. Dulunya beliau adalah pengurus Vihara Maitri Bumi bersama suaminya selama bertahun-tahun. Suaminya telah meninggal dunia dan sekarang hidup menjanda dan dalam keadaan sakit. Tinggal seorang diri di belakang anak dan menantunya yang rumahnya sudah reot dan sempit.

91. KO ALOY

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 masing-masing sebesar Rp 750.000 kepada Ko Aloy dan istrinya , merupakan umat Buddha Vihara Dwipajaya, Lampung tengah yang aktif. Semenjak setahun lalu istrinya menderita kelumpuhan dan tidak bisa berjalan, sehari-hari hanya terbaring di ranjang saja dan untuk berpindah tempat harus memakai kursi roda. Sudah 6 bulan ini mata istrinya susah untuk melihat, pengobatan juga dilakukan seadanya karena keterbatasan biaya. Ko Aloy mencari nafkah sebagai tukang servis sepeda ontel, dan saat ini usahanya tersebut sangat sepi.

90.  IBU SUPIAH

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 masing-masing sebesar Rp 500.000 kepada Bu Supiah (56 tahun) ,merupakan umat dari vihara Dwipajaya desa Dayasakti, kabupaten Tulangbawang barat, Lampung. Ia sudah menderita stroke selama bertahun-tahun. Separuh badannya sulit untuk digerakkan, sehingga ia hanya bisa duduk dikursi atau berbaring di ranjang saja. Menempati sebuah rumah sederhana bersama suaminya yang bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan suaminya tidak menentu, apalagi di musim pendemi ini. Untuk makan sehari-hari saja sulit, apalagi untuk bisa memeriksakan dan berobat ke rumah sakit.

89. MUDA MUDI VIHARA TENDAUN GIRISENA

Di serahkan dana donatur berbagi kebahagiaan Waisak 2565/ BE/2021 ke pada muda mudi wihara Tendaun Girisena Lombok barat NTB sebesar Rp 1000.000 Rupiah, yang akan di pergunakan untuk kegiatan lomba dalam merayakan Waisak.

88. BAPAK SAIMAN

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 masing-masing sebesar Rp 500.000 kepada bapak Saiman (73 tahun), merupakan umat vihara dhamma dipa loka yang berdomisili di desa cempaka putih, kecamatan bandar surabaya, kabupaten lampung tengah, merawat adik dari istrinya yang menderita keterbelakangan mental, dan juga menderita penyumbatan saluran kencing, karena keterbatasan biaya sehingga adik dari bapak saiman ini belum pernah di bawa ke rumah sakit, berpenghasilan dari menyadap pohon karet yang jumlahnya tidak terlalu banyak.

87. IBU RASIYAH

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 sebesar masing-masing Rp 500.000 kepada ibu Rasiyah (55 tahun) aktif sebagai umat buddha vihara giri sasono yang beralamat di desa gumuk rejo mataram ilir, kecamatan seputih surabaya, kabupaten lampung tengah, adalah seorang ibu rumah tangga dan suaminya bekerja sebagai buruh harian tani, yang penghasilannya tidak lah cukup untuk kebutuhan harianya dikarenakan tidak setiap hari ada orang yang menyuruhnya untuk bekerja buruh harian, tak jarang juga ibu Rasiyah ini juga ikut bekrja sebagai buruh harian rersebut.

86. IBU SUKARNI

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 masing-masing sebesar Rp 500.000 kepada ibu sukarni, aktif sebagai umat buddha vihara girisasono yang berdomisili di desa mataram ilir kecamatan seputih surabaya, kabupaten lampung tengah, beliau adalah seorang ibu rumah tangga dan suaminya ber profesi sebagai kuli panggul di pasar, yang upahnya tidak terlalu besar, sehingga tak jarang juga ibu sukarni membantu bekerja sebagai buruh tani demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

85. IBU SUNARTI

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 masing-masing swbesar Rp 500.000 kepada ibu Sunarti (60 thun) aktif sebagai umat buddha dharma tunggal berdomisili di desa cempaka putih, kecamatan bandar surabaya, kabupaten lampung tengah, adalah seorang janda yang sudah lama bercerai dengan suaminya, sekarang tinggal bersama anak laki-lakinya yang berpenghasilan dari jasa tukang servis tv manual, yang tidak menentu penghasilannya di karenakan tidak setiap hari ada orang yang membutuhkan jasanya tersebut. Ibu sunarti ini sudah bertahun-tahun mengidap penyakit sesak nafas, dan komplikasi penyakit lainnya sehingga sering sakit-sakitan tubuhnya pun kurus kering, hingga saat ini ibu sunarti hanya bertahan dengan pengobatan tradisional racikan sendiri yang hanya meredakan sedikit rasa sakitnya tersebut, dan ini belum di katakan pengobatan yang maksimal, sampai saat ini beliau belum pernah di bawa berobat ke rumah sakit ataupun klinik dikarenakan keterbatasan biaya dan jauh dari rumah sakit.

84. BAPAK PAIMIN

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 .masing masing sebesar Rp.500.000 kepada Bpk.Paimin.Umur 77 thn adalah umat Vihara Panca Saddha.Desa Gayabaru 4.Kec.Seputih Surabaya.Kab.Lampung Tengah.Beliau adalah duda sejak 2012 karena isterinya meninggal,sekarang tinggal seorang diri dan berpenghasilan dari pemberian anak anaknya dikarenakan usianaya yang sudah lanjut sekarang beliau sudah tidak bisa kerja berat lagi. Kini sudah mulai susah berjalan karena sudah tua dan pengaruh pernah tertabrak sepeda motor patah tulang pada kakinya.

83. BAPAK IDAYANTO

Diserahkan dana donatur berbagai kebahagiaan waisak masing-masing sebesar Rp 500.000 kepada Idayanto (45 tahun) adalah ketua cetiya dhamma cakka yang beralamat di desa gayabaru 5, kecamatan bandar surabaya, kabupaten lampung tengah, berprofesi sebagai seorang supir, sudah lama beliau mengidap diabetes dan kini beliau mengalami struk sebelah dan terjadi penyumbatan sehingga tidak bisa bicara.

82. MBAH RAKIYAH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Nenek Rakiah yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri.

81. MBAH SAGIYEM

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Nenek Sugiyem yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri.

80. MBAH SARWASTI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Nenek Sarwasti yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri.

79. MBAH KROMO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Nenek Kromo yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri.

78.  MBAH DARSO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Nenek Darso yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri.

77. MBAH TUGIMEN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Nenek Tugimen yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri.

76. BAPAK SURATMAN,MBAH LANDEP &  BAPAK RATUN

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan Waisak 2565,masing masing sebesar Rp.500.000 kepada: 1.) Bapak Suratman (72 tahun ) adalah umat Buddha vihara Dharma santi desa kebun damar lampung timur. Beliau saat ini mengalami gejala stroke dan rematik sehingga kesulitan untuk bergerak. Pengobatan hanya dilakukan secara tradisional saja. Beliau tinggal berdua bersama sang istri, karena anak beliau telah berkeluarga dan bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, beliau mengandalkan penghasilan sang istri yang bekerja mencari keong sawah untuk di jual sebagai makanan bebek serta bekerja sebagai pemulung padi saat panen tiba. Bapak Suratman dan istri sangat aktif dan bersemangat mengikuti semua kegiatan vihara dharma santi. 2.) Mbah Landep ( 90 tahun ),adalah umat vihara Dharma santi desa kebun damar lampung timur. 3.) Bapak Ratun (83 tahun) adalah umat vihara Sasana Dharma desa sidorejo lampung timur.

75. BAPAK BIBIT

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Bapak Bibit ( 69 tahun ) adalah umat Vihara Brahma Vira desa mataram baru lampung timur, beliau menderita penyakit rematik dan saat ini hidup seorang diri karena istrinya telah meninggal dunia.

74. BAPAK SUSANTO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Bapak Susanto ( 67 tahun ) adalah umat Vihara Brahma Vira desa mataram baru lampung timur, beliau menderita penyakit stroke ringan.

73. IBU TUKINAH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Tukinah ( 82 tahun) adalah umat Buddha vihara Virya Manggala desa bukit raya, Lampunt timur. Beliau memiliki seorang putra yang sudah berkeluarga dan hidup serba kekurangan karena hanya bekerja sebagai seorang buruh lepas. Ibu Tukinah mengalami cacat fisik karena folio sehingga kondisi kedua kaki beliau tidak dapat difungsikan dan semua aktifitas dilakukan dengan kedua tanganya. Saat ini beliau tinggal bersama adiknya yang hanya bekerja mencari rumput untuk makanan ternak sehingga penghasilanya tidak menentu. Ibu Tukinah saat ini juga sering sakit-sakitan dan tidak pernah dibawa berobat karena ketiadaan biaya.

72. IBU SEHWATINAH

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan Waisak 2565,masing masing sebesar Rp.500.000 kepada Ibu Sehwantinah.Umur 80 tahun ,adalah umat Vihara Panca Saddha.Desa Gayabaru 4.Kec.Seputih Surabaya.Kab.Lampung Tengah.Beliau adalah janda sejak tahun 2004 karena suami meninggal dunia.Sekarang tinggal seorang diri berpenghasilan dari pemberian anak cucu tidak banyak jumlahnya hanya Rp.250.000 perbulanya.

71. MBAH GINEM

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565, masing-masing sebesar 500.000 kepada mbah ginem ( 85 tahun ). Adalah umat buddha vihara dhamma dipa loka desa sidodadi, kecamatan bandar surabaya kabupaten lampung tengah. Mbah ginem tinggal bersama anknya yang memiliki keterbatasan penglihatan (tuna netra).

70. IBU SUMIATI

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565, masing-masing sebesar Rp 500.000 kepada Sumiati ( 69 Thn), beliau seorang janda dari svagasta Romo pandita ( Bambang Sastro Utomo),beliau umat Buddha Cetiya Dhammacakkha desa Gaya Baru V, Kab. Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Saat ini beliau tinggal seorang diri dan sudah mengalami sakit2 sehingga tidak bisa bekerja berat lagi.

69. IBU MENIK

Diserah kan dana donatur berbagi kebahagiaan Waisak 2565,masing masing sebesar Rp.500.000 kepada Ibu Menik.Umur 67 tahun,adalah umat Vihara Panca Saddha.Desa Gayabaru 4.Kec.Seputih Surabaya.Kab.Lampung Tengah.Beliau adalah janda sejak 1979 karena suaminya meninggal dunia dan tinggal seorang diri, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ibu menik ini berpenghasilan dari memelihara ayam kampung yang tidak terlalu banyak jumlahnya.

68. IBU SUJINEM

Diserahkan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565, masing-masing sebesar 500.000 kepada ibu sujinem ( 61 tahun ) adalah umat vihara dharma tunggal, desa cempaka putih kecamatan bandar surabaya kabupaten lampung tengah, bliau adalah seorang janda yang sudah 3 tahun lebih suaminya meninggal dunia, sekarang hanya tinggal seorang diri, berpengasilan dari menyadap pohon karet yang tidak banyak jimlahnya hanya 250.000 per bulannya.

67. IBU SAWIYEM

Diberikan dana donatur berbagi kebahagiaan waisak 2565 sebesar masing-masing 500.000 kepada ibu sawiyem (54 tahun) adalah umat vihara girisasono desa gumuk rejo, kecamatan mataram ilir, kabupaten lampung tengah, bliau adalah seorang janda yang telah lama suaminya meninggal dunia, tinggal hanya seorang diri berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan buruh harian yang tidak mentu penghasilannya.

66. MBAH SUWOTO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Suwoto (81 tahun) adalah umat buddha Vihara Porwodadi kota Gajah, Lampung tengah. Dahulunya beliau adalah seorang umat yang antusias dan aktif membabarkan Buddha dhamma, aktif di semua kegiatan keagamaan, dan beliau juga aktif membabarkan ajaran kebenaran ke berbagai vihara di desa desa. Mbah Suwoto sendiri setelah matanya terkena paku saat bekerja dan akhirnya mengalami kebutaan. Sekarang beliau sudah tidak bisa berkerja dan hanya berdiam di rumah saja. Sedangkan istrinya juga baru saja meninggal sekitar setahun yang lalu dikarenakan usia tua. Mbah Suwoto sering juga keluar masuk rumah sakit. Kehidupan sehari hari mbah Suwoto di tunjang oleh anak anaknya itupun tidak seberapa, sebatas kemampuan anak. Mbah Suwoto tidak memiliki apa apa, baik sawah ataupun lain sebagainya, hanya sebidang rumah yang beliau tempati.

65. MBAH POTARUNI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Potaruni (80 tahun) yang berdomisili di daerah Tritisan, Lampung. Ia sehari-hari bekerja sebagai pengupas singkong. Diusia senjanya tetap aktif mengikuti kegiatan puja bakti di Vihara Buddha Dipa. Saat ini ia sering sakit-sakitan, sehingga kadang tidak setiap hari bisa bekerja mencari nafkah. Penghasilannya juga tidak menentu tergantung jumlah singkong yang bisa dikupasnya. Pendapatan hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari saja.

64. IBU WARTI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Warti, umat vihara Tri Ratna Kota Gajah. Bekerja serabutan sebagai buruh di sawah dan suaminya bekerja sebagaitukang kayu dengan penghasilan tak menentu.

63. NENEK SINEM

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Nenek Sinem adalah umat Buddha Vihara Tri Ratna kota Gajah, Lampung tengah. Ia telah ditinggal suaminya sekitar 5 tahun lalu karena sakit. Nenek Sinem merawat anaknya yang nomor 2 lantaran menderita lumpuh sudah 30 tahun, dan tidak hanya merawat ananknya yang lumpuh nenek Sinem juga merawat anaknya yang nomor 3 lantaran 5 tahun lalu mengalami kecelakaan sehingga kakinya patah dan tidak dapat bekerja.

62. IBU SRI MULYANI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Sri Mulyani , umat Vihara Tri Ratna Kota Gajah. Pekerjaan serabutan sebagai buruh tani dengan penghasilan minim dan tak menentu.

61. BAPAK KETUT JUMADI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Bapak Ketut Jumadi dan istrinya ibu Endang Supriyanti, mereka ada umat vihara Tri ratna kota gajah. Pekerjaan sehari-harinya adala sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Memiliki anak 2 orang yang masih bersekolah.

60. IBU GATUN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada ibu Gatun seorang janda umat Buddha Vihara Tendaun Girisena Lombok barat NTB. Ibu gatun perkejaan sehari-hari jadi pengembala sapi ke betulan tetangga sebelah yang punya sapi terus nanti kalau sapi punya anak sapi anak,nya itu bagi hasil.

59. IBU MAITAH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada ibu Maitah seorang janda umat Buddha vihara Tendaun Girisena Lombok barat NTB. Ibu Maitah umur sekitar 60 th dulu semasih sehat berprofesi sebagai pembuat minyak kelapa untuk di jual dari rumah ke rumah, tapi kadaan sekarang sakit kencing manis dan tiap mingu harus ngontrol ke rumah sakit menggunakan BPJS. Tetapi ada obat yang diluar BPJS dan harus dibeli sendiri. Harga obat yang dia beli sebesar Rp 300.000 ribu rupiah pemakain 1 bulan. Ibu maitah punya anak bekerja sebagai kuli bangunan dengan pengahasilan tak menentu.

58. IBU JINEMAH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada ibu jinemah. dan ibu Jenemah, suaminya sudah meninggal sekitar 15 tahun lalu. Ibu Jinemah umat Buddha vihara Tendaun Girisena Lombok barat NTB. Ia punya anak 1 sudah menikah, dan bekerja sebagai petani biasa untuk membantu mengarap sawah tetangga sebelah, untuk mendapat upah sekilo atau dua kilo beras untuk membantu kelasungan hidup ibunya dan anak nya yang masih TK. Ibu jinemah juga sakit stroke dan sekali seminggu harus kontrol ke rumah sakit.

57. IBU KERAN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Keran seorang janda umat Buddha vihara Tendaun Girisena Lombok barat NTB. Ibu keran punya anak tapi pergi merantau kedaerah lain untuk bercocok tanam dan ibu keran tidak bisa berjalan dengan normal karena kakinya yang sebelah pincang kalau jalan harus pakek tongkat.

56. BAPAK SEPAN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada bapak Sepan seorang duda umat Buddha wihara Tendaun Girisena Lombok barat NTB. Bapak Sepan tinggal di rumah menantunya., punya anak laki tapi di tinggal begitu saja merantau ke Kalimantan sudah 9 taun lamanya.

55. ADIK INDA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565 sebesar 1 juta kepada adik Inda yang saat ini masih dalam proses pemulihan dari sakit kelainan darah. Semoga dana bermanfaat untuk digunakan pembelian obat-obatn penunjang dan kebutuhan sehari-harinya.

54. IBU RUSLAN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Ruslan seorang janda umat Buddha wihara Tendaun Girisena Lombok barat NTB. Ibu Ruslan perkejaan sehari-hari penjual sayur keliling rumah ke rumah, kadang laku kadang tidak. Kalau laku dia tidak mau di bayar dengan uang, dia tukar sama beras saja untuk masak di rumah setelah pulang.

53. MBAH KAINEM

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Kainem ( 100 th ) adalah umat Buddha vihara Ratna Buddha palasari desa mataram baru lamp-tim, beliau memiliki 2 orang anak yaitu karji dan harti, anak pertama yang bernama karji mengalami gangguan kejiwaan dan anak kedua sudah berkeluarga dan hanya sebagai ibu rumah tangga serta sang suami sebagai buruh serabutan, saat ini mbah kainem tinggal dengan karji yang mengalami gangguan kejiwaan, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beliau hanya mengandalkan pemberian dari anak keduanya yg juga hidup dalam kekurangan serta mengandalkan dari pemberian saudara2 nya, kondisi beliau saat ini mulai sakit2 an serta sudah tuli karena sudah tua tetapi beliau masih sangat aktif untuk pujabakti di vihara.

52. BAPAK JAMINGIN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Bpk.Jamingin ( 71 th ) adalah umat Buddha vihara Brahma Vira desa mataram baru lamp-tim, beliau memiliki satu putra yg sudah berkeluarga dan hanya bekerja sebagai petani dan buruh serabutan, saat ini beliau mengalami penyakit stroke sehingga tangan dan kaki sebelah kanan sudah tidak dapat di fungsikan sehingga semua aktifitas d bantu oleh istri dan anaknya, istri beliau hanya sebagai ibu rumah tangga dan penghidupanya hanya mengandalkan dari anaknya yg bekerja sebagai petani dan buruh.

 

51. IBU RUMI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Rumi ( 72 th ) adalah umat Buddha vihara Brahma vira desa mataram baru lamp-tim

50. IBU MISNAH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu misnah ( 69 th ) adalah umat Buddha vihara Ratna Buddha palasari desa mataram baru lamp-tim.

49. BAPAK SARIMEN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Bpk. Sarimen ( 82 th ) adalah umat Buddha vihara Ratna Buddha palasari desa mataram baru lamp-tim, beliau memiliki satu orang anak yg sudah tidak peduli dengan beliau serta istri beliau telah meninggal dunia sehingga saat ini beliau hidup bersama adiknya yg juga seorang janda, beliau saat ini bekerja membersihkan vihara ratna buddha palasari dan saat ini jg beliau mengalami penyakit komplikasi ( jantung, diabetes, ginjal, lambung, paru2 ), untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beliau mengandalkan pemberian dari umat serta dari adiknya yang seorang janda serta bekerja serabutan, beliau masih aktif mengikuti semua kegiatan vihara dan mengabdikan hidupnya d vihara Ratna Buddha palasari.

48. BAPAK SULAMI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Bpk Sulami ( 69 th ) adalah umat vihara Brahma Vira desa mataram baru lamp-tim, beliau memiliki 2 orang putri, beliau saat ini tinggal dengan istri dan kedua anaknya, saat ini beliau mengalami penyakit stroke sehingga sudah tidak dapat bekerja lagi dan hanya mengandalkan penghasilan dari istrinya yg berjualan nasi tiwul keliling,semua aktifitas beliau d bantu oleh kedua anak dan istrinya, keluarganya masih aktif mengikuti semua kegiatan vihara

47. BAPAK SAIMIN, ROMO WAIDI & MBAH RANTO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Bpk Saimin (65 tahun), umat budha vihara darma sasana ,wates lampung tengah. Beliau sering sakit-sakitan , dan hampir setiap seminggu sekali harus terapi. Beliau sudah tidak bekerja, tinggal bersama istrinya yang bekerja sebagai buruh ladang. 2.)  Romo Waidi (85 tahun), umat budha vihara giri sapta, desa tanjung pandan ,lampung tengah. Beliau sakit-sakitan, pengliahatan sudah tidak jelas, dan pendengaran nya berkurang. Beliau tinggal bersama istrinyaa, untuk kebutuhan keseharian nya dari anak nya yang bekerja sebagai petani   3.) Mbah Ranto dan mbah Dalinem, sepasang suami istri yang hanya tinggal berdua. Mbah Ranto penglihatan nya rabun dan pendengaran nya kurang.

46. IBU SARINAH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu SARINAH (80 tahun), pekerjaannya sehari hari menganyam besek dengan penghasilan 10 ribu perhari. Tinggal seorang diri dan kondisi kesehatan juga sudah kurang baik.

45. IBU SARIYEM

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada  Mbh Sariyem (75 tahun), umat DRma Sansana, Lampung tengah. Beliau tinggal seorang diri di rumah, suaminya meninggal sudah puluhan tahun. Mbah Mainem bekerja sebagai buruh ladang.

44. ROMO SAMIDI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Romo Samidi,umat budha vihara Darma sasana,wates lampung tengah. Umur beliau 85 tahun, beliau saat ini susah berjalan dan sakit-sakitan. Tinggal bersama anaknya yang berprofesi sebagai petani.

43. MBAH SAJI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Saji. Tinggal seorang diri di sebuah rumah yang berdiri di atas tanah yg tadinya tanah milik vihara. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, mbah saji mengandalkan bantuan dari anaknya yang secara ekonomi juga kurang beruntung.

42. MBH JUMARI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Jumari. Tinggal bersama istrinya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mbah jumari menjual hasil tanaman yg dia tanam di pekarangan rumahnya

41. IBU WASRI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Buk Wasri, bekerja sebagai buruh di kebun kelapa sawit. Sedangkan suami bekerja sebagai buruh sadap karet.

40. MBAH KLUMPUK

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Klumpuk dan Istri. Tinggal hanya berdua, guna mencukupi kebutuhan sehari-hari, mbah klumpuk mengandalkan hasil tanaman yang ada di pekaranganya.

39. MBAH MUNASAN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Munasan. Tinggal bersama istri, sudah tidak memungkinkan bekerja, kebutuhan sehari-hari mengandalkan bantuan dari anaknya, yang kondisi ekonominya juga susah.

38. PAK DARIONO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Pak Dariono. Tinggal bersama istri dan seorang anaknya. Pekerjaan sehari-hari adalah sebagai buruh sadap karet, dengan penghasilan sekitar 300 ribu perminggu.

37. IBU ANGKUT

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

36. IBU SILA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

35. IBU MASTAN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

34. IBU YANAH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

33. IBU ANYU

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

32. IBU TEWEI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Tewei, Ibu Anyu, Ibu Yanah, Ibu Mastan, Ibu Sila dan ibu Angkut. Mereka semua adalah para janda yang tidak berpenghasilan dan ada yang dalam kondisi sakit. Merupakan umat Buddha dari vihara Boddhicitta dan Vihara Buddharatana yang terletak di desa Mantuyan dan desa Buntu Pilanduk.

31. IBU PONINTEN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Poninten(57 tahun),  adalah umat Buddha Vihara Buddha Dharma Lampung kec.lambu kibang kab. Tulang bawang barat. Ibu poninten saat ini sedang mengalami sakit darah tinggi dan mengalami gejala setrok ringan / kaki sebelah kiri tidak bisa di gerakkan selain darah tinggi ibu poninten juga ada diabetes.

30. IBU RUMIEM

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada ibu Rumiem. Ibu rumiem adalah umat Buddha Vihara Dharma jaya desa marga jaya kec gunung agung kabupaten Tulang bawang barat. Beliau adalah seorang janda yang sehari-harinya bekerja serabutan.

29. ROMO SUDHARMO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada Romo Sudharmo (69 tahun). 
Romo Sudharmo adalah pandita Vihara Bodhi Dharma desa Setia bumi, kec gunung terang, kab. Tulang bawang barat.

28. ROMO SUGIMAN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada Romo Sugiman (72 tahun),  umat Buddha Vihara Bodhi Dharma. Romo Sugiman yang sehari-hari bekerja serabutan dan rutin membersihkan Vihara Bodhi dharma.

27. BAPAK SELO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada bapak  Selo (81 tahun),  umat Vihara Dharma Jaya. Sudah menderita sakit komplikasi sehingga sudah tidak dapat bekerja.

26. NYOMAN BADRI, WAYAN NGEBEK, KETUT WIDYANA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1. )Nyoman Badri, umur 68 tahun, beliau hidup sendiri, suami meninggal 4 tahun yang lalu. Dulu bekerja sebagai buruh tani,saat ini beliau tidak bisa bekerja karena sakit sakitan,untuk biaya hidup sehari hari beliau menerima santunan dari vihara dan pemberian anak anaknya yang sudah menikah. 2.) Wayan Ngebek, umur 80 tahun. Dulu beliau bekerja serabutan,untuk menghidupi ke 6 anaknya, beliau sangat aktif mengikuti acara keagamaan seperti persembahyangan purnama tilem. 3.) Ketut Widnyana, umur 68 tahun. Dulu beliau bekerja sebagai buruh bangunan, saat ini beliau mengabdikan diri sebagai tukang bersih bersih divihara.

25. KETUT SUKALAMA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ketut Sukalama, Umur 70 tahun. Pekerjaan penjahit,beliau sangart aktif mengikuti acara keagamaan divihara dan beliau salah satu tokoh yang ikut memajukan umat Buddha vihara Ssamyag darsana buleleng bali.

24. WAYAN DABDAB

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Wayan Dabdab. Umur 76 thn, perkerjaan petani,beliau sangat berjasa dalam pembangunan vihara Samyag darsana buleleng bali

23. KETUT SWELA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ketut Swela. Umur 70 tahun, pekerjaan petani, beliau sangat berjasa dalam berkembangan umat buddha dibali kususnya di vihara samyag darsana buleleng bali.

22. ROMO SUPADI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Romo Supadi (62 tahun). Beliau merupakan pengurus Vihara Dwipa jaya. Bekerja serabutan sebagai petani yang sangat aktif dalam kegiatan keagamaan.

21. MBAH KATIJAH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada  Mbah Kartijah, hidup bersama kedua cucunya yang yatim piatu. Anak dan menantunya meninggal karena hanyut disungai. Mbah diusia senjanya harus merawat dan membesarkan cucu-cucunya.

20. IBU MANISIH

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Bu Manisih, seorang janda hidup seorang diri. Pekerjaan sehari-hari menjadi buruh tani serabutan.

19. ROMO DALIJO

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Romo Dalijo (70 tahun). Umat Buddha yang keseharianya bekerja sebagai pencabut singkong dan buruh penyadap getah karet. Diusianya yang sudah sepuh masih sangat aktif ke Vihara dan membantu bila ada acara keagamaan.

18. MBAH JUMINTEN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Juminten seorang janda semnjak puluhan tahun lalu. Umat Budha Vihara Dwipa jaya dari transmigrasi, almarhum suaminya dulu sesepuh agama Budha. Meninggal dunia karena serangan jantung. Sekarang bu Juminten tinggal dengan 1 anaknya yang pekerjaan sehari-harinya hanya buruh menyadap karet dengan penghasilannya tidak menentu.

17. MBAH SAYUP

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Sayup, seorang janda yang sehari-harinya mencari nafkah menjadi pemulung. Seorang umat yang aktif , dan sekarang tinggal seorang diri di rumahnya yang sederhana.

16. MBAH SUPRI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah supri adalah umat buddha vihara buddha dipa, beliau tinggal bersama suami dan 1 putra, pekerjaan beliau adalah buruh di produksi snack kelanting dan membuat anyaman besek dari bambu. Semenjak suaminya sakit prostat, suaminya tidak pernah bekerja, sehingga hanya mbah supri sendiri yang tiap hari bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya.

15. IBU SUGIYEM

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Sugiyem adalah umat buddha vihara buddha dipa, beliau bekerja sebagai pembuat anyaman besek dengan harga 20 ribu perkodi, dan suaminya bekerja sebagai kuli bangunan. Beliau sekarang ini membiayai putranya yang menempuh pendidikan kuliah di STAB Sriwijaya. Dengan biaya semester di biayai oleh pemerintah. Dan beliau membiayai biaya hidup putranya di jakarta.

14. IBU NURHAYATI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Nurhayati adalah umat buddha vihara buddha dipa, pekerjaan beliau adalah sebagai kader pusyandu balita penghasilan beliau 300 ribu per3 bulan, sedangkan suaminya bapak Tukiman bekerja sebagai buruh serabutan. Semenjak suaminya menderita prostat dan di operasi beliau tidak bisa bekerja kasar. Dan saat ini beliau membiayai anaknya yang memempuh pendidikan di SMK.

13. IBU RUM

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Rum adalah umat buddha vihara buddha dipa, belum lama beliau menderita sakit struk ringan, beliau tinggal bersama suaminya. Suaminya bekerja sebagai buruh pembelah kayu bakar. Sedangkan ibu rum sendiri sekarang sudah tidak dapat bekerja lagi.

12. IBU KARIATI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Kariati adalah umat buddha vihara buddha dipa, beliau dan suaminya bekerja sebagai pencetak batu bata. Dan membiayai putra yang sedang menempuh pendidikan SMA.

11. IBU LINA

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Ibu Lina adalah umat buddha vihara buddha dipa, beliau bekerja sebagai buruh produksi snack kelanting, dan suaminya bekerja sebagai cetak batu bata. Beliau memiliki anak yang masih kecil-kecil dan masih menempuh pendidikan SD dan TK Paud.

10. MARUDIN – Pangkal Pinang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Marudin (53 tahun). Tinggal di pangkal pinang jalan teluk bayur. Asuk marudin tinggal sendiri, dan sehari-hari ia berjualan lakso keliling. Namun akhir-akhir ini dagangannya sangat sepi, sehingga ia terpaksa berhenti sementara daripada menanggung rugi.

9. SAK KHIN – Pangkal Pinang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Sak Khin (62 tahun) , tinggal di pangkal pinang. Yang membiayai keluarga adalah suami nya yang bekerja sebagai serabutan di bagunan. Biaya makan sehari hari kadang kadang tidak cukup, dan masih harus menebus obat jantung suami nya.

8. CHIN SIU FUN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Chin Siu Fun (72 tahun). Domisili di sungai liat, hidup bersama anaknya yang bekerja mencari barang bekas.

7. MIYEN – Pangkal Pinang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Miyen (50 tahun). Sehari-harinya bekerja membantu disebuah pabrik tahu, ia tidak bekeluarga dan tinggal menumpang di rumah saudaranya.

6. MBAH MUNIRAN

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Muniran (90 tahun). Adalah umat buddha Vihara Dharma Jaya, tiyuh marga jaya. Umat buddha ini merupakan umat buddha yang dulu aktif mengikuti kegiatan divihara namun karena sudah tua dan kakinya sering sakit tidak mampu lagi untuk berjalan jauh lagi

5. IBU NAJIRAH 

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada ibu Najirah (85 tahun) berdomisili di desa sakti jaya, TBB. Merupakan umat Vihara Dharma Jaya. Kondisi saat ini tidak bisa bekerja lagi dikarenakan usia tua dan mengalami tunanetra.

4. MBAH JANI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Jani (75 tahun), sehari-harinya membantu merawat dan membersihkan Vihara Dharma Jaya, kabupaten Tulang bawang barat. Dulunya ia adalah salah satu pelopor dan pejuang Dhamma di kampungnya.

3. MBAH SAJI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Saji (81 tahun), Merupakan umat dari Vihara Dhamma Mulia, Tulang Bawamg. Kesehariannya mbah berprofesi sebagai dukun bayi.

2. MBAH NDORI

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada Mbah Ndori (80 tahun), sampai saat ini diusia senjanya masih aktif dan selalu membantu kegiatan Vihara Dhamma Mulia, Tulang Bawang Barat. Walaupun ia mengalami kesulitan berjalan dan harus dibantu dengan tongkat.

1.  IBU SUKIYEM 

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2565, sebesar 500 ribu kepada ibu Sukiyem (58 Tahun), mengalami sakit gagal ginjal sehingga harus rutin menjalani pengobatan. Beliau umat Vihara Dharma Mulia Tiyuh Toto Mulyo, Kab. Tulang Bawang Barat.

Berikut ini adalah nama harum para dermawan yang telah berkontribusi pada kegiatan berbagi kasih Waisak 2564 yang dikoordinir oleh segenggamdaun.com. Semoga dengan  dana yang diberikan dengan keyakinan dimanapun juga, dapat segera terkondisi berupa kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah; elok dipandang, tampan/cantik, bagaikan keindahan bunga teratai yang mengagumkan. “Di dunia ini ia berbahagia, di dunia sana ia berbahagia; pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu, ia akan berbahagia ketika berpikir, ‘aku telah berbuat kebajikan’, dan ia akan lebih berbahagia lagi ketika berada di alam bahagia.” (Dhammapada, 18).

Total Dana  Masuk sampai 17 MAY 2021 pukul 11.30 wib : Rp.65.776.322,-. Total dana disalurkan adalah sebesar Rp. 50.000.000  rupiah untuk   98 orang  penerima. Untuk Dokumentasi Penyerahan Dana tahun ini dapat dilihat di link berikut:  DOKUMENTASI (Klik Disini)

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kasih Imlek 2021

Read Next

DAFTAR NAMA DONATUR DAMPAK PANDEMI 2021