DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kasih Imlek 2021

176. LO CUNG FA – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ai Lo Cung Fa alias Afa alias Leta (59 tahun). Ia sempat menikah namun ditinggalkan suaminya pergi. Ia juga pernah mengangkat seorang anak, namun setelah dewasa, anak tersebut meninggalkannya entah kemana tanpa kabar. Sekarang ia bekerja menjadi tukang jahit disebuah konveksi. Ia tidak mempunyai rumah, dan menyewa sebuah kost-kostan sederhana. Setiap hari ia bekerja mulai pukul 8 pagi, dan kadang bisa sampai jam 10 malam jika sedang ada banyak orderan yang diterima konveksi. Penghasilan yang ia dapatkan hanya cukup untuk makan sehari-hari dan membeli baju untuk dirinya jika ada kelebihan. Ai juga mempunya penyakit darah tinggi dan kolestrol yang mengharuskan ia rutin mengkonsumsi obat-obatan. Ai tak mempunyai sanak keluarga yang bisa membantunya. Bisa dikatakan saat ini ia hidup seorang diri di dunia ini. Setiap lusin baju yang dijahit ia memperoleh upah 35 ribu rupiah, sehari ia bisa menyelesaikan 7 sampai 10 baju.

175. BONG A KIEN – JEBUS

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Bong A Kien (48 tahun), yang saat ini menderita tumor pada perutnya. Akibat sakitnya tersebut ia hanya bisa berbaring saja, sedangkan 3 anaknya semua masih bersekolah.

174. LAI JUN CHIN

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Apho Lay Jun Chin (81 tahun), suaminya telah meninggal 30 tahun lalu. Memiliki seorang anak yang belum bekeluarga dan selama ini merawatnya. Pekerjaan anaknya adalah memisahkan sabut kelapa untuk nantinya dibuat sikat, penghasilannya dalam satu minggu kadang tidak mencapai 100 ribu rupiah, tergantung banyaknya sikat yang dihasilkannya. Apho saat ini selain sering sakit, juga ssusah berjalan karena bongkok dan masalah di pinggangnya. Pakaian juga penuh tambalan dan jahitan dimana-mana. Kondisi rumah juga yang beratap daun, sudah bocor dibanyak tempat.

173. SIAW SUN POK

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Asuk Siaw Sun Pok (73 tahun), saat ini dalam keadaan menderita sakit lambung kronis. Setiap buang air besar selalu ada darahnya, dan kadang juga beliau muntah darah. Biasanya beliau berobat ke RS menggunakan BPJS dan dilakukan transfusi darah. Namun semenjak pandemi Covid, ia sudah lama tidak kontrol ke RS lagi. Asuk sendiri sehari-harinya hanya berbaring dan duduk di ranjang saja. Sudah tidak bisa untuk berjalan, karena akan segera sesak nafas. Untuk biaya hidup sehari-hari, dari anaknya yang bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu.

172. NINI – PALEMBANG

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Nini, domisili di Palembang. Ia sendiri memiliki 5 orang anak yang masih kecil-kecil, dan saat ini tengah mengandung anaknya yang ke 6. Suaminya sendiri bekerja serabutan dengan penghasilan tak pasti.

171. BUN MEI LIAN

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Bun Mei Lian (61 tahun), domisili di Sungai Liat, Bangka. Tidak menikah dan tinggal seorang diri dirumahnya yang sudah rapuh dan banyak yang berlubang. Jika hujan makan air hujan pasti memenuhi rumahnya. Untuk makan sehari-hari , ia bekerja menjual buah kelapa yang ditanamnya di belakang rumahnya. Penghasilan dari berjualan buah kelapa itu sekitar 300 ribu setiap bulannya, dan itu dicukup-cukupkan untuk biaya hidupnya.

170. NGUI MUK JAM

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ngui Muk Jam (42 tahun), janda dengan 3 orang anak yang masih kecil. Untu biaya hidup ia berjualan kue keliling.

169. LI NYUK HUN – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Li Nyuk Hun, tinggal bersama suaminya yang bekerja serabutan. Penghasilan tak pasti apalagi di masa pendemi ini yang katanya sangat susah mendapatkan pekerjaan.

168.  LEI KUAN – Palembang

Diserahakan dana sebesar 500 ribu kepada ai Lei Kuan (67 tahun), ia tinggal bersama suaminya dan seorang anaknya. Untuk biaya hidup si ai berjualan es bungkus didepan rumahnya. Suami sendiri tak bekerja lagi karena kondisi kesehatan yang buruk, anaknya juga saat ini belum bekerja. Setiap bulan harus membayar sewa rumah bsebesar 400 ribu.

167. ADI – PALEMBANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada saudara Adi, yang saat ini mengalami kebutaan pada kedua matanya karena masalah syaraf. Ia tinggal bersama mamanya yang sudah renta.

166. BONG FUNG KIE – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ai Bong Fung Kie, domisili di dusun Mekar Sekuntum, Tebas. Ai saat ini sudah tidak bisa bekerja lagi dikarenakan usianya yang sudah lanjut. Tinggal bersama anaknnya yang berusia 40 tahun dan mengalami gangguan mental. Saat kecil anak ai tersebut pernah terjatuh dikolam dan tidak mendapatkan pengobatan selayaknya. Ai juga tinggal bersama seorang saudaranya yang sakit stroke dan hanya bisa berbaring saja.

165. KELUARGA SUSANTO – SEBANGKAU

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada keluarga Susanto yang berdomisili di Semparuk sebangkau. Keluarga Susanto tahun kemarin mengalami musibah kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal mereka. Saat ini mereka harus tinggal disebuah kontrakkan. Pekerjaan sebagai tukang servis elektronik.

164. JAN HIUNG – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Jan Hiung, domisili di ds Makrampai kecamatan tebas. Ahiung tinggal dengan istri dan 4 anak yang masih kecil. Semasa sehat ahiung bekerja serabutan di kebun. Saat ini ia tidak bisa bekerja lagi karena baru saja menjalani operasi yang ke 3 kalinya.

163. HENDRI – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Hendri yang berdomisili di dusun Asam kanis, tebas. Hendri tinggal dengs bibinya yang sudah tua. Ia juga harus menanggung biaya anak dam keponakkannya. Hendri bekerja serabutan, saat ini ia tengah tidak bekerja.

162. 3 ORANG DI KALIMANTAN BARAT

Diserahkan dana donatur masing masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Fung Tung Jan, domisili di dusun selakau, Kalimantan Barat. Ia sendir mengalami gangguan penglihatan, dan tinggal hanya berdua dengan adiknya yang juga mengalami masalah penglihatan dan gangguan mental. Untuk biaya hidup sehari-hari, mereka mengandalkan belas kasihan dari warga sekitarnya. 2.) Ai Bun Kiuk Hua, domisili di pemangkat. Ai sendiri sudah menjanda dan merawat 2 orang anaknya yang mengalami gangguan mental. Ai setiap bulan harus pergi ke RS menebus obat untuk anak-anaknya. Pekerjaan sehari-hari mengambil upahan menjahit baju, yang saat ini sudah sangat jarang orang yang menggunakan jasanya. 3.) Tju Kui Moi, domisili di Semparuk. Ai sudah menjanda dan harus merawat seorang cucunya. Anaknya sendiri bekerja merantau, dan karena pandemi ini penghasilannya juga tidak menentu.

161. FONG NGIET FA – PANGKAL PINANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada apho Fong Ngiet Fa (78 tahun). Tinggal bersama anaknya yang berjualan sayur. Penghasilan anaknya juga tidak menentu, dan harus membiayai keluarganya. Apho juga telah lama sakit jantung, asam urat dan komplikasi. Untung pengobatan menggunakan BPJS.

160. LIE TJIE – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada apho Lie Tjie (82 tahun). Tinggal bersama anaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan. DI masa pandemi ini ,anaknya susah mendapatkan pekerjaan. Apho menderita sakit asam urat, sehingga susah untuk berjalan.

159. KHONG MUK CHIANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada apho Khong Muk Chiang (81 tahun). Apho tinggal bersama anak nya yang bekerja sebagai kuli pecah batu, sehari hari apho hanya mengharap kan dari anak nya, itu juga kadang kadang tidak mencukupi. Apho juga menderita sakit lambung yang sudah menahun dan lebih banyak menghabiskan waktu diatas tempat tidur saja.

158. AI CONG A NG – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Cong A Ng (57 tahun), suaminya telah lama meninggal dunia. AI harus menjadi tulang punggung untuk membiayai ke -2 anaknya. Satu anak ai menderita cacat sejak lahir, sehingga hanya dapat terbaring saja di ranjang. Sehari-harinya ai berkebun kelapa, dan mengharapkan agar panen hasilnya bisa banyak dan dibeli dengan harga lumayan. Anak ai yang satunya membantu dengan berprofesi sebagai nelayan menangkap ikan. Namun hasil tangkapan juga tak menentu, dan kadang harga jualnya saat ini juga tidak tinggi. Tempat tinggal ai sendiri juga sudah banyak yang rusak sehingga jika hujan banyak yang bocor.

157. AJI ACIAU – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Aji Aciau (51 tahun), Aji Aciau tinggal di sungailiat , tinggal bersama suami dan anaknya, suami aji Aciau hanya membantu istrinya membuat kue buat dijual, aji aciau harus menghidupi keluarga nya, dan juga masih harus membiayai anak-anakya yang masih sekolah.

156. 6 ORANG DI SINGARAJA – BALI

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada 6 orang di SIngaraja, Bali. Kepada 1.) Ama Tan Sun Eng yang saat ini hidup seorang diri. Saudaranya yang tinggal bersamanya belum lama ini meninggal dunia. Ia sendiri tidak menikah dan tidak memiliki banyak kerabat. Untuk makan sehari-harinya, menantikan uluran tangan para tetangganya. 2.) Ama Wang Cin Niang (75 tahun), beliau kondisi tidak bisa melihat. 3.) Go Pengsiang (66 tahun) hidup sendiri dan tidak menikah, makan sehari-hari bekerja serabutan. 4. Khoe Mei Ying (56 tahun) hidup sendiri, kedua orang tua sudah tidak ada dan ia sendiri tidak menikah. 5. Lie Kwie Nio (58 tahun), hidup sendiri dan saat ini mengalami masalah pada kedua kakinya, sehingga sulit untuk berjalan. 6.) a Tan Lai Ing (65 tahun), beliau tinggal seorang diri dan untuk kebutuhan hidupnya ia bekerja mengumpulkan barang-barang rongsokkan. Namun akhir-akhir ini karena kondisi kakinya yang sakit dikarenakan rematik, membuatnya tidak bisa berjalan jauh untuk mencari rongsokkan. Kadang-kadang untuk makan ada tetangganya yang membantu.

155. GIN HWA – Palembang

DIserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Gin Hwa (70 tahun), ia tidak menikah dan hidup seorang diri disebuah kontrakkan sederhana. Ia juga tidak bekerja, untuk kebutuhan sehari-hari mengharapkan uluran dari sekitarnya.

154. ACU – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Acu (50 tahun). Tinggal mengontrak sebuah kamar kecil di rusun. Bekerja sebagai tukang cuci piring di sebuah rumah makan, masih membiayai mamanya yang sudah sepuh dan seorang anak.

153. WANG SEN NGO (67 tahun) – Palembang

Sudah 10 tahun ini ai hanya berdiam dirumah saja dan tak bekerja, karena kondisi badan yang sering sakit-sakitan terutama bagian kaki yang susah untuk berjalan. Mempunyai 1 orang anak perempuan dan 4 orang cucu. Anaknya juga dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Sehari-hari anaknya berjualan mie rebus didepan sebuah sekolah.

152. APEK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Apek (61 tahun), ia sendiri tidak mempunyai pekerjaan dikarenakan kondisi kakinya yang tak sembuh sembuh karena mengalami kecelakaan saat kerja. Untuk makan sehari hari, ia mengharapkan belas kasihan dari sekitarnya.

151. TENG SAN – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada sdr. Tengsan (67 tahun), saat ini sudah tidak dapat bekerja lagi dikarenakan kondisi kesehatan yang kurang baik. Dulunya ia sering membantu di kelenteng jika ada kegiatan. Sdr. Teng San hidup seorang diri, anak satu-satunya bekerja merantau di luar kota.

150. 6 Orang Petugas Kebersihan Kelenteng di Palembang

Diserahkan dana donatur masing-masing 500 ribu kepada 6 orang petugas kebersihan kelenteng di kota Palembang. Yaitu Johan, Kontet, Benny, Came, Awa dan Acai. Mereka secara umum kehidupan ekoomi kurang mencukupi karena ada tanggungan keluarga. Semoga dana donatur ini dapat sedikit meringankan beban dan bermanfaat bagi mereka.

149. 15 WARGA KURANG MAMPU DI KOTA JAMBI

Telah diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada para warga Tionghoa kurang mampu yang berada dikota Jambi. Terimakasih kepada semua Bhante, para pengurus, dan para umat dari Cetiya Oenang Hermawan Jambi, yang telah turut serta menyampaikan dana donatur Segenggam Daun dalam rangka kegiatan Berbagi Kasih Imlek 2021, kepada para warga kurang mampu di kota Jambi. Semoga atas jasa-jasa yang telah diperbuat, dapat mengkondisikan kita semua untuk selalu hidup berbahagia. Sadhu Sadhu Sadhu

148. AJI LIAU KUI LIEN – JEBUS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ajie Liau Kui Lien (95 ttahun). Tinggal sama  anaknya yang bekerja serabutan, dan anaknya 1 lagi wanita tidak menikah karena bisu.

147. AJI SUNG NYIEN – JEBUS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Aji Sung Nyien, umur 65. Hidup sendiri, anaknya dulu ada 1 tapi sudah meninggal. Biaya sehari-hari biasa dikasih tetangga dan dari jualan telur ayam saja.

146. SIU CHIN – JEBUS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ajie siu Chin, umur 72 tahun. Hidup sendiri, Kerja bikin tahu kuning buat dijual keliling.

145. AJIE AJAN – JEBUS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ajie ajan umur 68 hidup sama adeknya. Sama” tidak menikah. Adeknya kerja serabutan., Aji nya buat biasa hidup masih kerja cuci baju tetangga.

144. FIFI MULIAWAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Fifi Muliawan (35 tahun), menderita diabetes dari tahun 2012 dan saat itu pernah mencapai kadar 500 lebih. Suaminya baru setahun ini meninggal dunia, sehingga mengharuskan fifi untuk berjuang sendirian merawat anak semata wayang mereka.

143. WO TENG MON – Palembang

Wo Teng Mon (67 tahun), semenjak lahir menderita cacat pada kakinya. Hal inilah yang menyebabkan ia susah untuk dapat bekerja berat,pendidikan juga tidak ada. Dulu sempat bekerja pada sebuah toko, namun karena pasaran sepi akhirnya ia berhenti pada tahun 2005. Adik perempuan yang satunya bernama Wo Sui Seng (65 tahun), dari muda tidak pernah keluar rumah karena menderita gangguan jiwa. Cuma beberapa tahun ini membaik,sehingga ia bisa membantu kegiatan dirumah seperti memasak dan mencuci. Mereka berdua tinggal disebuah rumah yang sangat sederhana,nyaris dikatakan kumuh. Rumah itu juga merupakan pinjaman dari seorang kerabatnya. Untuk saat ini mereka tidak ada pemasukkan apa-apa. Untuk makan setiap bulan ada donatur yang memberi beras. Untuk lauk pauknya mereka mengambil saja tanaman yang tumbuh dihalaman rumah mereka.

142. SIE HWA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Sie Hwa (48 tahun). Ia tinggal berdua bersama anaknya yang masih duduk di kelas 2 SMP. Suaminya pergi entah kemana. Ia sendiri tidak bekerja lagi, dikarenakan kondisi fisik sering sakit-sakitan. Untuk biaya sehari-harinya, ada adiknya yang membantu.

141. ONG WEN SEN (66 tahun) – Palembang

Asuk ini menderita sakit maag dan paru-paru sudah bertahun-tahun tak kunjung sembuh. Menikah namun tak mempunyai keturunan. Untuk membiayai hidup, istrinya bekerja sebagai tukang cuci baju dengan penghasilan lebih kurang 800 ribuan.

140. LE HONG – Palembang

Diserahkan dana donatur kepada ama Le Hong (75 tahun). Ama ini tinggal berdua dengan anak perempuannya yang tak menikah. Anaknya menjadi tulang punggung mencari nafkah untuk membiayai mamanya yang sering sakit-sakitan. Bekerja membungkus tahu dengan pendapatan berkisar 20 – 30 ribu setiap harinya. Untuk rumah sendiri mendapatkan tumpangan dari seorang familinya.

139. LIM HAN TIONG – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Lim Han tiong (72 tahun). Tinggal seorang diri disebuah kontrakkan yang sekaligus dijadikan tempatnya menampung hasil memulung. Ia tak bekeluarga. Setiap harinya ia berkeliling mencari botol plastik, selanjutnya dikumpulkan sampai banyak baru dijual.

138. YAP LIEN SENG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Yap Lien Seng, asuk saatini tak dapat bekerja lagi dikarenakan kondisi kesehatan. Biaya hidup mereka dari seorang anaknya yang berprofesi ojek dengan pendapatan tak menentu. Masih memiliki seorang anak yang bersekolah SD.

137. Ai BUN HOA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Bun Hoa (62 tahun), ia bekerja serabutan apa saja yang bisa dilakukannya. Suaminya sendiri sakit-sakitan dan tidak bisa mencari nafkah. Memiliki seorang anak yang belum bekerja.

136. THENG A Ting – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Theng A ting (53 tahun), sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci baju. Memiliki 3 anak yang semuanya masi bersekolah. Semoga dana ini bermanfaat bagi keluarganya.

135.  AI ALAN ONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Alan Ong (55 tahun), suaminya baru saja meninggal 3 bulan lalu karena sakit tumor perut. Saat ini ia bekerja sebagai buruh cuci baju untuk membiayai 2 anaknya yang masih bersekolah.

134. THE CAU SEN  – Palembang

Diserahkan dana donatur kepada asuk The Cau Sen (75 tahun).Asuk ini menderita stroke sehingga susah buat menggerakkan anggota tubuhnya. Istrinya yang dulu menjadi tulang punggung dengan berjualan mie ayam telah meninggal dunia. Mempunyai 5 anak, satu orang baru meninggal dan satu anaknya sekarang menderita sakit hepatitis dan harus berbaring saja. Untung ada satu anak perempuannya yang bekerja dengan penghasilan 800 ribu perbulannya. Untuk anaknya yang sakit hepatitis, setiap minggu harus menebus obat yang tak ditanggung oleh BPJS.

133. ONG HE LAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Ong He Lan (62 tahun). Ai ini tinggal berdua bersama suaminya, dan dari pernikahannya tak memiliki anak. Suaminya bekerja membersihkan ayam potong, itupun jika ada yang menggunakan jasanya,. Ai ini setahun yang lalu pernah terjatuh dan mengalami retak pada pinggulnya. Dokter menyarankan untuk dioperasi. Karena tiada dana maka si ai hanya mengkonsumsi obat-obatan tradisional saja.

132. LAUW GIOK LAM – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Liaw Giok Lam. Di usianya yang telah 72 tahun lebih, ia masih berusaha mencari nafkah dengan mengumpulkan plastik bekas air mineral. Asuk sendiri mengontrak sebuah rumah sederhana dengan bayaran sebesar 600 ribu setiap bulannya. Menurut asuk penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, itupun makanan yang sangat sederhana. Biaya kontrak rumah menjadi beban yang cukup memusingkan asuk saat ini.

131. Ama LIU MA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Liu Ma (82 tahun), saat ini ama tinggal bersama seorang cucunya yang mengalami gangguan jiwa. Ama sendiri tidak bekerja lagi, hanya mengharapkan pemberian dari anak-anaknya. Anaknya juga semua dengan perekonomian yang kurang baik.

130.  CHEN FAN CIEH / TAMSIR HENDRA (84 tahun) – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Dulu asuk Fan Cieh, dulunya bekerja berjualan kue Jongkong berkeliling dengan menggunakan sepeda. Namun sudah beberapa tahun ini tidak bisa dilakukan lagi karena kondisi kesehatan dan kakinya yang tak kuat berjalan jauh. Saat ini tinggal seorang diri disebuah kontrakkan, karena istrinya belum lama ini telah meninggal dunia.

128. OOO GUAT TJU – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Guat Tju, ai sendiri tinggal dengan seorang saudaranya yang menderita sakit stroke. Untuk biaya sehari-hari, ada seorang anaknya yang bekerja menjaga toko.

127. YAP SO KUI – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Yap Sokui, yang merupakan seorang single parent yang harus membiayai 2 anaknya yang masih bersekolah di SMA. Sehari-hari ia bekerja semenjak fajar hingga malam hari. Pagi hari dimulai menjajakan tahu berkeliling, siang hari ia menjajakan roti, dan malam hari ia membuat dagangan seperti pop corn yang dikemas untuk dititipkan di kantin.

126. Asuk A ON (83 tahun) – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada suk A ON , tinggal disebuah rumah kontrakan bersama seorang saudara perempuannya yang menderita depresi dan diharuskan tinggal di RS Jiwa. Untuk biaya hidupnya, asuk membuat kue Gethuk dan dijual berkeliling.

125. LIM TJIN KIET – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Tjin Kiet (76 tahun), ia bekerja membantu memasak jika ada hajatan atau perayaan di kelenteng. Tinggal bersama istri dan seorang anaknya yang mengalami gangguan jiwa. Istrinya saat ini mengalami stroke, sehingga membutuhkan biaya pengobatan.

124. HENDRY – Palembang

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Hendri yang telah hampir 5 tahun menderita stroke. Hendri dulunya adalah seorang karyawan di bagian gudang pada sebuah perusahaan distributor. Namun suatu hari ia tak sengaja tertimpa besi yang jatuh mengenai belakang kepalanya. Semenjak itu ia mengalami masalah pada syaraf geraknya. Namun ia berusaha untuk tetap bekerja dan berangkat menggunakan motor. Namun suatu hari ia mengalami kecelakaan. Dan saat kondisinya mulai membaik, ia kembali terserang stroke. Hendry pernah menikah dan memiliki seorang putri yang saat ini mungkin berusia 9 tahunan. Namun semenjak Hendry terkena stroke, istrinya tak pernah pulang dan Hendry sendiri diantarkan kerumah mamanya. Dengan anaknya pun Hendry tak pernah berjumpa beberapa tahun ini karena putus kontak. Hendry saat ini dirawat saudaranya, mamanya pun baru meninggal dunia tahun lalu. Untuk biaya hidup untungnya ada adiknya yang bekerja disebuah toko.

123.  LIU TJIN YANG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Liu Tjin Yang ( 70 tahun) dan istrinya Echi. Ai Echi sudah 15 tahunan menderita kelumpuhan separuh badannya karena stroke. Dulunya asuk ini bekerja sebagai buruh bangunan, namun sekarang karena usianya dan juga kondisi yang makin dirasakan lemah, ia tidak bekerja lagi. Untuk biaya hidup mengharapkan kiriman dari anak-anaknya yang merantau ke kota lain.

122. TJIA BIE ENG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Tjia Bie Eng (62 tahun), tinggal bersama saudara kandungnya Tjia In Hok, mereka tidak menikah. Menjaga kebun milik orang, dan untuk biaya hidup ia menjual sayur-sayuran dari hasil kebun.

121. CHO CIN YEN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Chin Yen (70 tahun), ia saat ini tidak dapat lagi bekerja mencari nafkah dikarenakan matanya menderita rabun. Untuk beraktivitas didalam rumah saja ia kesulitan. DUlunya ia berjualan kue di pasar. SUaminya juga tidak dapat bekerja dikarenakan menderita sakit pada kakinya, dan kebanyakan hanya berbaring saja. Memiliki 2 anak perempuan yang baru tamat SMA, dan saat ini baru diterima bekerja.

120.  YI SEK MEN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Sek Men (70 tahun), sudah 5 tahun ini ia mengalami kebutaan disebakan kecelakaan kerja. Saat itu dia bekerja di sebuah tempat pemotongan kayu, tak sengaja serpihan kayu mengenai matanya. Sempat berobat namun lambat laun ia mengalami kemunduran penglihatan. Memiliki seorang anak yang masih bersekolah SMA, untuk biaya hidup istrinya bekerja sebagai tukang cuci baju.

119. YAP GUA NA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Yap Gua Na (86 tahun), ia tinggal bersama seorang putranya disebuah kontrakkan sederhana. Anaknya sendiri bekerja sebagai sales kantong plastik dengan penghasilan minim. Semoga dana ini bermanfaat bagi Ama.

118. ALING – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Aling, yang memiliki anak 6 orang dan semuanya masih kecil-kecil. SUaminya sendiri bekerja membantu bersih-bersih di sebuah kelenteng dengan pendapatan tak menentu.

117. Acek A YONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Ayong, tinggal seorang diri di sebuah rumah yang dipinjam pakai oleh keluarganya. Untuk kebutuhan sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek.

116. Asuk YEK MING – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Yek Ming ( 65 tahun), tinggal seorang diri disebuah gubuk reyot yang dipinjamkan oleh kenalannya. Ia endiri tidak menikah, dan saat ini tidak memiliki pekerjaan. Dulunya ia bekerja serabutan.

115. KHONG CIU FUK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Khong Ciu Fuk (61 tahun), asuk sendiri telah menderita stroke selama beberapa tahun. Ia tinggal bersama istrinya, untuk biaya menunggu kiriman uang dari anaknya yang semuanya telah berkeluarga.

114. SIA A CU – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Sia A Cu (4o tahun) , saat ini ditinggal suaminya menikah lagi. Membesarkan 3 anak yang semuanya masih bersekolah. Bekerja mengambil upahan mencuci baju di tetangganya dengan penghasilan 400 ribu setiap bulannya.

113. BUN TONG KIANG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Bun Tong Kiang (59 tahun), sehari-harinya bekerja mengumpulkan aki bekas. Istrinya telah lama meninggal. memiliki seorang anak yang saat ini bekerja sebagai buruh di toko bangunan.

112. AGUS – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Agus, keseharian berprofesi sebagai ojek pangkalan. Pendapatan jauh menurun karena imbas ojek online. Ia sendiri tidak bisa bergabung dengan ojek online karena tahun kendaraan yang telah usang. Memiliki 2 anak yang masih balita.

111. Encim LILI HONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada encim Lili (62 tahun), encim ini tinggal berdua dengan anak lelakinya yang berprofesi sebagai ojek. Ekonomi mereka juga kurang baik karena penghasilan anaknya yang tak menentu.

110. Ai ACU – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai ACu (66 tahun), suaminya berprofesi sebagai pengumpul barang bekas. Ai sendiri tak bisa banyak membantu, hanya dirumah saja karena kondisi kesehatannya yang kurang begitu baik. Untuk rumah tinggal juga menumpang di rumah saudaranya.

109. SO CAU GUAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ngko Cau Guan ( 55 tahun), ia sehari harinya bekerja menjaga sebuah tambak ikan. Istrinya membantu bekerja di sebuah pabrik kemplang. Memiliki 4 anak yang semuanya masih bersekolah, semoga bantuan ini sedikit dapat membantu meringankan biaya hidup mereka.

108. Ai NIU A CHUNN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai A chun (58 tahun). Ia saat ini hidup seorang diri, karena suaminya telah meninggal dunia 2 tahun lalu karena sakit. Dari pernikahannya tidak dikaruniai anak. Untuk biaya hidup sehari-hari, ai mengelola sebidang tanah yang ditanami sayuran. Penghasilan juga tak menentu.

107. NG CUI TO – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ng Cui To ( 58 tahun), memiliki 2 anak yang masih kecil. saat ini tinggal di rumah yang dipinjam pakaikan oleh kerabatnya. Sehari-hari mengelola sebidang tanah yang ditanam sayuran. Hasil sayur tersebut dijual untuk biaya makan sehari-hari.

106. YAP A PONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Yap A pong , pekerjaan sehari-harinya adala membantu membungkus bihun. Harus menghidupi 2 cucunya yang masih kecil. Anaknya sendiri harus diamputasi kakinya karena kecelakaan, sehingga tidakmampu untuk bekerja. Menantunya belum lama ini meninggal dunia karena sakit.

105. A ENG / ATIK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Aeng, ia sendiri telah ditinggal suaminya 2 tahun lalu karena sakit. Saat ini bekerja membantu berjualan gorengan didekat rumahnya.

104. LIONG LE – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Liong Le. Saat ini ia mencari nafkah sebagai penjaja kopi bubuk keliling. Mengontrak sebuah kamar kost sempit dengan bayaran 150 ribu per minggu. Dulunya ia adalah seorang pengusaha yang cukup sukses, namun semuanya itu lenyap dalam waktu singkat. Ia saat ini hidup seorang diri, sempat bekeluarga namun istri dan anaknya telah pergi entah kemana.

103. TANTE EVI – JAKARTA

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Tante Evi (68 tahun), tante Evi tinggal bersama suami nya di satu petak kamar yang isi dalamnya tidak ada yang istimewa, hanya sebuah tivi dan 2 buah bangku. Suami tante ini juga bekerja serabutan, penghasilan kadang ada kadang tidak. Tante Evi mempunyai 1 anak lelaki yang sekarang menghilang dan tidak diketahui keberadannya. Saat ditemui ternyata tante barusan saja keluar dari perawatan di RS.

102. AKHO – PANGKAL PINANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ko Akho (57 tahun), tinggal berdua dengan istrinya, selama ini bekerja serabutan sebagai tukang bangunan. Namun beberapa bulan ini belum ada pekerjaan karena lagi musim hujan . Ia juga akhir-akhir ini menderita sakit pada kakinya sehingga kesulitan jika berjalan.

101. APHO JIU KUN – PANGKAL PINANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Apho Jin khiun (88 tahun) tinggal bersama anaknya yang mencari nafkah dengan berjualan susu kacang. Apho sangat senang mendapat bantuan ini, dan mengcuapkan berkali-kali terima kasih.

100. AI AMUI – PANGKAL PINANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Amui (78 tahun), yang saat ini baru saja sembuh dari sakit stroke, namun untuk berjalan masih agak kesulitan. Dana dikatakan ai untuk menambah biaya membeli obat

99. LIE SUN TET – PANGKAL PINANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Lie Sun Tet biasa dipanggil Atet, usia 47 tahun. Sebelum adanya pendemi Corona ini, ia bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan berkisar 100 sampai 130 ribu perharinya. Semenjak adanya pendemi ini, sudah 3 bulanan ini ko Atet tidak bekerja, karena banyak kontraktor yang stop sementara. Ia sudah berusaha mencari pekerjaan kemana-mana, tetapi semua nihil hasilnya. Memanfaatkan waktunya dirumah, ia mencoba membuat pot bunga , dan dijual berkeliling. Namun beberrapa hari pun belum tentu laku satu buah pun. Saat ini ia tetap harus membayar uang sekolah anak, tagihan listrik dan kontrakkan rumag. Ia berharap agar pendemi ini segera usai, dan bisa bekerja normal kembali.

98. CI ANYUK – PANGKAL PINANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ci Anyuk (58 tahun), merupakan janda dengan 1 anak. Pekerjaannya sehari-hari adalah buruh cuci baju dari rumah ke rumah. Ia tinggal di pangkal pinang, Bangka. Semenjak ada pendemi ini banyak yang menghentikan penggunaan jasanya. Biasanya dia bisa bekerja untuk 5 rumah, saat ini hanya tersisa 2 rumah saja. . Kehidupan ci Anyuk sekarang ini juga senen kemis istilahnya, anak satu-satunya perempuan.merantau di jakarta, dan juga saat ini dirumahkan dan tidak bekerja. Sehingga anaknya tidak bisa mengirim uang untuk ci ANyuk

97. BONG CHUN – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bong Chun (74 tahun), domisili di Sungailiat bangka. Asuk tinggal sendiri, rumah yang di tinggal asuk adalah rumah milik orang, asuk sendiri tidak ada rumah. Asuk tidak menikah, sehari hari kerjaan asuk menanam sayur untuk di jual, abis di jual uang nya untuk beli makanan asuk sehari hari.

96. KHUNG MIE SIN – PANGKAL PINANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Khung Mie Sin (52 tahun), domisili di kota Pangkal pinang, jalan pasir putih. Sehari-harinya berjualan pecel, untuk mencukupi biaya makan. Setahun ini jualannya sepi sehingga harus tutup. Saat inii ia butuh bantuan sebagai modal untuk berjualan kembali.

95. LAI JHAT CHIT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Lai Jhat Cit (86 tahun), suami apho telah lama meninggal dunia. Sehari hari apho mengandalkan kelapa tua untuk apho jual, dan hasil jual kelapa itu untuk biaya apho makan beliin beras lauk pauk. Apho juga sudah 2 kali masuk rumah sakit, di karena kan apho sakit jantung sama sakit darah tinggi. Biaya rumah sakit di tanggung sama tetangga-tetangga.

94. AJI KARTINI – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Aji Kartini (53 tahun), domisili di Sungailiat Bangka. Dulunya berprofesi membuat kemplang untuk dijajakan, namun semenjak pendemi usahanya menjadi sepi. Untuk sehari-hari ia mengharapkan bantuan dari anaknya yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan, namun sekarang juga anaknya kadang bekerja kadang tidak.

93. THAM ME LIE – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Tham Me Lie, (63 tahun). Domisili di sungailiat bangka. Tinggal bersama anak nya yang bernama susanti, sehari hari biaya hidup nya di bantu suami anak nya, suami anak nya berkerja bengkel, itu juga kadang tidak cukup.

92. LORENCA – JAKARTA

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta kepada Ci Lorenca sehari-harinya berjualan gorengan seperti tahu dan risoles keliling didaerah sekitaran termpat tinggalnya. Barang dagangannya ada yang dibuat sendiri dan ada yang ngambil dari orang lain. Dulunya sebelum pendemi Corona, ia bisa mengantongi keuntungan 30 ribu sampai 50 ribu setiap harinya. Uang itu dirasakan cukup untuk biaya hidup dan membayar kontrakan serta biaya sekolah 2 orang anaknya yang masih duduk di bangku SD. Namun setahun terakhir ini, dimana dilakukan pembatasan sehingga semua sekolah libur dan banyak karyawan juga libur, pendapatannya menurun drastis. Sehari kadang tidak laku sama sekali, dan terpaksa ia bawa pulang dan dimakan sendiri. Saat ini menurut penuturannya, ia telah menunggak pembayaran sewa rumahnya selama 2 bulan sebesar 750 ribu perbulannya. Dan anaknya yang sulung juga terkena penyakit Bronkitis yang harus membeli obat rutin.

91. BUN KIM LIN – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bun Kim Lin (62 tahun), menderita kelumpuhan pada kakinya sehingga untuk berpindah tempat ia harus merangkak. Dulunya ia pernah mengalami kecelakaan ditabrak mobil, namun tidak diobati dengan serius, mungkin karena ketiadaan biaya. Ia tinggal seorang diri, karena tidak menikah. Seperti penuturannya, sanak keluarga pun sudah banyak yang meninggal.

90. PUU SU MI – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Pu Suu Mi, domisili di dusun Sepinggan jirak semparuk. Suami Sumi bekerja di jakarta, namun semenjak pandemi covid penghasilan suaminya berkurang drastis, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup, di mana ada 4 anak yang masih kecil, sedang istrinya harus mengasuh anak yang masih bayi.

89. KU SAN FAT – SEMPARUK

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ku San Fat, domisili di kecamatan Semparuk. Asuk San Fat berprofesi sebagai tukang urut panggilan yang penghasilannya tidak tetap. Istrinya menderita gangguan mental yang sudah cukup lama, dan anaknya juga sakit-sakitan.

88. LAY KIM LIN – DUSUN SEPINGGAN

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Lay Kim Lin, domisili di dusun sepinggan kecil kec semparuk. Asuk Kim lin sekarang ini sudah tidak bisa bekerja karena kondisi kesehatan yang sering sakit, dan juga tangan asuk ada pembengkakan.

87. Ai KU FUK FAH

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Ku Fuk Fah, ai tinggal dengan anaknya yang bekerja mengelolah lahan perkarangan rumah dengan menanam padi. Untuk panen harus menunggu waktu berbulan-bulan. Ai juga tidak bisa bekerja lagi, karena kakinya sakit dan susah untuk berjalan jauh.

86. Ai FUI NYIUN TIAM – SEBANGKAU

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Fui Nyiun Tiam, domisili di Semparuk sebangkau. Tinggal berdua dengan suaminya yang mengalami pikun karena usia lanjut. Ai juga mengalami masalah penglihatan. Mereka mengharapkan biaya hidup dari anaknya yang kondisi ekonomi juga tidak terlalu baik.

85. THE BHU TJUN – SEBANGKAU

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada The Bu Tjun,domisili di Semparuk sebangkau. Untuk biaya hidup mengandalkan kebun sayur dihalaman rumahnya yang tidak luas. Hasil sayur kemudian dijual berkeliling. Anaknya bekerja merantau, namun semenjak covid, penghasilannya jauh berkurang.

84. JUN NGO – SEBANGKAU

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Jun Ngo, domisili di dusun Semparuk sebangkau. Ai sudah tidak bekerja, suaminya sudah meninggal danai tinggal denga anaknya yang bekerja serabutan.

83. BUN KHIM CHUN

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Bun Kim Chun (82 tahun), ai tinggal dengan anaknya yang saat ini tidak bekerja karena perusahaan tempatnya bekerja tutup. Ai juga susah untuk berjalan karena kakinya sakit.

82. BONG SIU KIM

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Bong Siu Kim, domisili di Semparuk. Ai saat ini masih bisa bekerja dengan merawat lansia yang tinggal dekat rumahnya.

81. Ai SINFAH – SEMPARUK

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Sin Fah, domisili di Semparuk sebangkau. Ai sekarang ini tinggal sendiri dikarenakan anaknya bekerja merantau. Ai juga sering sakit-sakitan terutama maag yang sudah menahun.

80. HIU KIM DJUN – SEMPARUK

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Hiu Kim Djun,domisili di semparuk sebangkau. Suami ai tidak punya pekerjaan tetap, untuk biaya hidup dari anaknya yang juga penghasilan juga tidak menentu.

79. AKHIU AFO – JEBUS

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Aji Akiw (72 tahun) tinggal bersama adiknya yang biasa dipanggil Akhiu Afo (62 tahun). Mereka hanya tinggal berdua, karena suami dari Aji Akiw sudah meninggal, dan dari pernikahan tersebut, mereka tidak dikaruniai anak. Sedang adiknya akhiu Afo tidak pernah menikah. Saat ini mereka berdua tidak bekerja lagi, untuk biaya hidup sehari-hari, mengharapkan bantuan dari warga sekitar.

78. HIU KHIUN MUN – JEBUS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ajie Hi Khiun Mun (75 tahun). Tinggal bersama anak angkatnya yang menalami gangguan mental. Bekerja sehari-harinya membantu mencuci batu pasir. Tempat tinggal pun sudah lapuk dan bocor dimana mana.

77. LIAUW THIAM MOY – JEBUS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Liau Thiam Moy umur 80 tahun, tidak menikah, dan tinggal menumpang sama kerabatnya.

76. BONG AJIN 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bong Ajin, umur 71 tahun. Tinggal berdua bersama anaknya, tapi anaknya gak bekerja karena ada gangguan mental. Kakinya suka sakit-sakitan, biaya pengobatan biasa dibantu dibantu tetangga sama keluarga.

75. KIEN LIEN – JEBUS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ajie Kien Lien umur 65 hidup, berdua sama kakaknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya mengumpulkan kaleng bekas selanjutnya dijual lagi.

74. TJEN SAK HOI – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Tjen Sak Hoi (47 tahun). seorang duda dan tidak bekerja dikarenakan ada gangguan pada otaknya karena mengalami kecelakaan motor. Kehidupan sehari-hari tinggal bersama kakaknya yang bkerja serabutan.

73. CHIN NGI MOI – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Chin Ngi Moi (64 tahun), tinggal seorang diri dan mengharapkan ternak ayam yang jumlahnya tak seberapa untuk kebutuhan seharo-harinya.

72. CUNG SUI LIAN

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cung Sui Lian (65 tahun), tinggal seorang diri. Kehidupan sehari-hari berjualan kue yang harga seribu keliling daerah lubuk kelik dan sekitarnya. Dimana dari jualan kue itu untungnya sangat minim sekali, apalagi di usia beliau harus bangun pagi untuk buat kue, dan pas hari hujan kada tidak ada pemasukan sama sekali.

71. JI CIN NAM

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ji Cin Nam(73 tahun), tidak bekerja karena faktor umur. Kehidupan seharinya dari bantuan pemerintah/bansos. Biasanya anaknya yang membiayai, namun karena pendemi sudah lama anaknya tidak bekerja.

70. BONG SIN HAK

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bong Sin Hak (74 tahun). Karena faktor umur kaki sering sakit, sehingga tidak bisa bekerja lagi.

69. CONG SUI JIN – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cong Sui Jin (64 tahun), tidak menikah dan biaya sehari-hari mengandalkan pendapatan dari ternak ayam yang jumlahnya tidak banyak.

68. FU NANSEN – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Fu Nansen (60 tahun) , saat ini hanya bisa berdiam dirumah saja karena baru sembuh dari sakit stroke. Untuk biaya sehari-hari, istrinya bekerja membantu membersihkan rumah orang.

67. CONG JIN SUT – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cong Jin Sut (63 tahun), seorang janda dan tidak ada anak. Kehidupan sehari-hari kadang jual kemplang berkeliling.

66. BONG KHUN NON – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bong Khun Non (65 tahun). Saat ini sering sakit-sakitan terutama di bagian kakinya, susah jika untuk berjalan. Tinggal bersama suaminya yang sudah tidak bekerja.

65. ATHIN – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Athin (63 tahun). Tidak menikah dan tinggal seorang diri di gubuknya yang sangat sederhana. Setiap hari berjalan puluhan kilometer memikul cangkul dipundaknya menawarkan diri dari rumah ke rumah untuk ambil upahan memotong rumput. Pengahsilan hanya cukup membeli beras sehari-hari . Kadang malahan tidak mendapatkan kerja sama sekali.

64. LIONG NAM HIUN – SUNGAI LIAT 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Liong Nam Hiun (57 tahun), yang tinggal berdua bersama istri nya. Sehari-hari bekerja serabutan di bangunan, namun semenjak pendemi Covid ini, ia susah untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk biaya makan sehari-hari saja ia sangat kesulitan.

63. MUK KIM – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Muk Kim (61 tahun),ia tinggal sendiri dan tidak bisa melihat, di karena kan telah buta semenjak dari lahir. Selain itu ia juga menderita sakit asam urat, untuk biaya makan sehari hari bergantung kepada adiknya.

62. HIE AMI

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Hie Ami (50 tahun), seorang janda dengan 1 anak yang masih bersekolah dikelas 1 SMA. Pekerjaan sehari-hari bekerja bersih bersih rumah tangga.

61. TJIN MUK KIAU

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Tjin Muk Kiau (60 tahun). Pekerjaan setiap hari adalah memberi makan babi di sebuah peternakkan. Diberikan tempat tinggal ditempat ia bekerja.

60. AJI AAN – SUNGAI LIAT 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada aji Aan (59 tahun), ia saat ini tidak bekerja mengambil upahan mencuci baju.

59. LIE NGIAT CHU – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Lie Ngiat Chu (71 tahun). Seorang janda dan tinggal bersama anak satu satunya. Dulunya ai membuat jajanan anak anak yang dijajakan disekolah sekolah. Namuns saat ini karena kondisi kesehatan dan kakinya yang susah untuk berjalan jauh.

58. MELI -SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Meli (69 tahun). Suaminya telah 4 tahun ini meninggal dunia, memiliki 2 anak yang bekerja merantau. Untuk kebutuhan sehari hari ia bekerja membantu mencuci baju dirumah kerabatnya.

57. CONG MUKSIN – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cong Muksin (46 tahun), memiliki 3 anak yang masih kecil. Pekerjaan sehari-hari adalah sebagi kuli bangunan. Namun beberapa bulan ini ia tidak bekerja dikarenakan belum adanya tawaran kerja.

56. THEN JUNG NYUN -SUNGAI LIAT 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Then Jung Nyun (74 tahun), beliau tidak menikah dan tinggal seorang diri. Untuk makan sehari-hari mengandalkan ternak ayam yang hanya berapa ekor saja. Kadang dibantu oleh para kerabatnya.

55. CONG NYUK NYA _ SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Cong Nyuk Nya (64 tahun), seorang janda yang pekerjaan sehari-harinya membantu pekerjaan bersih bersih rumah tangga.

54. HIU CUN KIE – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Hiu Cun Kie, domisili di dusun Sekadim desa Pusaka kecamatan Tebas. Ai tinggal dengan anaknya yang mana sekarang ini belum bekerja. Ai untuk makan sehari-hari mengandalkan hasil kebun di pekarangan rumahnya yang tidak terlalu luas.

53. YANTO – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Yanto, domisili di dusun sekadim desa pusaka kecamatan tebas. Yanto sekarang tinggal sendiri karena istrinya sudah meninggal. Pekerjaan serabutan membantu di kebun.

52.TJANG SEI NGO – PEMANGKAT

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Tjang Sei Ngo, seorang janda dan sampai saat ini penyakit stroke yang dideritanya belum pulih. Ia pernah terjatuh dan kakinya hingga saat ini tidak bisa berjalan normal. Memiliki 2 orang anak yang bekerja di kebun dengan penghasilan minim.

51. 

50. DJONG SIAT FA & LIU NYUK HIONG – PEMANGKAT

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Ai Djong Siat Fa (85 tahun), ai tinggal menumpang dibelakang sebuah Vihara Kwan Im. Keseharian ia berkebun dengan menanam tanaman herbal. Saat ini pendengaran ai sudah berkurang. 2.) Ai Liu Nyuk Hiong, berdomisili di dusun Gugah Sejahtera kecamatan Pemangkat. Ai ini tinggal sendiri dan penglihatannya sudah tidak baik serta juga mengalami pikun. Ai tinggal menumpang di rumah kerabatnya.

49. PHANG KIUK CHIN – SEMPARUK

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Phang Kiuk Cin, berdomisili di dusun Semparuk sebangkau. Ai dulunya bekerja membantu rumah tangga, karena usia sudah tua majikkannya memintanya untuk pulang. Ai saat ini menumpang tinggal dirumah kerabatnya.

48. BONG KHIUN TJIN – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Bong Khiun Tjhin, berdomisili di dusun Senyawan matang labong, Tebas. Asuk dulunya berprofesi sebagai guru mandarin. Saat ini karena usia tua hanya berdiam dirumah saja.

47. IBU RUSTAM – KABUPATEN LANDAK

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada istri dari almarhum bapak Rustam, yang berdomisili di desa Sidas, Kabupaten Landak. Beliau baru saja meninggal dunia dikarenakan menderita infeksi paru-paru. Semoga sedikit dana ini dapat membantu meringankan keluarga yang ditinggalkan.

46. WILIANA – JAKARTA

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ci Wiliana (38 tahun) , sehari-harinya bekerja di daerah Panglima Polim Raya. Sudah hampir setahun ini semenjak wabah Corona dan karena himbauan dari Pemerintah untuk melakukan PSBB maka toko diliburkan dan ia juga diliburkan, sehingga tidak mendapatkan gaji sepeserpun. Suami nya pun dalam kondisi sakit-sakitan dan jarang pergi bekerja dan juga tidak mendapatkan gaji utuh karena sering tidak masuk kerja.

45. FUNG SIP NG – JAKARTA

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Asuk Fhung Sip Ng (70 tahun) biasa dipanggil asuk Amiau. Pekerjaannya sehari-hari adalah menarik bajaj yang telah dijalaninya sekitar 40 tahun. Sehari-harinya biasa mangkal di depan Sekolah Santo Yosef di Dwiwarna. Semenjak banyaknya Ojek Online, langganan asuk sudah menurun drastis, apalagi ditambah pendemi Covid-19 ini, ia susah sekali mendapatkan penumpang karena banyak langganannya yang libur sekolah dan libur kerja. Ia saat ini sangat kesulitan untuk membayar setoran bajaj sebesar 50 ribu perhari, untuk makan sehari-hari saja bahkan kadang tidak cukup. Asuk setiap harinya tidur di bajajnya, untuk menghemat pengeluaran. Asuk merupakan kelahiran Belitung dan hanya sempat bersekolah setara SD disebuah sekolah Mandarin. Ia mencoba mengadu nasib ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, namun karena pendidikan yang rendah ia kesulitan dan hanya dapat pekerjaan sejenis tukang pikul dan kuli.

44. Ai KHIOK CHIN – JAKARTA

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada ai Khiok Chin berusia 67 tahun. Berdimisili di Jalan Budi Mulia, Daerah Ampera Jakarta Utara. Tahun 2016 lalu suaminya meninggal dunia. Semenjak itulah ia harus bekerja mengumpulkan botol botol bekas dan plastik yang nantinya dijual lagi. Pendapatannya dipergunakan untuk membiayai ke 2 cucunya yang terpaksa dirawatnya karena papa dari anak-anak ini tengah menjalani hukuman di penjara, dan mama dari anak-anak ini telah meninggal dunia karena menderita kanker rahim. Ai Khiok Cin selama ini selalu dibantu keuangan oleh anak perempuannya yang bekerja menjaga toko.Namun pada bulan Mei 2020 lalu, anak perempuannya ini meninggal dunia karena terjatuh dan mengalami pecah pembuluh darah.

43. MOI FA 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ajie Moi fa sekarang umur 70 tahun, dulu tinggal bareng anaknya yang mengalami gangguan mental. Buat makan sehari-harinya mengharapkan tetangga dan kerabatnya.

42. CUNG SIU NYIAM

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Ajie Cung Siu Nyiam umur 70 tahun, hidup seorang diri karena tidak menikah dan tidak punya anak. Buat kehidupan sehari-hari hanya mengharapkan tetangga dan kerabat saja.

41. MOI CHIN

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ajie Moi Cin biasa lebih sering dipanggil Ajie Ajap umur 75 tahun, seorang janda yang tidak memiliki anak. Saudara lain juga semua ekonomi terbatas, jadi buat makan sehari-hari mengharapkan tetangga dan kerabat karena sudah tidak bisa bekerja lagi.

40. AJI AMOI 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Aji Amoi (72 tahun), dari kecil ia tidak bisa berdiri, terpaksa merangkak jika ingin berpindah tempat. Tidak menikah, tinggal menumpang dirumah adiknya perempuan yang juga tidak bekeluarga. Adiknya sehari-hari bekerja membantu mencuci baju di rumah tetangganya.

39. LAY SUI NYIUN 

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Ajie Lay Sui Nyiun (72 tahun), hidup sendiri, tidak menikah dan tidak punya anak. Rumah juga dikasih orang buat tinggal. Buat makan mengharapkan bantuan tetangga sekitar yang merasa iba kepadanya.

38. MUI  LIEN

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Ajie Mui Lien, umur 70 tahun. Hidup seorang diri, suaminya sudah lama meninggal dunia dan juga tidak memiliki anak

37. TJEN DJOEN TJHIOE

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada apho Tjen Djoen Tjhioe (80 tahun), beliau tinggal bersama anak dan cucunya. Ekonomi anak-anak juga tidak terlalu baik.

36. ASAN – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Asan (59 tahun), ia tinggal bersama istri dan seorang putrinya. Dulunya berprofesi sebagai tukang pecah batu, namun karena menderita syaraf kejepit membuatnya tidak bisa bekerja lagi.

35. FU KHIM LOI – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Fu Khim Loi (84 tahun), ia tinggal bersama istrinya. Untuk biaya hidup dibantu anaknya yang bekerja disebuah warung makan. Asuk udah bertahun tahun ini menderita sakit kepala yang tak kunjung sembuh.

34. LIE NYUK CANG

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Lie Nyuk Cang (58 tahun), sehari-harinya bekerja membantu bersih bersih rumah tetangga. Beliau tidak memiliki rumah, dan menumpang tinggal disebuah gedung walet.

33. CEN JUN FEN

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cen Jun Fen (50 tahun), tinggal seorang diri dan tidak bekeluarga. Bekerja serabutan sebagai kuli bangunan, namun sudah beberapa bulan ini ia belum mendapatkan pekerjaan lagi.

32. JONG TET KON 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Jong Tet Kon (57 tahun), sehari-harinya ia bekerja di sebuah pabrik tahu. Tidak bekeluarga dan tinggal bersama seorang saudaranya yang mengalami gangguan mental.

31. AKHIUK

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Akhiuk (50 tahun), sehari-harinya bekerja menjual sayur keliling.

30. ENG SIAN KIE

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Eng Sian Kie (77 tahun) dan istrinya Then Khiuk Jun (65 tahun). Mereka dari pernikahannya tidak memiliki anak. Untuk biaya hidup mengharapkan bantuan dari keluarga lainnya. Asuk Sian Kie tidak bisa lagi bekerja karena selain usia sudah lanjut, kakinya juga sering sakit dan susah untuk berjalan.

29. CHANG A NGO

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Chang A Ngo (71 tahun), seorang janda yang selama ini kehidupan keluarganya dibiayai oleh anaknya yang bekerja serabutan. Saat ini anaknya tidak bisa bekerja lagi dikarenakan menderita sakit paru paru. Mereka terpaksa mengharapkan bantuan dari pemerintah berupa beras dan dari para tetangganya.

28. CEN YONG LIE

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cen Yong Lie (70 tahun), untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia bekerja serabutan di kebun milik orang. Untuk mencapai tempat kerjanya yang cukup jauh, ia menggunakan sepeda yang sudah cukup usang. Di musim penghujan ini, karena kondisi kesehatan, ia kadang bekerja kadang tidak.

27. BUN NGIT MOI

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bun Ngit Moi (60 tahun), tinggal seorang diri, untuk kebutuhan sehari-hari mengharapkan pemberian dari anaknya yangtelah bekeluarga dengan ekonomi yang tak terlalu baik.

26. CONG AKIUN

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cong A Kiun (66 tahun), hidup membujang dan tinggal seorang diri. Untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, ia berjualan buah kelapa.

25. DJAUW MOI YAN

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Djauw Moi Yan (43 tahun), seorang janda dengan 4 orang anak yang masih bersekolah. Untuk membiayai kebutuhan sehari-hari iang berjualan sayur keliling. Namun dimusim penghujan ini pendapatannya menurun.

24. CUNG YUNG HAU 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cung Yung Hau (67 tahun), saat ini tidak bekerja lagi karena kondisi kesehatan. Kakinya sendiri pernah diamputasi karena menderita diabetes. Beliau tinggal seorang diri.

23. LIU AMI

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Liu Ami (70 tahun), tidak menikah dan saat ini tidak memiliki pekerjaan serta tinggal seorang diri. Dulunya bekerja menjahit baju, namun karena usia sudah tidak bisa lagi.

22. LIU KHIUK NGIAM 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Liu Khiuk Ngiam (64 tahun), seorang janda yang untuk membiayai hidup keluarganya bekerja sabagai tenaga bersih bersih di beberapa rumah tetangganya.

21. CHONG CHUN KIM – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Chong Chun Khim, domisili di dusun sei pinang. Asuk Chun Khim bekerja serabutan di kebun jeruk. Anak asuk bernama Se Jong mempunyai keahlian melukis, diharapkan dana ini bisa digunakan untuk membantu membeli perlengkapan lukisnya.

20. SIA SE LANG – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta rupiah kepada Sia Se Lang ( 52 tahun), berdomisili di dusun Sekadim desa Pusaka, Tebas. Ia tinggal bersama istri dan ke 4 anaknya yang masih bersekolah. Tempat tinggalnya sungguh sangat memprihatinkan, hampir bisa dikatakan tidak mempunyai atap. Untuk menahan panas dan hujan, hanya menggunakan terpal plastik yang juga sudah bocor disana sini. Jika turun hujan besar dimalam hari, mereka terpaksa untuk menunda tidur mereka sampai hujan reda. Sehari-harinya asuk Se Lang bekerja mencari sayur-sayuran di hutan untuk dijual kembali. Karena kondisi ekonomi yang sulit, menyebabkan ia tidak bisa memperbaiki rumahnya, dan untuk listrik saja mereka tidak memiliki.

19. LIE LIE – SEBANGKAU

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta kepada Lie Lie (37 tahun) berdomisili di Semparuk Sebangkau. Semasa sehat ia bekerja merantau di Malaysia, awal Maret 2020 lalu saat haid ia mengalami pendarahan yang banyak dan tak berhenti-henti. Setelah diperiksa di RS disana dinyatakan ia menderita kanker di rahimnya. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke kampungnya. Akhirnya ia berobat di RS Pontianak dengan menggunakan BPJS. Harus bolak balik dari kampungnya dengan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Saat ini uang tabungannya selama bekerja sudah habis. Ia tinggal berdua dengan kakaknya yang mencari nafkah dengan berkebun sayur.

18. ASUK BUJANG – TEBAS

DIserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada asuk Bujang (76 tahun), berdomisili di dusun sekadim desa pusaka, Tebas. Asuk Bujang tinggal sendiri dan menderita sakit paru-paru sehingga sangat tergantung dengan tabung oksigen.

17. ASUK AMAT – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Amat (70 tahun), domisili di senyawan matang labong, Tebas. Asuk Amat sekarang ini tidak bisa kerja yang berat lagi, dimana mata asuk satunya sudah rusak dan tidak bisa melihat. Untuk kebutuhan sehari ada sedikit kebun sawit yang mana bila panen harus mengupah orang untuk panen, dan asuk ada membantu mengurus cetiya yang ada didepan rumahnya.

16. TJIA FA KUN – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Tjin Fa Kun, berdomisili di dussn senyawan desa matang labong, Tebas. Asuk tinggal dengan istrinya yang menderita sakit stroke sudah belasan tahun. Saat ini asuk juga sudah tidak bisa kerja berat lagi dikarenakan kondisi usianya yang sudah sepuh.

15. TJIA LILI – MEDAN

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Tjia Lili (37 tahun) adalah seorang janda dengan 2 orang anak. Untuk membiayai keluarganya ia bekerja serabutan membantu mencuci piring di sebuah kedai makan. Penghasilannya pun tak seberapa, hanya cukup untuk membeli beras sehari-hari. Anaknya yang pertama terpaksa putus sekolah karena tak sanggup lagi untuk biaya akomodasinya. Saat ini ia tinggal bersama kedua orang tuanya dan adik laki-lakinya. Papanya diusia tuanya masih bekerja membantu keuangan keluarga dengan mengumpulkan barang bekas. Adik nya tidak bisa bekerja dikarenakan menderita sakit kelenjar getah bening dan infeksi paru-paru. Setiap bulan mereka juga menanggung biaya pembelian obat yang cukup besar. Rumah tinggal merekapun sudah sangat lapuk, dimana-mana sudah rapuh dan jika hujan turun pasti membanjiri rumah mereka.

 

14. NGUI JIAT LAN- AMOI-MERYSIANTI

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Apho Ngui Jiat Lan (86 tahun), saat ini tinggal berdua bersama anak laki lakinya yang tidak bekeluarga berusia 65 tahun. Apho mengalami masalah pendengaran, dulunya anaknya bekerja bercocok tanam sayuran. Saat ini karena kondisi kesehatan, terpaksa berhenti. Untuk kebutuhan sehari-harinya mengharpkan bantuan dari pemerintah dan para tetangga. 2.) AMOI (78 tahun), tinggal bersama anak laki-lakinya yang berprofesi sebagai pembuat batu nisan kuburan. Namun semenjak wabah covid, membuat sepi orderan. Ai sendiri sering sakit-sakitan, dan harus kontrol ke RS setiap minggunya. 3.) Merysianti (17 tahun) tinggal seorang diri, karena mamanya belum lama ini meninggal dunia. Untuk kebutuhan sehari-harinya ada bantuan dari keluarga.

13. KIM JIN – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Kim Jin (73 tahun), . Semenjak suami ai meninggal dunia, ai tinggal seorang diri. Saat ini ai tidak bisa bejerja lagi karena usia, ai jg memiliki penyakit asam urat. Untuk kebutuhan sehari hari ai dibantu oleh keponakan nya.

12. Ai TJOK MIE SIT – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada AI Tjok Mie SIt (60 tahun), memiliki seorang anak bernama Linda (16 tahun) yang masih duduk di kelas 1 SMA. Ketika berumur 2 tahun, Linda terjatuh dari meja, dan semenjak itu ia harus menggunakan tongkat untuk kegiatan sehari-harinya. Suami dari ai Mie Sit telah lama meninggal dunia karena sakit. Untuk kebutuhan sehari-harinya si ai bekerja sebagai tukang masak, namun sudah setahun ini ia menganggur karena tempatnya bekerja tutup. Saat ini hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah dan kerabat untuk memenuhi kebutuhan mereka.

11. APHO KHO SAM MOI – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Apho Kho Sam Moi (75 tahun) , tinggal berdua bersama suaminya yang sudah berusia 81 tahun. Sudah 3 tahun terakhir ini apho hanya bisa terbaring saja karena menderita lumpuh total. Dulu suami apho bekerja sebagai penjaga sekolah, untuk kebutuhan sehari-hari mendapat bantuan dari anak-anaknya yang telah bekeluarga dan tinggal terpisah. Ekonomi anak juga tak terlalu baik, mengharapkan dari hasil kebun.

10. KUKU AYUN – Jakarta

Diserahkam dana donatur sebesar 1 juta kepada Kuku Ayun (72 tahun), saat ini bekerja sebagai tenaga pembuang benang pada sebuah konveksi dengan pendapatan sekitar 60 ribu perminggunya. Setiap harinya ia juga mencari penghasilan tambahan dengan mengantar anak pergi kesekolah. Pendapatannya tersebut dirasakan cukup untuk biaya makan sehari-hari dan membayar sebuah kontrakkan sangat sederhana. Namun semenjak pendemi Covid 19 melanda, anak sekolah yang biasanya diantar oleh kuku Ayun juga tidak bersekolah. Saat ini otomatis kuku Ayun tidak memiliki penghasilan, dan ia tak bisa lagi membayar kontrak rumah. Akhirnya ia memutuskan menumpang tinggal di rumah saudaranya yang juga saat ini tengah menganggur.

9. TANTE LUCY – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada TANTE LUCY (72 tahun) – Jakarta Utara, Tante Lucy hidup sebatang kara dan tinggal disebuah kost. Untuk membiayai hidupnya ia bekerja sebagai buruh buang benang disebuah konveksi, tapi itu tak rutin hanya saat ada orderan saja. Untuk biaya makan juga dibantu sama teman-temannya. Setelah imlek ini si tante akan dimasukkan ke panti jompo, karena tidak ada yang mengurus dan jika tinggal di panti akan banyak teman dan bantuan untuk dirinya.

8. CI NONI – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 1 uta kepada Ci Noni ( 55 tahun) merupakan janda dengan satu orang anak, suaminya telah lama meninggal. Tinggal disebuah gang sempit di daerah Pakojan. Saat ini ia sudah tidak bekerja lagi, dulunya ia bekerja di sebuah konveksi sebagai pembuang benang. Beriringnya waktu, konveksi tempat ia bekerja sepi orderan, dan akhirnya tutup. Saat ini untuk biaya hidup mengandalkan kiriman uang dari anaknya yang bekerja di Bangka dengan gaji 1,4 juta. Setiap bulan mendapatkan kiriman antara 300 – 400 ribu rupiah. Ci Noni berusaha agar dengan uang segitu, ia tetap dapat memenuhi semua kebutuhannya. Saat ini ia menderita sakit pada bagian punggungnya, sehingga kalau berjalan agak terbungkuk-bungkuk.

7. CHIN JIM TET – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Chin Jim Tet (64 tahun), tinggal seorang diri dan hidup membujang. Biasanya bekerja serabutan membantu di pasar, namun di masa pendemi ini ia terpaksa menganggur. Untuk makan sehari-hari, ia mengharapkan bantuan beras dari pemerintah.

6. TAI SAK HO

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Tai Sak Ho (55 tahun), ia seorang duda dan hidup seorang diri. Biasanya bekerja serabutan, namun di masa pendemi ini, ia sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil. Untuk makan sehari-hari, ia mengharapkan bantuan dari pemerintah.

5. AI HO SUN JI – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ai Ho Sun Ji (62 tahun), beliau adalah seorang janda dengan 2 orang anak. Saat ini tidak bekerja lagi karena kondisi fisiknya yang sering sakit-sakitan. Anak-anaknya bekerja serabutan dengan penghasilan yang minim.

4. HO SUN SIAT – Sungai Liat

Diseerahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Ho Sun Siat (61 tahun), ia sendiri tidak bekerja hanya mengharapkan dari suaminya yang bekerja serabutan namun saat ini tengah menganggur. Untuk keperluan sehari-harinya mengharapkan bantuan dari pemerintah.

3. ASUK LI ACHOI

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Asuk Li Achoi (74 tahun), saat ini ia hidup seorang diri dikarenakan istrinya belum lama ini telah meninggal dunia. Asuk sudah lama tidak dapat bekerja dikarenakan kondisi fisik yang sudah renta. Memiliki seorang anak yang bekerja merantau, namun sudah lama tidak pernah memberi kabar, dan asuk juga tidak tahu dimana keberadaan anaknya.

2. ASUK LU JUN LI – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada asuk Lu Jun Li ( 75 tahun) dan istrinya ai Cok Kim Fung (73 tahun), yang menggantungkan kehidupan mereka kepada anak perempuan mereka yang sudah bekeluarga dan bekerja sebagai penjaga sebuah toko baju dengan penghasilan yang pas-pasan.

1. CI MELAN – TANGGERANG 

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta kepada Ci Melan (55 tahun) , seorang single parent dengan 3 orang anak. Suaminya sekitar satu tahun yang lalu meninggal karena kanker. Dulunya ia bekerja sebagai tukang potong untuk bahan sendal jepit, namun semenjak ia sakit terpaksa untuk berhenti bekerja. Sudah hampir 2 bulan ini ci Melan menderita sakit lambung parah yang menyebabkan ia sempat muntah darah. Ia juga menderita kista dan katarak. Untunglah pengobatannya dibantu di RS Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Setiap minggunya ia wajib kontrol sekali sampai dua kali. Yang menjadi kendalanya adalah biaya tranportasi dari rumahnya di tanggerang. Untuk sekali pergi kontrol ia menghabiskan paling sedikit 200 ribu, belum lagi untuk biaya makan sehari-hari.

 

Total Dana  Masuk sampai 8 Febuari  2021 pukul 11.30 wib : Rp.124.533.563,-. Total dana disalurkan adalah sebesar Rp. 95 .000.000   rupiah untuk   150  penerima.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

DOKUMENTASI & NAMA DONATUR BANTUAN DAMPAK COVID-19

Read Next

NAMA DONATUR BERBAGI KEBAHAGIAAN WAISAK 2565