DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kasih Imlek 2021

 

 

21. CHONG CHUN KIM – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Chong Chun Khim, domisili di dusun sei pinang. Asuk Chun Khim bekerja serabutan di kebun jeruk. Anak asuk bernama Se Jong mempunyai keahlian melukis, diharapkan dana ini bisa digunakan untuk membantu membeli perlengkapan lukisnya.

20. SIA SE LANG – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta rupiah kepada Sia Se Lang ( 52 tahun), berdomisili di dusun Sekadim desa Pusaka, Tebas. Ia tinggal bersama istri dan ke 4 anaknya yang masih bersekolah. Tempat tinggalnya sungguh sangat memprihatinkan, hampir bisa dikatakan tidak mempunyai atap. Untuk menahan panas dan hujan, hanya menggunakan terpal plastik yang juga sudah bocor disana sini. Jika turun hujan besar dimalam hari, mereka terpaksa untuk menunda tidur mereka sampai hujan reda. Sehari-harinya asuk Se Lang bekerja mencari sayur-sayuran di hutan untuk dijual kembali. Karena kondisi ekonomi yang sulit, menyebabkan ia tidak bisa memperbaiki rumahnya, dan untuk listrik saja mereka tidak memiliki.

19. LIE LIE – SEBANGKAU

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta kepada Lie Lie (37 tahun) berdomisili di Semparuk Sebangkau. Semasa sehat ia bekerja merantau di Malaysia, awal Maret 2020 lalu saat haid ia mengalami pendarahan yang banyak dan tak berhenti-henti. Setelah diperiksa di RS disana dinyatakan ia menderita kanker di rahimnya. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke kampungnya. Akhirnya ia berobat di RS Pontianak dengan menggunakan BPJS. Harus bolak balik dari kampungnya dengan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Saat ini uang tabungannya selama bekerja sudah habis. Ia tinggal berdua dengan kakaknya yang mencari nafkah dengan berkebun sayur.

18. ASUK BUJANG – TEBAS

DIserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada asuk Bujang (76 tahun), berdomisili di dusun sekadim desa pusaka, Tebas. Asuk Bujang tinggal sendiri dan menderita sakit paru-paru sehingga sangat tergantung dengan tabung oksigen.

17. ASUK AMAT – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Amat (70 tahun), domisili di senyawan matang labong, Tebas. Asuk Amat sekarang ini tidak bisa kerja yang berat lagi, dimana mata asuk satunya sudah rusak dan tidak bisa melihat. Untuk kebutuhan sehari ada sedikit kebun sawit yang mana bila panen harus mengupah orang untuk panen, dan asuk ada membantu mengurus cetiya yang ada didepan rumahnya.

16. TJIA FA KUN – TEBAS

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Tjin Fa Kun, berdomisili di dussn senyawan desa matang labong, Tebas. Asuk tinggal dengan istrinya yang menderita sakit stroke sudah belasan tahun. Saat ini asuk juga sudah tidak bisa kerja berat lagi dikarenakan kondisi usianya yang sudah sepuh.

15. TJIA LILI – MEDAN

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Tjia Lili (37 tahun) adalah seorang janda dengan 2 orang anak. Untuk membiayai keluarganya ia bekerja serabutan membantu mencuci piring di sebuah kedai makan. Penghasilannya pun tak seberapa, hanya cukup untuk membeli beras sehari-hari. Anaknya yang pertama terpaksa putus sekolah karena tak sanggup lagi untuk biaya akomodasinya. Saat ini ia tinggal bersama kedua orang tuanya dan adik laki-lakinya. Papanya diusia tuanya masih bekerja membantu keuangan keluarga dengan mengumpulkan barang bekas. Adik nya tidak bisa bekerja dikarenakan menderita sakit kelenjar getah bening dan infeksi paru-paru. Setiap bulan mereka juga menanggung biaya pembelian obat yang cukup besar. Rumah tinggal merekapun sudah sangat lapuk, dimana-mana sudah rapuh dan jika hujan turun pasti membanjiri rumah mereka.

 

14. NGUI JIAT LAN- AMOI-MERYSIANTI

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Apho Ngui Jiat Lan (86 tahun), saat ini tinggal berdua bersama anak laki lakinya yang tidak bekeluarga berusia 65 tahun. Apho mengalami masalah pendengaran, dulunya anaknya bekerja bercocok tanam sayuran. Saat ini karena kondisi kesehatan, terpaksa berhenti. Untuk kebutuhan sehari-harinya mengharpkan bantuan dari pemerintah dan para tetangga. 2.) AMOI (78 tahun), tinggal bersama anak laki-lakinya yang berprofesi sebagai pembuat batu nisan kuburan. Namun semenjak wabah covid, membuat sepi orderan. Ai sendiri sering sakit-sakitan, dan harus kontrol ke RS setiap minggunya. 3.) Merysianti (17 tahun) tinggal seorang diri, karena mamanya belum lama ini meninggal dunia. Untuk kebutuhan sehari-harinya ada bantuan dari keluarga.

13. KIM JIN – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Kim Jin (73 tahun), . Semenjak suami ai meninggal dunia, ai tinggal seorang diri. Saat ini ai tidak bisa bejerja lagi karena usia, ai jg memiliki penyakit asam urat. Untuk kebutuhan sehari hari ai dibantu oleh keponakan nya.

12. Ai TJOK MIE SIT – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada AI Tjok Mie SIt (60 tahun), memiliki seorang anak bernama Linda (16 tahun) yang masih duduk di kelas 1 SMA. Ketika berumur 2 tahun, Linda terjatuh dari meja, dan semenjak itu ia harus menggunakan tongkat untuk kegiatan sehari-harinya. Suami dari ai Mie Sit telah lama meninggal dunia karena sakit. Untuk kebutuhan sehari-harinya si ai bekerja sebagai tukang masak, namun sudah setahun ini ia menganggur karena tempatnya bekerja tutup. Saat ini hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah dan kerabat untuk memenuhi kebutuhan mereka.

11. APHO KHO SAM MOI – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Apho Kho Sam Moi (75 tahun) , tinggal berdua bersama suaminya yang sudah berusia 81 tahun. Sudah 3 tahun terakhir ini apho hanya bisa terbaring saja karena menderita lumpuh total. Dulu suami apho bekerja sebagai penjaga sekolah, untuk kebutuhan sehari-hari mendapat bantuan dari anak-anaknya yang telah bekeluarga dan tinggal terpisah. Ekonomi anak juga tak terlalu baik, mengharapkan dari hasil kebun.

10. KUKU AYUN – Jakarta

Diserahkam dana donatur sebesar 1 juta kepada Kuku Ayun (72 tahun), saat ini bekerja sebagai tenaga pembuang benang pada sebuah konveksi dengan pendapatan sekitar 60 ribu perminggunya. Setiap harinya ia juga mencari penghasilan tambahan dengan mengantar anak pergi kesekolah. Pendapatannya tersebut dirasakan cukup untuk biaya makan sehari-hari dan membayar sebuah kontrakkan sangat sederhana. Namun semenjak pendemi Covid 19 melanda, anak sekolah yang biasanya diantar oleh kuku Ayun juga tidak bersekolah. Saat ini otomatis kuku Ayun tidak memiliki penghasilan, dan ia tak bisa lagi membayar kontrak rumah. Akhirnya ia memutuskan menumpang tinggal di rumah saudaranya yang juga saat ini tengah menganggur.

9. TANTE LUCY – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada TANTE LUCY (72 tahun) – Jakarta Utara, Tante Lucy hidup sebatang kara dan tinggal disebuah kost. Untuk membiayai hidupnya ia bekerja sebagai buruh buang benang disebuah konveksi, tapi itu tak rutin hanya saat ada orderan saja. Untuk biaya makan juga dibantu sama teman-temannya. Setelah imlek ini si tante akan dimasukkan ke panti jompo, karena tidak ada yang mengurus dan jika tinggal di panti akan banyak teman dan bantuan untuk dirinya.

8. CI NONI – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 1 uta kepada Ci Noni ( 55 tahun) merupakan janda dengan satu orang anak, suaminya telah lama meninggal. Tinggal disebuah gang sempit di daerah Pakojan. Saat ini ia sudah tidak bekerja lagi, dulunya ia bekerja di sebuah konveksi sebagai pembuang benang. Beriringnya waktu, konveksi tempat ia bekerja sepi orderan, dan akhirnya tutup. Saat ini untuk biaya hidup mengandalkan kiriman uang dari anaknya yang bekerja di Bangka dengan gaji 1,4 juta. Setiap bulan mendapatkan kiriman antara 300 – 400 ribu rupiah. Ci Noni berusaha agar dengan uang segitu, ia tetap dapat memenuhi semua kebutuhannya. Saat ini ia menderita sakit pada bagian punggungnya, sehingga kalau berjalan agak terbungkuk-bungkuk.

7. CHIN JIM TET – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Chin Jim Tet (64 tahun), tinggal seorang diri dan hidup membujang. Biasanya bekerja serabutan membantu di pasar, namun di masa pendemi ini ia terpaksa menganggur. Untuk makan sehari-hari, ia mengharapkan bantuan beras dari pemerintah.

6. TAI SAK HO

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Tai Sak Ho (55 tahun), ia seorang duda dan hidup seorang diri. Biasanya bekerja serabutan, namun di masa pendemi ini, ia sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil. Untuk makan sehari-hari, ia mengharapkan bantuan dari pemerintah.

5. AI HO SUN JI – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ai Ho Sun Ji (62 tahun), beliau adalah seorang janda dengan 2 orang anak. Saat ini tidak bekerja lagi karena kondisi fisiknya yang sering sakit-sakitan. Anak-anaknya bekerja serabutan dengan penghasilan yang minim.

4. HO SUN SIAT – Sungai Liat

Diseerahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Ho Sun Siat (61 tahun), ia sendiri tidak bekerja hanya mengharapkan dari suaminya yang bekerja serabutan namun saat ini tengah menganggur. Untuk keperluan sehari-harinya mengharapkan bantuan dari pemerintah.

3. ASUK LI ACHOI

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Asuk Li Achoi (74 tahun), saat ini ia hidup seorang diri dikarenakan istrinya belum lama ini telah meninggal dunia. Asuk sudah lama tidak dapat bekerja dikarenakan kondisi fisik yang sudah renta. Memiliki seorang anak yang bekerja merantau, namun sudah lama tidak pernah memberi kabar, dan asuk juga tidak tahu dimana keberadaan anaknya.

2. ASUK LU JUN LI – SUNGAI LIAT

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada asuk Lu Jun Li ( 75 tahun) dan istrinya ai Cok Kim Fung (73 tahun), yang menggantungkan kehidupan mereka kepada anak perempuan mereka yang sudah bekeluarga dan bekerja sebagai penjaga sebuah toko baju dengan penghasilan yang pas-pasan.

1. CI MELAN – TANGGERANG 

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta kepada Ci Melan (55 tahun) , seorang single parent dengan 3 orang anak. Suaminya sekitar satu tahun yang lalu meninggal karena kanker. Dulunya ia bekerja sebagai tukang potong untuk bahan sendal jepit, namun semenjak ia sakit terpaksa untuk berhenti bekerja. Sudah hampir 2 bulan ini ci Melan menderita sakit lambung parah yang menyebabkan ia sempat muntah darah. Ia juga menderita kista dan katarak. Untunglah pengobatannya dibantu di RS Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Setiap minggunya ia wajib kontrol sekali sampai dua kali. Yang menjadi kendalanya adalah biaya tranportasi dari rumahnya di tanggerang. Untuk sekali pergi kontrol ia menghabiskan paling sedikit 200 ribu, belum lagi untuk biaya makan sehari-hari.

 

Total Dana  Masuk sampai 18  januari 2021 pukul 11.30 wib : Rp. 88.625.084,-. Total dana disalurkan adalah sebesar Rp. 21.500.000   rupiah untuk   23  penerima.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

DOKUMENTASI & NAMA DONATUR BANTUAN DAMPAK COVID-19