DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kebahagiaan WAISAK 2564

60. MBAH UNTUNG – Tulang Bawang Barat

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Untung dan anaknya Mujiono, umat Vihara Bodhi Dharma, desa Tiyuh Setia bumi kecamatan gunung terang, kabupaten tulang bawang barat. Mereka berdua telah menduda dan hidupnya serba kekurangan. Mujiono bekerja sebagai kuli bangunan untuk kebutuhan sehari-harinya.

59. BAPAK KARYO – Lampung Tengah

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Bapak Karyo (70 tahun), seorang pandita di Vihara Giri Sasono, mataram ilir desa gumuk rejo.

55. MBAH MENIK – Lampung Tengah

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Menik (71 tahun) , seorang janda yang suaminya dulu adalah seorang pandita yang sangat berjasa di desanya.

54. MBAH SEH WANTINA – Lampung Tengah

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Seh Wantina (73 tahun), dulunya beliau adalah seorang perjuang dhamma sekaligus yang menghibahkan tanah miliknya untuk dibangun Vihara Panca Sadha. Almarhum suaminya dulu adalah seorang pandita yang sangat banyak berkontribusi bagi penduduk di desanya. Saat ini mbah Seh sakit-sakitan, dan telinganya juga sudah tuli.

53. MBAH SAJINEM – Lampung Tengah

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Sajinem (65 tahun), seorang janda yang merupakan umat Vihara Dharma Tunggal desa cempaka putih, kecamatan bandar surabaya, Lampung tengah.

52. MBAH SAKIYAH – Pesawaran 

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Sakiyah (84 tahun) , umat Buddha dari Vihara Giri Sasono. Seorang janda yang disuia senjanya sangat aktif dan membantu kegiatan.

51. IBU PARIYEM – Pesawaran

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Ibu Pariyem yang merupakan umat buddha aktif di daerah kabupaten Pesawaran , Lampung Selatan. Secara usia sudah sepuh dan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Semoga dana tersebut dapat bermanfaat dan sedikit membantu mereka.

50. ROMO SUTORO – Pesawaran 

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Romo Sutoro yang merupakan umat buddha aktif di daerah kabupaten Pesawaran , Lampung Selatan. Secara usia sudah sepuh dan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Semoga dana tersebut dapat bermanfaat dan sedikit membantu mereka.

49. IBU TUM & BAPAK MINTAREJA – Pesawaran

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada: 1.)  Ibu Tum yang merupakan umat buddha aktif di daerah kabupaten Pesawaran , Lampung Selatan. Secara usia sudah sepuh dan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Semoga dana tersebut dapat bermanfaat dan sedikit membantu mereka. 2.) Bapak Mintareja yang merupakan umat buddha aktif di daerah kabupaten Pesawaran , Lampung Selatan. Secara usia sudah sepuh dan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik.

46. MBAH PAIMIN – Pesawaran

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Paimin (74 tahun), umat Vihara Panca Sadha. Dulu semasa mudanya mbah adalah salah satu yang turut andil memperjuangkan pembangunan Vihara tersebut, dan turut juga dalam pengerjaan dan pembinaan.

45. ROMO DIKIN – Pesawaran

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Romo Dikin yang merupakan umat buddha aktif di daerah kabupaten Pesawaran , Lampung Selatan. Secara usia sudah sepuh dan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Semoga dana tersebut dapat bermanfaat dan sedikit membantu mereka.

44. MBAH KAMISAH – Lampung Selatan

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Kamisah yang merupakan umat buddha aktif di daerah kabupaten Pesawaran , Lampung Selatan. Secara usia sudah sepuh dan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Semoga dana tersebut dapat bermanfaat dan sedikit membantu mereka.

43. BAPAK SIAM – Lampung Selatan

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Bapak Siam yang merupakan umat buddha aktif di daerah kabupaten Pesawaran , Lampung Selatan. Secara usia sudah sepuh dan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Semoga dana tersebut dapat bermanfaat dan sedikit membantu mereka.

42. IBU SAMIYEM – Lampung Selatan

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Ibu Samiyem yang merupakan umat buddha aktif di daerah kabupaten Pesawaran , Lampung Selatan. Secara usia sudah sepuh dan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Semoga dana tersebut dapat bermanfaat dan sedikit membantu mereka.

41. IBU BINGAH – Lampung Selatan

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Ibu Bingah yang merupakan umat buddha aktif di daerah kabupaten Pesawaran , Lampung Selatan. Secara usia sudah sepuh dan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Semoga dana tersebut dapat bermanfaat dan sedikit membantu mereka.

40. MBAH KARTA – Lampung Selatan

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Karta yang merupakan umat buddha aktif di daerah kabupaten Pesawaran , Lampung Selatan. Secara usia sudah sepuh dan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Semoga dana tersebut dapat bermanfaat dan sedikit membantu mereka.

39. NENEK SARWASTI & NENEK SUGIYEM – Lampung

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada : 1.)  Nenek Sarwasti yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri. 2.) Nenek Sugiyem yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri.

38. NENEK KROMO & NENEK RAKIAH – Lampung

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada: 1.)  Nenek Kromo yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri. 2.) Nenek Rakiah yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri.

37. MBAH PONIEM & NENEK DARSO – Lampung

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada: 1.)  Mbah Poniem yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri. 2.) Nenek Darso yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri.

36. NENEK TUGINEM – Lampung

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Nenek Tugimen yang saat ini di usia senjanya, selain tidak dapat bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan, adalah juga janda dan hidup seorang diri.

35. MBAH POTARUNI – Lampung

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Potaruni (80 tahun) yang berdomisili di daerah Tritisan, Lampung. Ia sehari-hari bekerja sebagai pengupas singkong. Diusia senjanya tetap aktif mengikuti kegiatan puja bakti di Vihara Buddha Dipa. Saat ini ia sering sakit-sakitan, sehingga kadang tidak setiap hari bisa bekerja mencari nafkah. Penghasilannya juga tidak menentu tergantung jumlah singkong yang bisa dikupasnya. Pendapatan hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari saja.

34. NENEK SINEM – Lampung Tengah

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Nenek Sinem adalah umat Buddha Vihara Tri Ratna kota Gajah, Lampung tengah. Ia telah ditinggal suaminya sekitar 5 tahun lalu karena sakit. Nenek Sinem merawat anaknya yang nomor 2 lantaran menderita lumpuh sudah 30 tahun, dan tidak hanya merawat ananknya yang lumpuh nenek Sinem juga merawat anaknya yang nomor 3 lantaran 5 tahun lalu mengalami kecelakaan sehingga kakinya patah dan tidak dapat bekerja.

33. BAPAK JAMAL – Lampung Tengah

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Bapak Jamal adalah umat Buddha Vihara Purwodadi, Lampung Tengah. Beliau semasa sehatnya sangat aktif membantu di vihara. Dulunya bekerja sebagai buruh di kampungnya. Sudah 10 tahunan ini beliau menderita stroke, sehingga tidak dapat bekerja lagi, dan hanya berbaring di tempat tidur. Sekarang yang mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari adalah istrinya ibu Mariatun. Beliau bekerja serabutan sebagai petani di ladang.

32. MBAH SUMIYATI – Lampung Tengah

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Sumiyati (73 tahun), merupakan umat Buddha dari Cetya Dhammacakka Kecamatan Bandar, Lampung tengah. Almarhum suaminya adalah pandita Bambang Sastro, yang semasa hidupnya sangatlah besar sekali jasanya dalam memajukan ajaran Buddha di desanya tersebut.

31. Mbah Parto & Mbah Nasirah – Tulang Bawang

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, masing-masing sebesar 500 ribu kepada : 1.) Mbah Parto (97 tahun), saat ini karena usia rentanya hanya dapat duduk dan berbaring saja, penglihatannya juga sudah rabun dan pikun. Dulunya beliau adalah salah satu pendiri Vihara Bodhi Dharma pada tahun 1998 di kampung Tiyuh Setia Bumi, kecamatan Gunung terang, Tulang bawang barat, yang sampai saat ini masih dirasakan manfaatnya. 2.) Mbah Nasirah ( 88 tahun), kondisi mbah sering sakit-sakitan dan kedua matanya sudah tidak dapat melihat. Untuk hidup sehari-hari mengandalkan anak perempuannya yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim.

30. Mbah JANI – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada Mbah Jani (75 tahun), sehari-harinya membantu merawat dan membersihkan Vihara Dharma Jaya, kabupaten Tulang bawang barat. Dulunya ia adalah salah satu pelopor dan pejuang Dhamma di kampungnya.

29. Mbah Dori – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada Mbah Ndori (80 tahun), sampai saat ini diusia senjanya masih aktif dan selalu membantu kegiatan Vihara.

28. Mbah Mon & Mbah Tiwol – Tulang Bawang

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada Mbah Mon (80 tahun) & Mbah Tiwol (85 tahun), mereka suami istri hanya hidup berdua saja. Sudah tidak dapat bekerja mencari nafkah lagi.

27. Mbah DARMO – Lampung

Telah diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 500 ribu kepada Mbah Darmo (76 tahun), dulunya adalah seorang romo pandita yang sangat aktif membina. Namun akhir-akhir ini sering sakit-sakitan sehingga lebih banyak beristrirahat dirumah saja.

26. INAQ RIJANG & INAQ JEEMAH – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada : 1. ) Inaq Rijang umat Buddha Vihara Tendaun Girisena Lombok barat. Inaq Rijang punya anak 1 tapi pergi merantau ke Malaysia, dan sampai saat ini tak ada kabar. Inaq sekarang ber jualan keliling dari rumah kerumah. Kadang dia tak mau di bayar dengan uang hanya di tukar dengan beras untuk masak setelah dia pulang. 2.) Inaq Jeemah seorang janda umur sekitar 61 tahun, umat Buddha Vihara Tendaun Girisena Lombok barat. Saat ini hanya berdiam dirumah saja karena menderita stroke. Mempunyai 2 orang anak, yang pertama pergi merantau ke Malaysia, tapi tak pernah ada kabarnya, dan yg kedua perempuan sudah menikah namun jarang menjenguk ibunya karena lokasinya jauh.

25. Amaq NEMBAH & Inaq MAHYUNI – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada: 1.) Amaq Nembah, umat Buddha Vihara Tendaun Girisena Lombok barat. Amaq Nembah hidup seorang diri di tinggal sama istrinya. Pekerjaan sehari-hari membuat anyaman bambu untuk dia jual keliling rumah kerumah. Perbuah ia jual sepuluh ribu rupiah. Tapi kadaan sekarang sudah mulai memburuk karena tidak kuat lagi berjalan keliling lagi. 2.) Inaq Mahyuni, umat Vihara Tendaun Girisena Lombok barat. Beliau dulu sewaktu masih sehat sangat aktif ke Vihara. Usianya sekitar 63 tahun seorang janda di tinggal sama suaminya sekitar 23 tahun yang lalu. Inaq Mahyuni tidak bisa berjalan kalau berjalan harus pakai tongkat kayu untuk bisa berdiri. Punya anak satu tapi jadi tkw ke Malaysia dan sekarang sudah pulang dengan tangan kosong. Kehidupan sehari-hari sangat menyedihkan, untuk makan mengharapkan dari tetangga sebelah.

24. INAQ ARAH – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada Inaq Arah seorang jomblo umur 70 tahun umat Vihara Tendaun Girisena Lombok barat. Inaq Atrah punya anak 1 perempuan tapi sudah menikah dan diapun tak pernah menjenguk ibunya. Dulu waktu masih sehat sangat aktif ke Vihara. Tapi sekarang kadaan tak memungkinkan karena kondisi kesehatan yang buruk. Untuk makan sehari hari bekerja mencuci piring dibeberapa tetangganya.

23. INAQ LENAH – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada Inaq Lenah umat Vihara Tendaun Girisena Lombok barat umur sekitar 61 tahun. Inaq Lenah juga buruh tani dapat upah perhari tiga puluh ribu rupiah perhari jika lagi bekerja, tapi tergantung musim jika ada yang meminta kerja.

22. Papuk Dompol – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada Papuk Dompol Sumur, usia sekitar 93 tahun umat Buddha Vihara Tendaun Girisena Lombok barat. Papuk Dompol tak bisa berkerja lagi hanya makan karena usianya sudah lajut dan sakit_sakitan.

21. Amaq KECAH – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada Amaq Kecah umat Vihara Tendaun Girisena Lombok barat. Amaq kecah seorang jumpo umur sekitar 78 tahun, dia hidup berdua sama istrinya. Dulu beliau masih sehat sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat terkenal sangat baik dan santun sangat aktif juga ke Vihara, tapi sekarang keadaan sangat memburuk terus masalah makan sehari-hari mengharapkan pemberian tetangga dekat rumahnya.

20. INAQ KANDIK – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada Inaq kandik seorang janda umur sekitar 72 tahun, umat Buddha Vihara Tendaun Girisena Lombok barat. Punya anak 1 tapi jarang pulang karena dia merantau ke gunung untuk bercocok tanam. Untuk makan sehari_hari mengharapkan dari pemberian tetangga sebelah.

19. INAQ MAITAH – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur Berbagi Kebahagiaan Waisak 2564, sebesar 500 ribu kepada Inaq Maitah, umur sekitar 68 tahun umat Buddha Vihara Tendaun Girisena Lombok barat. Seorang janda di tinggal sama suaminya sekitar 11 tahun yang lalu. Pekerjaan sehari-hari mencari buah kelapa kalau ada yang jatuh. Pagi-pagi sudah berangkat setelah dapat lalu dia bikin minyak goreng dia jual keliling rumah kerumah kadang dia tak mau di bayar dengan uang dia tukar sama beras saja untuk masak di rumah.

18. Anak – Anak Buddhist Suku AKIT – Kepulauan RIAU

Diserahkan dana donatur sebesar masing-masing 500 ribu kepada anak-anak Buddhist yang berdomisili di desa Sonde pulau Rangsang, Riau. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu, dan diharapkan dana bantuan tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan sekolah mereka. Mereka merupakan keturunan dari suku Akit yang merupakan salah satu suku asli di Riau. Sebagian besar suku Akit adalah pemeluk agama Buddha semenjak nenek moyang mereka. Desa ini dapat dicapai dengan menggunakan perahu, lalu dilanjutkan perjalan darat dengan medan jalan tanah yang jelek.
Profesi sebagian besar penduduk di desa ini adalah sebagai nelayan. Transportasi didaerah ini juga sangat terbatas, untuk pergi sekolah anak-anak harus berjalan kaki.

17. Ibu SUGIMAH, Ibu PARTINI & Ibu PAIRI – Jepara

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada: 1.) Ibu Sugimah , beliau adalah seorang janda dan tinggal seorang diri, untuk kebutuhan hidup bekerja sebagai buruh tani. Aktif sebagai umat di Vihara Muryantoro, desa Tanjung Kec Pakis Aji Kabupaten Jepara. 2.) Ibu Partini , beliau adalah seorang janda dan tinggal seorang diri, untuk kebutuhan hidup bekerja sebagai buruh tani. Aktif sebagai umat di Vihara Muryantoro, desa Tanjung Kec Pakis Aji Kabupaten Jepara. 3.) Ibu Pairi, beliau adalah seorang janda dan tinggal seorang diri, untuk kebutuhan hidup bekerja sebagai buruh tani. Aktif sebagai umat di Vihara Muryantoro, desa Tanjung Kec Pakis Aji Kabupaten Jepara.

16. Ibu Kemijah & Ibu Rukah – Jepara

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada: 1.) Ibu Kemijah , beliau adalah seorang janda dan tinggal seorang diri, untuk kebutuhan hidup bekerja sebagai buruh tani. Aktif sebagai umat di Vihara Muryantoro, desa Tanjung Kec Pakis Aji Kabupaten Jepara. 2.) Ibu Rukah , beliau adalah seorang janda dan tinggal seorang diri, untuk kebutuhan hidup bekerja sebagai buruh tani. Aktif sebagai umat di Vihara Muryantoro, desa Tanjung Kec Pakis Aji Kabupaten Jepara.

15. Bapak Selamat & Ibu Musinem – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bapak Slamet (65 tahun) dan istrinya Ibu Musinem (52 tahun) merupakan Umat Buddha Vihara Sukha Mulya Desa Tanjung Wangi Kec. Waway Karya Lampung Timur. Bapak Slamet tidak bekerja karena semenjak didiagnosis dokter terkena penyakit Lambung, ia sudah tidak bisa bekerja lagi. Bahkan sekarang jadi sering sakit – sakitan. Sedangkan Ibu Musinem hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu tiap bulannya. Bapak Slamet memiliki 1 orang anak perempuan dan sekarang tinggal di Jakarta bekerja sebagai penjaga toko.

14. Bapak SUNARJAK – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bapak Sunarjak (70 tahun) dan istrinya ibu Kumasi (60 tahun) merupakan Umat Vihara Sukha Mulya Desa Tanjung Wangi Kec. Waway Karya Lampung Timur. Pekerjaan Bapak Sunarjak adalah Petani karet dengan Penghasilan Rp. 250.000 setiap bulannya.

13. Bapak TUKIDI – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bapak Tukidi (75 tahun) dan Ibu Parni (65 tahun) adalah umat Vihara Sukha Mulya Desa Tanjung Wangi Lampung Timur. Pekerjaan Bpk. Tukidi adalah petani dan Ibu Parni sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan Bpk. Tukidi tidak menentu, tergantung dari hasil panen sawah. Bpk. Tukidi menderita penyakit Jantung sejak 2 tahun silam. Sedangkan ibu Parni menderita Asam Urat dan Kelebihan Berat Badan. Jadi tidak bisa bergerak terlalu berlebihan karena tidak mampu menahan berat badan terlalu lama

12. Bapak Poniman dan Ibu Wakijem – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bapak Poniman dan Ibu Wakijem merupakan Umat Buddha Vihara Sukha Mulya Desa Tanjung Wangi Kec. Waway Karya Lampung Timur. Pekerjaan sehari – hari adalah Buruh disawah, banyaknya penghasilan tergantung dari banyaknya pekerjaan yang dikerjakan, tergantung musim yang terjadi di daerah tersebut.

11. Bapak PARIJO – Lampung Timur

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bapak Marijo dan Ibu Painem merupakan Umat Buddha Vihara Sukha Mulya Desa Tanjung Wangi, Kec. Waway Karya Lampung Timur. Pekerjaan sehari – hari adalah menoreh getah karet. Penghasilan tergantung dari harga karet.

10. Romo SURIPTO – Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada Romo Suripto, adalah umat vihara Giri Pramono, dulu semasa masih sehat beliau sangat aktif, tapi kini kondisi nya tidak lagi memungkinkan beliau untuk ke vihara karena terbaring sakit tua. Istri nyapun yang merawat juga sudah tua. Untuk kebutuhan sehari-hari banyak di dukung oleh warga terdekat.

9. Romo SUKADI – Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada Romo Sukadi, beliau adalah mantan ketua Vihara Giri Pramono, saat ini beliau hanya tinggal berdua bersama istri nya. Saat ini sudah tidak bisa bekerja lagi, dulunya berprofesi sebagai buruh tani.

8. Romo MUJITO – Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada Romo Mujito (73 tahun), beliau adalah sesepuh Vihara Giri Pramono. Beliau juga adalah orang yang dulu menghibahkan tanah nya untuk mendirikan Vihara Giri Pramono, saat ini beliau tinggal dengan anak laki-lakinya, meski usianya sudah dewasa namun anak lakinya tersebut belum berumahtangga, istri dari Romo Mujito sudah lama meninggal.

7. Mbah KASIEM – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Mbah Kasiem (80 tahun), beliau umat Buddha Dipa Mulya, Lampung tengah. Suaminya meninggal sudah puluhan tahun, mbah Kasiem sakit-sakitan, beliau mengidap penyakit paru-paru dan harus berobat ke dokter 2 kali dalam satu bulan. Mbah tinggal bersama anaknya yang bekerja sebagai petani.

6. Ibu SUMARMI – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ibu Sumarmi (60 tahun), beliau di tinggal suaminya saat anak nya masih bayi, ibu Sumarmi adalah umat Buddha Vihara Dipa Mulya, Lampung tengah. Beliau tinggal sendiri dan bekerja sebagai buruh tani.

5. Mbah TUKINEM – Lampung Tengah

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Mbah Tukinem (65 tahun), beliau adalah umat buddha Vihara Dipa Cendana, Lampung Tengah. Suaminya telah meninggal lama, dan saat ini ia tinggal bersama cucunya yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan tak seberapa.

4. Mbah MAINEM – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Mbh Mainem (75 tahun), umat Buddha Dipa Cendana, Lampung tengah. Beliau tinggal seorang diri di rumah, suaminya meninggal sudah puluhan tahun. Mbah Mainem bekerja sebagai buruh ladang.

3. Bapak MARSUM – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Bapak Marsum (67 tahun), beliau adalah umat dari Vihara Dipa Cendana Lampung Tengah. Sudah 2 tahun lebih, Pak Marsum tidak dapat beraktifitas normal dan hanya menghabiskan waktunya dirumah saja dikarenakan sakit diabetes yang dideritanya. Ia kebanyakan hanya berbaring saja karena merasakan kondisi tubuh yang lemah dan susah untuk berdiri. Dulunya sewaktu sehat, beliau sangat aktif membantu di Vihara, dan oleh umat dianggap sebagai sesepuh disana. Untuk kebutuhan sehari-hari, dipenuhi oleh istrinya yang bekerja sebagai buruh di ladang. Penghasilan juga hanya cukup untuk biaya makan, sehingga agak terkendala jika ingin melakukan pemeriksaan sakitnya ke dokter,

2.  ROMO KASIMO – Lampung Tengah

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Romo Kasimo (69 tahun), beliau adalah sesepuh di Vihara Dipa Cendana, Lampung Tengah. Sedari muda ia selalu aktif membantu dan berkegiatan di Vihara. Bahkan saat beliau masih sehat, sempat dipercaya menjadi ketua Vihara. Sakit diabetes yang telah dideritanya sejak lama, mengharuskan akhirnya sebulan yang lalu menjalani operasi pada kakinya karena ada bagian yang membusuk. Sampai saat ini setiap hari mengundang ibu Bidan datang kerumah untuk membersihkan lukanya agar tidak bau. Setiap kedatangan ibu Bidan harus membayar 100 ribu untuk jasa dan ganti perbannya. Saat operasi kakinya, romo terpaksa menghabiskan seluruh tabungannya, biaya operasi saat itu mencapai 10 juta rupiah. Romo saat ini tinggal berdua bersama anaknya, istrinya sendiri telah lama meninggal dunia. Anaknya mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh ladang. Penghasilan anaknya dikisaran 35 ribu per harinya, itupun jika sedang dibutuhkan tenaganya. Jika tidak ia terpaksa menganggur dirumah. Saat ini menjadi beban bagi Romo jika memikirkan kelanjutan pengobatannya yang masih memakan waktu cukup lama, selain kontrol harian oleh Bidan, ia juga masih harus kontrol kembali ke rumah sakit.

1. PEMUDA BUDDHIST TEMANGGUNG

Diserahkan dana berbagi kebahagiaan Waisak 2564 sebesar 1 juta rupiah kepada para pemuda Buddhis Temanggung guna mendukung kegiatan Nyadran Perdamaian. Nyadran adalah sarana untuk mendo’akan para leluhur yang sudah mendahuluinya dan mengingat semua perjuangan yang telah dilakukan. Banyak nilai nilai yang terkandung dalam tradisi Nyadran salah satunya adalah menjaga kerukunan diantara masyarakat lokal baik yang se-agama maupun yang berbeda agama. Nyadran dilaksanakan secara turun temurun dari mulai nenek moyang hingga sekarang,

Berikut ini adalah nama harum para dermawan yang telah berkontribusi pada kegiatan berbagi kasih Waisak 2564 yang dikoordinir oleh segenggamdaun.com. Semoga dengan  dana yang diberikan dengan keyakinan dimanapun juga, dapat segera terkondisi berupa kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah; elok dipandang, tampan/cantik, bagaikan keindahan bunga teratai yang mengagumkan. “Di dunia ini ia berbahagia, di dunia sana ia berbahagia; pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu, ia akan berbahagia ketika berpikir, ‘aku telah berbuat kebajikan’, dan ia akan lebih berbahagia lagi ketika berada di alam bahagia.” (Dhammapada, 18). Total Dana Terkumpul per 28 APRIL  2020  Pukul 13.30 wib: Rp. 101.542.898,- Dana yang telah disalurkan adalah sebesar: Rp. 72  juta, kepada  110 orang penerima.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kasih Imlek 2020

Read Next

DOKUMENTASI & NAMA DONATUR BANTUAN DAMPAK COVID-19