DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kasih Imlek 2020

 

163. SIAUW SHUN TJHOI  – Singkawang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Asuk Siauw Sun Tjhoi (58 tahun) berdomisili di kota Singkawang, saat ini tengah dirawat inap di RS Singkawang. Awalnya asuk hanya merasakan tak enak badan saja, dan menjalani pengobatan secara tradisional saja dikarenakan faktor biaya. Namun makin hari, kondisi asuk makin menurun. Hingga akhirnya terpaksa dilarikan ke RS. Asuk sendiri sehari-harinya bekerja sebagai penjual es jajanan anak-anak berkeliling menggunakan gerobak. Memiliki dua orang anak, satu anaknya masih bersekolah.

162. HON TIN & BUN KIE – Kecamatan Saumbang

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Hon Tin, domisili di sagatani saumbang. Hon tin tinggal sendiri dan tidak punya pekerjaan tetap. Ia tinggal menumpang dirumah kerabatnya. 2.) Lie Bun Kie, ai sekarang ini sudah tidak bisa bekerja lagi dan sekarang ini tinggal menumpang dirumah keponakannya. Semasa muda ai bekerja sebagai PRT. Saat ini ai kakinya sudah tidak kuat untuk berjalan. Kebutuhan hidup ai sekarang dibantu oleh ponakannya.

161. LIE PO & HON MIN – Singkawang

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Lie Po, yang berdomisili di jalan Sagatani Saumbang, Singkawang. Lie po tinggal berdua dengan bapaknya yang sudah tua. Pekerjaan Lie po hanya menyadap karet yang hasilnya tidak menentu. 2.) Hon Min, berdomisili di singkawang. Asuk Hon Min bekerja sebagai petani karet dengan hasil tak menentu. Saat ini tidak bisa kerja keras akibat kakinya yang patah sekitar 5 tahun dan dipasang pen. Anak asuk bekerja merantau dan yang kecil masih sekolah.

160. SUHARDI & PHANG KHIUK KHIAN – Pakunam

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Supardi, domisili di jl sagatani pakunam. Bekerja sehari-hari mengurus ternak babi milik majikan. Memiliki 2 anak yang masih bersekolah, untuk tempat tinggal menumpang sebuah rumah sederhana disamping kandang babinya. 2.) Phang Khiuk Khian, domisili di jl sagatani pakunam singkawang. Ai tinggal berdua dengan adiknya, dan mereka tidak berkeluarga. Saat ini ai tidak bisa banyak beraktivitas karena kondisi kakinya yang sakit. Untuk makan sehari-hari mereka kadang mengharapkan belas kasih dari para tetangga sekitarnya.

159. JUN CHUN – Pemangkat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Jun Cun, berdomisili di dsn sui lakum, pemangkat. Ia tinggal dirumah peninggalan orang tuanya. Pekerjaan sehari hari adalah berjualan sayur yang diambil dari hutan atau titipan kerabat yang kadang tidak habis dijual dan harus dibuang. Rumahnya juga tidak punya penerangan listrik, hanya menggunakan lampu pelita untuk penerangan malam hari.

158. LIE PHIN KIE _ Kecamatan Tebas

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Lie Phin Kie yang berdomisili di dsn asam lakum tebas. Asuk sekarang ini sudah tidak bisa bekerja lagi disebabkan kaki asuk sudah tidak bisa berjalan, hanya bisa duduk saja. Semasa sehat asuk menjalani pengobatan tradisional bila diperlukan (tatung), anak asuk harus berhenti bekerja karena harus merawat bapaknya. Dirumah mereka kadang mengambil upahan melipat kertas sembahyang.

157. MUK CHIUNG – Kecamatan Tebas

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Muk Chiung yang berdomisili di dsn datok rongg sempalai kecamatan tebas. Sehari harinya pekerjaan Muk Chiung adalah berjualan es keliling. Istrinya tidak bekerja dikarenakan harus mengurus anak mereka yang masih kecil-kecil.

156. LEI KUAN – Palembang

Diserahakan dana sebesar 500 ribu kepada ai Lei Kuan (67 tahun), hidup berdua bersama suaminya yang bekerja sebagai penjahit baju. Namun sudah beberapa tahun ini sangat sepi orderan.

155. ACU – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Acu (50 tahun). Tinggal mengontrak sebuah kamar kecil di rusun. Bekerja sebagai tukang cuci piring di sebuah rumah makan, masih membiayai mamanya yang sudah sepuh dan seorang anak.

154. LINA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada sdri. LINA, memiliki 2 anak yang masih kecil, dan suaminya saat ini tidak mempunyai pekerjaan. Untuk biaya hidup ia bekerja serabutan membantu di dekat tempat tinggalnya. Saat ini membutuhkan dana untuk membayar kontrakkan yang telah jatuh tempo. Semoga dana ini dapat bermanfaat.

153. SIN MA CHU – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Chu SIn Ma (67 tahun), ia sehari harinya bekerja mengambil upahan membungkus tahu. Suaminya tidak bisa bekerja lagi karena sakit-sakitan. Memiliki seorang anak yang menderita gangguan mental.

152.  LIE KIEM KIEW– Palembang

Ai ini telah beberapa tahun menjanda. Dulunya suaminya adalah orang yang bisa mengobati penyakit non medis, sering dipanggil taipak. Semenjak suami meninggal si ai harus bekerja membantu menjaga anak orang. Saat ini ai sudah tak bekerja lagi karena kondisi fisik yang mudah capek dan kaki yang tak kuat berjalan jauh. Yang menjadi tulang punggung adalah anak laki-laki satu-satunya, selain itu ai juga membiayai 2 cucunya dari anak perempuannya yang telah meninggal.

151. MAK IE – Palembang

Diserahkan dana donatur kepada MAK Ie (72 tahun). Ia tinggal seorang diri disebuah rumah kontrakkan sederhana. Mak Ie sendiri kondisi matanya susah melihat, untuk berjalan ia terpaksa meraba-raba. Untuk kebutuhan makan sehari-harinya diantarkan oleh keponakkannya.

150. SIE HWA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Sie Hwa (48 tahun). Ia tinggal berdua bersama anaknya yang masih duduk di kelas 2 SMP. Suaminya pergi entah kemana. Ia sendiri tidak bekerja lagi, dikarenakan kondisi fisik sering sakit-sakitan. Untuk biaya sehari-harinya, ada adiknya yang membantu.

149. LE HONG – Palembang

Diserahkan dana donatur kepada ama Le Hong (75 tahun). Ama ini tinggal berdua dengan anak perempuannya yang tak menikah. Anaknya menjadi tulang punggung mencari nafkah untuk membiayai mamanya yang sering sakit-sakitan. Bekerja membungkus tahu dengan pendapatan berkisar 20 – 30 ribu setiap harinya. Untuk rumah sendiri mendapatkan tumpangan dari seorang familinya.

148. ONG WEN SEN (66 tahun) – Palembang

Asuk ini menderita sakit maag dan paru-paru sudah bertahun-tahun tak kunjung sembuh. Menikah namun tak mempunyai keturunan. Untuk membiayai hidup, istrinya bekerja sebagai tukang cuci baju dengan penghasilan lebih kurang 800 ribuan.

147. WANG SEN NGO (67 tahun) – Palembang

Sudah 10 tahun ini ai hanya berdiam dirumah saja dan tak bekerja, karena kondisi badan yang sering sakit-sakitan terutama bagian kaki yang susah untuk berjalan. Mempunyai 1 orang anak perempuan dan 4 orang cucu. Anaknya juga dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Sehari-hari anaknya berjualan mie rebus didepan sebuah sekolah.

146. ONG HE LAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Ong He Lan (62 tahun). Ai ini tinggal berdua bersama suaminya, dan dari pernikahannya tak memiliki anak. Suaminya bekerja membersihkan ayam potong, itupun jika ada yang menggunakan jasanya,. Ai ini setahun yang lalu pernah terjatuh dan mengalami retak pada pinggulnya. Dokter menyarankan untuk dioperasi. Karena tiada dana maka si ai hanya mengkonsumsi obat-obatan tradisional saja.

145. THE CAU SEN  – Palembang

Diserahkan dana donatur kepada asuk The Cau Sen (75 tahun).Asuk ini menderita stroke sehingga susah buat menggerakkan anggota tubuhnya. Istrinya yang dulu menjadi tulang punggung dengan berjualan mie ayam telah meninggal dunia. Mempunyai 5 anak, satu orang baru meninggal dan satu anaknya sekarang menderita sakit hepatitis dan harus berbaring saja. Untung ada satu anak perempuannya yang bekerja dengan penghasilan 800 ribu perbulannya. Untuk anaknya yang sakit hepatitis, setiap minggu harus menebus obat yang tak ditanggung oleh BPJS.

144. LAUW GIOK LAM – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Liaw Giok Lam. Di usianya yang telah 72 tahun lebih, ia masih berusaha mencari nafkah dengan mengumpulkan plastik bekas air mineral. Asuk sendiri mengontrak sebuah rumah sederhana dengan bayaran sebesar 600 ribu setiap bulannya. Menurut asuk penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, itupun makanan yang sangat sederhana. Biaya kontrak rumah menjadi beban yang cukup memusingkan asuk saat ini.

143. LIM HAN TIONG – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Lim Han tiong (72 tahun). Tinggal seorang diri disebuah kontrakkan yang sekaligus dijadikan tempatnya menampung hasil memulung. Ia tak bekeluarga. Setiap harinya ia berkeliling mencari botol plastik, selanjutnya dikumpulkan sampai banyak baru dijual.

142. WO TENG MON – Palembang

Wo Teng Mon (67 tahun), semenjak lahir menderita cacat pada kakinya. Hal inilah yang menyebabkan ia susah untuk dapat bekerja berat,pendidikan juga tidak ada. Dulu sempat bekerja pada sebuah toko, namun karena pasaran sepi akhirnya ia berhenti pada tahun 2005. Adik perempuan yang satunya bernama Wo Sui Seng (65 tahun), dari muda tidak pernah keluar rumah karena menderita gangguan jiwa. Cuma beberapa tahun ini membaik,sehingga ia bisa membantu kegiatan dirumah seperti memasak dan mencuci. Mereka berdua tinggal disebuah rumah yang sangat sederhana,nyaris dikatakan kumuh. Rumah itu juga merupakan pinjaman dari seorang kerabatnya. Untuk saat ini mereka tidak ada pemasukkan apa-apa. Untuk makan setiap bulan ada donatur yang memberi beras. Untuk lauk pauknya mereka mengambil saja tanaman yang tumbuh dihalaman rumah mereka.

141. Ci LOREN – Jakarta

Diserahkan dana donatur keapada ci Lorenca, ia sehari-harinya bekerja keras demi membiayai 2 anaknya yang masih bersekolah. Pagi hari ia berjualan kue keliling, malamnya ia akan berjualan balon di pusat keramaian. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi ci Loren dan anak-anaknya.

140. HIE SAN LIU – Kalbar

Diserahkan dna donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Hie San Liu yang berdomisili di dusun cempaka, sui duri. Asuk sehari-harinya berjualan ikan keliling, mempunyai 5 anak yang semuanya masih bersekolah. Penghasilan asuk juga tidak menentu. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi asuk dan keluarganya.

139. TJIA BUN SIT – Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Tjia Bun Sin yang berdomisili di parit kebayan kec Siantan. Asuk sekarang ini menderita sakit paru-paru dan batu empedu. Pekerjaan asuk sebelum sakit adalah be kerja dikandang ayam. Sekarang asuk menumpang dirumah saudaranya akibat tak mampu lagi membayar kontrakkan. Pengobatan asuk tidak bisa maksimal karena biaya,

138. BONG NYAN KONG – Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Bong Nyan Kong (61 tahun), semenjak setahun terakhir ini hanya dapat terbaring saja dikarenakan menderita penyakit infeksi paru-paru dan pembengkakan kelenjar Hilus, serta terindikasi tumor paru. Mungkin penyakit yang dideritanya ini dikarenakan kebiasaannya dahulu saat menyemprot kebunnya dengan pestisida dan tak menggunakan masker. Saat ini ia berobat menggunakan BPJS di RS kota Pontianak.

137. KON MIAU TJIN – Sambas

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada ai Kon Miau Tjin, yang sudah menjada sekitar setengah tahun lalu dikarenakan suaminya meninggal karena sakit. Ai harus menanggung biaya hidup anaknya yang masih bersekolah. Ai sekarang bekerja dikebun kelapa milik kerabatnya .

136. Istri BHEN KHIONG HIN – Sambas

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada istri Ben Khiong Hin yang saat ini menderita kanker rahim, karena kondisi ekonomi tidak bisa menjalani pengobatan maksimal. Ahin sendiri sehari-harinya mencari nafkah dengan menjadi sopir angkutan umum. Mobilnya disewa dan setiap hari harus menyetor ke pemilik. Penghasilan tak menentu, kadang malah untuk setoran saja tidak cukup.

135. SIAU LING – SAMBAS

Telah diserahkan dana donatur sebesar Rp. 1 juta, kepada adik Siau Ling yang menderita lumpuh. Saat ini Siau Ling hanya bisa terbaring saja, untuk makan harus menggunakan selang. Dan setiap hari harus di terapi uap nebulizer guna mengeluarkan dahaknya. Ayah Siau Ling bekerja membantu di sebuah warung kopi didekat rumahnya dengan penghasilan 30 ribu sampai 50 ribu perharinya. Siau Ling memiliki seorang adik berusia 3 tahun, ibunya tak dapat membantu mencari nafkah karena harus menjaga Siau Ling dan adiknya. Kebutuhan bulanan selain susu, pampers dan penggantian selang makan, serta fisio terapi yang tak dijamin BPJS.

134. LO CHIN CHIAN – Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Asuk Lo Cin Chian (61 tahun), sudah setahun lebih ini menderita pembengkakan pada lehernya. Namun ia belum pernah memeriksakannya ke dokter, alasan yang dikemukakannya adalah karena ketiadaan biaya. Jika malam maka leher asuk dirasakan sakit sekali. Asuk sendiri hidup membujang, dan bekerja sehari-harinya menjaga gudang barang bekas.

133. Ama KUI HUA – Palembang

DIserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Kui Hua, ia tinggal berdua bersama suaminya yang juga sakit-sakitan. Memiliki anak yang telah bekeluarga dan rumah sendiri, namun katanya anak anaknya jarang menjenguk mereka.

132. LETY – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Lety, ia sehari-hari berjualan sayur keliling untuk membiayai 2 anaknya yang masih kecil kecil.

131. NG PHIAN NIO – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada ama Ng Phian Nio (62 tahun), suaminya telah lama meninggal. Ia dibiayai hidupnya oleh anaknya yang berjualan sayur keliling dengan pendapatan tak menentu.

130. Achiau – Palembang

Diserahkan dana donatur kepada Asuk Achiau (60 tahun), ia hidup seorang dan tidak bekeluarga. Untuk sehari-harinya ia membantu disebuah kelenteng. Tempat tinggalnya juga menumpang kesana kemari.

129. ANYUN & BONG MIE TOAN – Sungai Liat 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada 1.) Kuku Anyun (70 tahun), bekerja sebagai tenaga honor disebuah konveksi bagian buang benang. Beliau merupakan janda dengan seorang anak, namun saat ini dia tidak mengetahui keberadaan anaknya yang pergi tanpa kabar. Semoga bermanfaat. 2.) Ama Bong Mie Toan (72 tahun), biasa dipanggil dengan sebutan Ipho oleh penduduk sekitarnya. Ia adalah seorang janda, memiliki seorang anak lelaki, dan menurut keterangan tetangganya bahwa anaknya tersebut jarang memberi uang padanya. Untuk kebutuhan makan sehari hari diberi oleh keponakannya, yang juga dengan ekonomi susah.

128. Asuk ACHIOK & Tante LUCY – Jakarta

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Asuk Achiok (62 tahun), Dulunya ia mencari nafkah dengan berjualan otak-otak keliling, namun semenjak menderita stroke beberapa tahun lalu menyebabkan sampai saat ini sebelah tangannya tak dapat bergerak. Saat ini ia hanya berdiam dirumah saja, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terpaksa istrinya berkerja serabutan mencuci baju dirumah tetangga. Pekerjaan itu pun tidak rutin, hanya jika ada yang meminta saja. 2.) Tante Lucy hidup sebatang kara dan tinggal disebuah kost. Untuk membiayai hidupnya ia bekerja sebagai buruh buang benang disebuah konveksi, tapi itu tak rutin hanya saat ada orderan saja. Untuk biaya makan juga dibantu sama teman-temannya. Setelah imlek ini si tante akan dimasukkan ke panti jompo, karena tidak ada yang mengurus dan jika tinggal di panti akan banyak teman dan bantuan untuk dirinya.

127. CI SUSI & ASUK AYUNG – Jakarta

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada : 1.) Ci Susi (50 tahun) , suaminya baru saja meninggal, ia juga merawat papanya yang sudah tua. Untuk biaya hidup ia bekerja berjualan makanan keliling 2.) Asuk Ayung (77 tahun), saat ini tidak bekerja lagi karena kondisi kesehatannya. Menumpang tinggal dirumah saudaranya. Saudaranya juga bekerja pas-pasan.

126. SUPARMAN & RENDY – Jakarta

Diserahkan dana donatur masing-masing sebsar 500 ribu kepada: 1.) Suparman (65 tahun), tinggal disebuah kost sempit dan saat ini ia tidak bekerja lagi. Tidak bekeluarga dan tinggal bersama adiknya yang juga tidak bekeluarga. Untuk makan sehari harinya hanya mengharapkan dari hasil kerja adiknya disebuah toko. 2.) Rendy (45 tahun), tidak menikah dan hidup seorang diri disebuah kontrakan sederhana. Sehari harinya berjualan mainan disebuah sekolah dekat tempat tinggalnya.

125. FIFI MULIAWAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Fifi Muliawan (35 tahun), menderita diabetes dari tahun 2012 dan saat itu pernah mencapai kadar 500 lebih. Memiliki seorang anak yang berusia 8 tahun, suaminya berprofesi sebagai pembuat roti yang dititipkan ditoko-toko. Seperti keterangan suaminya, bahwa mereka selama 7 tahun ini secara keuangan sudah habis-habisan guna membiayai pengobatan istrinya.

124. YAP SO KUI – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada Yap Sokui, yang merupakan seorang single parent yang harus membiayai 2 anaknya yang masih bersekolah di SMA. Sehari-hari ia bekerja semenjak fajar hingga malam hari. Pagi hari dimulai menjajakan tahu berkeliling, siang hari ia menjajakan roti, dan malam hari ia membuat dagangan seperti pop corn yang dikemas untuk dititipkan di kantin.

123. YAP GUA NA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Yap Gua Na (86 tahun), ia tinggal bersama seorang putranya disebuah kontrakkan sederhana. Anaknya sendiri bekerja sebagai sales kantong plastik dengan penghasilan minim. Semoga dana ini bermanfaat bagi Ama.

122. TAN CUI MEI – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Cui Mei (58 tahun), ia sehari-harinya membantu suaminya bekerja menjaga kandang ayam di dekat rumahnya. Penghasilan yang didapat mereka hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.

121. NG A CUN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Acun, ia sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci baju. Suami sudah tidak ada lagi, anak tunggalnya bekerja disebuah toko dengan penghasilan pas-pasan.

120. OEY KHOK KHIM – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Khok Khim (67 tahun), ia tinggal sendirian disebuah rumah sederhana. Pernah beristri dan memiliki anak, namun menurut keterangannya mereka pergi entah kemana. Untuk kebutuhan sehari-hari asuk menukarkan tanaman ubi dihalaman rumahnya dengan keperluan sehari-hari seperti beras.

119. LIM TJIN KIET – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Tjin Kiet (76 tahun), ia bekerja membantu memasak jika ada hajatan atau perayaan di kelenteng. Tinggal bersama istri dan seorang anaknya yang mengalami gangguan jiwa.

118. CHO CIN YEN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Chin Yen (70 tahun), ia saat ini tidak dapat lagi bekerja mencari nafkah dikarenakan matanya menderita rabun. Untuk beraktivitas didalam rumah saja ia kesulitan. DUlunya ia berjualan kue di pasar. SUaminya juga tidak dapat bekerja dikarenakan menderita sakit pada kakinya, dan kebanyakan hanya berbaring saja. Memiliki 2 anak perempuan yang baru tamat SMA, dan saat ini baru diterima bekerja.

117. YI SEK MEN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Sek Men (70 tahun), sudah 5 tahun ini ia mengalami kebutaan disebakan kecelakaan kerja. Saat itu dia bekerja di sebuah tempat pemotongan kayu, tak sengaja serpihan kayu mengenai matanya. Sempat berobat namun lambat laun ia mengalami kemunduran penglihatan. Memiliki seorang anak yang masih bersekolah SMA, untuk biaya hidup istrinya bekerja sebagai tukang cuci baju.

116. Asuk A ON (83 tahun) – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada suk A ON , tinggal disebuah rumah kontrakan bersama seorang anaknya yang belum menikah. Asuk punya seorang anak perempuan lagi, namun saat ini menderita depresi dan diharuskan tinggal di RS Jiwa. Untuk biaya hidupnya, anak asuk membuat kue Gethuk dan dijual berkeliling. Kondisi kesehatan asuk juga sudah kurang baik, asuk tak bisa berdiri atau berjalan jauh. Dan kondisi penglihatan juga sudah rabun.

115. LIONG LE – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Liong Le. Saat ini ia mencari nafkah sebagai penjaja kopi bubuk keliling. Mengontrak sebuah kamar kost sempit dengan bayaran 150 ribu per minggu. Dulunya ia adalah seorang pengusaha yang cukup sukses, namun semuanya itu lenyap dalam waktu singkat. Ia saat ini hidup seorang diri, sempat bekeluarga namun istri dan anaknya telah pergi entah kemana.

114. GIN HWA – Palembang

DIserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Gin Hwa (70 tahun), ia tidak menikah dan hidup seorang diri disebuah kontrakkan sederhana. Ia juga tidak bekerja, untuk kebutuhan sehari-hari mengharapkan uluran dari sekitarnya.

113. APEK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Apek (61 tahun), ia sendiri tidak mempunyai pekerjaan dikarenakan kondisi kakinya yang tak sembuh sembuh karena mengalami kecelakaan saat kerja. Untuk makan sehari hari, ia mengharapkan belas kasihan dari sekitarnya.

111. TENG SAN – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada sdr. Tengsan (67 tahun), saat ini sudah tidak dapat bekerja lagi dikarenakan kondisi kesehatan yang kurang baik. Dulunya ia sering membantu di kelenteng jika ada kegiatan. Sdr. Teng San hidup seorang diri, anak satu-satunya bekerja merantau di luar kota.

110. 6 Orang Petugas Kebersihan Kelenteng di Palembang

Diserahkan dana donatur masing-masing 500 ribu kepada 6 orang petugas kebersihan kelenteng di kota Palembang. Yaitu Johan, Kontet, Benny, Came, Awa dan Acai. Mereka secara umum kehidupan ekoomi kurang mencukupi karena ada tanggungan keluarga. Semoga dana donatur ini dapat sedikit meringankan beban dan bermanfaat bagi mereka.

109. HENDRY – Palembang

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Hendri yang telah hampir 5 tahun menderita stroke. Hendri dulunya adalah seorang karyawan di bagian gudang pada sebuah perusahaan distributor. Namun suatu hari ia tak sengaja tertimpa besi yang jatuh mengenai belakang kepalanya. Semenjak itu ia mengalami masalah pada syaraf geraknya. Namun ia berusaha untuk tetap bekerja dan berangkat menggunakan motor. Namun suatu hari ia mengalami kecelakaan. Dan saat kondisinya mulai membaik, ia kembali terserang stroke. Hendry pernah menikah dan memiliki seorang putri yang saat ini mungkin berusia 9 tahunan. Namun semenjak Hendry terkena stroke, istrinya tak pernah pulang dan Hendry sendiri diantarkan kerumah mamanya. Dengan anaknya pun Hendry tak pernah berjumpa beberapa tahun ini karena putus kontak. Hendry saat ini dirawat saudaranya, mamanya pun baru meninggal dunia beberapa hari lalu. Untuk biaya hidup untungnya ada adiknya yang bekerja disebuah toko.

108. NG GUAM HOK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ng Guan Hok (64 tahun), ia dan istrinya saat ini hanya tinggal dirumah saja dan tidak lagi bisa mencari nafkah. Untuk kebutuhan sehari-harinya mengharapkan dari putranya yang berprofesi sebagai tukang ojek.

107. KHO BIEN NA (83 tahun) – Palembang

Diserahkan dana sebesar 1500 ribu kepada ama Bien Na yang saat ini tengah sakit. Awalnya ama menderita benjolan didekat lehernya. Setelah diperiksakan ke dokter dan dilakukan berbagai pemeriksaan lab, dinyatakan ama menderita kanker kulit. Mengingat usianya, anak-anaknya memutuskan untuk diobati secara tradisional. Semua anak-anaknya juga dengan tingkat ekonomi yang sederhana.

106. THENG A MUI – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada ai A mui, ia dulunya bekerja mencuci baju. Namun sekarang menjadi penjaja cakkwe keliling. Cakkwe tidak dibuat sendiri,namun menjualkan punya tetangganya. Penghasilan tak menentu berkisar 20 sampai 30 ribu perhari. Mengumnpulkan uang untuk dapat membayar sewa rumah sebesar 5.5 juta setiap tahunnya. Suami tak bekerja karena masalah penglihatan yang rabun, sudah pernah menjalani operasi katarak namun tetap tidak ada perubahan. Mempunyai anak laki-laki yang membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai buruh di pasar.

105. NG GUAM LAI – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Guam Lai, suaminya bekerja membantu disebuah kelenteng. Ia sendiri mengambil upahan mencuci baju. Memiliki 4 orang anak yang masih sekolah.

104. KHO BUN SAN (60 tahun) – Palembang

Diserahkan dana sebesar500 ribu kepada acek Bun San, ia sehari-hari bekerja membantu bersih bersih dikelenteng. Belum setahun ini, istrinya meninggal dunia karena kanker. Lalu disusul juga oleh anak laki-lakinya yang meninggal karena sakit. Saat ini satu putranya yang lain dijebloskan ke penjara karena tertangkap mengkonsumsi narkoba. Acek sangat terpukul dengan rentetan peristiwa duka ini. Saat ini ia tinggal bersama putranya yang lain, yang menderita gangguan mental.

103. ONG A HENG – Palembang

Diserahkan dana sebesar 500 ribu kepada A heng, ia hidup membujang, tinggal menumpang dirumah kerabatnya. Untuk keperluan sehari-harinya ia bekerja sebagai tenaga kebersihan di sebuah kelenteng.

102. BENI LIU – Bogor

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada ko Beni Liu, warga Bogor yang semenjak pertengahan tahun 2018 menderita Tumor pada lehernya. Saat ini tengah menjalani kemoterapi rutin setiap minggunya yang mengharuskan ia bolak-balik dari Bogor ke RS Dharmais di Jakarta. Semoga sedikit dana ini dapat membantu, terutama biaya transportasinya.

101. SIM CIN MEY – Tanggerang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Herlisa (Sim Cin Mei, 33 tahun) semenjak tahun 2015 lalu dikarenakan terpeleset dirumahnya yang kebanjiran, hingga saat ini kakinya tidak dapat berfungsi normal. Setelah kejadian tidak langsung berobat ke dokter namun hanya secara tradisional saja. Pada tahun 2016 baru berobat kedokter dan ternyata tulang kakinya tersebut patah dan keropos. Dengan menggunakan BPJS sudah pernah dioperasi dan dipasang pen, dan sampai saat ini masih rutin kontrol ke RS. Untuk bergerak membutuhkan bantuan tongkat, kendala saat ini, walaupun berobat menggunakan BPJS namun untuk transportasi dan kadang ada jenis obat tertentu yang harus ditebus pribadi. Cin Mei sendiri memiliki 2 orang anak, ia sendiri telah menjanda karena suaminya menikah lagi. Untuk biaya sehari-hari, ia berusaha mengumpulkan barang rongsokkan yang selanjutnya dipilah-pilah dan dijual lagi ke penampungan barang rongsokan.

100. LO CUNG FA – Jakarta

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ai Lo Cung Fa alias Afa alias Leta (59 tahun). Ia sempat menikah namun ditinggalkan suaminya pergi. Ia juga pernah mengangkat seorang anak, namun setelah dewasa, anak tersebut meninggalkannya entah kemana tanpa kabar. Sekarang ia bekerja menjadi tukang jahit disebuah konveksi. Ia tidak mempunyai rumah, dan menyewa sebuah kost-kostan sederhana. Setiap hari ia bekerja mulai pukul 8 pagi, dan kadang bisa sampai jam 10 malam jika sedang ada banyak orderan yang diterima konveksi. Penghasilan yang ia dapatkan hanya cukup untuk makan sehari-hari dan membeli baju untuk dirinya jika ada kelebihan. Ai juga mempunya penyakit darah tinggi dan kolestrol yang mengharuskan ia rutin mengkonsumsi obat-obatan. Ai tak mempunyai sanak keluarga yang bisa membantunya. Bisa dikatakan saat ini ia hidup seorang diri di dunia ini. Setiap lusin baju yang dijahit ia memperoleh upah 35 ribu rupiah, sehari ia bisa menyelesaikan 7 sampai 10 baju.

99. SUHARTATI – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur kepada ii Suhartati (48 tahun), suaminya bekerja serabutan dengan penghasilan tak tetap. Masih memiliki 2 anak yang bersekolah.

98. APIN – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur kepada sdr. Apin (40 tahun) yang berdomisili di sunai liat, saat ini sdr. Apin tidak memiliki pekerjaan tetap, ia tinggal bersama papanya yang juga tidak bekerja dikarenakan kondisi kesehatan yang sering sakit-sakitan.

97. TIEN PO – Singaraja

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Tien Po (65 tahun), beliau tinggal seorang diri disebuah kontrakkan. Tidak bekeluarga, dan untuk biaya hidup ia membuat mainan anak-anak yang terbuat dari kertas karton untuk dijual.

96. CIKNYO – Singaraja

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ciknyo (65 tahun), beliau saat ini sudah tidak dapat melihat lagi, dan tinggal berdua bersama anaknya yang juga secara ekonomi tidak begitu baik.

95. LIE KWEE NIO – Singaraja

Diserahkan dana bantuan donatur sebesar 500 ribu kepada ibu Kwee Nio. Secara ekonomi mereka agak kesulitan, karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

94. TAN SUN ENG – Singaraja

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Tan Sun Eng yang saat ini hidup seorang diri. Saudaranya yang tinggal bersamanya belum lama ini meninggal dunia. Ia sendiri tidak menikah dan tidak memiliki banyak kerabat. Untuk makan sehari-harinya, menantikan uluran tangan para tetangganya.

93. TAN LAI ING – Singaraja

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Tan Sui Ing (65 tahun), beliau tinggal seorang diri dan untuk kebutuhan hidupnya ia bekerja mengumpulkan barang-barang rongsokkan. Namun akhir-akhir ini karena kondisi kakinya yang sakit dikarenakan rematik, membuatnya tidak bisa berjalan jauh untuk mencari rongsokkan. Kadang-kadang untuk makan ada tetangganya yang membantu.

92. BIE ENG – Singaraja

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada AMa Bie Eng (60 tahun), beliau tinggal seorang diri dan tidak berkeluarga. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia bekerja serabutan seperti mengumpulkan barang bekas.

91. ACEK SIN ALY – Singaraja 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Sin Aly (70 tahun), hidup seorang diri dan sudah tidak bisa bekerja lagi. Saat ini ia menderita penyakit Asma yang sudah dideritanya cukup lama, dan makin hari makin bertambah parah. Untuk makan sehari-hari ia menunggu keponakannya mengantarkan kepadanya.

90. LIE BAN TJUAN – Singaraja

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Lie Ban Tjuan (60 tahun) yang berdomisili di Jalan Obi, Singaraja. Ia sendiri tidak dapat bekerja lagi dikarenakan menderita depressi. Untuk biaya hidup hanya mengharapkan istrinya yang berjualan keliling menjajakan jajanan anak-anak.

89. KADEK PRASETYA – Singaraja

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada sdr. Kadek Prasteya, yang saat ini menderita sakit kelainan darah yang disebut Anemia Plastik. Ia sering bolak-balik RS untuk dirawat, semoga dana bantuan ini dapat sedikit meringankan bebannya untuk tetap melanjutkan pengobatannya.

88. BUN SIU HIAN – Sei Purun, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Bun Siu Hian, domisili di sui purun kecil. Ahian hanya bekerja dibengkel tambal ban dan perkerjaannya juga serabutan dan tidak tetap. Memiliki 2 orang anak yang masih bersekolah.

87. CEN KET SHIN – Sei Purun, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cen Ket Shin, domisili di sui purun kecil. Asuk Ket Shin ini tinggal sendiri dirumah milik yayasan. Semasa muda asuk bisa mengobati orang yang sakit. Karena sudah berusia lanjut, ia tidak bisa lagi banyak melakukan aktivitas, karena ia juga sakit-sakitan. Untuk kebutuhan hidup ia mengharapkan bantuan dari kerabat disekitarnya.

86. TJONG JUK FIH – Sei Purun, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Tjong Juk Fih, domisili di sui purun kecil, kecamatan sui pinyuh. Juk Fih memiliki 5 orang anak yang masih kecil-kecil. Tidak punya pekerjaan tetap, hanya serabutan jika ada yang memanggil hendak memakai jasanya.

85. FAM SHE KIONG – Sambas

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Fam Se Khiong, domisili di dusun Sutera desa Makrampai kec tebas kab Sambas. Se Khiong bekerja di toko mebel dengan upah minim, memiliki 2 anak yang masih kecil. Istrinya tidak dapat membantu mencari nafkah karena harus mengurus anak anak.

84. AJI AKIW & AKHIU AFO – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Aji Akiw (71 tahun) tinggal bersama adiknya yang biasa dipanggil Akhiu Afo (61 tahun). Mereka hanya tinggal berdua, karena suami dari Aji Akiw sudah meninggal, dan dari pernikahan tersebut, mereka tidak dikaruniai anak. Sedang adiknya akhiu Afo tidak pernah menikah. Saat ini mereka berdua tidak bekerja lagi, untuk biaya hidup sehari-hari, mengharapkan bantuan dari warga sekitar.

83. AI TJOK MIE SIT – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur dalam kegiatan Berbagi Kebahagiaan IMLEK 2020 sebesar 1 juta rupiah kepada AI Tjok Mie SIt (59 tahun), memiliki seorang anak bernama Linda (16 tahun) yang masih duduk di kelas 3 SLTP. Ketika berumur 2 tahun, Linda terjatuh dari meja, dan semenjak itu ia harus menggunakan tongkat untuk kegiatan sehari-harinya. Untuk kebutuhan sehari-hari mengharapkan dari hasil ternak yang tidak seberapa.

82. LIM AI HUI – Peniti Besar, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Lim Ai Hui, domisili di Peniti besar segedong. Keluarga ai Ahui, suaminya hanya bekerja di kebun kelapa yang lahannya hanya 1 ha, itupun batang kelapa yang sudah tua dan tidak bisa menghasilkan buah yang banyak. Ai sekarang ini tidak bisa membantu kehidupan keluarga disebabkan kaki ai yang sakit dan harus dibantu dengan tongkat. Anak ai ada satu orang dengan pendidikan hanya SD, dan membantu ai dan keluarga.

81. LIM SIAT LIE – Parit Lintang, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Lim Siat Lie, domisili di Parit Lintang bujur. Suami Ai sudah lama meninggal lebih dari 20 tahun lalu. Untuk bertahan hidup dan membesarkan ke 3 anaknya, ai bekerja mengupas kelapa. Anak ai ada yang bisu dan cacat mental, sehingga tidak banyak bisa membantu ai mencari nafkah. Saat ini ai tidak bisa bekerja lagi dikarenakan penglihatan yang mengalami kebutaan.

80. SHIN BUN – Segedong Peniti, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Shin Bun, domisili di Segedong peniti. Asuk ini tinggal seorang diri disebuah gubuk, untuk makan sehari-harinya mengharapkan uluran tangan dari penduduk sekitarnya yang merasa iba dengan kondisi asuk.

79. KOK FUT KHIONG – Sei Purun Besar, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Kok Fut Khiong, domisili di Sei purun besar. Keluarga Akhiong bekerja sebagai petani dengan lahan yang digarap hanya 1/4 ha, dan itu juga lahannya disewa. Tahun ini ia gagal panen dikarenakan hama. Semoga dana bantuan donatur ini dapat bermanfaat bagi akhiong dan keluarganya.

78. DJONG LION EN – Peniraman, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Djong Liong En, domisili di desa Karya Peniraman. Pekerjaan asuk hanya becocok tanam di halaman rumahnya yang tidak begitu luas. Tahun ini asuk gagal panen dikarenakan serangan hama dan binatang. Anak asuk ada 2 orang yang menderita gangguan mental.

77. VIVIAN – Sei Purun, Mempawah

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Vivian yang berdomisili di desa sei purun Mempawah. Suami Vivian saat ini sedang tidak ada pekerjaan tetap, ia biasanya bekerja di bangunan jika sedang ada proyek.

76. DJI TEK KONG – Mempawah, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Dji Tek Kong, berdomisili di sei purun kecil, mempawah. Asuk tek kong sekarang ini sudah tdk bisa bekerja lagi semenjak 8 tahun lalu akibat menderita stroke. Dulunya asuk bekerja di bengkel sepeda. Sekarang ini untuk menopang ekonomi keluarga istrinya bekerja sebagai tukang cuci baju dengan upah 250 ribu/bulan.

75. NJAM DJAN LIM – Sei Purun, Kalbar 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Njam Djan Lim, berdomisili di dusun sui purun. Alim bekerja dibengkel tambal ban dengan gaji harian. Saat ini ia tidak bekerja, karena istrinya baru saja melahirkan. Dan ia harus membantu menjaga anak-anaknya yang masih kecil-kecil.

74. DJONG HIN TJHAI – Desa Peniraman, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Djong Hin Tjhai (84 tahun), berdomisili di desa Peniraman. Ama sekarang tinggal dan dirawat oleh keponakannya. Keponakannya juga dengan latar ekonomi kekurangan. Kondisi kesehatan ama sering sakit-sakitan, dan kakinya selalu nyeri sehingga susah untuk berdiri.

73. KHONG KET PIN – Desa Peniram, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Khong Ket Pin, yang berdomisili di desa Peniram kecamatan sui pinyuh. Apin tinggal dengan 2 anaknya yang masih kecil, dimana istri apin telah meninggal sekitar setengah tahun lalu akibat sakit. Anak apin masih bersekolah semua, pekerjaan apin hanya mengambil upahan memetik buah kelapa yang harus dipanjat. Per batang kelapa dengan upah 3 ribu rupiah.

72. TJUNG MIAU FUNG – Sei Purun, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Tjung Miau Fung, yang berdomisili di dusun Sui Purun kecil. Asuk sendiri tidak menikah, dan telah menderita stroke semenjak 20 tahun lalu. Asuk menumpang tinggal dirumah keponakannya yang juga dengan ekonomi tidak baik. Suami keponakan asuk tersebut bekerja sebagai sopir dengan penghasilan yang tidak menentu.

71. BHONG SHAK FUNG – Sebawi, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Bong Shak Fung, yang berdomisili di dusun Maksari kecamatan Sebawi. Ai sekarang sudah tidak bisa bekerja lagi akibat menderita stroke semenjak 1 tahun lalu. Sekarang ini Ai tinggal dengan anaknya dan 2 cucunya. Menantu ai sudah berpisah dengan anaknya. Anak ai ini juga tidak mempunyai pekerjaan tetap hanya kerja serabutan jika ada yang membutuhkan saja. Dan ia harus membiayai 2 anaknya yang masih bersekolah.

70. AMA YO CAP NIO – Tanggerang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada Ama Yo Cap Nio (73 tahun), beliau telah di tinggal suami sejak tahun 2016 lalu. Saat ini tinggal bersama anaknya yang bernama Vivi, Vivi juga di tinggal meninggal suaminya sejak tahun 2018 lalu karena menderita sakit paru-paru akut dan memiliki seorang anak berusia 4 tahun. Saat ini penghasilan yang di terima hanya dari menjual rongsokan dan batok kelapa.

69. CI MELAN – Tanggerang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ci Melan (55 tahun), yang merupakan seorang single parent. Baru 1 tahun lalu suaminya meninggal dunia karena sakit. Ci Melan dulunya sehari-hari bekerja  sebagai tukang potong untuk bahan sendal jepit. Setiap karung hasil kerjanya diberikan upah sebesar 6 ribu rupiah. Memiliki 3 orang anak, yang sulung telah putus sekolah dan tengah mencari pekerjaan, anak ke 2 dan ke 3 masih duduk di bangku SMP dan SD.

68. ENCIM RONI – Tanggerang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada encim Roni, tinggal disebuah gubuk yang reyot dan banyak bocornya. Mempunyai 1 orang anak dan 6 cucu. Karena anaknya bercerai dan menikah lagi, hingga sebagian cucunya encim Roni yang merawatnya. Encim juga menderita berbagai penyakit seperti diabetes dan asam urat, ia juga pernah terjatuh sebanyak 9 kali.

67. AI LIM A HIANG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Lim Ahiang (56 tahun), suaminya telah lama meninggal. anak-anaknya juga sudah bekeluarga dan berdomisili di luar kota. Ia sendiri mengharapkan pesanan kue, cuma kondisi saat ini sepi orderan, sehingga kadang untuk kebutuhan sehari-hari saja sulit.

66. Acek TAN RUDY – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Rudi (70 tahun), acek sendiri telah menderita stroke selama beberapa tahun. Untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan berpindah posisi harus dibantu istrinya. Mereka memiliki seorang anak yang berusi 15 tahun dan masih sekolah. ACek sendiri tinggal dirumah susun, menempati sebuah petak sempit dimana ruangan tersebut difungsikan baik untuk tidur, makan dan lainnya.

65. Acek OH KIM SUI -Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Kim Sui ( 62 tahun), acek memiliki 9 orang anak. Hanya bekerja mengumpulkan barang bekas. Anak-anaknya ada yang masih bersekolah. ACek sendiri tidak dapat bekerja berat karena menderita sakit turun berok.

64. Ai ANI LIM – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Ani Lim ( 50 tahun), sehari hari mengambil upahan menjahit baju, yang penghasilan tidak pasti karena tidak setiap saat ada permintaan. Suaminya saat ini tidak bekerja karena mengalami cidera pada tangan karena kecelakaan.

63. Ai CING HOA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Ching Hoa (50 tahun), memiliki 4 anak, 2 orang sudah bekeluarga, dan 2 lagi masih bersekolah. Suaminya sudah meninggal 3 tahun lalu, dan ia tidak dapat lagi bekerja dikarenakan sakit pada bagian kakinya. Untuk biaya hidup sehari harinya menantikan pemberian dari anaknya.

62. AI ALAN ONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Alan Ong (55 tahun), suaminya baru saja meninggal 3 bulan lalu karena sakit tumor perut. Saat ini ia bekerja sebagai buruh cuci baju untuk membiayai 2 anaknya yang masih bersekolah.

61. THENG A Ting – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Theng A ting (53 tahun), sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci baju. Memiliki 3 anak yang semuanya masi bersekolah. Semoga dana ini bermanfaat bagi keluarganya.

60. KONG CIN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Kong Cin (66 tahun), sehari-harinya menjual bensin literan didepan rumahnya. Memiliki 4 anak yang sudah bekeluarga semuanya. Anaknya yang bungsu saat ini menderita tumor pada pinggangnya dan membutuhkan biaya berobat yang tidak sedikit.

59. OH GUAN NIO – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Oh Guan Nio (55 tahun), memiliki 2 anak yang belum bekerja. Suami sendiri bekerja serabutan dengan penghasilan tidak pasti.

58. Ama LIU MA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Liu Ma (82 tahun), saat ini ama tinggal bersama seorang cucunya yang mengalami gangguan jiwa. Ama sendiri tidak bekerja lagi, hanya mengharapkan pemberian dari anak-anaknya. Anaknya juga semua dengan perekonomian yang kurang baik.

57. Ai BUN HOA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Bun Hoa (62 tahun), ia bekerja serabutan apa saja yang bisa dilakukannya. Suaminya sendiri sakit-sakitan dan tidak bisa mencari nafkah. Memiliki seorang anak yang belum bekerja.

56.  PIA YANNI – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada sdri. Pia Yanni, mempunyai 2 orang anak yang masih bersekolah. Suami bekerja sales disebuah perusahaan spare part. Penghasilan juga pas-pasan untuk makan sehari-harinya. Semoga bantuan donatur ini dapat sedikit membantu terutama dalam merayakan moment imlek kali ini.

55. DESSY – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada sdri. Dessy, ia sendiri memiliki empat anak yang masih bersekolah. Penghasilan suaminya yang bekerja membantu di pabrik pembuatan oncom sering tidak mencukupi.

54. Ai LIE  HOA – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Lie Hoa (67 tahun), ia sendiri saat ini tidak dapat membantu suaminya yang bekerja di pabrik tahu karena kondisi kesehatan yang kurang baik terutama sering sesak nafas. Anak ada 4 orang, semua sudah bekeluarga, namun juga dengan kondisi ekonomi sederhana.

53. ANDI AFUK CHU – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada sdr. Andi AFuk, ia sehari-hari mencari nafkah sebagai ojek menjemput antar sekolah anak tetangganya. Memiliki 2 anak yang semuanya masih bersekolah.

52. A HAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada sdr. AHAN, ia sendiri tinggal sendirian disebuah gubuk reyot. Hampir tak ada perabotan didalam rumah itu selain sebuah dipan kayu tanpa kasur. Ia sehari-harinya bekerja memungut sampah yang nantinya disortir untuk dijual kembali.

51. Ama A KHAU – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama A khau (80 tahun), ia sendiri memiliki 5 orang anak yang semuanya telah bekeluarga. EKonomi mereka semuanya agak sulit. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi ama.

50. CUNG KIM TAK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Cung Kim Tak ( 50 tahun), yang diwakili oleh anaknya Lita karena yang bersangkutan belum pulang dan masih bekerja sebagai buruh bangunan. Memiliki 4 anak yang semuanya masih bersekolah.

49. AI IK HOA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Ik Hoa (66 tahun), bersama suaminya mengelola sebidang tanah yang ditanami kembang. Penghasilan baru ada jika kembangnya tersebut bisa dijual. Memiliki anak 5 orang, namun baru 1 yang bekerja.

48. KHONG CIU FUK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Khong Ciu Fuk (61 tahun), asuk sendiri telah menderita stroke selama beberapa tahun. Ia tinggal bersama istrinya, untuk biaya menunggu kiriman uang dari anaknya yang semuanya telah berkeluarga.

47. TJU KOK LIANG – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada sdr. Kok Liang, saat ini ia hidup sendiri membesarkan 3 anaknya yang semuanya masih sekolah. Istrinya telah meninggal beberapa tahun lalu karena kanker otak. Ia sehari-hari mencari nafkah dengan menjadi tukang ojek pangkalan di dekat tempat tinggalnya.

46. A ENG / ATIK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Aeng, ia sendiri telah ditinggal suaminya 2 tahun lalu karena sakit. Saat ini bekerja membantu berjualan gorengan didekat rumahnya.

45. BUN TONG KIANG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Bun Tong Kiang (59 tahun), sehari-harinya bekerja mengumpulkan aki bekas. Istrinya telah lama meninggal. memiliki seorang anak yang saat ini bekerja sebagai buruh di toko bangunan.

44. NG CUI TO – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ng Cui To ( 58 tahun), memiliki 2 anak yang masih kecil. saat ini tinggal di rumah yang dipinjam pakaikan oleh kerabatnya. Sehari-hari mengelola sebidang tanah yang ditanam sayuran. Hasil sayur tersebut dijual untuk biaya makan sehari-hari.

43. ALAN SIA – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ALan Sia (45 tahun), suaminya bekerja menjaga kelenteng. Memiliki anak 3 yang semuanya masih sekolah.

42. Ama ONG BUN KIOK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ama Ong Bun Kiok (76 tahun), tinggal bersma anaknya yang saat ini belum bekerja. Untuk kebutuhan sehari-hari mereka menantikan bantuan dari saudara.

41. Asuk CUN TIK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Cun Tik (65 tahun), tinggal berdua saja dengan istrinya. Anak-anak sudah bekeluarga dan hidup dirumah masing-masing. Untuk biaya hidup menunggu pemberian dari anaknya.

40. SIA A CU – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Sia A Cu (4o tahun) , saat ini ditinggal suaminya menikah lagi. Membesarkan 3 anak yang semuanya masih bersekolah. Bekerja mengambil upahan mencuci baju di tetangganya dengan penghasilan 400 ribu setiap bulannya.

39. Asuk PO HE TO – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Po He To ( 65 tahun), sehari-harinya bekerja membantu membuat kemplang. Istrinya juga membantu mengumpulkan kardus bekas untuk dijual kembali.

38. YAP CING YU – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ngko Yap Cing Yu (50 tahun), ia sendiri bekerja mengumpulkan rongsokkan. Istrinya telah 2 tahun terakhir menderita stroke, dan saat ini sudah mengalami kemajuan dan rutin menjalani pengobatan. Memiliki 3 anak yang masih bersekolah.

37. LI IK CU / ELIS – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Li Ik Cu (37 tahun), suaminya bekerja di sebuah pabrik pembuatan lilin. Memiliki 2 anak yang masih bersekolah.

36. SO CAU GUAN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ngko Cau Guan ( 55 tahun), ia sehari harinya bekerja menjaga sebuah tambak ikan. Istrinya membantu bekerja di sebuah pabrik kemplang. Memiliki 4 anak yang semuanya masih bersekolah, semoga bantuan ini sedikit dapat membantu meringankan biaya hidup mereka.

35. CIN AON – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ngko Cin Aon (46 tahun), ia sendiri tinggal disebuah rumah sederhana milik kakaknya. Berdua saja bersama istri, karena dari pernikahan belum dikaruniai anak. Sehari-harinya mencari nafkah sebagai tukang ojek pangkalan.

34. Acek A YONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada acek Ayong, tinggal seorang diri di sebuah rumah yang dipinjam pakai oleh keluarganya. Untuk kebutuhan sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek.

33. Asuk YAP A HIAK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Yap A Hiak ( 63 tahun), sehari-harinya berprofesi sebagai ojek di sekitaran tempat tinggalnya. Hidup seorang diri dan saat ini kondisi kesehatannya sering batuk-batuk.

32. Asuk YEK MING – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Yek Ming ( 65 tahun), tinggal seorang diri disebuah gubuk reyot yang dipinjamkan oleh kenalannya. Ia endiri tidak menikah, dan saat ini tidak memiliki pekerjaan. Dulunya ia bekerja serabutan.

31. Ai NIU A CHUNN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai A chun (58 tahun). Ia saat ini hidup seorang diri, karena suaminya telah meninggal dunia 2 tahun lalu karena sakit. Dari pernikahannya tidak dikaruniai anak. Untuk biaya hidup sehari-hari, ai mengelola sebidang tanah yang ditanami sayuran. Penghasilan juga tak menentu.

29. LIU TJIN YANG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Liu Tjin Yang ( 70 tahun) dan istrinya Echi. Ai Echi sudah 15 tahunan menderita kelumpuhan separuh badannya karena stroke. Dulunya asuk ini bekerja sebagai buruh bangunan, namun sekarang karena usianya dan juga kondisi yang makin dirasakan lemah, ia tidak bekerja lagi. Untuk biaya hidup mengharapkan kiriman dari anak-anaknya yang merantau ke kota lain.

28. BUN SIU YEN – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ai Siu Yen, ia sendiri tinggal bersama suaminya di sebuah rumah tumpangan milik keponakannya. Dari pernikahan tersebut mereka tidak dikaruniai anak. Suami ai ni juga sakit-sakitan, dan untuk biaya hidup sehari-harinya dibantu oleh keponakannya.

27. Ama CIU LIAN NIO – Palembang

DIserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ama Cu Lian Niu (86 tahun). Ia tinggal bersama anaknya yang sehari-harinya berjualan sayur di pasar. Ama sendiri telah menjanda cukup lama. Semoga dana ini dapat sedikit membantu meeka di Imlek kali ini.

26. TJIA IN HOK – Palembang

Tjia In Hok (63 tahun) dan adik perempuannya Tjia Bie Eng (62 tahun), kedua saudara kandung ini tinggal berdua dan mereka tidak menikah. Menjaga kebun milik orang, dan untuk biaya hidup ia menjual sayur-sayuran dari hasil kebun.

25. YAP TIONG LAM – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada sdr. Yap Tiong Lam (60 tahun). Sehari-harinya ia tinggal disebuah rumah sangat sederhana, bekerja menjaga kolam ikan. Tidak bekeluarga dan hidup seorang diri.

24. AI LIM SUI LIN – Palembang

Diserahkan dana donatur kepada AAI Siui Lin sebesar 500 ribu,beliau sehari-harinya berjualan kue kue disekitaran tempat tinggalnya. Anak-anaknya juga semua sudah bekeluarga. Semoga dana donatur ini dapat bermanfaat bagi ai, terutama menjelang Imlek tahun ini.

23. Encim LILI HONG – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada encim Lili (62 tahun), encim ini tinggal berdua dengan anak lelakinya yang berprofesi sebagai ojek. Ekonomi mereka juga kurang baik karena penghasilan anaknya yang tak menentu.

22. Ama HE HUEI – Palembang

DIserahkan dana donataur sebesar 500 ribu kepada ama He Huei ( 85 tahun), saat ini tinggal bersama anaknya yang bekerja bercocok tanam sayur. Ekonomi anaknya juga tidak begitu baik. Semoga dana ini dapat bermanfaat bagi Ama, terutama menjelang perayaan Imlek tahun ini.

21. Ai ACU – Palembang 

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai ACu (66 tahun), suaminya berprofesi sebagai pengumpul barang bekas. Ai sendiri tak bisa banyak membantu, hanya dirumah saja karena kondisi kesehatannya yang kurang begitu baik. Untuk rumah tinggal juga menumpang di rumah saudaranya.

20. APIK – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada A Pik (52 tahun), seorang bujangan yang sehari-harinya mencari nafkah dengan menjadi ojek di kampungnya. Tinggal menumpang di rumah saudaranya.

19. Asuk BONG THIAM MEU – Dusun Tanjung Batu, Kalbar

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Asuk Bong Thiam Meu, dusun tanjung batu dalam, Singkawang selatan. Anak asuk ada 5 orang dan ada yang sudah berkeluarga dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, sehingga tidak bisa banyak membantu keluarga. Asuk kehidupannya bercocok tanam sayur untuk dijual, berhubung kondisi kesehatan dan umur maka acek hanya bisa berjualan alakadarnya saja disekitaran tempat tinggalnya.

18. Asuk THEN THIAN KI – Dusun Sedau

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Asuk Then Thian Ki ( 70 tahun) yang berdomisili di dusun padang pasir sedau, Singkawang selatan. Asuk ini tinggal seorang diri dan tidak bekeluarga. Ia sudah tidak bisa bekerja lagi karena menderita gangguan mental.  Rumah tinggalnya saat ini adalah bantuan dari para donatur.

17. Ai DJAP SIIN MOI – Singkawang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada ai Djap Sjin Moi yang tinggal di dusun padang pasir, Singkawang. Ai ini sekarang tinggal dengan cucunya dan ia sendiri mengalami kebutaan. Untuk biaya hidup dan makan sehari-hari mengharapkan uluran dari kerabat dan tetangga yang rutin mengantarkan.

16.Asuk TJUI SYAK KHOEI – Dusun Datuk Ronggo, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Asuk Tjui Syak Khoei, berdomisili di dusun Datok Ronggo, Kalimantan Barat. Asuk sekarang sudah tidak bekerja lagi dikarenakan kondisi fisiknya yang sudah lanjut usia, untuk berdiri saja ia sudah sulit. Tinggal dengan anak dan cucunya, anaknya juga bekerja serabutan dengan penghasilan tak pasti.

15. IMAS – Dusun Datuk Ronggo, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Imas yang berdomisili di dusun Datok Ronggo, Sebawi – Kalbar. Suami dari Imas saat ini tengah tidak bekerja, dan untuk membiayai hidup keluarga beserta anak-anak, Imas terpaksa bekerja sebagai tukang cuci baju dengan upah 700 ribu perbulan. Saat ini mereka terbentur dengan sewa rumah yang segera jatuh tempo dan harus dibayar. Semoga dana bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka, dan semoga Imlek kali ini dapat mereka rayakan dengan penuh kebahagiaan.

14. BONG TJHUNG DJAM – Singkawang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada sdr. Bong Tjhung Djam yang berdomisili di Singkawang. Asuk Bong Tjhung Djam (56 tahun), sudah hampir setahun ini hanya dapat terbaring saja karena infeksi yang dialami pada bagian kakinya. Awalnya ada bisul kecil dan terasa gatal sekali, dan saat digaruk bisul tersebut pecah dan menyebabkan rasa sakit sampai tak bisa berjalan. Makin lama bisul tersebut mengeluarkan nanah, dan ternyata muncul bisul-bisul yang lainnya. Sempat dirawat di Rumah sakit, dan menurut dokter infeksi ini dikarenakan oleh diabetes. Juga telah dilakukan operasi untuk membuang bagian yang membusuk agar tidak menyebar ke daerah lain. Saat ini berobat jalan saja di Mantri desa yang berkunjung kerumah untuk mengganti perban sebanyak dua kali setiap minggunya. Perawatan ini membutuhkan waktu yang lama, sampai tumbuh daging dan kulit kembali. Dan untuk biaya rawat jalan ini harus membayar pribadi, anak Asuk sendiri ada tiga, dan mereka semua hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tak pasti yang hanya cukup untuk makan sehari-hari.

13. Ajie MUI CHIN & MOI FA – Sungai Liat 

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu, kepada: 1.) Ajie Mui Chin umur 72 tahun, kehidupan sehari-harinya membuat buat tahu kuning yang di jual kepada para tetangganya. Memiliki seorang anak yang tinggal jauh dan dengan kondisi ekonomi susah juga. 2.) Ajie Moi fa umur 68 tahun, tinggal ber 2 saja dengan anaknya yang memiliki gangguan mental. Untuk biaya hidup sehari-harinya mengharapkan bantuan dari lingkungan sekitar.

12. Ajie KIM LIEN – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ajie Kim Lien umur 65 tahun, hidup ber dua saja bersama kakaknya yang juga sudah tua. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya ia mencari kaleng-kaleng bekas yang nantinya dijual lagi ke penampung.

11. Ajie AJAP – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada Ajie Ajap berumur 72 tahun. Ia hidup seorang diri, karena suaminya telah lama meninggal. Dari pernikahan tersebut juga tidak dikaruniai anak.

10. Ajie MUI LIEN & Ajie AMOY – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu, kepada: 1.) Ajie Mui Lien, umur 70 tahun. Hidup seorang diri, suaminya sudah lama meninggaldunia dan juga tidak memiliki anak. 2.) Aji Amoi, umur 71 tahun. Ia tidak bisa berjdiri, terpaksa merangkak jika ingin berpindah tempat. Tidak menikah, tinggal menumpang dirumah adiknya yang juga tidak bekeluarga.

09. CI NONI, AI LIU KUI KI & TANTE EVI – JAKARTA

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 1 juta kepada : 1.) Ci Noni (63 tahun), janda 1 anak, tinggal di gang sempit di daerah pakojan. Saat ini sudah tidak bekerja lagi. Dulunya bekerja sebagai pembuang benang disebuah konveksi dengan gaji 35 ribu perhari. Beriringnya waktu konveksi tempat ia bekerja sepi orderan, sehingga ia harus berhenti bekerja. Saat ini hanya mengandalkan kiriman uang dari anaknya yang bekerja di Bangka dengan gaji 1.4 juta sebulan. Terkadang mendapat kiriman 300 – 400 ribu sebulannya. 2.) Ai Liu Kui Ki (67 tahun) ini mengontrak sebuah petak kecil disebuah lorong sempit. Hanya ada sebuah ranjang dan sebuah meja kecil dirumahnya. Kondisinya sendiri saat ini tengah sakit-sakitan dan sebagian waktunya dihabiskan berbaring di ranjang saja. Suaminya sendiri bekerja serabutan dengan penghasilan tak tentu, dan sekarang juga sakit-sakitan. Untuk biaya hidup kadang-kadang ia dibantu sama adik-adiknya. Memiliki seorang anak yang juga dengan kondisi ekonomi susah. Saat ini ia membutuhkan uang untuk menebus obat-obatan untuk kakinya yang susah digerakkan. 3.) Tante Evi (68 tahun), tante Evi tinggal bersama suami nya di satu petak kamar yang isi dalamnya tidak ada yang istimewa, hanya sebuah tivi dan 2 buah bangku. Suami tante ini juga bekerja serabutan, penghasilan kadang ada kadang tidak. Tante Evi mempunyai 1 anak lelaki yang sekarang menghilang dan tidak diketahui keberadannya. Saat ditemui ternyata tante barusan saja keluar dari perawatan di RS.

08. Tjen Djoen Tjhioe – Sungai Liat

Apho Tjen Djoen Tjhioe (78 tahun), berdomisili di desa Pak Pakse (tunghin) – sungailiat, Bangka. Ia tinggal bersama anak perempuan dan cucunya. Untuk biaya sekolah dan biaya setiap bulan berobat apho hanya mengandalkan gaji dari anak perempuanya yang bekerja sebagai buruh disebuah pabrik kempelang.

07. LU JUN LI – Sungai Liat

Asuk Lu Jun Li(75 tahun), tinggal berdua bersama istri nya ai Tjhok Kim Fung (73 tahun). Beralamat di jalan Kuday Selatan Sungailiat, Bangka. Satu-satunya anak asuk sudah menikah dan tinggal terpisah. Dahulu asuk bekerja sebagai buruh harian, tetapi saat ini karena sudah berumur asuk kadang bekerja kadang tidak.

06. CHIN KWAN SEN – Sungai Liat

Ai Chin Kwan Sen (55 tahun) dan suaminya Li Achoi (72 tahun). Ai saat ini mengidap sakit ginjal, diabetes ,dan penglihatan yang kurang jelas. Karena tidak mampu membayar iuran bpjs, ai tidak memiliki bpjs. Setiap bulan mereka harus mengeluarkan biaya berobat kurang lebih 1 jt. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari suami ai berjualan sayur keliling.

05. CHIA KIM JIN & LU YUK TET – Sungai Liat

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu, kepada: 1.) Ai Chia Kim Jin (72 tahun), ia tidak memiliki anak. Suaminya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Semasa muda bekerja membuat sapu dri sabut kelapa, karena sudah berumur dan sakit-sakitan, ai tidak bekerja lagi. Untuk kebutuhan sehari hari, ai hanya mengharapkan bantuan dari keponakannya. 2.) Asuk Lu Yuk Tet (69 tahun) , istrinya bernama Chia Kuan Thin (63 tahun). Semasa muda asuk bekerja sebagai buruh harian. Karena sudah berumur asuk tidak bekerja lagi. Sedangkan istri nya saat ini sakit-sakitan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka dibantu saudaranya.

04. ASUK ASIONG & APHO HEETY – Pangkal Pinang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada: 1.) Asuk Asiong (88 tahun). Saat ini ia tinggal dengan seorang putrinya yang merupakan seorang janda. Disebuah rumah sangat sederhana, pemberian seorang temannya. Kondisi asuk saat ini sakit-sakitan, untuk berjalan jauh ia sudah tak kuat lagi. Walaupun saat ini, ia berobat menggunakan BPJS, namun ongkos ke rumah sakit yang kadang membuatnya menunda untuk pergi memeriksakan diri. Untuk biaya hidup, ia menunggu kiriman uang dari anak perempuannya satu lagi yang bekerja di Taiwan. Anak perempuannya yang merawat diri asuk, bekerja serabutan. Kadang membantu memotong rumput, kadang diminta tetangga untuk mencuci baju, pokoknya apa saja dikerjakan yang penting bisa menghasilkan uang. 2.) Apho Heety (79 tahun). Merupakan seorang janda yang tinggal bersama anaknya. Beliau terkadang masih bekerja serabutan jika ada yang meminta bantuannya. Ekonomi anaknya juga sangat pas-pas an. Saat ini apho menderita sakit pada kakinya, yang menyebabkan ia sangat kesusahan jika berjalan.

03. CHIN SHE NYUK – Singkawang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada ai Chin Se Nyuk yang tinggal di dusun datok ronggo, ia adalah seorang janda yang tinggal berdua dengan putranya yang belumm bekerja. AI mempunyai gangguan pada pendengarannya, sehingga ia kesulitan ketika berkomunikasi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja serabutan membantu para tetangga di kebun. Penghasilan juga tidak menentu.

02. Ai FAM SIAT FIE – Sungai Pinyuh

Ai Fam Siat Fie, tinggal seorang diri dan matanya sudah tidak bisa melihat lagi. Untuk kebutuhan makannya ia bergantung kepada keponakannya yang setiap hari akan datang dan membantu belanja serta memasak. Ai sendiri untuk biaya hidupnya mengharapkan uluran tangan dari para tetangga dan donatur.

01. ASUK JONG CIAP BUN – Sungai Purun

Asuk Abun tinggal di sungai purun kecil, kecamatan sungai pinyuh. Asuk tinggal dengan istri dan 2 anaknya. Sekarang ini yang menjadi tulang punggung keluarga adalah istri asuk yang bekerja menjadi tukang cuci pakaian, itupun bila dipanggil. Kesehatan asuk sekarang ini sudah sakit-sakitan dan mata mengalami pandangan yang kabur sehingga tidak bisa lagi untuk bekerja. Semasa muda dulu asuk bekerja sebagai tukang jahit, anak asuk 1 masih sekolah SMP dan yang 1 lagi tidak sekolah karena menderita gangguan mental.

 

Total Dana  Masuk sampai 21  Januari 2020 pukul 11.30 wib : Rp. 127.092.105,-. Total dana disalurkan adalah sebesar Rp.  115  juta rupiah untuk   170  penerima.

 

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

IMLEK 2020 : Mari Kita Rayakan Dengan Berbagi Kebahagiaan

Read Next

DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kebahagiaan WAISAK 2564