[KODE 9] : DANA RUTIN BULANAN UNTUK ORANG SAKIT & PENDIDIKAN

KODE 9 ini dibuka untuk menghimpun dana yang akan disalurkan secara berkelanjutan kepada para saudara kita yang membutuhkan dukungan dalam jangka panjang. Terutama kepada mereka yang sakit dan juga untuk biaya pendidikan.

Dokumentasi penyerahan dan daftar donatur dapat dilihat pada bagian bawah artikel ini.

Berdana merupakan perbuatan baik yang sangat mudah dilakukan, dan dana merupakan awal dari semua perbuatan baik lainnya. Manfaat dari berdana tidak hanya bisa dirasakan pada kehidupan yang akan datang, pada saat ini juga bisa dirasakan pahala atau manfaatnya. Manfaat berdana pada kehidupan saat ini diantaranya adalah Dengan berdana berarti kita telah praktik Dhamma untuk mengikis kekotoran batin atau Lobha, Dosa, dan Moha. Dengan berdana berarti kita berlatih melepas sesuatu milik kita dengan wajar, sehingga jika pada suatu saat nanti kita harus melepas milik kita yang sangat kita cintai, maka kita dapat melepasnya dengan wajar. Manfaat utama dari berdana kita akan memperoleh Ayu (Panjang umur), Vanno(Kecantikan/Ketampanan), Sukham (Kebahagiaan), dan Balam (Kekuatan).

Untuk turut serta BERDANA dapat disalurkan ke No. Rekening BCA 021 347 2523 atas nama Sumarah & Yun Angraini dengan akhiran 9, misal Rp. 100.009,- atau memberi keterangan: DANA

[iconbox title=”KETERANGAN Lainnya dapat menghubungi Kontak berikut” title_align=”center” content_align=”center” layout=”boxed” bg=”#a9d689″ border=”#59d600″ content_color=”#0a0405″ align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-phone” icon_align_to=”box” size=”32″ ]

Sdr. Eko Cahyadi (Abun) – 0813 4573 2131

Sdri. Sumarah – 0821 788 16776 

Yun Anggraini – 0819 9507 9269

[/iconbox]

quote-Buddha-thousands-of-candles-can-be-lighted-from-41138

 

62. Almh. Ibu Ni Ketut Suja, Singaraja

Diserahkan dana bantuan donatur sebesar 2 juta kepada pak Gede Sura, guna membantu biaya proses pemakaman istrinya almarhumah ibu Ni Ketut Suja. Semoga almarhumah mendapat tempat yang terbaik dan menyatu dengan yang maha kuasa. Baru 6 bulan pak Gede menikah, dan upacara perkawinannya pun belum tuntas karena terkendala biaya. Istrinya meninggal pada hari Minggu Tgl 21-07-2019 Jam 3 pagi di RSUD Buleleng karena sakit Asma akut. Karena keterbatasan dana untuk biaya pemakaman istrinya, pak Gede bingung mencarinya, sementara dari pihak keluarga dan tetangga sudah membantu dengan urunan untuk bekal waktu menunggui istrinya sakit dan biaya ambulan pemulangan jenasah.

61. 3 orang Lansia di Lampung

60. Ibu Meme – Tanggerang

Disalurkan dana donatur sebesar 1 juta kepada ibu Meme yang merupakan seorang single parent. Baru 2 bulan lalu suaminya meninggal dunia karena sakit. Ibu Meme sehari-hari bekerja  sebagai tukang potong untuk bahan sendal jepit. Setiap karung hasil kerjanya diberikan upah sebesar 6 ribu rupiah. Memiliki 3 orang anak, yang sulung telah putus sekolah dan tengah mencari pekerjaan, anak ke 2 dan ke 3 masih duduk di bangku SMP dan SD. Dana sendiri akan digunakan untuk membeli seragam dan buku pelajaran untuk anaknya.

59. Ibu Saritun – Banyuwangi

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada ibu Saritun, umat Vihara Dhamma Santi desa Kandangan, Banyuwangi yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit Pesanggaran karena menderita diabetes. Beliau adalah seorang janda yang memiliki seorang anak. Untuk biaya hidup sehari-hari ia berprofesi sebagai buruh tani. Saat ini otomatis beliau tidak dapat mencari nafkah dikarenakan harus beristirahat total.

58. FELYCIA – Sungai Purun, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 5.5 juta kepada Felycia yang menderita kista pada perut dan ovariumnya dan telah menjalani operasi. Dana digunakan untuk transport karena ia setiap minggunya ia diwajibkan untuk kontrol ke RS di Singkawang. Jarak dari rumahnya di desa sungai Purun bisa memakan waktu 3 jam. Untuk biaya transportasi dengan menyewa mobil, menghabiskan 1 juta rupiah.

57. ADI – Palembang

Diberikan dana donatur sebesar 1 juta kepada sdr. Adi, yang telah 2 tahun ini mengalami kebutaan pada matanya. Saat ini ia hidup bersama mamanya yang sudah lanjut usia, istri dan 2 anaknya pergi entah kemana.

56. Chi Teng Hay – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 500 ribu kepada asuk Chi Theng Hay (61 tahun), asuk ini hidup sebatang kara, sempat mempunyai istri dan 2 oran anak namun telah pergi meninggalkannya. Saat ini ia tidur menumpang di halaman rumah temannya, kakinya sendiri menderita borok dan bengkak akibat kecelakaan saat ia bekerja. Untuk biaya hidup sehari-hari, ia mengharapkan belas kasihan dari orang yang ia jumpai. Dana akan dibelikan obat cina untuk kakinya yang borok.

55. Tan Tjin Lion – Surabaya

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada sdr. Tan Tjing Liong yang berdomisili di Surabaya. 2 tahun lalu ia mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan tulang punggungnya cedera. Semenjak itu selain punggungnya menjadi bongkok, ia juga mengalami masalah syaraf, pernafasannya menjadi terganggu, bagian kiri tubuhnya menjadi mengecil dan susah untuk digerakkan. Memiliki 2 orang anak perempuan, semenjak kecelakaan ia tidak dapat lagi mencari nafkah. Untuk menyambung hidup istrinya berjualan tukar tabung LPG dan air galon.

54. 4 Keluarga di desa Mempawah, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur dalam bentuk sembako masing-masing sebesar 500 ribu kepada 4 orang keluarga di desa mempawah, Kalimantan Barat yang hidup kekurangan dan tidak memiliki penghasilan.

53. RATNA, Penderita Alergi Mulut – Pontianak

52. SIE SIAU LING – Penderita Lumpuh, Dusun Lubuk Dagang Sambas (Maret 2019)

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulan Maret 2019 kepada Adik Siau Ling yang menderita lumpuh, yang hanya bisa terbaring saja, untuk makan harus menggunakan selang. Dan setiap hari harus di terapi uap nebulizer guna mengeluarkan dahaknya. Ayah Siau Ling bekerja membantu di sebuah warung kopi didekat rumahnya dengan penghasilan 30 ribu sampai 50 ribu perharinya. Siau Ling memiliki seorang adik berusia 2 tahun, ibunya tak dapat membantu mencari nafkah karena harus menjaga Siau Ling dan adiknya. Kebutuhan bulanan selain susu, pampers dan penggantian selang makan, serta fisio terapi yang tak dijamin BPJS.

51. Kho Yoseph, Sambas (Maret 2019)

Diserahkan dana sebesar 500 ribu rupiah untuk bulan Maret 2019 kepada Kho Yoseph dan Mamanya yang juga menderita stroke. Diharapkan dana tersebut dapat menunjang pengobatan Kho Yoseph dan mamanya untuk menjalani terapi akupuntur. Untuk biaya hidup hanya mengandalkan dari istri Yoseph yang membuat keripik.

50.  FELYCIA – Sungai Purun, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 4 juta kepada Felycia yang menderita kista pada perut dan ovariumnya dan telah menjalani operasi. Dana digunakan untuk transport karena ia setiap minggunya ia diwajibkan untuk kontrol ke RS di Singkawang. Jarak dari rumahnya di desa sungai Purun bisa memakan waktu 3 jam. Untuk biaya transportasi dengan menyewa mobil, menghabiskan 1 juta rupiah.

49. Kakek Tasman, Lampung Timur 

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada kakek Tasman yang merupakan umat di Vihara Buddha Metta, Lampung Timur. Kakek saat ini tengah dirawat di rumah sakit karena penyakit komplikasinya kambuh lagi. Istrinya sendiri juga sakit-sakitan. Mereka hanya tinggal berdua saja. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk membantu transportasi selama di RS.

48. Ibu Suliyah, Desa Pekalongan – Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada Ibu Suliyah, yang merupakan umat buddha Vihara Buddha Dipa desa Gantimulyo kecamatan Pekalongan, Lampung Timur. Pekerjaan sehari-hari beliau adalah berjualan sayur sudah matang keliling kampung. Sayur yang di jual adalah sayuran kebun, seperti daun singkong, nangka, bunga bambu dan lain sebagainya. Beberapa hari yang lalu ia dirawat di RS karena menderita sakit ginjal. Semoga dana dapat bermanfaat dan membantu, karena ia saat ini tidak dapat bekerja mencari nafkah.

47.  Ibu Herlisa – Bekasi

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada ibu Herlisa, yang baru saja pada tanggal 28 Febuari lalu menjalani operasi pada kakinya. Empat tahun yang lalu, ia pernah mengalami kecelakaan sehingga kakinya patah. Hanya berobat secara tradisional saja, dan selama 4 tahun itu selalu merasakan nyeri.

46. Mbah Patrinem – Lampung

Diserahkan dana donatur kepada Mbah Patrinem yang merupakan umat buddha Vihara Buddha Dipa. Saat ini beliau tengah dirawat di Rumah Sakit dikarenakan menderita penyempitan pembuluh darah di jantungnya.

45. Istri Romo Ponijo – Lampung 

44. Tasya Hau – Jakarta

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada ce Tasya,ia sendiri memiliki sebuah toko sederhana didaerah pedemangan. Namun saat ini usahanya juga sangat sepi, kadang untuk biaya makan sehari-hari saja sudah sulit. Belum lagi ce Tasya ini semenjak muda sangat menyenangi Kucing. Ditokonya setiap hari ia menyiapkan makan untuk puluhan kucing liar. Dirumahnya juga ada belasan kucing yang ditampung. Biaya makan tersebut cukup menjadi pikiran ce Tasya saat ini. Demi memberi makan kucingnya, ia rela setiap hari menyambi jadi tukang ojek. Apa lagi jika ada kucingnya yang sakit, atau mengalami kecelakaan. Ce tasya tak segan untuk segera membawanya ke dokter hewan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk ce Tasya dan para kucing liar tersebut.

43. Ibu Asien – Palembang

Disalurkan dana donatur sebanyak 4,75 juta untuk pembayaran sewa kost bagi ibu Asien. Ibu ini ditemukan warga menggelandang dan tidur di emperan toko lalu diserahkan didinas sosial. Ternyata beliau dahulunya adalah seorang yang cukup berada secara ekonomi, sempat menetap lama di Jakarta. Mungkin karena masalah keluarga, akhirnya ia nekat untuk pulang ke Palembang. Sewa tempat tinggal untuk 1 tahun kedepan.

42. Ibu Lena – Pasien cuci darah, Labuan

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulan November kepada ibu Lena yang semenjak bulan Januari 2017 harus menjalani cuci darah 2 kali setiap minggunya. Biaya akomodasi untuk satu kali kali berangkat harus membayar ongkos sewa sebesar kendaraan 300 ribu. Setiap minggu harus membeli obat Hemafo yang berfungsi agar HB darah tak turun sebesar 200 ribu. Belum lagi jika diminta untuk dilakukan transfusi darah, harus menyiapkan dana paling tidak 800 ribu. Dan setiap bulan harus membayar iuran BPJS sebesar 250 ribu per keluarga.

41. Pembayaran SPP 12 anak kurang mampu di SD SAMKUR – Sambas

Disalurkan dana donatur sebanyak 1,2 juta rupiah guna melakukan pembayaran SPP bagi 12 anak yang bersekolah di SD Samkur Sambas. SPP sendiri perbulan di kisaran 70 ribu. Latar belakang anak-anak ini dari ekonomi kurang, bahkan ada yang orang tuanya sakit dan tidak mencari nafkah.

40. Ibu MUJINAH – Lampung Timur

Diserahkan dana donatu sebesar 1 juta rupiah kepada Ibu Mujinah yang merupakan umat buddha Vihara Buddha Metta. Baru 3 hari ini ia pulang dari rumah sakit dikarenakan menderita sakit lambung yang parah. Suaminya juga sering sakita dan keluar masuk RS. Dahulunya ibu ini untuk kebutuhan hidupnya, mengelola sebuah warung sembako. Namun saat ini telah bangkrut. Semoga dana dapat bermanfaat untuk beliau dan keluarganya.

39. Asuk A ON (83 tahun) – Palembang

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada asuk A on yang baru-baru ini dirawat di RS karena jari tangannya putus karena terjepit pintu. Ia tinggal disebuah rumah kontrakan bersama seorang anaknya yang belum menikah. Asuk punya seorang anak perempuan lagi, namun saat ini menderita depresi dan diharuskan tinggal di RS Jiwa. Untuk biaya hidupnya, anak asuk membuat kue Gethuk dan dijual berkeliling. Kondisi kesehatan asuk juga sudah kurang baik, asuk tak bisa berdiri atau berjalan jauh. Dan kondisi penglihatan juga sudah rabun.

38. Heriyanto – Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada sdr. Heriyanto yang telah menderita sakit paru-paru semenjak setahun terakhir. Karena sakitnya tersebut ia terpaksa meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang salesman. Ia tinggal berdua saja dengan mamanya, untuk biaya hidup selama ini mengharapkan bantuan dari kerabatnya yang tak pasti. Pengobatan menggunakan BPJS, dan setiap minggu ia rutin ke RS untuk mengambil obat-obatan.

37. Asuk Chin Hian Kim – Desa Sekura, Kalimantan Barat

Penyerahan dana bantuan sebesar 1 juta guna bantuan biaya pengobatan kepada asuk Chin Hian Kim yang berdomisili di desa sekura kecamatan teluk keramat. Asuk sendiri menderita komplikas paru-paru,prostat,empedu ,infeksi usus. Asuk Akim tinggal berdua dengan anaknya yang berprofesi sebagai tukang ojek.

36. Pak ASAN – Dusun Pakgare, Landak

Penyerahan dana bantuan untuk pengobatan kepada bapak Asan yang berdomisili di dusun pakgare kabupaten Landak. Bapak Asan diagnosa sakit maag kronis ,kolesterol, anemia dan hipertensi yang telah diderita sekitar 3 tahun terakhir. Akibat sakit yang dideritanya sehingga ia tak dapat bekerja mencari nafkah. Untuk menunjang ekonomi keluarga, istrinya bekerja membantu disebuah perkebunan karet. Mereka juga memiliki seorang anak yang masih bersekolah.

35. Bapak Alimin – Desa Sidas, Kalimantan Barat

Penyerahan dana bantuan pengobatan untuk bapak Alimin yang berdomisili di desa Sidas kecamatan Sengah temukan kabupaten Landak. Bapak Alimin menderita sakit lambung kronis semenjak 2 tahun lalu. Ia juga sulit untuk berdiri karena kakinya yang lemah. Karena kondisi ekonomi yang tak mendukung, sehingga pengobatan tak dapat dilakukan dengan baik. Pekerjaan pak Alimin hanya petani sadap karet dengan penghasilan untuk 4 kg dibayar 20 ribu rupiah. Jika dirata-ratakan maka sebulan maksimal ia hanya bisa membawa pulang uang sebesar 400 ribu. Ia sendiri harus menanggung biaya untuk seorang anak dan istrinya.

34. Pembuatan Drainase Vihara Viriya Dharma – Lombok Utara

Diserahkan dana donatur sebesar Rp. 5.000.000,- untuk bantuan pembuatan Drainase Vihara Viriya Dhamma Gerenggeng yang diterima oleh ketua umum yayasan Viriya Manggala – VMF, ketua Dayaka Sabha Vihara Viriya Dhamma yang di dampingi oleh perwakilan umat. Vihara Viriya Dhamma salah satu Vihara yang masih berdiri akibat gempa bumi 5 Agustus lalu. Vihara Viriya Dhamma terletak di Gerenggeng Desa Jenggala Kecamatan Tanjung Lombok Utara. Drainase diperlukan agar air hujan yang mengalir tak sampai masuk kedalam Vihara.

33. Pelunasan Tunggakan SPP SD SAMKUR untuk 3 anak – Sambas

Disalurkan dana donatur sebanyak 700 ribu rupiah guna melakukan pelunasan SPP bagi 3 anak yaitu Louis, Marvely dan Daniel yang bersekolah di SD Samkur Sambas. Tunggakan bervariasi dari 2 bulan hinggal 5 bulan. SPP sendiri perbulan di kisaran 70 ribu. Latar belakang anak-anak ini dari ekonomi kurang, bahkan ada yang orang tuanya sakit dan tidak mencari nafkah.

32. Pelunasan Tunggakan SPP SD SAMKUR – Sambas

Disalurkan dana donatur sebanyak 1,4 juta rupiah guna melakukan pelunasan SPP bagi 9 anak yang bersekolah di SD Samkur Sambas. Tunggakan bervariasi dari 2 bulan hinggal 5 bulan. SPP sendiri perbulan di kisaran 70 ribu. Latar belakang anak-anak ini dari ekonomi kurang, bahkan ada yang orang tuanya sakit dan tidak mencari nafkah.

31. Adik Maitri – Menderita Kelamin Ganda – Karawang

Diserahkan dana bantuan donatur sebesar 1 juta rupiah kepada adik Maitri, ia adalah anak dari Ibu Herlisa yang saat ini menjadi seorang single parent. Ayah maitri telah meninggalkan mereka, dan semenjak dilahirkan adik Maitri menderita kelainan pada organ kelaminnya. Organ kelaminnya tersebut tidak berkembang sempurna antara bentuk perempuan dan Laki-laki. Saat ini pengobatan dilakukan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk dilakukan suntik hormon. Nanti akan dilakukan operasi setelah diketahui dominan yang muncul anatar kelamin laki-laki atau perempuan. Maitri sendiri tinggal di Karawang, dan transportasi ke RSCM dengan kendaraan umum menghabiskan 200 ribu. Dan pengobatan untuk kasus Maitri ini tak dicover oleh BPJS.

30. SIE SIAU LING – Penderita Lumpuh, Dusun Lubuk Dagang Sambas (Oktober  2018)

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulan Oktober 2018 kepada Adik Siau Ling yang menderita lumpuh, yang hanya bisa terbaring saja, untuk makan harus menggunakan selang. Dan setiap hari harus di terapi uap nebulizer guna mengeluarkan dahaknya. Ayah Siau Ling bekerja membantu di sebuah warung kopi didekat rumahnya dengan penghasilan 30 ribu sampai 50 ribu perharinya. Siau Ling memiliki seorang adik berusia 2 tahun, ibunya tak dapat membantu mencari nafkah karena harus menjaga Siau Ling dan adiknya. Kebutuhan bulanan selain susu, pampers dan penggantian selang makan, serta fisio terapi yang tak dijamin BPJS.

29. KHO YOSEPH & Mamanya – Penderita Stroke, Sambas (Oktober 2018)

Diserahkan dana sebesar 1 juta rupiah untuk bulan Oktober 2018 kepada Kho Yoseph dan Mamanya yang juga menderita stroke. Diharapkan dana tersebut dapat menunjang pengobatan Kho Yoseph dan mamanya untuk menjalani terapi akupuntur. Untuk biaya hidup hanya mengandalkan dari istri Yoseph yang membuat keripik.

28. Keluarga Ng Kha Khim – Sambas

Penyerahan paket sembako senilai 500 ribu untuk bulan Oktober kepada keluarga Ng Kha Kim yang menderita Kebutaan sudah sekitar 3 tahun. Sedangkan adiknya yang bernama Ng Kha Song mengalami gangguan mental, dan memiliki seorang anak yang masih duduk di SMA. Anaknya inilah selepas sekolah bekerja serabutan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari mereka.

27. Mok Bok Neng / Mariana – Sambas

Penyerahan dana bantuan pengobatan sebesar 1 juta untuk bulan Oktober untuk Mariana dan papanya Mok Bon Neng, yang berdomisili di kecamatan sei kakap, Sambas. Mariana menderita sakit pembengkakan jantung sejak umur 13 tahun. Dikarenakan ekonomi keluarga yang tidak mendukung, sehingga pengobatan Mariana tidak dapat dilakukan dengan baik.

26. Ibu Kirwanto – Temanggung

Telah diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada ibu Kirwanto yang merupakan istri dari Bapak Kirwanto yang baru meninggal beberapa bulan lalu. Suaminya dahulu adalah seorang guru agama Buddha di SDN 3 Kalimanggis. Ia sendiri berdomisili di Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran, Temanggung. Mengabdikan diri menjadi pendidik semenjak tahun 1999, dan diangkat menjadi PNS semenjak tahun 2002. Meninggal dikarenakan menderita sakit gagal ginjal kronis. Saat ini ibu Kirwanto belum mempunyai pekerjaan, dan harus membiayai kebutuhan keluarga, dan 2 anaknya masih bersekolah.

25. Ibu SUWARTI (62 tahun) – Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 3 juta kepada ibu Suwarti untuk membayar biaya RS. Ibu Suwarti (62 tahun) memiliki seorang suami bernama Romo Rasiman. Mereka berdua terutama romo Rasiman merupakan tokoh atau sesepuh agama Buddha di vihara Sakya Wijaya desa trirahayu kec. Negwri katon pesawaran, Lampung. Dalam kehidupannya sehari-hari mereka tinggal di rumahnya hanya berdua.

24. Bapak Elimah – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur sebesar Rp. 1 juta kepada bapak Elimah alias Amaq Anisah yang merupakan umat Buddha dari Vihara Girimetta Nyompal, desa Mareje kec. Lembar, kabupaten Lombok barat.
Awalnya sekitar 1 tahun yang lalu merasakan sakit saat buang air kecil, awalnya dianggap sebagai sakit biasa saja dan tak dihiraukan. Namun sekitar satu bulan yang lalu sakitnya menjadi tak tertahankan dan mengeluarkan darah saat buang air kecil.
Akhirnya setelah diperiksakan ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit menggunakan BPJS, selanjutnya dilakukan rontgen ternyata ada batu berukuran 1,6 cm yang menghalangi saluran kencing dan harus dilakukan operasi.
Operasi telah selesai dilaksanakan, dan Amaq telah diperkenankan rawat jalan saja. Dana bantuan diharapkan dapat dipergunakan untuk menunjang biaya hidup selama Amaq harus beristirahat karena tak dapat bekerja.

23. Ibu Sun Mei Ngo – Sambas

Disalurkan dana donatur sebesar Rp. 1.280.000, untuk biaya perawatan ibu Sun Mei Ngo yang terjatuh dirumahnya dan pingsan. Setelah dilakukan pertolongan pertama dengan membawanya ke RS, dokter menduga bahwa kemungkinan terjadi gegar otak atau pembekuan darah di bagian kepala. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyarankan agar dapat diperiksa di RS di Pontianak.

22. Adik Mei Xia gizi buruk & Mamanya menderita tumor jinak hidung 

Telah disalurkan dana sebanyak Rp. 1.620.000 guna pengobatan adik Mei Xia yang menderita gizi buruk dan mamanya yang menderita tumor jinak pada hidungnya. Dana tersebut digunakan untuk konsul dokter beberapa kali, dan terapi rutin mingguan bagi adik Mei Xia untuk bulan September 2018. Mei Xia semenjak usia 2 bulan kepala Meixia tidak dapat ditegakkan. Karena ekonomi keluarga yang sulit, tidak dilakukan pengobatan yang baik baginya.

21. Keluarga NG KHA KIM, desa Kakap Kalimantan Barat (September 2018) 

Penyerahan paket sembako senilai 500 ribu untuk bulan September kepada keluarga Ng Kha Kim yang menderita Kebutaan sudah sekitar 3 tahun. Sedangkan adiknya yang bernama Ng Kha Song mengalami gangguan mental, dan memiliki seorang anak yang masih duduk di SMA. Anaknya inilah selepas sekolah bekerja serabutan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari mereka. Pembelian paket seharga Rp 360 Ribu, sisanya uang kontan 140 ribu diserahkan kepada ponakan Ng lha Kim utk biaya sekolah

20. KHO YOSEPH & Mamanya – Penderita Stroke, Sambas (September 2018)

Diserahkan dana sebesar 1 juta rupiah untuk bulan September 2018 kepada Kho Yoseph dan Mamanya yang juga menderita stroke. Diharapkan dana tersebut dapat menunjang pengobatan Kho Yoseph dan mamanya untuk menjalani terapi akupuntur. Untuk biaya hidup hanya mengandalkan dari istri Yoseph yang membuat keripik.

19. SIE SIAU LING – Penderita Lumpuh, Dusun Lubuk Dagang Sambas (September 2018)

Telah diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulan September 2018 kepada adik Siau Ling yang menderita lumpuh dan hanya bisa terbaring saja. Untuk makan harus menggunakan selang, dan setiap hari harus di terapi uap nebulizer guna mengeluarkan dahaknya. Ayah Siau Ling bekerja membantu di sebuah warung kopi didekat rumahnya dengan penghasilan 30 ribu sampai 50 ribu perharinya. Siau Ling memiliki seorang adik berusia 2 tahun, ibunya tak dapat membantu mencari nafkah karena harus menjaga Siau Ling dan adiknya. Kebutuhan bulanan selain susu, pampers dan penggantian selang makan, serta fisio terapi yang tak dijamin BPJS.

18. MARIANA, Kecamatan Sei Kakap Sambas (September 2018)

Penyerahan dana bantuan pengobatan sebesar 1 juta untuk bulanSeptember untuk Mariana dan papanya Mok Bon Neng, yang berdomisili di kecamatan sei kakap, Sambas. Mariana menderita sakit pembengkakan jantung sejak umur 13 tahun. Dikarenakan ekonomi keluarga yang tidak mendukung, sehingga pengobatan Mariana tidak dapat dilakukan dengan baik.

17. IBU LENA – Pasien Cuci Darah, Labuan

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada ibu Lena yang semenjak bulan Januari 2017 harus menjalani cuci darah 2 kali setiap minggunya. Biaya akomodasi untuk satu kali kali berangkat harus membayar ongkos sewa sebesar kendaraan 300 ribu. Setiap minggu harus membeli obat Hemafo yang berfungsi agar HB darah tak turun sebesar 200 ribu. Belum lagi jika diminta untuk dilakukan transfusi darah, harus menyiapkan dana paling tidak 800 ribu. Dan setiap bulan harus membayar iuran BPJS sebesar 250 ribu per keluarga.

16. SUJOKO – Bantuan Uang Sekolah, Lampung

Telah diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada Sujoko untuk bulan September 2018. Dana tersebut digunakan untuk membayar tunggakan uang sekolah dan sisanya untuk biaya transport. Sujoko saat ini bersekolah di SMA Negeri 1 Pekalongan-Lampung Timur.

15. SIE SIAU LING & Kho YOSEPH – Sambas (September 2018)

Diserahkan sebuah kursi roda senilai 880 ribu kepada adik Siau Ling yang menderita lumpuh, dan sebuah alat terapi uap nebuliser bagi kho Yoseph seharga 630 ribu.

14. NYOMAN BADRI – BALI (September 2018)

Diserahkan dana bantuan sebesar 1 juta kepada ibu Nyoman Badri (68 tahun), beliau merupakan umat Vihara Samyag Darsana, Bali. Suaminya telah meninggal 2 tahun yang lalu dan saat ini tinggal seorang diri. Untuk biaya hidup mengandalkan bantuan dari Vihara setiap bulannya. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk kelangsungan hidup beliau beberapa waktu kedepan.

13. KETUT WIJANA – Singaraja (September 2018)

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada bapak Ketut Wijana (65 tahun) yang berdomisili di desa Petandakan Singaraja. Semenjak 5 bulan lalu ia terkena stroke, dan hingga saat ini hanya bisa terbaring saja dan menjalani rawat jalan. Sedari kecil beliau sudah yatim piatu dan tak menikah, dan dari usia mudanya telah mengabdikan dirinya membantu kegiatan di Vihara. Saat ini ia menumpang tinggal dan dirawat oleh keponakannya.

12. Ibu Luh Rai – Buleleng (September 2018)

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada ibu Luh Rai. Beliau adalah istri dari mendiang Bapak Nyoman Suara. Beliau dan suaminya dikenal sebagai tokoh agama Buddha di Buleleng. Atas jasa mereka, agama Buddha dapat di kenal di beberapa desa di Buleleng.

11. Ama Tan Lian Eng & Tan Sun Eng – Singaraja (September 2018)

Telah diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulan September 2018, kepada Ama Tan Lian Eng (73 tahun) tinggal berdua bersama adiknya ama Tan Sun Eng (72 tahun). Mereka 2 saudara tak menikah dan saat ini tidak memiliki sanak saudara lagi. Utuk kebutuhan sehari-hari Ama Tan Lian Eng bekerja serabutan membantu penjual bakso membeli sayur-sayur di pasar, sedang adiknya tidak bisa bekerja karena kondisi fisik yang lemah karena sakit tua. Kadang-kadang mereka juga mendapatkan bantuan dari para umat Buddha di Singaraja. Tempat tinggal mereka saat ini adalah milik sendiri yang merupakan warisan dari orang tua mereka. Mungkin kondisi fisik mereka semenjak lahir yang menderita kelainan kulit, membuat mereka enggan untuk bersosialisasi dan merencanakan hidup berumah tangga.

10. Bantuan Biaya Pendidikan Anak Yap So Kui, Palembang (September 2018)

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Yap Sokui, yang merupakan seorang single parent yang harus membiayai 2 anaknya yang masih bersekolah di SMP dan SMA. Sehari-hari ia bekerja semenjak fajar hingga malam hari. Pagi hari dimulai menjajakan tahu berkeliling, siang hari ia menjajakan roti, dan malam hari ia membuat dagangan seperti pop corn yang dikemas untuk dititipkan di kantin.

9. HENDRI – Penderita Stroke, Palembang (September 2018)

Diserahkan dana bantuan sebesar 1 juta kepada Hendri yang menderita stroke. Hendri dulunya adalah seorang karyawan di bagian gudang pada sebuah perusahaan distributor. Namun suatu hari ia tak sengaja tertimpa besi yang jatuh mengenai belakang kepalanya. Semenjak itu ia mengalami masalah pada syaraf geraknya. Namun ia berusaha untuk tetap bekerja dan berangkat menggunakan motor. Namun suatu hari ia mengalami kecelakaan. Dan saat kondisinya mulai membaik, ia kembali terserang stroke. Hendry pernah menikah dan memiliki seorang putri yang saat ini mungkin berusia 7 tahunan. Namun semenjak Hendry terkena stroke, istrinya tak pernah pulang dan Hendry sendiri diantarkan kerumah mamanya. Dengan anaknya pun Hendry tak pernah berjumpa beberapa tahun ini karena putus kontak. Hendry saat ini dirawat mamanya, untuk biaya hidup untungnya ada adiknya yang bekerja sebagai tenaga kebersihan di sebuah sekolah.

8. Keluarga NG KHA KIM, desa Kakap Kalimantan Barat (Agustus 2018) 

Penyerahan paket sembako senilai 500 ribu kepada keluarga Ng Kha Kim yang menderita Kebutaan sudah sekitar 3 tahun. Sedangkan adiknya yang bernama Ng Kha Song mengalami gangguan mental, dan memiliki seorang anak yang masih duduk di SMA. Anaknya inilah selepas sekolah bekerja serabutan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari mereka.

7. MARIANA, Kecamatan Sei Kakap Sambas (Agustus 2018)

Penyerahan dana bantuan pengobatan sebesar 1 juta untuk Mariana dan papanya Mok Bon Neng, yang berdomisili di kecamatan sei kakap, Sambas. Mariana menderita sakit pembengkakan jantung sejak umur 13 tahun. Dikarenakan ekonomi keluarga yang tidak mendukung, sehingga pengobatan Mariana tidak dapat dilakukan dengan baik. Orang tua Mariana bekerja sebagai buruh tukang kayu, namun semenjak 3 tahun terakhir tidak bisa bekerja lagi dikarenakan penyakit Asma yang makin parah. Untuk makan sehari-hari mengharapkan bantuan dari sanak keluarga. Diharapkan dana ini dapat dipergunakan untuk mendukung pengobatan Mariana dan papanya.

6. Adik FELBERT – Penderita Lever Berminyak , Jambi (September 2018)

Telah diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulan September 2018, kepada Cik Lili yang merupakan mama dari Felbert. Felbert sendiri tahun lalu sempat beberapa kali dirawat RS karena menderita infeksi pada usus, dan kepalanya memiliki cairan. Saat ini kondisi Felbert sudah lebih baik namun harus kontrol rutin setiap minggunya ke RS untuk memantau kondisi hatinya yang menurut dokter dilapisi minyak dan akan dilakukan tindakan operasi jika semua hasil laboratoriumnya memungkinkan. Mama Felbert sendiri adalah seorang single parent yang harus membesarkan 2 orang anak. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, mama Felbert berjualan sayur masak dengan penghasilan sekitar 25 ribu setiap harinya. Sayuran masak tersebut dijajakan disekitar tempat tinggalnya di daerah talang banjar, Jambi.

5. SIE SIAU LING – Penderita Lumpuh, Dusun Lubuk Dagang Sambas (Agustus 2018)

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulan Agustus 2018 kepada Adik Siau Ling yang menderita lumpuh, yang hanya bisa terbaring saja, untuk makan harus menggunakan selang. Dan setiap hari harus di terapi uap nebulizer guna mengeluarkan dahaknya. Ayah Siau Ling bekerja membantu di sebuah warung kopi didekat rumahnya dengan penghasilan 30 ribu sampai 50 ribu perharinya. Siau Ling memiliki seorang adik berusia 2 tahun, ibunya tak dapat membantu mencari nafkah karena harus menjaga Siau Ling dan adiknya. Kebutuhan bulanan selain susu, pampers dan penggantian selang makan, serta fisio terapi yang tak dijamin BPJS.

4. KHO YOSEPH & Mamanya – Penderita Stroke, Sambas (Agustus 2018)

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulanAgustus kepada Kho Yoseph dan Mamanya yang juga menderita stroke. Diharapkan dana tersebut dapat menunjang pengobatan Kho Yoseph dan mamanya untuk menjalani terapi akupuntur. Untuk biaya hidup hanya mengandalkan dari istri Yoseph yang membuat keripik.

3. FINA KUSTARI  – Paloh,Kalimantan Barat (Juli 2018)

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulan Juli kepada Adik Fina Kustari/ Lie Siau Djan dan adiknya Vincent yang tinggal di desa Malek dusun Purun kecamatan Paloh, Kalimantan Barat. Saat ini mereka hanya tinggal berdua saja, karena kedua orang tua mereka sudah berpisah semenjak 5 tahun lalu. Mamanya sudah menikah lagi dan papanya juga sudah pergi entah kemana dan tiada perduli lagi. Untuk biaya hidup mereka dirawat oleh bibinya yang tinggal berdekatan. Bibinya juga dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan dan juga memiliki keluarga yang cukup besar. Saat ini Fina masih bersekolah di SMA kelas 2, dan adiknya masih sekolah di SD. Fina adalah murid yang berprestasi,selalu masuk dalam peringkat 10 teratas dikelasnya. Semoga bantuan ini dapat digunakan bagi Fina dan adiknya untuk akomodasi kesekolahnya,karena selama ini mereka kema-mana selalu berjalan kaki.

2. KHO YOSEPH & Mamanya – Penderita Stroke, Sambas (Juli 2018)

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulan Juli kepada Kho Yoseph dan Mamanya yang juga menderita stroke. Diharapkan dana tersebut dapat menunjang pengobatan Kho Yoseph dan mamanya untuk menjalani terapi akupuntur. Untuk biaya hidup hanya mengandalkan dari istri Yoseph yang membuat keripik.

1. SIE SIAU LING – Penderita Lumpuh, Dusun Lubuk Dagang Sambas (Juli 2018)

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta untuk bulan Juli 2018 kepada Adik Siau Ling yang menderita lumpuh, yang hanya bisa terbaring saja, untuk makan harus menggunakan selang. Dan setiap hari harus di terapi uap nebulizer guna mengeluarkan dahaknya. Ayah Siau Ling bekerja membantu di sebuah warung kopi didekat rumahnya dengan penghasilan 30 ribu sampai 50 ribu perharinya. Siau Ling memiliki seorang adik berusia 2 tahun, ibunya tak dapat membantu mencari nafkah karena harus menjaga Siau Ling dan adiknya. Kebutuhan bulanan selain susu, pampers dan penggantian selang makan, serta fisio terapi yang tak dijamin BPJS.

 

[box type=”note” fontsize=”20″]Total Dana  Masuk sampai 21 MEI  2019 pukul 11.30 wib : Rp. 61.343.645,-. Total dana disalurkan adalah sebesar Rp. 66. 950.000,- untuk 47 penerima. Sisa dana masih dalam proses dan akan diberikan secara bertahap kepada beberapa penerima. [/box]

[box type=”note” fontsize=”20″]Total Dana  Masuk sampai 17 Desember 2018 pukul 11.30 wib : Rp. 85.566.533,-. Total dana disalurkan adalah sebesar Rp. 65. 950.000,- untuk 46 penerima. Sisa dana masih dalam proses dan akan diberikan secara bertahap kepada beberapa penerima. [/box]

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

AYO KITA DUKUNG PEMBELIAN KAPAL MOTOR & PEMBANGUNAN SEKOLAH MINGGU DI DESA TERENTANG HULU

Read Next

[URGENT] AYO KITA DUKUNG OPERASI KELENJAR GETAH BENING BENI LIU

Leave a Reply

Your email address will not be published.