[URGENT] AYO KITA DUKUNG PROSES KEMOTERAPI KANKER DARAH ADIK INDA

[box type=”info” radius=”15″]

UPDATE

Foto adik Inda awal Desember 2018, rutin menjalani kemoterapi. Rambutnya rontok akibat efek kemo, namun secara umum kondisinya cukup baik. Foto diambil di kost tempat tinggal di Denpasar.
Foto diambil pertengahan bulan September 2018 saat adik Inda pulang sejenak untuk melepas kangen dengan adik dan neneknya. Pertanggal 20 September sudah kembali ke Denpasar untuk menjalani proses rutin Kemoterapi.
Foto diambil 1 September 2018, saat adik Inda kembali akan menjalani kemoterapi. Semoga kondisi semakin baik dan pulih.
Foto tanggal 28 Agustus, saat adik Inda menerima paket kiriman Obat 6 MP. Obat tersebut khusus dikonsumsi untuk penderita leukemia dan saat ini susah didapat. Dibayarkan sebesar 2.820.000 untuk 100 butir obat 6 MP.
Foto Inda per tanggal 9 Agustus 2018. Kondisinya sangat baik, jika dilihat sekilas nampak seperti orang yang tidak menderita sakit. Setiap minggu menjalani kemoterapi.

[/box]

Inda Saskia Ulandari (11 tahun), semenjak 3 tahun lalu sering mengeluhkan pusing, merasa demam dan mengeluarkan darah di hidung (mimisan). Awalnya keluarga menganggap ini hanya sakit biasa saja, dibawalah berobat ke dokter umum dan diberi obat obatan. Namun sakit hanya mereda sebentar saja dan gejala yang sama muncul lagi. Akhirnya diperiksakan lebih lanjut ke rumah sakit umum pemerintah yang ada di lombok barat, dilakukan berbagai pemeriksaan laboratorium dan USG, hingga dokter menyatakan bahwa ada indikasi penyakit kanker darah (LLa). Sempat di rawat inap di rumah sakit Patut Patuh Patcu , Lombok barat selama beberapa hari, namun dikarenakan kekurangan alat medis dokter menyarankan untuk di bawa dan dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.

Adik Inda saat belum didiagnosa menderita kanker darah. Harusnya tahun ini ia masuk kelas 1 SMP, namun sekolahnya harus tertunda karena kondisi pengobatan yang mengharuskan dijalani di Denpasar.

Namun pihak keluarga tak langsung membawa adik Inda ke Denpasar, dikarenakan ketidak siapan terutama dengan masalah biaya. Orang tua Inda sendiri hanya bekerja sebagai buruh tani yang mengerjakan sawah milik orang. Hingga akhirnya pada hari Selasa, 04 Juli 2018 lalu, Inda merasakan sakit yang amat sangat. Segala cara telah dilakukan, namun sakitnya tak kunjung mereda bahkan mengeluarkan darah terus menerus dari hidungnya. Melihat kondisi Inda yang makin mengkhawatirkan, akhirnya dengan beerbekal sedikit uang bantuan beberapa kerabat dan juga bantuan sebanyak 5 juta dari Celengan Samagghi Phala, Inda dibawa ke RS sanglah Denpasar.

Sesampainya di RS Sanglah, dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialist Hematologi, dan dilakukan pengambilan cairan pada sum sum tulang belakang sebanyak dua kali. Dari hasil pemeriksaan laboratorium tersebut, dokter memastikan bahwa Inda menderita Kanker Darah.  Untuk itu Adik Inda harus menjalani tindakan kemoterapi setiap minggunya, selama 2 tahun.

Dokumentasi adik Inda selama menjalani perawatan di RS Sanglah Denpasar. Kondisi cukup stabil dan baik, menurut dokter dengan kemoterapi yang rutin dan tepat peluang untuk sembuh dan hidup normal sangat besar.

Memang biaya rawat inap dan kemoterapi sendiri ditanggung oleh BPJS, namun yang menjadi kendala adalah biaya hidup selama menjalani pengobatan tersebut. Otomatis orang tua Inda harus menemani dan tentulah tak dapat beraktivitas untuk mencari nafkah. Selain itu Inda juga mempunyai adik yang baru berusia 13 bulan, seorang nenek yang sepuh, dan juga Bapak Inda adalah tulang punggung yang membiayai beberapa adiknya. Biaya lain yang menjadi kendala adalah mengenai tempat tinggal, ternyata di daerah sekitaran rumah sakit untuk sebuah kost-kostan sederhana harus membayar sebesar 250 ribu perharinya. Sudah diusahakan mencari rumah kontrakan namun belum didapat. Biaya lain juga adalah dalam proses kemoterapi ini, ada beberapa jenis obat yang tak dapat diklaimkan ke BPJS. Menurut informasi bahwa untuk setiap kali kemotrerapi paling tidak harus menyiapkan sekitar 500 ribu. Dan setiap kemoterapi juga, ada kemungkinan untuk transfusi darah. Darah juga harus menebus sendiri ke PMI nya dengan donor pengganti. Biaya makan juga menjadi kendala, karena di Denpasar sendiri untuk makanan sederhana saja, perorang harus menyiapkan anggaran 20 ribu untuk satu kali makan.

Romo Kentran yang merupakan Bapak Inda, adalah seorang pemuka agama Buddha yang selama ini sangat bersumbangsih untuk kemajuan umat di daerahnya. Berikut ini adalah beberapa dokumentasi kegiatan Romo Kentran. Ia sendiri mencari nafkah sebagai buruh tani yang membantu mengerjakan sawah milik orang. Untuk penghasilan selama ini tak menentu, jika panen bartu akan mendapat bagian beras.

Inda sendiri merupakan anak pertama dari Romo Kentran. Romo Kentran sendiri adalah salah satu pemuka agama Buddha di desa Mareje, kecamatan Lembar kabupaten Lombok Barat. Disamping bekerja sebagai buruh tani, Romo kentran selalu menyempatkan dirinya untuk melakukan pembinaan kepada umat. Ia selalu aktif dalam kegiatan anjangsana, memimpin upacara orang meninggal, sampai memimpin acara perkawinan. Romo sendiri sangat mengharapkan uluran dan bantuan guna kelangsungan pengobatan anaknya Inda yang bakal memakan waktu yang cukup lama.

[box type=”note” fontsize=”14″ radius=”10″]Catatan Admin:

Biaya yang paling mendesak saat ini adalah biaya makan dan tinggal Inda bersama Bapak dan Ibunya. Diperkirakan di daerah Denpasar untuk makan sederhana setiap harinya bagi mereka sekeluarga adalah sekitar 100 ribu perhari. Biaya tinggal untuk kost-kostan perharinya adalah sebesar 250 ribu, dan saat ini tengah diupayakan mencari kontrakan disekitar rumah sakit. Tempat tinggal juga tak bisa jauh dari RS, selain karena intensitas kunjungan yang tinggi dan dapat menghemat ongkos, juga dikhawatirkan kondisi Inda yang lemah jika harus menempuh perjalanan jauh. Biaya lain yang harus disiapkan adalah untuk menebus obat-obatan yang tak dijamin BPJS dan darah yang harus ditebus langsung ke PMI.

Berdasarkan perhitungan kasar, paling tidak setiap bulannya harus disiapkan dana paling tidak minimal 10 juta rupiah. 

[/box]

[quote font=”trebuchet” font_size=”16″ font_style=”italic” color=”#000000″ bgcolor=”#aed691″]Donasi dapat Disalurkan ke Rekening BCA 021 347 2523 atas nama Sumarah & Yun Angraini, dengan menambahkan akhiran 12, misal Rp. 200.012,- atau keterangan : INDA [/quote]

[iconbox title=”KETERANGAN Lainnya dapat menghubungi Kontak berikut” title_align=”center” content_align=”center” layout=”boxed” bg=”#a9d689″ border=”#59d600″ content_color=”#0a0405″ align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-phone” icon_align_to=”box” size=”32″ ] 

Amiruddin   – 0852 0573 0561

Romo Kentran (Bapak Inda) – 0853 3322 0621

Sdri. Sumarah – 0821 788 16776 

[/iconbox]

[box type=”note” fontsize=”18″ radius=”10″]Nama para donatur, dan bukti penggunaan dana, akan dibuatkan Link tersendiri. Perkembangan adik Inda akan selalu diupdate di website ini selama penggalangan dana belum ditutup. Untuk masukkan dan saran, dapat diberikan pada kolom komentar dibawah. [/box]

[iconbox title=”PENJELASAN” title_align=”left” content_align=”left” layout=”boxed” bg=”#ededa6″ border=”#dd9933″ title_color=”#000000″ content_color=”#dd2a2a” align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-bubbles” icon_align_to=”title” size=”32″ icon_bg_color=”#ededa3″ icon_bd_color=”#dd9933″ ]Pihak Keluarga bersedia untuk melaporkan penerimaan dana berikut nama donatur yang masuk. Laporan akan dipublish pada website ini.

Penggunaan dana akan disertai bukti kuitansi yang juga akan dipublish di website.

Admin segenggamdaun.com, berhak menghentikan penggalangan dana apabila kebutuhan dana sudah mencukupi, ataupun jika terjadi permasalahan dikemudian hari.

Apabila terdapat kelebihan dana yang besar dari kasus ini, maka sebagian akan digunakan untuk kegiatan sosial lainnya [/iconbox]

11898867_1158836877467044_1546283512640824541_n

Berikut ini adalah nama harum para dermawan yang telah ikut serta berdana demi kelangsungan proses Kemoterapi adik Inda, yang dikoordinir oleh segenggamdaun.com.

[box type=”Note” fontsize=”20″]Total Dana Terkumpul per 31 Juli Pukul 12.00 wib: Rp. 50.273.506,- Telah diserahkan ke Romo Kentran sebanyak 53 juta  dari bulan juli sampai dengan Juni 19  untuk dipergunakan guna kebutuhan Inda yang meliputi biaya makan, akomodasi, pembelian obat dan tempat tinggal.

[/box]

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

[CLOSED] KITA DUKUNG OPERASI KISTA HATI ADIK CHELVIN

Read Next

[HELP]: AYO KITA DUKUNG PENGOBATAN BAYI ELYSHA PENDERITA RUBELLA & JANTUNG BOCOR

Leave a Reply

Your email address will not be published.