[HELP]: AYO KITA DUKUNG PENGOBATAN BAYI ELYSHA PENDERITA RUBELLA & JANTUNG BOCOR

Elysha Christabel (6 bulan) adalah anak ketiga dari pasangan  Sindy Thu dan Atmo, dua saudaranya yaitu Tian (7 tahun) dan Aling (5 tahun).  Elysha sejak dalam kandungan terinfeksi Virus Congenital Rubella Syndrom (campak jerman) dan CMV.  Saat  Elysha dalam kandungan, ibu nya mengalami ruam merah diseluruh tubuh dan disertai demam. Karena kondisi ekonomi dimana papa Elysha saat itu tak bekerja, jadi kehamilan hanya diperiksakan di Puskesmas didekat rumahnya saja di  Siantan Hulu – Pontianak Utara, dan tidak pernah dibawa ke dokter spesialis kandungan.  Setelah meminum obat, akan mereda, namun beberapa hari kemudian, ruam ruam merah tersebut akan muncul kembali.

Karena ketidaktahuan, dianggap itu hanya sakit biasa saja. Dan kehamilan tetap dilanjutkan. Pada tanggal 15 Januari 2018, lahirlah bayi Elysha dengan berat 2 kilogram dan masih terbungkus utuh dengan ketuban dan tidak menangis saat lahir. Setelah dirawat beberapa hari di inkubator di puskesmas, Elysha diijinkan untuk dibawa pulang.

Foto Elysha saat menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Foto tengah adalah bersama koko dan cicinya.

Sampai usia Elysha menginjak 2 bulan, tak nampak hal mencurigakan. Namun saat Elysha mulai aktif membuka matanya, mamanya melihat ada titik putih pada pupil mata sebelah kirinya. Saat itu papa Elysha sudah mendapat pekerjaan sebagai sopir, maka dibawalah Elysha ke klinik anak untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter menyatakan bahwa ada kebocoran pada jantung dan ada katarak pada mata Elysha. Untuk memastikan maka harus dilakukan test Echo. Karena ketiadaan biaya untuk melakukan test tersebut, maka dokter merujuk bayi Elysha ke Rumah Sakit yang menerima BPJS. Setelah mengikuti prosedur, akhirnya dilakukan pemeriksaan Echo di RS Soedarso Pontianak dan hasilnya menunjukkan jantung positif bocor PDA 3mm, pemeriksaan mata juga menunjukkan ada katarak di kedua mata bayi Elysha.

Karena di RS Pontianak kekurangan alat medis, akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Karena terkendala biaya untuk akomodasi maka pemeriksaan kemudian akhirnya ditunda. Menurut dokter katarak harus sesegera mungkin dioperasi, jika tidak akan menyebabkan buta permanen. Akhirnya atas inisiatif keluarga dan teman teman dekat, terkumpullah dana sebanyak 6 juta yang dipergunakan untuk akomodasi berangkat ke Jakarta.

Foto foto saat Elysha selesai menjalani operasi katarak. Saat ini telah 2 kali menjalani operasi, dan akan melakukan operasi ke 3 pada tanggal 31 juli.

Sesampainya di Jakarta setelah mengikuti prosedur BPJS, bayi Elysha ditangani dokter dan dilakukan berbagai test. Hasilnya menunjukkan Elysha terinfeksi virus Rubella dan CMV yang menyebabkan mata nya mengalami  katarak, jantung bocor, microchepaly/ pengecilan kepala dan otak, terlambat pertumbuhan dan dicurigai ada gangguan pendengaran.

Elysha telah menjalani operasi mata sebanyak 2 kali di bulan Mei 2018, dan operasi ketiga akan dilakukan akhir Juli ini. Jantung bayi belum ditangani karena berat badan yang baru 3,9 kilogram dan usia 6 bulan. Echo terakhir pada bulan Juli menunjukkan kebocoran jantung PDA nya bertambah menjadi 3,2 mm.

Dari serangkaian test lab menunjukkan virus masih aktif dan dokter menyarankan bayi harus diterapi untuk mencegah kerusakan yang lebih parah yaitu melalui minum obat dimana harga satu butir obat tersebut adalah 371.000 rupiah, setiap 6 hari sekali harus meminum 1 butir. Obat tersebut tidak dapat dibayar dengan BPJS dan harus dibeli sendiri di apotik. Minimal konsumsi obat tersebut adalah 6 bulan jika kondisi baik, namun tak menutup kemungkinan bisa berlangsung lebih lama lagi.

Beberapa hasil cek laboratorium Elysha.

Selain itu harus segera melakukan test lab yang dilakukan disebuah RS Swasta dan juga tak dapat diganti BPJS untuk melihat virus aktif  setelah mengkonsumsi obat. Satu kali test lab tersebut adalah 2,9 juta. Test ini harus dilakukan setiap bulannya.

Selain itu  karena bayi mengalami pertumbuhan yang lambat dan sudah mendekati garis label gizi buruk, dokter gizi mengharuskan  bayi mengkonsumsi  susu formula merk tertentu yang harganya  hampir 200 ribu untuk ukuran 400 gram.

Papa Elysha saat ini telah tidak bekerja lagi karena harus mengurus proses pengobatan. Biaya kost setiap hari yang harus dibayar adalah sebesar 185 ribu. Biaya hidup dan makan sehari-hari juga menjadi kendala, dan juga transportasi dari kost menuju ke RS yang dalam seminggu bisa beberapa kali.  Selain itu Elysha mempunyai 2 saudara yang saat ini masih bersekolah di kelas 2 SD dan TK  dan dirawat oleh neneknya.

[box type=”note” fontsize=”14″ radius=”10″]Catatan Admin:

Biaya yang paling mendesak saat ini adalah biaya pembelian obat dan cek lab yang tak ditanggung BPJS. Selain itu biaya kost sebesar 185 ribu perhari beserta biaya makan dan transportasi.  Diperkirakan untuk masa 6 bulan pengobatan paling tidak harus tersedia dana sebanyak 50 juta rupiah. 

[/box]

[quote font=”trebuchet” font_size=”16″ font_style=”italic” color=”#000000″ bgcolor=”#aed691″]Donasi dapat Disalurkan ke Rekening BCA Nomor 8555 071 899 atas nama Harly J & Yudianto, dengan menambahkan akhiran 07, misal Rp. 200.007,- atau keterangan : ELYSHA  [/quote]

[iconbox title=”KETERANGAN Lainnya dapat menghubungi Kontak berikut” title_align=”center” content_align=”center” layout=”boxed” bg=”#a9d689″ border=”#59d600″ content_color=”#0a0405″ align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-phone” icon_align_to=”box” size=”32″ ] 

Lina Bong    –  0812 8236 4177

Syndi Thu  (Mama Elyhsa) – 0852 4750 2252

Yun Anggraini  – 0819 9507 9269[/iconbox]

[box type=”note” fontsize=”18″ radius=”10″]Nama para donatur, dan bukti penggunaan dana, akan dibuatkan Link tersendiri. Perkembangan bayi Elysha akan selalu diupdate di website ini selama penggalangan dana belum ditutup. Untuk masukkan dan saran, dapat diberikan pada kolom komentar dibawah. [/box]

[iconbox title=”PENJELASAN” title_align=”left” content_align=”left” layout=”boxed” bg=”#ededa6″ border=”#dd9933″ title_color=”#000000″ content_color=”#dd2a2a” align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-bubbles” icon_align_to=”title” size=”32″ icon_bg_color=”#ededa3″ icon_bd_color=”#dd9933″ ]Pihak Keluarga bersedia untuk melaporkan penerimaan dana berikut nama donatur yang masuk. Laporan akan dipublish pada website ini.

Penggunaan dana akan disertai bukti kuitansi yang juga akan dipublish di website.

Admin segenggamdaun.com, berhak menghentikan penggalangan dana apabila kebutuhan dana sudah mencukupi, ataupun jika terjadi permasalahan dikemudian hari.

Apabila terdapat kelebihan dana yang besar dari kasus ini, maka sebagian akan digunakan untuk kegiatan sosial lainnya [/iconbox]

11898867_1158836877467044_1546283512640824541_n

Berikut ini adalah nama harum para dermawan yang telah ikut serta berdana demi kelangsungan proses pengobatan bayi Elysha, yang dikoordinir oleh segenggamdaun.com. 

[box type=”Note” fontsize=”20″]Total Dana Terkumpul per 07 November  Pukul 14.00 wib: Rp. 24.623.972,- Telah diserahkan ke Mama Elysha sebesar 16 juta untuk pembelian obat, cek laboratorium, biaya kost dan akomodasi.[/box]

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

[URGENT] AYO KITA DUKUNG PROSES KEMOTERAPI KANKER DARAH ADIK INDA

Read Next

[CLOSED] AYO KITA DUKUNG PENGOBATAN PAK KIRWANTO SEORANG GURU AGAMA BUDDHA

Leave a Reply

Your email address will not be published.