FIlm Dokumenter  Kisah Nyata  Melafal Nama Buddha (Nien Fo)  Mengobati Kanker

Berikut ini adalah terjemahan dalam bahasa Indonesia dari video diatas yang menceritakan kesaksian seseorang yang menderita kanker paru-paru stadium akhir, namun akhirnya mengalami perubahan yang sangat pesat dalam tempo 11 hari setelah melakukan metode pelafalan nama Buddha.

Terlepas dari pro kontra, semoga video berikut dapat memberikan sebuah paradigma positif terutama sebagai terapi pendamping. Semoga dapat ditarik manfaatnya.

Berikut adalah terjemahannya

Pada tahun 2006 , musim semi di Cina,  Perusahaan menugaskan saya ke daerah Chengde,Hebei yang merupakan sebuah  Desa kecil , untuk membuat sebuah  film dokumenter kisah nyata. Sebelum saya datang, Manager perusahaan saya mengatakan kepada saya dengan sembunyi-sembunyi :

” Rekaman Dokumenter  kamu kali ini bukanlah sesuatu yang  sangat penting. Berdasarkan kisah nyata tersebut dan kondisi saat ini, kamu boleh memutuskan apakah kamu mau rekam atau tidak mau rekam(jika tidak rekam, juga tidak apa-apa).”

Sebagai seorang sutradara , saya merasa tugas atau misi kali ini agak sedikit aneh. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh Bumi ini , sehingga menkondisikan saya untuk datang ke sana? Apa yang harus saya temukan disana?

Kedatangan Pertama kali ke Cheng De pada tanggal 16 Febuary 2006.

Desa ini Bernama Ma Cang Ci(horse stick). Desa ini terletak di pinggiran kota, lembah dataran tinggi . Kota Cheng De, propinsi Hebei. Dan juga merupakan desa pergunungan dari jaman dahulu.

Pada tanggal 16 Febuary 2006, Saya bersama Asisten saya  bernama Lee, datang kesana.

Saya tidak menyangka, bahwa yang menjemput kami adalah beberapa umat Buddha.

Mereka membawa kami ke sebuah tempat dimana sedang dilakukan kegiatan “Zhu Nien“.

(Zhu Nien: kegiatan pelafalan nama Buddha Amitabha secara bergiliran dan berkesinambungan tanpa putus ,biasanya untuk membantu orang yang menjelang ajal  agar dapat terlahir di alam sukhavati sesuai dengan 48 tekad Buddha Amitabha.)

Saya tahu bahwa di dalam tempat itu pasti ada orang yang akan segera meninggal. Mereka menggunakan metode ajaran Buddha  untuk membebaskan orang yang akan meninggal  tersebut dari penderitaan ataupun “chau du

(Chau du/Ullambana: proses menyeberangkan seseorang atau sanak keluarga  dari alam menderita  ke alam yang lebih bahagia)

Saya adalah salah satu sutradara film dokumenter yang berpendidikan tinggi  terutama berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan dunia perekaman. Untuk hal  beginian, menurut saya,  itu adalah sesuatu yang Tahayul , dan  saya sangat sulit untuk mempercayainya dan tidak bisa masuk ke logika  pemikiran saya. Akan tetapi kami (saya dan asisten) tetap melanjutkan  merekam supaya tidak  melukai  perasaan keluarga mereka disana.

Di dalam sana, ada beberapa orang yang sedang Zhu Nien sambil berjalan dan melafal :  Amithofo….Amithofo…. Amithofo…..Amithofo….  dengan berkesinambungan.

Kemudian saya merekam  pembicaraan  salah satu anggota Zhu Nien  kepada seseorang yang sedang terbaring di ranjang :

[box fontsize=”14″ radius=”10″]” Bagaimana keadaan Anda  hari ini dibandingkan dengan kemarin?” Tanya  Anggota Zhu Nien

” Lebih Baik dari Kemarin.”   Jawab Orang yang terbaring

” Apakah masih batuk?” Tanya Anggota Zhu Nien

“Saya tidak terlalu banyak batuk hari ini. Jika saya batuk , maka mulut saya mengelurarkan dahak  yang berwarna kuning.” Jawab orang yang terbaring itu.

“Apakah Anda  merasa lebih berenergi hari ini?” Tanya Anggota Zhu Nien

“Saya sangat  berenergi .” Jawab Orang yang terbaring

“Apakah ada pusing?” Tanya Anggota Zhu Nien

“Ada sedikit.” Jawab Orang yang terbaring[/box]

Setelah  mendengar pembicaraan mereka, Saya baru tahu bahwa orang yang terbaring di ranjang itu sedang sakit. Umat Buddha yang melakukan Zhu Nien ini, menggunakan metode ajaran Buddha yaitu melafal nama Buddha  Amitabha,  hanya minum air putih, dan berpuasa untuk mengobati penyakit pria yang berumur 66 tahun.

Di dalam hati, saya melecehkan dan tertawa lucu, ini sudah abad ke 21, kenapa masih ada orang-orang bodoh dan lugu yang melakukan aktivitas  (Zhu nien) seperti ini?

Melihat ini, saya ingin segera pulang ke Beijing, memutuskan untuk berhenti merekam kisah nyata film dokumenter tersebut. Tetapi, sebagai seorang sutradara, ada rasa ingin tahu yang besar sehingga bisa mengetahui  dan menanyakan permasalahan ini secara jelas.

Akhirnya saya dengan rasa ingin tahu  mulai melihat bagaimana orang-orang tersebut di depan kamera. Saya ingin melihat bagaimana mereka memainkan lelucon ini.

Kemudian ada pembicaraan antara anggota Zhu Nien  dan si pasien

[box fontsize=”14″ radius=”10″]

Anggota Zhu Nien bertanya :  “Dapatkah Anda berdiri?”

Si Pasien menjawab : ” Iya, Dapat”

Anggota Zhu Nien bertanya : “Kalau begitu, coba Anda berdiri , Saya ingin melihat anda   berdiri sebentar?’

Si Pasien menjawab : “Tentu, tidak masalah.”

Anggota Zhu Nien berkata : ” pelan-pelan ya, jangan terlalu buru-buru, .”

Si Pasien kemudian berdiri dan berkata : “Dari awal sampai sekarang, saya sudah berpuasa selama 8 setengah hari. saya sama sekali tidak makan apapun juga selama 8 setengah hari.  Sebutir nasi juga tidak makan, hanya minum air putih.”

Anggota Zhu Nien berkata : “Dapatkah Anda menunjukkan kepada kita , Anda bisa berjalan-jalan sebentar.”

Si Pasien  menjawab : ” Iya, bisa. saya bisa berjalan dengan baik. tidak usah dipapah atau  dibantu dipegangin. saya bahkan bisa melompat, tidak masalah.”

Setelah si Pasien berjalan sebentar, Anggota Zhu Nien berkata : ” sekarang Anda sudah bisa berbaring. jika Anda sudah  lelah berbaring. maka Anda dapat berjalan juga.”

[/box]

Si orang tua yang rapuh  ini sudah  8 setengah hari  tidak pernah makan nasi atau apapun juga, berpuasa, dan hanya minum air putih setiap harinya. Hanya menerima dan menjalankan metode  terapi Nien Fo“.

(Nien Fo : melafal nama Buddha , biasanya yang  dilafal adalah nama Amitabha Buddha )

Anggota Buddhist yang Zhu Nien dengan sabar melafalkan nama Amitabha Buddha sebanyak  4 huruf. Sepatah kata demi sepatah kata secara berkesinambungan. Lagi dan lagi melafal Amitabha Buddha selama 24 jam perhari, mereka melafal  untuk orang tua yang sakit itu bernama Liu Zhi Yun atau Mr. Liu.

Dalam hati, saya berkata jika penyakit bisa disembuhkan dengan cara ini, maka semua rumah sakit di dunia ini sudah tutup.

Orang-orang yang tahayul ini, mereka semua dapat menyebabkan petani yang polos ini kelaparan sampai meninggal. Orang tua ini selama 8 ½ hari sudah tidak makan apapun juga. Orang-orang nien fo ini konsisten dengan metode yang disebut terapi “Melafal nama Buddha, minum air putih, dan berpuasa”. Orang tua tersebut akan mengalami kelaparan sampai beberapa hari kedepannya.

Ini adalah tindakan yang ekstrim, gila dan tidak masuk akal / bodoh.

Jika penyakit orang tua ini tidak segera diobati, saya pastikan orang tua ini akan meninggal di tempat ini. Kemudian hal  ini  menjadi berita yang besar dan akan menjadi rekaman yang eksklusif. Sekelompok orang ini mencoba membahayakan nyawa orang lain demi uang. Menggunakan suatu  cara untuk mempengaruhi orang yang bodoh, polos dan tahayul. Saya memtuskan untuk lebih serius merekam film ini dengan asumsi cara dan kegiatan  ini merupakan pengajaran yang Keliru.

Wawancara dengan Mr. Tung dan Mr. Liu

Setelah memperoleh persetujuan mereka semua, saya melakukan wawancara dengan pemimpin nienfo / zhu nien. Pemimpinnya bernama Tung Ai Kuo. Berikut ini penjelasan dari Tung Ai Kuo (Mr. Tung)

[box fontsize=”14″ radius=”10″]Mr Tung berkata : ” Metode yang kita gunakan ada 3 hal , pertama melafal nama Buddha Amitabha(Nien Fo), kedua adalah berpuasa(tidak makan apapun juga termasuk obat), dan ketiga adalah minum air putih saja.”

Saya bertanya kepada Mr. Liu : “Mr Liu, Berapa lama metode ini dijalankan?”

Mr. Liu menjawab  : ” Lebih kurang sudah 8 hari.”

Saya bertanya lagi : “Mr. Liu, apa yang Anda rasakan sekarang ?”

Mr. Liu menJawab : “Saya tidak merasa terjadi sesuatu yang besar pada saya, hanya sedikit hal yang tidak nyaman saja tapi itu tidak masalah, saya mampu menghadapinya. ”

Saya bertanya kepada Mr . Liu : “Berdasakan ilmu pengetahuan, jika seseorang tidak makan selama 7 hari maka mereka akan ambruk. ”

Mr. Liu menjawab : “saya sudah 8 ½ hari diterapi. Ada pepatah kuno mengatakan bahwa 7 hari untuk pria dan 8 hari untuk wanita.”

Saya bertanya kepada Mr. Tung : “Bagaimana cara Anda membuat Mr. Liu tetap merasa berenergi  setelah 8 hari berpuasa/ tidak makan, dapatkan Anda menjelaskannya kepada saya?”

Mr Tung menjawab : “Jika kamu melihat orang pada umumnya kenapa para pria mati setelah kelaparan 7 hari dan kenapa para wanita mati setelah kelaparan 8 hari? Dalam kondisi kelaparan ini, hati orang tersebut pada umumnya menjadi panik/ gelisah dan ketakutan. Hal ini menyebabkan mereka menjadi tidak sehat dan dapat mengurangi umur kehidupan mereka. Kami menggunakan metode nien fo, dapat membuat seseorang menjadi sangat tenang/ seimbang. Selain itu pada saat melafal nama Buddha dapat menghasilkan suatu gelombang terbaik diantara semua gelombang yang ada di alam semesta ini dan gelombang ini dapat mengobati penyakit, dengan demikian Mr. Liu dapat bertahan hidup lebih lama.”

Dalam hati kecil, saya mulai tertawa secara sembunyi. Kata-kata dari Tung Ai Kuo ada sedikit masuk akal.[/box]

Pada awalnya ketika sesorang dalam keadaan panik/ takut akan lebih mudah berkurang daya tahan tubuhnya. Dengan metode nien fo, bisa membantu pikiran orang yang sakit menjadi tenang/ seimbang. Dalam hal ini saya setuju, akan tetapi ada gelombang yang dihasilkan pada saat nien fo, saya rasa ini konyol dan tidak masuk akal. Saya tidak ingin berdebat dengan mereka. Jadi saya hanya diam dan mengamati saja.

Berpuasa dan melafal nama Buddha di hari ke 9 pada tanggal 17 Febuari 2006.

Melalui observasi sampai hari ini, saya merasakan bahwa hal ini bukanlah semudah yang saya pikirkan sebelumnya.

Ternyata orang tua bernama Liu Zhe Yun ini mengidap penyakit kanker paru-paru. Untuk menghindari orang tua ini merasa takut, maka para anggota keluarganya dan anggota zhu nien tidak memberitahukan penyakit tersebut kepada orang tua ini.

Disini ada selembar dokumen diagnosis tentang penyakit Liu Zhu Yun (Mr. Liu), yang berasal dari Rumah Sakit Chengde Medical College, dengan jelas menyatakan bahwa Mr. Liu mengidap penyakit kanker paru-paru.

Putri dari Mr. Liu ini berkata : “Pada bulan November 2005, ayahnya di diagnosa secara tepat mengidap penyakit kanker paru-paru.”

Putra dari Mr. Liu juga berkata : “untuk  mengambil tindakan operasi di rumah sakit, sangat tidaklah efisien karena umur ayahnya juga sudah tua dan penyakitnya pun semakin parah dari hari ke hari.”

Putri dari Mr. Liu berkata : “pada tanggal 1 Februari 2006, ayah saya pingsan beberapa kali dalam satu hari, batuknya sangat parah sampai muntah darah.”

Putra dari Mr. Liu berkata : “sebagai anak-anaknya, kami sangat mencemaskannnya dan sulit diungkapkan perasaan cemas ini.”

Putri dari Mr. Liu berkata : “ayah saya sudah berumur 66 tahun, saya takut ayah saya tidak bisa bangun lagi setelah operasi. Dokter juga mengatakan demikian.”

Keluarga sangat mencemaskan penyakit Mr. Liu. Mereka khawatir jika ayahnya tidak bisa bangun lagi setelah di operasi.  Inilah sebab yang  pada akhirnya mereka mengambil keputusan untuk menggunakan terapi nien fo ini.

Putra dari Mr. Liu berkata : “Sejujurnya, pada awalnya saya tidak mengerti dengan metode terapi ini, karena sekarang ilmu pengetahuan kedokteran berkembang pesat. Pilihan pertama , orang akan pergi ke rumah sakit jika menderita sakit. Sebenarnya juga kami tidak tahu dan tidak mengenal ajaran Buddha, sehingga kami juga tidak mengerti metode Buddhist tersebut. Kemudian Mr. Tung datang dan menjelaskan secara konkrit kepada kami. Perkataan yang diucapkan oleh Mr. Tung, kami berpikir ini juga masuk akal dari segi ilmu pengetahuan.

Penjelasan Mr. Tung mengenai metode terapi

Berikut ini wawancara dengan Tung Ai Kuo (Mr. Tung) :

Mr. Tung Ai Kuo berkata : “ Mari Kita bicara tentang berpuasa (tidak makan), di dalam sejarah Buddha, banyak Bhiksu menjalani puasa di masa lalu. Karena dalam kitab “Big Rule/ Ta Li”, Buddha berkata jika para bhiksu menderita sakit, maka langkah pertama adalah berhenti makan / puasa sampai kesehatannya pulih kembali. Ini adalah terapi terbaik dalam ajaran Buddha. Tetapi jika kita melafal nama Buddha (Buddha Amitabha berarti usia tanpa batas), Ini adalah gelombang terbaik di alam semesta ini. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan Prof. Masaru Emoto di Jepang mengenai Kristal air ini, gelombang terbaik melalui pikiran, akan menampilkan bentuk Kristal yang terbaik. Jadi jika seseorang sedang nien fo maka tubuh orang tersebut akan cepat pulih kembali. Nafas dan sirkulasi darah menjadi lancar walaupun tanpa asupan makanan. Ini membuat penyakitnya menjadi sembuh. Akhirnya keluarga Mr. Liu meyakini ucapan dari Mr. Tung dan memutuskan untuk menggunakan metode nien fo ini sebagai terapi.

Pada tanggal 3 Febuari 2006, Mr. Tung dan anggota zhu nien lainnya diundang ke rumah Mr. Liu.

Mr.Tung membeli sebuah kamera perekam untuk merekam setiap proses yang terjadi, untuk membuktikan bahwa keluarga Mr. Liu memang dengan sukarela menerima terapi nien fo ini.

Mr.Tung dan keluarga Mr. Liu menandatangani surat pernyataan hidup dan mati. Surat pernyataannya berisi: Mr. Liu tidak akan  menjalani tindakan operasi, namum para keluarga memilih menerima terapi metode nienfo dan puasa untuk menyembukan penyakit Mr. Liu. Para keluarga menyatakan bahwa Mr.Tung Ai Kuo tidak akan dipersalahkan apabila terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan seperti kematian. Semua Anggota  keluarga setuju dan menandatanganinya. Setelah menandatangani surat pernyataan tersebut, Mr. Tung dan anggota zhu nien mulai melakukan terapi. Proses terapi ini sangat mudah, pertama Mr. Tung menanamkan rasa percaya diri kepada Mr. Liu.

Mr. Tung berkata kepada Mr. Liu : “Melihat situasi Anda, kondisi fisik Anda kelihatan lebih baik, suara Anda juga kelihatan masih ada energy, dilihat dari luar Anda masih kelihatan lumayan. Jadi dalam kondisi sekarang ini, kesempatan untuk menyembuhkan penyakit akan lebih baik. Untuk itu, ini semua tergantung cara bagaimana kerjasama Anda seserius mungkin dan sepenuh hati dengan kami. Bukankah Anda ingin sembuh? Anda berharap sembuh dan berumur panjang. Ingin berkumpul lagi dengan anak-anak Anda. Untuk itu, tujuan saya datang kesini adalah membantu mengobati penyakit Anda. Tujuannnya hanyalah semoga penyakit Anda sembuh dan memperoleh umur panjang. Untuk mencapai tujuan ini, kami memerlukan kerjasama Anda. Bagaimana cara Anda bekerja sama? Yaitu Anda harus melafal nama Buddha Ini “Amithuofo” dan simpan dalam pikiran Anda.”

Wawancara dengan Mr. Sung(Asisten Zhu Nien)

Mr. Song  Yu Hai adalah salah satu anggota Zhu Nien dimana Mr Sung diminta bantuannya  dan juga sebagai  asisten  Mr. Tung  dalam kegiatan nien fo utk membantu mr. liu

Disana ada umat Buddha bernama Song Yu Hai ikut berpartisipasi dalam kegiatan zhu nien ini. Dia melihat kejadian ini dari sudut pandang ajaran Buddha, dia juga tidak mengerti sepenuhnya.

Song Yu Hai berkata :

“Secara mendadak, Mr. Tung menelepon saya dan meminta bantuan saya menjadi asisten kegiatan zhu nien kepada seorang pasien penderita kanker. Penyakit kanker sudah mencapai stadium terakhir. Pada saat itu,  saya bertanya kepada Mr. Tung, sudah berapa lama si pasien belajar ajaran Buddha? Mr. Tung menjawab bahwa si pasien tidak pernah belajar ajaran Buddha. Pada saat itu , saya merasa ini sangat aneh. Saya mengatakan apakah kita harus melakukan kegiatan zhu nien kepada orang yang tidak belajar ajaran Buddha? Ada beberapa kegiatan, saya selalu membantu orang untuk zhu nien, tetapi semua orang yang di bantu zhu nien adalah orang yang telah belajar ajaran Buddha.

Karena ini menolong zhu nien kepada orang yang tidak belajar ajaran Buddha, itu sangat sulit membantunya terlahir dialam Sukhavati. Tujuan kita Zhu nien adalah untuk membantu si pasien mengurangi penderitaanya dan terlahir di alam Sukhavati. Tetapi orang yang tidak belajar ajaran Buddha adalah sangat sulit untuk dibantu. Tanpa keyakinan pasien tersebut, sangat sulit untuk mencapai tujuan tersebut.

Untuk itu saya bertanya kepada Mr. Tung : Mengenai pasien yang tidak belajar ajaran Buddha, apakah kita akan berhasil? Mr. Tung berkata : “Pasien ini bukan mau terlahir di alam Sukhavati, dia ingin penyakitnya sembuh”. Saya merasa  aneh kenapa Mr. Tung sampai berani melakukan tindakan seperti ini? Ini sungguh tidak bisa dibayangkan. Orang yang tidak belajar ajaran Buddha ataupun bisa dikatakan non Buddhis, mengandalkan cara zhu nien dan juga mengidap penyakit kanker stadium akhir dengan harapan agar penyakitnya sembuh. Hal ini sama sekali diluar hal yang saya ketahui dan bayangkan selama ini.

Pada saat itu saya merasa tidak masuk akal, bahkan sangat tidak masuk akal.  Ini pasti adalah misi yang tidak akan berhasil.”

Saya(sutradara) bertanya kepada Song Yu Hai:  ” Tetapi kenapa akhirnya Anda ikut Zhu nien juga?”

Dia menjawab : “Kemudian dengan pertanyaan itu, saya masih ingin melihat trik apa yang dimainkan oleh Mr. Tung. Selain itu, menurut orang yang belajar ajaran Buddha membantu orang zhu nien, walaupun pasien itu Buddhis atau non Buddhis. Kita tetap harus membantu dengan kebajikan zhu nien, oleh sebab itu saya tetap mengikuti kegiatan ini membantu pasien non Buddhis ini.

Mr. Tung menjelaskan hubungan terapi Nien Fo dengan ilmu pengobatan Cina

Mr. Tung berkata :  Berdasarkan ilmu pengobatan China, metode ini juga relevan dan masuk akal.

Kami menggunakan terapi melafal nama Buddha Amitabha dan juga menggunakan metode puasa. Ini diambil dari ajaran Buddha. Kenapa dikatakan relevan dalam pengobatan China? Ada 4 kitab besar tentang pengobatan China salah satu namanya adalah Kitab Huang Ti Nei Cing

Didalam kitab tersebut dikatakan bahwa chi Sejati ada di dalam maka hal yang buruk (penyakit) tidak akan menimpanya. Bebas dari nafsu dan perasaan negatif, dapat menghasilkan chi Sejati. Tetap semangat di dalam, dapat mencegah penyakit dan Malapetaka.

Apa yang dimaksud dengan bebas dari nafsu dan perasaan negatif yaitu kita menyingkirkan segala nafsu keinginan, pikiran kacau, khayalan dan kemelekatan yang maksudnya adalah ketika Anda diterapi, jangan melekat/ merisaukan istri, putra putri Anda, hanya berpegang pada satu kata yaitu Amituofo, selain itu tidak boleh dipikirkan atau dirisaukan.

Segala nafsu keinginan juga tidak usah dipikirkan dengan begitu hati Anda menjadi tenang dan hening. Apa yang dimaksud dengan chi Sejati? Ketika khayalan / delusi Anda berkurang maka chi Sejati kita akan menjadi dominan. Ketika chi Sejati kita sudah mencukupi maka segala hal buruk (penyakit) tidak akan mengganggu. Penyakit adalah chi yang buruk. Ketika chi yang buruk tidak dapat menganggu  maka atmosfir  secara alami menyembuhkan penyakit. Jadi ini adalah terapi terbaik dalam pengobatan.

Mr. Tung bertanya : Dalam pengobatan China, dokter apakah yang  terbaik?

Mr. Tung mejawab sendiri : Dokter yang terbaik adalah dokter yang dapat menyembuhkan penyakit pasien tanpa menggunakan obat. Jadi menggunakan apa untuk mengobati? Yaitu menggunakan chi Sejati. Jika chi kita sudah cukup maka kita akan mempunyai antibodi alami untuk mengobati penyakit.  Ini adalah pengobatan yang tertinggi dan terbaik.

Perubahan mental Mr. Liu

Dari hasil meneliti rekaman para anggota zhu nien , saya mulai menyadari satu hal yaitu adanya perubahan mental dari Mr. Liu. Kita bisa melihat sesi tanya jawab Mr. Tung & Mr. Liu.

Mr. Tung bertanya: Kalau kita melihat kemungkinan terburuk,  jika Anda ternyata mengidap penyakit kanker paru-paru , apakah Anda takut? “

Mr. Liu menjawab :” Tidak. Kenapa tidak takut? Saya sudah menumpukan hidup saya kepada Buddha. Sejak saya diterapi, semuanya sudah saya tumpukan kepada Buddha, kenapa saya harus takut?

Mr, Tung bertanya lagi : ” bagaimana jika Anda tidak bertumpu pada ajaran Buddha?”

Mr. Liu menjawab : “saya akan takut.”

Mr. Tung bagaikan seorang Dokter ahli jiwa yang sangat Terampil

Kemudian saya(sutradara) juga menyadari setelah melihat rekaman para anggota zhu nien, ternyata  Mr. Tung bagaikan seorang ahli jiwa yang sangat terampil.

Berikut penuturan  dengan Mr. Song Yu Hai.

Mr. Song berkata : “Mr. Tung terlihat lebih dari sekedar ahli jiwa yang terampil. Dia terus tanpa henti menanamkan ide dan rasa percaya diri kepada Mr. Liu, membantu Mr. Liu melenyapkan rasa ketakutan dan ketegangan. Saya menemukan bahwa  ini adalah  cara yang sangat efektif di hari pertama terapi dan pasti akan mendapatkan hasil yang baik.”

Saya sebagai sutradara dapat katakan ketika seseorang dalam keadaan panik dan ketakutan, maka ini dengan sangat mudah menurunkan daya tahan tubuh orang tersebut. Jika pasien dapat memulihkan kondisi mentalnya maka ini akan sangat bermanfaat bagi kesehatannya.

Menurut saya, cara ini sangat relevan dengan ilmu pengetahuan. Akan tetapi, walaupun kondisi mental seseorang sangat baik namun jika pasien tidak makan selama beberapa hari . Apakah pasien tersebut tidak mati kelaparan?

Apakah cara ini lebih baik dari obat-obatan dan operasi? Ini merupakan suatu terapi yang sulit dimengerti, sulit dibayangkan dan aneh.

Apakah motivasi sebenarnya dari Anggota Zhu nien, apakah demi uang?

Melalui observasi yang lebih dalam lagi, saya menemukan motivasi dari para anggota zhu nien adalah bukan demi mendapatkan uang. Mereka sama sekali tidak penah meminta uang sepeserpun juga.

Berikut ini wawancara dengan putri Mr. Liu.

Saya bertanya kepada putri mr. Liu : ” apakah mereka menerima uang?”

Putri Mr. Liu menjawab : ” Tidak, bahkan meminta apa saja juga tidak. Saya merasa tidak enak hati, suatu hari ayah saya berkata kepada Mr. Tung bagaimana cara saya membalas budi kamu? Mr. Tung menjawab selama Anda bekerja sama dengan proses terapi ini, itu sudah cukup. Dengan pulihnya kesehatan Anda, itulah cara membalas budi yang terbaik. Itulah yang dikatakan Mr. Tung. Setelah mendengan perkataan Mr. Tung, kami semuanya tersentuh.”

Kemudian saya bertanya kepada putranya: ” Bukankah setiap orang memiliki tujuan ketika melakukan sesuatu (seperti untuk uang atau hal pribadi lainnya)? Bagaimana menurut Anda?”

Putra Mr. Liu menjawab :” Ya, saya rasa dalam dunia yang nyata apalagi dalam lingkungan ekonomi sekarang, setiap orang biasanya memiliki tujuan tertentu dalam melakukan sesuatu. Akan tetapi dalam kegiatan zhu nien ini , saya menemukan, semua orang secara bersama-sama datang berkumpul , mereka hanya memiliki satu tujuan yang jelas yaitu supaya ayah saya segera sembuh. Mereka sama sekali tidak meminta apapun demi apapun juga untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Ini sama sekali tidak.”

Dalam hati kecil saya(sutradara) : “Mengobati penyakit orang tidak demi uang, kemudian apa rencana mereka? Saya menjadi bingung, saya bergulat dalam pikiran saya. Umat Buddha yang datang kesini, sebenarnya apa yang di inginkan mereka? Jika Mr. Liu dapat bertahan dan tidak meninggal, maka itu masih baik. Namun apabila sampai seseorang meninggal, semua yang hadir disini akan terlibat masalah. Walaupun Anda mendapatkan surat pernyataan/perjanjian  dan sudah di tanda tangani keluarga pasien, hukum akan tetap berjalan dan memeriksanya sebagai suatu kasus pidana. Mr. Tung harusnya sangat mengerti tentang hal ini.

Orang yang mngerti hukum tidak akan berani mengambil resiko ini. Apakah mereka sudah sangat yakin metode ini dapat mengalahkan metode pengobatan modern sekarang?

Mr. Tung menjelaskan hubungan terapi Nien Fo dengan ilmu pengobatan Modern/Barat

Mr. Tung berkata dan menjelaskan :

“Berdasarkan prinsip pengobatan modern/barat, Pernahkah Anda mendengar pengobatan Barat menggunakan terapi gelombang elektromagnetik, gelombang ini dan itu, radiasi ini dan itu? Ada beberapa jenis pengobatan Barat yang menggunakan terapi ini. Beberapa jenis penyakit bahkan tidak perlu operasi, hanya menggunakan gelombang elektromagnetik untuk menyembuhkannya. Sebenarnya apa yang saya gunakan? Kami juga menggunakan gelombang elektromagnetik. Apa nama jenis gelombang elektromagnetik yang saya gunakan?  Yaitu Gelombang HATI.

Ketika Anda melafal nama Buddha  dengan sungguh-sungguh maka di hati Anda akan memancarkan suatu gelombang. Ketika gelombang itu berkesinambungan dan sesuai maka gelombang di rumah ini akan menjadi berbeda.

Berdasarkan pengobatan modern dikatakan medan magnet akan berubah. Dengan bantuan medan magnet ini penyakit bisa disembuhkan. Berdasarkan pengobatan modern ini,  bisa dianalogikan orang tua dan anak. Walaupun terpisah jauh orang tua dan anak, jika orang tua terus memikirkan  anaknya maka hati si anak akan merasa tidak enak, begitu juga sebaliknya. Jika anaknya meninggal maka orang tua tersebut akan  merasa hatinya tidak enak. Ketika seseorang akan meninggal tiba-tiba dia memikirkan anaknya maka hatinya memancarkan suatu gelombang. Inilah gelombang elektromagnetik. Gelombang yang ada di hati kita ini adalah gelombang paling kuat daripada gelombang yang dihasilkan suatu alat/ mesin pengobatan modern. Gelombang ini bisa diterima walaupun Anda terpisah sejauh ribuan mil. Jika dia memikirkan putranya, maka hati putranya akan tidak enak, begitupun jika dia memikirkan putrinya, maka hati putrinya juga tidak enak tidak pedul seberapa jauh jaraknya.”

Berdasarkan apa yang dikatakan Mr. Tung, saya sangat mengerti, namun tidak begitu yakin, poin utama adalah saya hanya mengetahui beberapa ilmu tentang pengobatan. Ini sungguh ironis. Saya yang notabene sangat yakin terhadap ilmu pengetahuan modern, sepertinya saya adalah orang yang buta terhadap pengobatan. Ilmu pengetahuan kelihatannya belumlah cukup untuk mengatasi semua masalah. Saya mulai merenungkan, apa yang selama ini saya lakukan dan sibukkan? Saya mulai perlahan merasakan kebodohan dan juga  kesombongan saya.

Efek dari Terapi Nien Fo (melafal Nama Buddha Amitabha)

Berikut ini beberapa wawancara yang memastikan kenapa menggunakan terapi ini. Wawancara kepada putra Mr. Liu. Mr. Liu dan Putri Mr. Liu

Putra Mr. Liu berkata : “Sejak kami mulai proses terapi pengobatan ini, saya menemukan kesehatan ayah saya semakin hari semakin baik. Dulu sebelum diterapi, ayah saya dalam kondisi yang sangat parah, ayah saya minum obat 6 – 7 kali dalam sehari dan juga pingsan beberapa kali dalam sehari. Sejak diterapi, ayah saya tidak pernah meminum sebutir obat pun  sama sekali dan kesehatannya juga membaik dengan sangat cepat. Gejala-gejala seperti batuk berdarah, sesak di dada, sakit dada semuanya hilang sama sekali.

Kemudian Saya bertanya kepada Putri Mr. Liu : “Bagaimana pandangan Anda tentang efek dari terapi dalam beberapa hari ini?

Putri Mr. Liu menjawab :

“Efeknya sangat baik. Dulu ketika ayah saya pulang, kondisi ayah saya sangat parah, kadang muntah darah. Itu sangat sering terjadi. Batuk, muntah darah,sesak di dada, kadang juga sampai pingsan. Kami kakak beradik sangat ketakutan dan sering menangis seharian. Apalagi pada saat hari raya Imlek, kami banyak menangis seharian.

Tetapi ketika diterapi, kesehatannya semakin baik dari hari ke hari. Ayah saya tidak pernah muntah darah lagi dan batuknya pun berkurang. Walaupun ayah saya puasa / tidak makan, namun wajahnya ada rona merah(segar) dan sangat Indah dipandang.”

Song Yu Hai berkata :

“Memasuki hari ke-5 terapi , Mr. Liu dapat bermain beladiri, di hari ke-8 dia dapat berjalan dan melompat, memasuki hari ke 10 bahkan rambut Mr. Liu berubah menjadi hitam kembali. Dan khusus untuk  hari-hari ketika  di terapi , dia tidak pernah batuk berdarah maupun pingsan.

Putra Mr. Liu melanjutkan dan berkata:

“Saya seharusnya menyatakan metode ini sungguh tidak terbayangkan efeknya.

Setelah 3 hari puasa dan diterapi, Mr. Liu memperagakan bela diri, berjalan dan melompat.

Mr. Liu juga sangat bahagia. Kebahagiaan di dalam hati adalah pengobatan terbaik. Dia sama sekali sudah lupa dengan penyakitnya.”

Perlakukan Ayah orang lain sebagai Ayah kita sendiri. Hormatilah orang lain sebagai Orang tua kita

Waktu itu adalah musim salju yang sangat dingin. Umat Buddha tersebut bersikeras melafal nama Amitabha Buddha selama 24 jam per hari untuk Mr. Liu secara berkesinambungan dan bergiliran.

Untuk membuat Mr. Liu lebih tenang ,  Mr. Tung membawa ayah kandungnya ke rumah Mr. Liu.

Mr. Tung berkata kepada Mr. Liu :

” Coba perhatikan saya ini, saya mempuyai suatu hati yang sangat berbakti. Akan tetapi, Anda perhatikan saya sudah sangat besar, sebenarnya sejak kecil, saya bukanlah orang yang berpendidikan tinggi, bisa dianalogikan terhadap orang tua saya melalui perkataan maupun perbuatan lainnya, saya beranggapan rasa bakti saya masih belum cukup. Oleh karena itu saya berharap kedepannya agar saya dapat berbakti sepenuhnya kepada ayah saya. Dalam situasi ini, Anda menemukan kami, datang mengobati penyakit Anda, datang untuk zhu nien. Ketika saya melihat ayah saya, saya teringat kata-kata dari Buddha dan Kitab Ti Ce Kuei: “Perlakukan ayah orang lain sebagai ayah kita sendiri. Hormatilah orang lain sebagai orang tua  kita. Untuk itulah saya membawa ayah saya hari ini. Saya ingin menguji diri saya sendiri dalam  memperlakukan Mr. Liu, apakah sama dengan cara saya memperlakukan ayah saya sendiri. Apakah saya mampu melakukannya seperti itu? Untuk itu saya berpikir, saya ingin memperlakukan Mr. Liu sama seperti memperlakukan ayah saya sendiri. Ini yang penting , saya harus menggunakan hati yang tulus. Ini tujuan utama saya. Untuk itu saya berharap Mr. Liu dapat bekerja sama dengan baik dengan kami, menyelaraskan dengan kami, kita bersama-sama menggunakan kekuatan dan keberanian memenangkan pertempuran ini.”

Mr. Liu menjawab:  “Saya jamin saya akan bekerjasama walau apapun yang terjadi.”

Berdana Usia Sehat kepada Orang Tua serta melimpahkan jasa kebajikan nien fo kepada Para Penagih Hutang dan para musuh masa lampau

Mr. Tung berada di samping Ayahnya dan Mr. Liu. kemudian Mr. Tung berkata :

” Apa yang Anda inginkan adalah umur panjang dan yang sesungguhnya adalah sembuh dari penyakit, dapat hidup selama beberapa tahun. Ini adalah semua yang Anda inginkan. Kita sering mendengar tentang memberikan dana. Berdana tidak selalu berupa materi, bisa berdana Dhamma, berdana rasa aman dan lain-lain. Mr. Fun(peserta Zhu Nien) , apakah yang saya katakan itu benar?

Jika memang itu yang Anda inginkan (umur panjang dan sembuh dari penyakit), maka hari ini  saya akan melakukan sesuatu kepada Mr. Liu. Dana-dana yang lain adalah tidah sulit dilakukan oleh kita. Namun, dapatkah kita berdana usia kita? Mr. Fun, dapatkah kita melakukan ini? “

Mr. Fun menjawab : ”boleh”.

Mr. Tung kemudian berkata : “Saya akan menjadi yang pertama disini, pertama saya akan sukarela berdana usia saya sebanyak 2 tahun. Usia yang saya danakan adalah usia saya yang sehat. Saya memberikan usia sehat saya sebanyak 2 tahun , apakah diantara umat disini, ada yang rela mendanakan usia sehat Anda kepada Mr. Liu? Jika Anda tidak bersedia, maka Anda tidak perlu maju ke depan.”

Kemudian beberapa anggota zhu nien maju satu persatu. Mr. Liu melihat kejadian ini menjadi tergugah, Mr. Liu langusng berlutut dan merangkapkan kedua tangan sambil berkata : “Terima Kasih..terima kasih… saya tidak tau harus bagaimana berterima kasih kepada kalian semua.”

Mr. Tung mengatakan :

“Mr. Liu, Anda tidak boleh berlutut, silahkan bangun. Ini bukan suatu hal yang besar. Ini adalah salah satu cara bagaimana saya memperlakukan Anda bagaikan ayah saya sendiri. Kalian yang ada disini juga harus memperlakukan Mr. Liu bagaikan ayah kalian sendiri. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena Sang Buddha bersabda “Semua pria adalah ayah saya. Semua wanita adalah ibu saya.” Jika demikian semua mahkluk adalah orang tua kita. Begitu juga dengan Mr.Liu adalah salah satu mahkluk. Oleh karena itu, kita seharusnya meperlakukan Mr.Liu sebagai ayah kita. Kita mulai dari sini. Jika kalian bersedia kalian bisa bersama dengan saya untuk bertekad di depan Buddha. Walaupun kalian sudah berdiri di depan bersama saya, akan tetapi apakah kalian benar-benar sepenuh hati? Katakanlah hari ini saya mendanakan usia sehat saya kepada Mr.Liu, apakah saya akan menyesal, jika keesokan harinya ajal saya telah tiba? “

Mr. Tung betanya kepada anggota zhu nien : “Apakah kalian akan menyesal jika usia kalian akan berakhir keesokan harinya?

Anggota zhu nien menjawab: “ Tidak akan, jika ajal besok datang, maka besok kami akan terlahir di alam Sukhavati.”

Mr. Tung berkata : ” Baiklah kalau begitu, sekarang  kita dapat bertekad di depan Buddha. Pastikan hati Anda tidak mundur setiap saat. Dengan hati yang sungguh-sungguh mendanakan usia kepada Mr. Liu, yang berarti semua pria adalah ayah kita, semua wanita adalah ibu kita. Jika kita menganggap Mr.Liu sebagai ayah kita maka kita adalah anaknya, bukankah demikian? Jadi ini adalah kewajiban dari seorang anak. Dengan demikian, Mari  kita segera berlutut di depan Buddha dan bertekad. Mari kalian ikut bersama-sama dengan saya untuk bertekad.”

Mr. Tung mula meyatakan tekadnya dan diikuti dengan anggota zhu nien:

“Murid bernama (sebutkan nama), kami disini berkumpul bersama di depan Tiga Suciwan Sukhavati (Buddha Amitabha, Avalokitesvara Bodhisattva, dan Mahasthamaprapta Bodhisattva), dengan hati sungguh-sungguh bertekad, semoga umur kami yang sehat sebanyak 2 tahun di danakan kepada Mr. Liu. Semoga beliau dapat hidup sehat dan panjang umur. Semoga hati kami tidak pernah mundur. Memohon kepada Tiga Suciwan Sukhavati untuk memberkati. Semoga jasa kebajikan ini, dilimpahkan kepada para arwah penagih hutang(musuh) dari Mr.Liu. Terhadap para penagih hutang tersebut, kami menggunakan hati yang tulus, dengan jasa kebajikan yang merupakan akumulatif dari nienfo (melafal nama Buddha Amitabha), semuanya kami limpahkan kepada mereka, semoga mereka (penagih hutang/musuh) dapat segera lahir di alam Sukhavati. Amituofo”.

Mengapa harus bertekad di depan Buddha?

Saya mewawancarai Mr.Tung : “Kenapa Anda melakukan ini? “

Mr. Tung menjawab : “ Kami melakukan ini karena pertama adalah membuat hati Mr. Liu dapat tenang. Alasan lainnya adalah dengan kekuatan Buddha dapat membantu mewujudkan tekad kami yang tulus. Dengan pemberkahan Buddha, kami berharap tujuan kami dapat tercapai. Inilah harapan dari hati kami.”

Mr.Liu merasa tergugah dan terharu. Kemudian Mr.Liu pun tidak mampu menahan lagi dan Ia pun menangis sambil berkata: ” Saya sangat tersentuh dengan perbuatan kalian “.

Mr. Tung menenangkan Mr.Liu sambal berkata: “Tidak apa-apa, Anda harus bekerjasama dengan kami. Tenanglah, kami akan mengobati penyakit Anda.”

 Mr. Liu menangis sambil berkata: Banyak orang yang berbuat baik untuk saya.”

Mr. Tung menenangkan kembali  Mr.Liu lagi sambil berkata : “ Tidak apa-apa, jangan terlalu terguncang. Anda sekarang masih sakit. Mr. Liu,  yang penting sekarang Anda dengan hati yang tulus, sungguh-sungguh memegang erat nama Buddha Amitabha, sungguh-sungguh nienfo tanpa ada keraguan, bekerjasama menyelaraskan dengan kami. Itu sudah baik.”

Tanggapan terhadap tekad Mr. Tung dalam mendanakan usia sehat

Mr. Song (Asisten zhu nien) memberikan tanggapan : “Pada waktu itu keluarga dari Mr.Liu juga menangis karena tergugah oleh kebaikan dari anggota zhu nien.”

Mr. Song kemudian berkata : “Mereka sama sekali tidak menyangka ada umat Buddha yang rela mendanakan usia sehat mereka, yang artinya bahkan hidup mereka juga dapat diberikan kepada orang lain. Dari pandangan umat awam, mendanakan usia hanyalah sesuatu yang tidak masuk akal atau omong kosong. Akan tetapi, kami tahu bahwa ini adalah dana yang benar-benar murah hati dan dana yang paling komplit (tidak tanggung-tanggung).”

Saya(Sutradara) berkata: “ Ketika saya melihat kejadian tersebut, hati saya ikut tersentuh dengan kebaikan dan ketulusan hati dari umat Buddha tersebut. Bagi kita yang tidak belajar ajaran Buddha, memberikan usia sehat kita kepada orang lain bagaikan suatu hal yang tidak masuk akal/ ilusi. Sesuatu yang tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba. Akan tetapi para umat Buddha tersebut sangat sungguh-sungguh dan tulus melakukannya. Teori dan praktek menjadi menyatu dan lengkap. Dan juga apa yang diuraikan oleh umat Buddha tersebut, telah merubah cara pandang saya selama ini yang berprasangka buruk kepada mereka dan ajaran Buddha. Sesungguhnya, ekspresi yang muncul dari orang yang baik tersebut sangatlah berharga.”

Ajaran Buddha selaras dan bahkan melampaui ilmu pengetahuan

Saya (Sutradara) mulai melihat Ajaran Buddha dan  berkata :

“Ajaran Buddha adalah selaras dengan ilmu pengetahuan, bahkan ajaran Buddha apabila diteliti, merupakan ilmu pengetahuan yang tuntas. Buddha berkata dalam satu mangkok air terdapat 84.000 mahkluk didalamnya. Ketika ilmu pengetahuan belum berkembang, orang menggunakan alat pembesar yang masih terbatas / kaca pembesar, namum tidak mampu melihatnya. Untuk itu banyak orang menganggap Buddha telah berkata salah dan tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan. Kemudian seiring perkembangan zaman, ditemukanlah mikroskop, dan dari hasil penelitian menggunakan mikroskop, ditemukan begitu banyak bakteri yang tidak terhingga. Ternyata apa yang dikatakan Buddha tentang 84.000 mahkluk adalah sesuai dengan ilmu pengetahuan. 84.000 dalam ajaran Buddha bermakna sangat banyak atau tidak terhingga. Jadi kita tidak boleh mengabaikan ajaran kebijaksanaan dari Buddha Sakyamuni. Ini adalah alasan kenapa ajaran Buddha selalu di depan ilmu pengetahuan dan tidak lenyap sampai sekarang.

Dalam banyak sutra Buddha, apabila diuraikan dan diteliti, maka akan selalu ada pembuktian atau fakta bahwa ajaran Buddha selalu berada di depan/lebih maju daripada ilmu pengetahuan. Jadi bisa dikatakan ajaran Buddha adalah ilmu pengetahuan yang tuntas. “

Pandangan para Ahli tentang Ajaran Buddha

Dr. Sun Yat Sen berkata :

“ Ajaran Buddha adalah ibu dari filosofi. Belajar ajaran Buddha dapat memberikan suatu bias /gambaran dalam ilmu pengetahuan.

Albert Einstein berkata :

“Agama masa depan akan berupa suatu agama kosmik. Agama ini harus melampaui sosok personal dan menghindari dogma dan teologi. Mencakup baik yang natural maupun yang spiritual, agama ini harus didasarkan pada suatu perasaan keagamaan yang muncul dari pengalaman bahwa segala sesuatu yang alamiah dan yang spiritual ada dalam suatu kesatuan yang bermakna. Ajaran Buddha menjawab gambaran tentang agama yang demikian. Jika ada agama apapun yang dapat berhadapan dengan kebutuhan-kebutuhan scientific modern, agama ini adalah Agama Buddha.”

Huang Nien Zu berkata :

“Ajaran Buddha adalah agama, tapi melebihi agama

Ajaran Buddha adalah filosofi, tapi melebihi filosofi

Ajaran Buddha adalah ilmu pengetahuan, tapi melebihi ilmu pengetahuan”

Lu Xun berkata :

“Buddha Gautama adalah ahli filosofi yang sangat luar biasa. Saya biasanya mempunyai banyak pertanyaan dalam hidup yang tidak bisa dipecahkan. Ajaran Buddha bisa menjelaskan dengan sangat penuh pengertian.”

dan ahli yang lain-lain (bisa dilihat langsung  di video )

Cuplikan Mr. Tung mengajarkan Ajaran Buddha kepada Warga Desa

Menyesuaikan diri dengan warga Desa

Kegiatan zhu nien yang dilakukan untuk mengobati Mr. Liu sedikit demi sedikit  menarik perhatian para warga di desa tersebut. Untuk menghindari prasangka buruk dan berbagai argumen dari warga,  maka pada awal kegiatan ini, Mr. Tung  mengundang 3 orang warga yang mewakili Desa tersebut  untuk berdiskusi.

kemudian Mr. Tung  berada di depan 3 warga tersebut dan berkata : “ Saya ingin mengetahui bagaimana pendapat kalian tentang kegiatan kami, katakanlah apa yang ada di hati kalian, tidak perlu disembunyikan, ingin berkata apa, silahkan diungkapkan. Walaupun ada sesuatu yang tidak nyaman, juga tidak apa-apa. Saya bisa menerimanya.”

Salah satu warga berkata : “ kami bukanlah orang yang belajar ajaran Buddha, kami tidak tahu bagaimana proses ini sepenuhnya. Melihat banyak orang yang datang untuk mengobati Mr.Liu, kami seluruh warga mengetahuinya. Jika Anda dapat menyembuhkan penyakit Mr.Liu itu adalah sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagaimanapun, kami semua disini  tidak mempercayainya. Kami memang tidak percaya.”

Mr. Tung berkata:  “Besok Mohon kalian bisa berkata kepada semua warga, setiap orang mengharapkan Mr.Liu sembuh dari penyakitnya. Sebenarnya harapan kalian adalah sangat baik, bukan saja diucapkan, jika kalian berada di dalam rumah, dan sedang tidak sibuk, kalian juga boleh tanpa suara melafal di dalam hati. Melafal nama Buddha Amitabha untuk Mr. Liu ketika sempat. Yaitu Namo Amitofo, Namo Amitofo, Namo Amitofo. Sebenarnya ketika kita melafal nama Buddha Amitabha untuk Mr. Liu, hati kita memancarkan suatu gelombang. Apakah kalian tahu? Walaupun Mr.Liu berada di tempat yang berbeda di sebuah rumah kecil,  gelombang tersebut juga bermanfaat/efektif kepadanya.”

Warga bertanya: Bagaimana jika jaraknya jauh?

Mr. Tung menjawab : Iya, seberapa jauhpun, gelombang ini akan bermanfaat/efektif karena gelombang hati  kita bisa menyebar keseluruh daerah di alam semesta ini. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa sejauh apapun jaraknya , tetap tidak ada rintangan dan tetap efektif.”

Warga bertanya:  “Saya ingin memberikan sesuatu atau uang kepada Mr.Liu, apakah melafal nama Buddha lebih baik daripada uang atau barang tersebut?”

Mr. Tung menjawab : “ Sebenarnya melafal  1x nama Buddha Amitabha adalah lebih baik daripada Anda memberikan sesuatu senilai 10 juta yuan.”

Warga Desa datang berkumpul untuk nien fo ke rumah Mr.Liu

Walaupun warga desa kurang yakin dengan terapi pengobatan ini, akan tetapi mereka semua  beramai-ramai datang ke halaman rumah Mr.Liu dengan setulus hati untuk membantu melafal nama Buddha.

Mr. Tung pada saat itu mulai berbicara kepada para warga desa yang datang nienfo,

Mr. Tung bertanya : “ Bolehkan saya bertanya, apakah kalian adalah penghuni asli dari desa ini?”

Warga menjawab :  “Benar, kami adalah penghuni asli desa ini.”

Mr. Tung bertanya : “Apakah di  antara kalian ada yang berasal dari desa lain?”

Warga menjawab : “Tidak”

Mr. Tung bertanya : “Berarti kalian semua berasal dari desa ini?”

Warga menjawab :” Iya benar”

Mr. Tung bertanya: “Apakah kalian ada pandangan atau sesuatu yang kalian ketahui tentang terapi pengobatan nien fo ini? Apakah ada sesuatu yang kalian ingin katakan mengenai terapi ini?”

Warga menjawab : “Kami hanya berharap Mr. Liu segera sembuh.”

Mr. Tung bertanya : ” Apakah kalian semua menginginkan Mr. Liu segera sembuh dari penyakitnya?”

Warga menjawab : “Betul.. betul..”

Mr. Tung bertanya : “Semuanya juga mengharapkan begitu?”

Warga menjawab : “Iya.. Betul..”

Mr. Tung berkata : “Baiklah kalau begitu. Kalian dapat melihat anggota keluarga Mr.Liu, mereka sangatlah tulus, mengharapkan penyakit ayahnya segera sembuh. Dengan demikian, mari kita bersama-sama melafal nama Buddha Amitabha untuk Mr. Liu, dan mendedikasikan agar penyakitnya bisa disembuhkan. Apakah kalian semua rela atau tidak?”

Warga menjawab : “Kami rela”

Wejangan Mr. Tung kepada warga Desa

Mr. Tung berkata :

“Di alam semesta ini , gelombang dari Buddha Amitabha adalah gelombang terbaik. Di dalam ajaran Buddha, satu kata Amithofo adalah obat Amitabha. Tiada penyakit yang tidak bisa di sembuhkan. Jadi dalam hal ini, seperti pepatah mengatakan melakukan sesuatu dengan tulus ikhlas, batu emas akan terbuka. Harus dengan hati yang sungguh-sungguh. Ketika hati kita tulus dan sungguh-sungguh, maka terapi ini akan manjur/berhasil.”

Kemudian Mr. Tung melanjutkan :

“Untuk mencapai kesana, pada awalnya tidak begitu mudah. Untuk itu kalian harus fokus. Yang kita gunakan adalah terapi gelombang hati. Ini seperti suatu gelombang yang menghasilkan medan magnet di hati kita. Medan magnet apa yang kita gunakan? Itu adalah nama Buddha Amitabha. Untuk itu kita melafal Amithofo. Dan gelombang medan magnetik akan keluar dari kita.  Ini adalah gelombang medan magnet yang terbaik di alam semesta ini. Oleh karena itu, gelombang tersebut dapat mengobati penyakit. Harus dengan hati yang sungguh-ssungguh. Ini akan ada khasiatnya. Jadi terhadap pasien ini, setelah beberapa hari, kita dapat memeriksa/menguji efek dari terapi ini. Selain itu. Ketika kalian berada di dalam rumah, katakanlah kalian melafal satu kali nama Amitofo untuk Mr.Liu, pada saat itu juga akan memancarkan satu jenis gelombang.  Setelah gelombang tersebut memancar keluar, Mr.Liu akan menerimanya disini. Buddha Amitabha disebut juga usia tanpa batas. Oleh sebab itu, melafal Amitofo adalah sangat baik. Bukan saja dapat menambah usia pasien, tetapi juga bisa menambah usia bagi  yang melafal. Ketika kita melafal di dalam hati, walaupun kita membantu si pasien , namun juga sekaligus membantu diri kita sendiri. Jadi kedua belah pihak (Pasien dan pelafal) mendapatkan manfaatnya.”

Mr. Tung mulai melafal : ” Amithofo..Amithofo…”

Dan diikuti oleh warga desa yang datang : ” Amithofo.. Amithofo…”

Mr. Tung berkata: “Kalian juga dapat melafalnya di luar rumah, Anda akan mendapatkan manfaatnya, yaitu bisa berusia panjang.”

Mr. Liu berterimakasih kepada warga Desa

Pada saat itu juga tiba-tiba,  Mr. Liu keluar dari kamarnya sambil menangis karena terharu melihat begitu banyak orang yang datang melafal Amithofo untuk kesembuhan penyakitnya.

Mr. Liu menangis dan berkata kepada warga desa : ” Para tetangga dan para warga desa, tua dan muda, semuanya nienfo untuk saya. Saya berterima kasih kepada kalian semua. Terima kasih semuanya…Terima kasih semuanya..”

Mr. Liu menangis sambil tangannya dirangkapkan sebagai tanda hormat dan berterima kasih. Kelihatan juga, Mr. Liu mulai menyeka air mata yang menetes.

Kebajikan Yang tidak pernah saya temui

Sutradara : “Saya tidak menyangka, di dalam rekaman dari anggota zhu nien , bisa merekam jejak orang-orang  yang begitu harmonis. Untuk mengobati penyakit Mr.Liu, warga desa berinisiatif datang membantu melafal nama Buddha Amitabha, sifat spontanitas untuk menolong dari warga desa, tak hanya membuat semua anggota keluarga terharu, bahkan saya sebagai sutradara dokumenter dari kisah nyata ini juga ikut terharu. Ini adalah kehamonisan yang sebenarnya. sungguh Jenis kebaikan Sejati dan persahabatan dari para warga desa maupun tetangga ini. Selama 8 tahun saya merekam film documenter dan sejarah, ini merupakan suatu hal yang tidak pernah saya lihat. Kondisi Mr.Liu yang dibantu oleh banyaknya perhatian dari setiap orang dan juga sikap mental yang tenang, telah mengalami kesembuhan.”

Mr. Liu berkata :   ”Dibandingkan dengan kemarin, saya merasa lebih baik. Rasa tidak enak di dada dan kepala sudah lebih baik dari kemarin. Bisa dikatakan, semuanya lebih baik dari kemarin. Saya merasakan berenergi hari ini.

Interaksi dengan warga desa di Hari ke 5 dari puasa nienfo pada tanggal 13 Febuari 2006.

Dapat dilihat begitu banyak orang yang datang nienfo mencakup para anggota zhu nien dan warga desa.

Mr. Tung berkata : “Mr. Liu telah berpuasa dan nienfo selama 5 hari, apakah kalian ingin melihat keadannya sekarang?”

Warga desa menjawab : “Mau”

Mr. Tung berkata : “Baiklah mari kita panggil Mr.Liu sebentar .”

Selang beberapa saat, Mr. Liu pun keluar dari kamarnya.

Mr. Tung berkata kepada Mr. Liu : “Dapatkah Anda menyampaikan beberapa kata? “

Mr. Liu berkata :

“Para warga desa, para tetanggga dan relasi tua dan muda, penyakit saya ini telah membuat banyak orang tergerak hatinya untuk membantu, melafal nama Buddha untukku. Saya merasa sangat tersentuh dan terharu. Selama masa hidupku, saya pasti akan membalas budi ini.

Para warga desa, para tetangga, dan relasi tua muda, para saudara, adik, kakak, para pemuda dan anak-anak, saya tidak bisa berkata apa-apa. Hanya bisa mengucapkan terima kasih.”

Mr. Liu merapatkan kedua tangan dan menggerakkan kedua tangan keatas dan kebawah dan berkata Anak-anaknya agar ikut berterima kasih.

Mr. Liu mulai menangis sambil berkata :

“Terima kasih.. terima kasih…..Saya ingin berbicara beberapa kata lagi. Murid-murid Buddha yang dipimpin oleh Mr. Tung , membantu saya siang dan malam tanpa henti untuk mengobati penyakit saya. Melafal nama Buddha untuk saya. Disamping itu, ada 10 Guru yang bertekad di depan Buddha, rela memberikan usia sehat mereka selama 2 tahun kepada saya. Hati saya benar-benar sangat tersentuh sekali. Kebaikan kalian membuat saya terharu. Saya berterima kasih seribu kali, sepuluh ribu kali. Saya tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan rasa terima kasih ini. Para murid Buddha, kalian telah merealisasikan sifat welas asih dari Buddha. Benar-benar telah melaksanakan apa yang disebut menolong penderitaan dan malapetaka (ciu khu ciu Nan).”

Mr. Liu menangis kemudian mengajak anak-anaknya  dan keluarganya :

” Anak-anak, mari kita bersujud dan menundukkan kepala kepada semuanya.”

Mr. Liu dan para keluarganya terus bersujud dan menundukkan kepala.

Orang yang berkumpul d isana semuanya menyebut Amithofo..Amithofo..Amithofo..Amithofo..

Mr. Liu pun kembali menangis lagi dan berkata : “Terima kasih semuanya, terima kasih para warga desa, terima kasih para Guru.”

Sutradara berkata  :

“Melihat kejadian ini, saya pun sudah tidak mampu menahan lagi, air mata mengalir keluar dari sepasang mata saya. Ada sesuatu seperti getaran listrik, yang terus bergolak dari dalam hati saya. Saya tidak mampu mengutarakan perasaan ini. Seumur hidup saya, ini adalah kejadian paling tulus yang membuat hati saya benar-benar tergerak dan tersentuh melihatnya.

Tiba-tiba saya menemukan bahwa rekaman yang dibuat sendiri oleh Mr. Tung adalah benar-benar dokumenter kisah nyata.

Rekaman dari orang-orang disini yang penuh ketulusan, sebenarnya merupakan film documenter tertinggi. Keadaan tertinggi ini berasal dari perasaaan orang yang benar-benar tulus. Dihadapkan dengan penyakit ganas,  mereka semuanya benar-benar mengimplementasikan kerjasama, perhatian, dan saling berbagi kesukaran bersama. Para warga desa disebabkan oleh welas asih dari umat Buddha ini, telah mengubah mereka menjadi warga yang baik dan berhati tulus.

 Para umat Buddha ini, dimana pada awalnya,  saya sudah  tidak suka dan tidak menghormati,namun seiring waktu mereka telah mengubah saya menjadi orang yang sederhana dan baik. Sifat perhatian mereka bagaikan emas berharga Inilah yang dikatakan sebagai orang –orang yang pintar dan  orang-orang yang mencapai level kebaikan ini tidaklah banyak . Ketika sifat manusia menjadi murni dan baik, ini adalah tujuan tertinggi seseorang hidup di dunia ini.”

Ajaran Buddha bukanlah ajaran Tahayul, namun Ajaran Buddha adalah Ajaran Kebijaksanaan dan Kebahagiaan yang luhur.

Mr. Tung berceramah kepada warga desa:

“Penyakit Mr. Liu ini bisa sembuh dikarenakan kalian semua melafal nama Buddha kepadanya. Dengan begitu penyakitnya pun menjadi sembuh lebih cepat.

Ajaran Buddha bukanlah tahayul, tidak seperti yang banyak orang pikirkan. Begitu mendengar ajaran Buddha langsung berpikir tahayul. Sesungguhnya itu bukanlah tahayul. Kenapa dikatakan bukan tahayul? Dalam bahasa India, Buddha artinya telah sadar. Apakah yang dimaksud Telah sadar? Di dalam kehidupan kita yang kompleks ini, penuh dengan kekeruhan, seseorang yang benar-benar memahami kehidupan dan lingkungannya maka orang tersebut disebut Buddha.

Jika di dalam dunia yang penuh kekeruhan,  ada jalan untuk membimbing kita untuk hidup secara bijaksana, itulah ajaran Buddha. Ajaran Buddha membuat hidup kita penuh dengan kebijaksanaan dan kebahagiaan. Apakah kalian menginginkan hidup dengan umur yang panjang?”

Warga menjawab : “Mau”

Mr.Tung bertanya : “Apakah kalian menginginkan hidup yang bahagia?”

Warga menjawab :  “Mau”

Mr. Tung bertanya : “Apakah kalian menginginkan hidup yang bijaksana?”

Warga menjawab   : “Mau”

Mr.Tung berkata : “Sebenarnya, ini adalah ajaran Buddha. Melafal nama Amitabha Buddha akan membuat seseorang menjadi umur panjang, bahagia, dan dapat menambah kebijaksanaan. Jika orang tua kita sakit dan dimasukkan dalam ruang ICU di rumah sakit, apakah hati kita akan cemas?”

Warga menjawab :” Benar”

Mr. Tung berkata :

“Jika kita menjadi terlalu cemas sehingga menyebabkan tubuh kita pingsan ataupun sampai kita tidak bisa membedakan utara, selatan, barat, dan timur. kemudian menyebabkan penanganan penyakit orang tua menjadi tertunda dan akhirnya orang tua kita meninggal. Ini adalah salah contoh pertama.

Contoh yang kedua  adalah diri sendiri tidak cemas, pertama lepaskan rasa cemas, kemudian tenangkan hati dan mulai memikirkan jalan bagaimana mencari seorang dokter yang bagus, bagaimana mencari sebuah rumah sakit yang cocok. Kemudian segera mengantarkan orang tua ke rumah sakit, mencari seorang dokter yang bagus. Apakah penyakit orang tua kita bisa terobati jika kita hadapi dengan hati yang tenang?

Apabila kita terlalu cemas, apakah kita bisa membuat penyakit orang tua terobati? Contoh pertama, bukanlah ajaran Buddha,

Contoh kedua , tidak cemas tapi menangani penyakit orangtua sampai sembuh, ini adalah kehidupan yang bijaksana. Dengan kehidupan yang bijaksana ini, apakah kalian masih beranggapan itu adalah tahayul?”

Warga menjawab : “Tidak. Bukan Tahayul.”

Mr. Tung bertanya: Apakah contoh kedua ini adalah sesuatu yang realistis?

Warga menjawab : “Iya benar”

Pesan dari sutradara agar kita belajar dan mengenal Ajaran Buddha

Sutradara : “Mendengar kata-kata yang disampaikan Mr. Tung kepada para warga desa, saya merasa bahasanya sangat mudah dimengerti, dan ajarannya masuk akal. Ajaran Buddha bertujuan untuk membuat orang menjadi sadar. Membuat pikiran seseorang menjadi berakal dan bijaksana. Di dalam kehidupan sosial ini bukankah semua orang juga memerlukan seperti itu?

Kita hidup di dunia ini, memiliki banyak kegelisahan, penderitaan dan penyakit. Hidup yang rasional adalah salah satu yang kita perlukan. Untuk itu , di dalam kehidupan yang penuh masalah dan rasa tidak aman  ini, sudah seharusnya kita datang untuk mengerti  ajaran Buddha, memahami ajaran Buddha, dan mengenal ajaran Buddha, untuk menangani berbagai masalah dan penderitaan hidup kita. Ternyata semuanya itu dapat kita temukan jawabannya dalam ajaran Buddha.”

[box type=”note” fontsize=”14″ radius=”12″]Catatan Penerjemah :

Film Dokumenter Kisah nyata ini menampilkan mukjizat nyata dari Terapi Nien Fo dalam menyembuhkan penyakit Mr. Liu. Beliau mengidap penyakit kanker paru-paru stadium Akhir. Dokter menyatakan apabila dioperasi, maka Mr. Liu ada kemungkinan tidak akan bangun lagi dikarenakan kondisi usia dan fisiknya yang rentan. Untuk itu, Anggota keluarga mengambil keputusan untuk menyembuhkan penyakit Mr. Liu dengan metode terapi Nien Fo. Dan Alhasil, penyakit kanker paru-paru stadium akhir dari Mr. Liu sembuh dalam 11 hari.

Tujuan untuk menterjemahkan kisah ini adalah untuk menginspirasi bagi pembaca agar lebih semangat lagi untuk praktek Ajaran Buddha dan meningkatkan keyakinan bagi umat Buddha. Jika ada kesalahan penerjemahan, Saya meminta maaf karena keterbatasan waktu dan pengetahuan bahasa. Semoga kisah nyata nien fo ini bisa membawa manfaat bagi kita semua. Namo Amithofo.. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.[/box]

[box type=”info” fontsize=”14″ radius=”12″]Tekad Buddha Amitabha  

Apabila aku telah menjadi Buddha, para makhluk yang berada dinegeriku, andaikata diantara mereka kelakuan mereka terbukti kurang baik atau berdosa, maka aku tak akan mencapai samyaksambuddha!  

Apabila aku telah menjadi Buddha, andaikata para Buddha yang berada di sepuluh penjuru dunia dengan jumlah tak terhingga tidak memuliakan namaku, maka aku tak akan mencapai samyaksambuddha!  

Apabila aku telah menjadi Buddha, para makhluk yang berada di 10 penjuru dunia setelah mendengar namaku lalu timbul keyakinan dengan riang gembira, ingin dilahirkan di negeriku dengan cara merenung atau menyebut namaku (Namo Amitabha Buddhaya!), andaikata setelah pelaksanaanya genap 10 kali tidak dilahirkan di negeriku, maka aku tak akan mencapai samyaksambuddha. Kecuali mereka telah memiliki dosa Pancanantarya (5 perbuatan durhaka ) dan pernah memfitnah Sad-Dharma dari para Tathagata.  

Apabila aku telah menjadi Buddha, para makhluk yang berada di 10 penjuru dunia yang telah membangkitkan Bodhicitta (bercita-cita ingin mencapai Kebuddhaan dan ingin menyelamatkan para makhluk), telah mempraktekkan dan mengamalkan berbagai kebajikan dan Dharma,dengan ini mereka berjanji bertekad dilahirkan di negeriku. Pada saat mereka akan mengakhiri kehidupannya, andaikata aku tidak bersama-sama dengan rombonganku mengelilinginya serta menampakan diri di depan mereka, Supaya aku menjadi perwira terunggul di Triloka!, maka aku tak akan mencapai samyaksambuddha![/box]

[box type=”error” fontsize=”14″ radius=”12″]Tekad Manjushri Bodhisattva dan tekad Samantabhadra Bodhisattva : Jika ajalku tiba  semoga segala rintangan lenyap Bertemu Buddha Amitabha Terlahir di alam sukhavati  

Tekad Avalokitsevara Bodhisattva : Menyelamatkan Para makhluk yang menderita Mendukung dan membantu Buddha Amitabha Menjemput para makhluk di alam saha(dunia ini) agar terlahir ke alam Sukhavati (kediaman Buddha Amitabha)[/box]

 

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

[CLOSED] AYO KITA DUKUNG PEMBANGUNAN ALTAR BUDDHA di VIHARA SAMYAG DARSANA BULELENG

Read Next

AYO KITA DUKUNG PEMBANGUNAN GEDUNG SERBA GUNA VIHARA BUDDHA DIPA – LAMPUNG TIMUR

Leave a Reply

Your email address will not be published.