Zhuang Zu Yu: Menjual Semua Hartanya Demi Memberi Makan Orang Miskin

Namanya Zhuang Zhu Yu, ia telah menjalankan usaha restorannya selama lebih dari 50 tahun, ia berhasil mengenyangkan perut banyak orang dengan kedua tangannya sendiri. Restorannya menghususkan pada harga yang murah, dengan harga 10 NTD (sekitar 40 ribu rupiah) bisa mendapatkan menu yang lengkap. Apabila nenek Zhu mengetahui bahwa tamunya adalah orang miskin, maka ia tidak akan pernah menerima uang bayaran.

Sebenarnya saat Zhuang Zhu Yu muda, suaminya diutus dinas sebagai tentara ke Nanyang, ia yang awalnya hidup seorang diri, akhirnya mendapatkan bantuan dari seorang pekerja di pelabuhan, hal ini membuatnya sangat terharu.

Kemudian setelah suaminya kembali ke Taiwan, usahanya makin membaik dan maju, ia mulai membantu para pekerja di pelabuhan yang kesusahan, meminjamkan gudangnya sebagai tempat tinggal secara cuma-Cuma. Perlahan, ia melihat bahwa kehidupan para pekerja ini sangat susah, kerjanya berat tapi bayarannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka ia mulai memasak makanan bagi para pekerja tersebut tanpa menerima sepeser pun bayaran.

Nenek tidak pernah berhenti berjualan masakan, tak peduli cuaca hari itu sedang hujan atau cuaca cerah, ia tetap memasak demi para pekerja yang membutuhkan. Perlahan pun makin banyak orang-orang miskin dan gelandangan yang makan masakannya, kemudian ia mulai menerima bayaran 3 NTD (sekitar 12 ribu rupiah), 5 NTD (sekitar 20 ribu rupiah), hingga 10 NTD (sekitar 40 ribu rupiah), tapi semua biaya yang diterima ini pun tidak mencukupi untuk membeli semua bahan masakannya.

Akhirnya ia pun menjual 7 rumahnya, menggunakan semua uang pensiunannya, kemudian setiap hari setelah restorannya tutup, ia pun bekerja sebagai pemungut sampah, bahkan ia memikul hutang besar di luar. Semua ini demi untuk dapat terus memasak hidangan lezat yang dapat mengenyangkan perut para orang yang membutuhkan.

Para pekerja di pelabuhan pun tak asing dengan sosok sang nenek, Ayong adalah seorang kuli barang di pelabuhan Kaoxiong yang telah pensiun, tapi masih sering beraktifitas di sekitar pelabuhan. Ia bercerita bahwa dulu sewaktu kondisi ekonominya tidak memadai, ia sering beli makanan di tempat sang nenek, hanya membayar 10 NTD (sekitar 40 ribu rupiah) saja, sudah dapat sayur, daging, dan juga kuah! Ayong sangat berterimakasih atas kemurahan hati sang nenek, membantu banyak orang yang miskin dan kekurangan.

Nenek pernah menerima piagam penghargaan dari pemerintah Kaoxiong.

Xu Xiao Shun sebagai host di acara 「Kisah di Taiwan」 pernah mewawancarai sang nenek, saat itu ia mendengar bahwa nenek tetap berjualan restoran prasmanan walaupun ia dalam keadaan memikul hutang sebesar 500 ribu NTD (sekitar 200 juta rupiah). Kebaikan hati sang nenek sangatlah luar biasa, membuat Xu Xiao Shun terharu hingga menangis di depan kamera.

Xu Xiao Shun mengatakan : “Nenek yang berhati mulia ini pasti telah hidup bahagia di dunia sana,” mari kita melipat kedua tangan dan berdoa sambil mengingat kebaikan hati sang nenek.

Xu Xiao Shun-seorang artis Taiwan, ia mengatakan bahwa ia akan mengingat kebaikan sang nenek seumur hidupnya, terus menyebarkan cinta dan kasih pada orang-orang, supaya semangat kepahlawanan sang nenek tidak berhenti dan diwariskan turun temurun ke tiap generasi, semoga sang nenek hidup bahagia di dunia sana!

Nenek meninggal dunia pada Februari 2015, saat itu ada 1000 orang lebih yang ikut mengantar kepergiannya. Xu Xiao Shun menulis post di FB yang berisikan bahwa ia turut bersedih saat mendengar kabar kepergian sang nenek. Selama 10 tahun ini, banyak bisnis dan organisasi kemasyarakatan yang selalu menontonkan video  ini, tujuannya adalah supaya semangat energy positif dari nenek dapat diteruskan ke setiap generasi.

Kehidupan nenek sangatlah berarti, kebaikan hatinya telah mengharukan banyak orang, demi membantu orang lain, ia rela mengorbankan harta pribadinya sendiri.

Semangat nenek patut dicontoh, tak peduli betapa lelahnya dia, adanya tentangan dari anak-anaknya, semua ini tidak menjadi halangan baginya. Kini anak-anaknya berubah, dari menentang menjadi mendukung, bahkan memberi dukungan ekonomi baginya. Sudah jarang ada orang Taiwan yang memiliki semangat dan jiwa kepahlawanan seperti sang nenek dan putranya ini, hal ini sungguh membuat banyak orang kagum pada mereka.

 

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

ABDUL SATTHAR EDHI: The Mother (Father) Teresa of Pakistan, Rahmat Semesta Alam

Read Next

[CLOSED] Mari Kita Dukung Pemugaran Kembali Vihara DharmaGiri Vanna Lombok Utara

Leave a Reply

Your email address will not be published.