AYO KITA DUKUNG PERBAIKAN BEBERAPA ASET UMAT BUDDHA

Tak lama lagi kita akan memasuki bulan Kathina. Kathina sendiri memiliki makna khusus bagi umat Buddha karena dibulan ini umat para umat menunjukkan baktinya dengan memberikan dana empat kebutuhan pokok kepada Bhikkhu Sangha yakni Makanan, Obat-obatan, Jubah dan tempat tinggal.

Tanpa dukungan umat seorang Bhikkhu tidak bisa menyebarkan ajaran Buddha, sebaliknya jika tanpa Bhikku umat tidak memiliki figur atau teladan yang sungguh-sungguh mengabdikan hidupnya seperti Buddha.

Kathina merupakan saat dimana umat dan Bhikku saling menunjukkan sumbangsih satu dengan yang lainnya.

Untuk itulah masih dalam suasana bulan yang baik ini, tentunya setelah kita memberikan dana Kathina kepada Sangha, kami mengajak para umat Buddha sekalian untuk dapat mendukung dan memberikan bantuan kepada beberapa Vihara dan umat di desa yang sarana penunjang kegiatan beribadahnya masih minim dan banyak kekurangan. Vihara merupakan salah satu wadah terbesar yang membantu penyebaran ajaran Buddha ke seluruh penjuru, dimana para Bhikkhu dalam menyebarkan Dhamma kepada umatnya, selalu bernaung dan berlindung di dalamnya.

BANER DONATUR WAISAK

Berdana sebagaimana ajaran Sang Buddha merupakan proses pembebasan diri dari kekikiran, kemelekatan dan keserakahan.

Berikut ini adalah beberapa Vihara yang rencananya akan kita dukung, yaitu :

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]1.VIHARA DHAMMA MANGGALA[/highlight]
Vihara Dhamma Manggala terletak di dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran yang didirikan pada tahun 1966. Vihara inilah yang menjadi awal “kebangkitan” kembali agama Buddha di Banyuwangi yang kemudian menyebar ke beberapa kecamatan.

Nampak Depan Vihara Dhamma Manggala
Nampak Depan Vihara Dhamma Manggala

Saat ini para umat telah berswadaya mengumpulkan dana untuk membangun tembok keliling dan kuti Bhikkhu. Namun dana yang telah dikumpulkan tak mencukupi, hanya baru terselesaikan bagian pondasi Kuti dan tembok Vihara baru mencapai 60 persen penyelesaiannya. Pembangunan ini dianggap penting karena dengan terjadwal setiap bulannya selalu mendapat kunjungan anggota Sangha. Vihara ini sendiri menjadi tempat ibadah hampir 30 Kepala Keluarga penduduk sekitar.

img_20160918_15094811
Kondisi pagar yang baru setengah pengerjaan, dan kuti yang hanya baru selesai di pondasi.

Anggaran pembangunan diperkirakan sebesar Rp. 50 juta (proposal dan RAB terlampir pada Link berikut ini :Proposal Pembangunan Kuti Vihara Dhamma Manggala)

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]2.VIHARA DHAMMA SANTI[/highlight]
Terletak di dusun Curahjati desa Grajangan Kecamatan Purwoharjo , Kabupaten Banyuwangi.

Peradaban umat Buddha di Desa Grajagan ada sejak dahulu sebelum tahun 1970 an. Pada masa itu umat disini menyebut dirinya dengan agama Buddha-Jawa. Hingga pada kisaran Tahun 1975, umat Dhamma Shanti dapat medirikan cetiya. Meskipun dalam perjalanannya mengalami pasang surut pada tahun 1996 dibangunlah Vihara yang cukup besar. Sehinngga lebih nyaman dalam beribadah.

Umat Vihara Dhamma Shanti Desa Purwoharjo sedang melaksanakan Puja bakti.
Umat Vihara Dhamma Shanti Desa Purwoharjo sedang melaksanakan Puja bakti.

Namun sampai saat ini Vihara yang menjadi tempat ibadah hampir 200 orang penduduk desa belum memiliki peralatan Sound sistem baik mic maupun speaker. Peralatan ini dirasakan sangat perlu, terutama saat ceramah dhamma yang kadang tak dapat didengarkan oleh umat yang berada dibagian belakang. Perkiraan dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 10 juta.

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]3. VIHARA DHAMMARAJA UREN[/highlight]
Vihara Dhammaraja terletak di desa Uren kec. Halong kab. Balangan provinsi Kalimantan Selatan. Perjalanan dari kecamatan Halong menuju desa Uren bisa di tempuh dalam waktu 45 menit, kira-kira 14 KM. Akses jalan sudah lumayan bagus.

Umat dari Vihara Dhammaraja Uren adalah Suku dayak pedalaman Halong dan rata-rata adalah anak -anak serta remajanya umat yang aktif kira-kira hanya sekitar 20 KK sedangkan yang mengaku beragama Buddha sekitar 100KK. Petani karet merupakan sumber penghasilan utama di Halong.

20160729_130427
Kegiatan umat di Vihara Dhammaraja desa Uren

Vihara persis terletak di pinggir jalan di pusat desanya, di bangun di tanah dengan lebar 15 m dan panjang 30 m. Hanya ada satu bangunan utama yaitu ruang Dhammasala tidak ada bangunan lainnya selayaknya vihara seperti kuti, ruang makan dan dapur, tempat belajar SMB, WC, dan lainnya. Semua kegiatan dilakukan di Dhammasala utama. Jika ada Bhikkhu yang datang istirahat, makan siang, menginap dan ke kamar kecil maka di lakukan di rumah umat, rumah terdekat dengan Vihara.

Dan saat kegiatan keagamaan dilangsungkan jika umat ingin ke kamar kecil tentu saja ke rumah umat yang terdekat juga atau ke sungai yang jaraknya cukup jauh jika ingin mandi. Vihara ini sangat minim fasilitas. Umat disini berkeinginan membangun WC dan kuti Vihara tapi karna sekarang ekonomi sedang sulit karna mata pencaharian umat adalah petani karet dan bertanam padi. Harga karet di pedalaman sangat rendah.

Untuk anggaran WC sebesar Rp. 7 juta, ukuran 2 x 2 meter bahan kayu ulin,papan dan semen. Untuk Kuti ukuran 3m x 4m bahan kayu, kisaran biaya Rp. 15 juta.

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]4. VIHARA PUSPE DWIDANA[/highlight]
Berlokasi di desa Gronggong Jepara. Vihara ini menjadi tempat ibadah sekitar 50 Kepala Keluarga umat Buddha. Rata-rata mata pencarian adalah sebagai petani atau berkebun. Vihara ini memang kecil, jika kebaktian sampai kehalaman depan dan samping.

img_20161003_202827

Saat ini belum memilik toilet. Rencana akan dibangun toilet sederhana,agar para umat dapat lebih tenang dan nyaman dalam melaksanakan kegiatan ibadahnya. Juga akan dibuat atap seng pada bagian sampingnya, sehingga dapat menghindari hujan saat kegiatan ibadah.  Diperkirakan dana yang dibutuhkan sekitar Rp. 10 juta.

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]5.VIHARA AWALOKITESWARA GANJAR[/highlight]
Berlokasi didusun Ganjar, desa Mareje Kecamatan Lembar Kecamatan Lombok Barat. Vihara ini sudah memiliki ruang Dhammasala dan aula. Namun belum memiliki fasilitas seperti kursi dan meja untuk keseketariatan, dan juga meja makan untuk para Bhikku. Sudah memiliki kuti namun belum memiliki kasur.

img-20160929-wa0016
Salah satu kegiatan Anak Sekolah Minggu di vihara Awalokiteswara dusun Ganjar.
img_20160928_142803
Ruangan seketariat belum memiliki fasilitas mebel dan lemari. Kuti juga belum memiliki kasur.

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]6. CETIYA BODHI TARUNA AMPINANG[/highlight]
Cetiya Bodhi Taruna terletak di dusun Ampinang desa Mamigang merupakan desa pemekaran dari desa Uren. Cetiya ini baru selesai di bangun dan di gunakan pada bulan Mei 2016 berdiri di atas tanah dgn lebar 20 m dan panjang 30 m. Baru ada satu bangunan utama.

Di dusun Ampinang ini tidak ada listrik kegiatan keagamaan dilakukan di siang hari jika pun malam hari menggunakan lampu minyak tanah. Tidak ada WC dan kuti dan ruang dapurnya. Jika ingin ke WC biasanya ke sungai yang tidak begitu jauh dari cetiya. Dan juga di cetiya ini belum ada pemipaan untuk penyaluran air.

fb_img_1475505481480
Cetiya yang baru diresmikan Mei 2016, sangat membutuhkan WC dan Genset.

Rata-rata masyarakat disini bertani pisang dan padi, penghasilan sangat terbatas.

Cetiya ini di bangun di lingkungan mayoritas penduduk beragama Buddha berjumlah sekitar 50KK. Dengan jarak antar kelompok rumah berjauhan bisa 3km lebih. Setiap kelompok rumah hanya terdiri dari 3 -6 rumah saja. Dari kecamatan bisa di tempuh dlm waktu satu jam 20 KM. Rencana akan dibuat WC dan pembelian Genset dengan anggaran sekitar Rp. 10 juta.

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]7. VIHARA VIRYA MANGGALA[/highlight]

[box type=”info” fontsize=”14″ radius=”12″]Untuk kasus ini, berdasarkan update terbaru akan sepenuhnya dibiayai oelh Yayasan Ehipassiko Foundation. Karena memang dari awal pembuatan sumur bor telah dibiayai oleh Ehipassiko Foundation. Mungkin ada sedikit salah informasi dari lapangan, untuk itu kami dari segenggam daun mohon maaf jika perbuatan kami agak lancang atau tidak pada tempatnya. Selanjutnya nanti dana akan dialokasikan untuk pembelian Genset, karena di Vihara ini juga listrik sangat sering padamnya.[/box]

Terletak di desa Tanjung, Jepara Jawa Tengah. Disekitaran Vihara tinggal umat Buddha sebanyak 60 Kepala Keluarga. Bangunan Vihara sudah permanen, dan memiliki fasilitas yang cukup memadai. Permasalahan umat disekitar lokasi Vihara adalah sulitnya memperoleh air bersih. Untuk memperoleh air mereka harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer ke sungai terdekat dengan membawa dirigen, itupun air sungai kualitasnya tak dapat dibilang baik untuk diminum.

Jpeg
Vihara Virya Manggala, desa Tanjung Jepara

Saat ini para umat telah  membuat sebuah sumur bor, senilai Rp 70 juta yang merupakan bantuan dari yayasan Ehipassiko. Namun mereka terkendala dana untuk membuat penampungan dan pemipaan untuk dialirkan kerumah para penduduk. Rencana akan dibangun 12 menara penampungan air, saat ini baru mampu terbeli 2 tendon penampungan. Sehingga masyarakat dapat mengambil air ke titik-titik penampungan, dan tak perlu harus berjalan jauh ke sungai lagi yang bisa memakan waktu berjam-jam.

Proses pembuatan sumur bor, foto kanan sumur setelah jadi
Proses pembuatan sumur bor, foto kanan sumur setelah jadi
Foto kiri adalah Tendon penampungan yang akan dibeli, foto tengah adalah Tendon yang telah terpasang, foto kanan adalah situasi daerah pemukiman penduduk.
Foto kiri adalah Tendon penampungan yang akan dibeli, foto tengah adalah Tendon yang telah terpasang, foto kanan adalah situasi daerah pemukiman penduduk.

Untuk Tendon diperlukan sebanyak 10 buah harga perbuah adalah Rp. 1,2 juta. Pipa-pipa dan tower diperkirakan sebesar Rp. 25 juta. Total anggaran adalah sekitar Rp. 37 juta.

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]8.VIHARA GIRIMETTA[/highlight]
Terletak didusun Nyompal desa Mareje, Lombok Barat. Vihara ini masih dalam proses pembangunan dan diperkirakan sudah rampung 90 persenan. Saat ini terhenti  karena dana pembangunan tersendat. Saat ini Vihara telah digunakan untuk kegiatan para umat. Hal yang mendesak adalah pembuatan Kamar Mandi dan Toilet. Umat Buddha yang beribadah di Vihara ini adalah sebanyak 80 Kepala Keluarga. Mata pencarian umat adalah sebagai penggarap ladang digunung seperti menanam ubi dan padi. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat Toilet adalah sebesar Rp. 12 juta.

img_20160420_112104
Vihara Girimetta di dusun Nyompal, Lombok Barat.

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]9. VIHARA BADRA LOKA SANTI[/highlight]
Berlokasi didesa Kali Garang Jepara. Vihara ini merupakan tempat ibadah sekitar 30 Kepala keluarga umat Buddha. Toilet yang dimiliki saat ini dalam keadaan rusak dan tak dapat difungsikan. Selain itu  juga sangat membutuhkan karpet di dhammasalanya. Karena kebanyakan umat adalah orang tua. Sehingga dingin lantai membuat mereka tidak nyaman. Anggran yang dibutuhkan adalah sekitar Rp. 10 juta.

Jpeg
Vihara Badra Loka Santi, Desa Kaligarang – Jepara

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]10. Kegiatan ANJANGSANA Lombok Barat[/highlight]
Kegiatan Anjangsana dan pembinaan yang dilaksanakan secara bergilir di rumah-rumah umat rutin dilakukan hampir setiap harinya di komunitas umat Buddha dibeberapa desa di Lombok barat. Mulai dari kegiatan perkawinan, duka dan pembacaan Paritta dilakukan secara bergilir dirumah para umat. Yang menjadi kendala adalah para umat di desa ini belum mempunyai peralatan audio yang bisa dipindah-pindahkan.

Beberapa dokumentasi kegiatan anjangsana
Beberapa dokumentasi kegiatan anjangsana

Rencana akan dibeli peralatan audio yang terdiri dari mic dan speaker portable sebanyak 3 unit untuk 3 buah desa dilombok barat. Harga per unit diperkirakan Rp. 2,5 juta. 

[highlight bgcolor=”#dd3333″ txtcolor=”#ffffff”]11. VIHARA LOKKA DHAMMA CAKKA[/highlight]
Berlokasi di Desa Tunahan, Jepara. Menjadi tempat ibadah lebih kurang 40 Kepala Keluarga. Mata pencarian penduduk adalah petani. Membutuhkan meja belajar untuk menunjang kegiatan sekolah minggu, dan juga karpet untuk ruangan Dhammasala.

Vihara Lokka Dhamma Cakka, Desa Tunahan-Jepara
Vihara Lokka Dhamma Cakka, Desa Tunahan-Jepara
Meja yang dibutuhkan sebanyak 12 buah dengan harga Rp. 150 ribu perbuah. Karpet dengan ukuran 4m x 20 m sekitar Rp. 5 juta, dan 2 buah kipas angin.
[divide icon=”circle” color=”#dd8d13″]

[iconbox title=”Keterangan” title_align=”center” content_align=”center” layout=”boxed” title_color=”#dd0000″ content_color=”#D94A1A” align=”center” type=”vector” icon=”momizat-icon-pawn” icon_align_to=”box” size=”32″ icon_bg=”square” icon_bg_color=”#ededaf” icon_bg_hover=”#c8f298″ icon_bd_color=”#dd7a7a” icon_bd_hover=”#508bbf” ] 11 kasus diatas mewakili keadaan lebih dari belasan aset umat Buddha yang tersebar di pelosok Indonesia yang saat ini perlu didukung untuk perbaikkannya demi berkembangnya Dhamma di daerah. Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan sesuai kebutuhannya. Bukti-bukti penyerahan,dokumentasi dan perkembangan nantinya juga akan diupload di situs ini.  Nama-nama donatur juga akan dilampirkan disini. [/iconbox]

Untuk turut serta BERDANA dapat disalurkan ke No. Rekening BCA 8555 071 899 atas nama Harly Jun & Yudianto. 

bca1

[iconbox title=”KETERANGAN Lainnya dapat menghubungi Kontak berikut” title_align=”center” content_align=”center” layout=”boxed” bg=”#a9d689″ border=”#59d600″ content_color=”#0a0405″ align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-phone” icon_align_to=”box” size=”32″ ]Sdri. Sumarah – 0821 788 16776 (Pin: 7AACC4DA)

King Tony – 0878 8121 9798  (Pin: 5526FAA1)

[/iconbox]

BANER DONATUR WAISAK

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Gadis Cantik Ini Menyelamatkan 6.387 Ekor Domba Dari Pembunuhan

Read Next

Bahagia Karena Memberi

Leave a Reply

Your email address will not be published.