AYO KITA DUKUNG KELANGSUNGAN OPERASI TRANPLANTASI GINJAL JIMMY HALIM

Untuk Nama Donatur dan Penggunaan dana, dapat dilihat pada bagian bawah artikel ini.

Kondisi terakhir menjelang operasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Januari pukul 07.00. Semoga operasinya dapat lancar, dan saudara Jimmy serta istrinya Emirita dapat lekas pulih dan sehat.
Diserahkan kembali dana sebesar Rp. 7 juta untuk uang jaminan dan sewa Apartemen. Setelah operasi diharuskan diisolasi di kamar terpisah selama beberapa bulan. Lokasi yang dipikir paling cocok adalah apartemen.

[box type=”tip” fontsize=”14″ radius=”12″]

Saat ini Bp. Jimmy telah kembali ke Jakarta untuk menunggu operasi tranplantasi. Tanggal 3 Januari akan masuk ke RSCM untuk persiapan. Total dana yang telah diberikan ke pada Bp. Jimmy untuk membayar biaya lab dan obat-obatan sampai dengan 22 Desember adalah sebesar 28 juta. Biaya Tiket pesawatnya adalah sebesar Rp. 1,381 juta.
img-20161104-wa010
Bapak Jimmy telah mendapatkan jadwal Tranplantasi ginjal pada tanggal 10 January 2016. Sambil menunggu jadwal tersebut, maka Bp. Jimmy saat ini telah kembali kerumahnya agar dapat berkumpul bersama keluarga dan juga dilakukan agar biaya tidak terlampau banyak yang dikeluarkan.
kuitansi-jimmy
Sampai dengan tanggal 18 November 2016, total keseluruhan dana yang telah disalurkan ke Bp. Jimmy adalah sebesar Rp 22 juta. Uang ini digunakan untuk melakukan beberapa pemeriksaan dan test lab. Digunakan juga untuk biaya transport, makan dan biaya kost. Selain itu juga dana donatur diberikan sebanyak Rp. 2 juta saat istri Bp. Jimmy akan pulang ke rumahnya dikarenakan anaknya sakit.

biaya-jimmy

[/box]

[box type=”error” fontsize=”14″ radius=”10″]

UPDATE 28 OKTOBER 2016

img-20161028-wa000
Bp. Jimmy telah melakukan pemeriksaan Endoscopy, dan foto Thorax. Masih menunggu minggu depan untuk melakukan colonoscopy. Setelah itu baru konsul untuk menentukan kapan jadwal untuk dilakukan tranplantasi.

[/box]

[box type=”tip” fontsize=”14″ radius=”10″]

UPDATE 24 OKTOBER 2016

img-20161021-wa026
Total dana yang sudah digunakan untuk Pemeriksaan sebesar Rp. 9 juta, diberikan pegangan untuk Biaya Taxi sebesar Rp. 500 ribu. Pada hari Rabu, 26 Oktober akan dilanjutkan pemeriksaan Endoscopy dan Hepatitis untuk Bp. Jimmy.

img-20161025-wa006

[/box]

[box type=”info” fontsize=”14″ radius=”10″]

UPDATE 22 OKTOBER 2016

Hari Jumat, 21 Oktober telah dilakukan pemeriksaan pendukung untuk Ibu Emirita di RS PGI Cikini. Pemeriksaan meliputi Darah Lengkap, Radiologi dan Ultrasonografi , Foto Lambung dan Thorax.
Hari Jumat, 21 Oktober telah dilakukan pemeriksaan pendukung untuk Ibu Emirita di RS PGI Cikini. Pemeriksaan meliputi Darah Lengkap, Radiologi dan Ultrasonografi , Foto Lambung dan Thorax.
Ibu Emirita saat melakukan CT Scan Angiografi Pembuluh darah Ginjal.
Ibu Emirita saat melakukan CT Scan Angiografi Pembuluh darah Ginjal.

[/box]

Bapak Jimmy Halim(39 tahun) adalah ayah dari 4 orang anak yang semenjak 2012 mengalami gagal ginjal kronis. Setiap minggunya harus melakukan cuci darah sebanyak 3 kali. Semenjak tahun 2014 ia telah dapat menggunakan fasilitas BPJS, namun hanya diganti untuk 2 kali cuci darah setiap minggunya dan ada biaya obat-obatan yang harus dibeli dari luar.

Mungkin selama ini di grup-grup Facebook, terutama grup Buddhist sering dilihat posting berupa permintaan bantuan dana yang dilakukan oleh Pak Jimmy dan istrinya. Memang dari bantuan para donatur inilah mereka dapat bertahan hingga saat ini. Menurut pak Jimmy hampir Rp. 35 juta rupiah sudah ia terima sampai saat ini.

Dengan kondisi yang harus cuci darah sebanyak 3 kali satu minggunya, membuat Pak Jimmy dan istrinya tak dapat beraktivitas untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Anak-anak menjadi semangat Bp. Jimmy untuk dapat sembuh.
Anak-anak menjadi semangat Bp. Jimmy untuk dapat sembuh.

Ada dua cara bagi penderita gagal ginjal untuk hidup, pertama dengan bertahan melalui cuci darah dan kedua kemungkinan normal kembali dengan melakukan cangkok ginjal. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, ternyata ginjal Ibu Emirita (Istri Pak Jimmy) mempunyai kecocokan diatas 80 persen. Demi kelangsungan hidup pak Jimmy dan keluarganya, Ibu Emirita iklas untuk mendonorkan ginjalnya.

Untuk proses pencangkokan ginjal tersebut, dibutuhkan biaya-biaya pemeriksaan untuk ibu Emirita yang tak dapat ditanggung BPJS. Biaya tersebut diperkirakan mencapai Rp. 75 juta.

Mengingat kondisi Bapak Jimmy dengan semangatnya yang begitu besar untuk dapat sembuh kembali agar dapat mencari nafkah kembali demi anak-anaknya yang masih butuh dukungan, dan sungguh sulit untuk dapat memperoleh donor ginjal yang cocok, dan juga biaya operasi pencangkokan yang dijamin BPJS, maka kami dari segenggamdaun.com yang diminta oleh Bapak Jimmy untuk memfasilitasi penggalangan dana bagi proses operasi beliau sebesar Rp. 75 juta.

Kegiatan cuci darah yang harus dijalani oleh Bp. Jimmy sebanyak 3 kali dalam seminggunya semenjak tahun 2012.
Kegiatan cuci darah yang harus dijalani oleh Bp. Jimmy sebanyak 3 kali dalam seminggunya semenjak tahun 2013.

[quote font=”trebuchet” font_size=”16″ font_style=”italic” color=”#000000″ bgcolor=”#aed691″]Donasi dapat Disalurkan ke Rekening BCA Nomor 8555 071 899 atas nama Harly J & Yudianto, dengan menambahkan akhiran 7, misal Rp. 100.007,- atau keterangan :Jimmy[/quote]

Untuk lebih jelasnya mengenai kondisi Pak Jimmy dapat dibaca pada surat yang dikirimkan ke admin segenggamdaun.com berikut ini:

[box type=”note” fontsize=”14″ radius=”12″]

Awal tahun 2012 saya  divonis gagal ginjal kronis oleh dokter dan harus segera cuci darah. Karena saat itu BPJS belum ada, dan biaya cuci darah sangat mahal makanya saya tidak mau melakukan  cuci darah dan bertahan  selama 1 tahun sampai awal 2013, dan hanya mengkonsumsi  vitamin ginjal yang diberikan dokter.

Tapi kondisi saya diawal 2013 sudah sangat parah karena fungsi ginjal hanya  sisa 10% dan harus segera cuci darah. Dengan berat hati karena terpaksa demi nyawa maka saya setuju untuk melakukan cuci darah pertama kali di rumah sakit swasta di Pontianak dengan biaya sendiri. Berat sekali karena saya masih ada tanggungan 4 anak yang sekolah. Cuci darah 2 kali seminggu rutin harus dilakukan dengan memakan biaya belasan juta sebulan termasuk obat-obatan.  Ini berjalan sampai akhir tahun 2013. Senang sekali pada awal tahun 2014 ada informasi BPJS mengcover biaya utk cuci darah 2 kali seminggu walaupun obat-obatan injeksinya masih harus dibeli sendiri.

Walaupun BPJS sudah menanggung  biaya cuci darah tapi kondisi saya saat itu tidak menentu dan tidak bisa bekerja seperti awal dahulu sewaktu sehat. Walaupun rutin cuci darah tapi selalu kekurangan darah(hemoglobin selalu turun) dan hampir tiap minggu harus tranfusi darah. Kalau PMI ada stok darah ya agak tenang karena BPJS bisa cover untuk ambil darah di PMI. Kalau kosong di PMI terpaksa beli sama calo darah yang biasa bisa bantu carikan pendonor darah.

Semua ini dijalani dengan sangat berat, segala tabungan sedikit demi sedikit habis dan keluarga dekat terutama saudara juga sudah sangat banyak membantu.

Ibu Emirita, adalah seorang istri yang sungguh berbakti. Selain tak lelah melayani semua kebutuhan suaminya, ia juga mengiklaskan ginjalnya untuk didonorkan ke suaminya.
Ibu Emirita, adalah seorang istri yang sungguh berbakti. Selain tak lelah melayani semua kebutuhan suaminya, ia juga mengiklaskan ginjalnya untuk didonorkan ke suaminya.

Awal tahun 2016 ada teman yang dapat informasi di link berita yang terpercaya bahwa di Palembang rumah sakit umumnya berhasil melakukan cangkok ginjal pertama dengan BPJS, dan si pasien tidak mengeluarkan sedikit pun biaya. Timbul keinginan untuk bisa transplantasi juga biar tidak tersiksa terus karena cuci darah hanya sebagai terapi memperpanjang hidup dan bukan untuk bisa sembuh.

Sampai di sini bingung karena mau cari pendonor ginjal ke mana. Akhirnya istri saya tercinta buka suara. Gimana ginjal nya saja diambil 1 buat saya. Pertama tama saya ngak tega juga karena belum tahu kalau orang  dengan ginjal satu bisa hidup normal dengan komitmen yang kuat untuk menjaga pola hidup sehat.  Terjadi perang batin selama beberapa bulan dan istri tetap memaksa untuk menjadi pendonor ginjal buat saya.

Sekitar Juni 2016 akhirnya ada teman yang kasih saran untuk galang dana melalui media sosial buat biaya ke jakarta untuk menjalani  tranplantasi ginjal. Berharap BPJS bisa cover semua biayanya sampai selesai.

Saya dan istri mulai buat postingan di beberapa grup keagaman. Pertama posting malah disangka mau menipu padahal foto saya lagi cuci darah dan resume medis serta KTP asli kami sudah disertakan di postingan. Berat memang cobaan buat kami. Bukan bantuan yang didapat tapi tuduhan penipuan yang kami lakukan. Ada juga sih beberapa donatur baik hati yang membantu tapi itupun sudah terpakai juga uangnya untuk biaya obat-obatanan cuci darah.

Sampai agustus 2016 wartawan dari tribun pontianak melakukan wawancara dengan saya dan istri sewaktu saya cuci darah. Esoknya kemudian terbit beritanya di koran Tribun Pontianak. Dalam waktu beberapa hari mulai banyak donatur yang membantu kami karena link berita tersebut juga saya sertakan  di postingan di beberapa grup Facebook. Total bantuan yg masuk dari awal Juni sampai 10 Agustus 2016 setelah beritanya masuk koran Tribun sekitar 15 juta kalau ditotalkan. Sumbangan ini habis karena  Juni sampai Agustus setiap minggunya yang ditanggung BPJS adalah sebanyak 2 kali cuci darah, sedangkan saya harus menjalani 3 kali cuci darah perminggunya.  Belum lagi obat-obatannya harus dibeli sendiri.

Foto bersama sebelum berangkat ke Jakarta. Memiliki 4 anak, yang sulung baru tamat SMA, yang ke-2 dikelas 3 SMP, yang ke-3 kelas 4 SD, dan yang bungsu kelas 1 SD.
Foto bersama sebelum berangkat ke Jakarta. Memiliki 4 anak, yang sulung baru tamat SMA, yang ke-2 dikelas 3 SMP, yang ke-3 kelas 4 SD, dan yang bungsu kelas 1 SD.

Akhirnya dengan uang sisa yang ada kami berangkat ke jakarta tanggal 16 Agustus.  Kondisi saya semakin drop menghadapi masalah seperti ini. Akhirnya kami berharap banyak ke surat rujukan dari BPJS yang kami bawa dari Pontianak.

Setelah konsul pertama ke Prof Endang Susalit SP.pd KGH Spesialis Transplantasi ginjal satu-satunya di jakarta di RSCM Kencana,  diarahkan utk tes pertama yaitu tes kecocokan yaitu HLA dan Crossmath yang hanya bisa dilakukan di RS PGI Cikini dengan biaya 7 juta untuk kami berdua pasien dan pendonor.

Terkejut juga kok mahal sekali biaya nya. Informasi selanjutnya bahwa BPJS tidak mengcover semua biaya tes  tes pra transplantasi termasuk cek kecocokan ini.

Saya mulai ragu untuk melanjutkan semua proses ini karena semua tidak seperti yang dibayangkan. Seminggu di Jakarta dana yang di tangan semakin menipis. Tidak sengaja saya melihat di facebook ada sebuah  grup WA yg namanya grup dana every day. Saya ingin bergabung karena meliat motonya yaitu berdana setiap hari walaupun 10 ribu sehari. Sesuai kemampuan kita. Saya dari dulu walaupun sakit memang selalu berusaha utk bisa membantu sesama yang kesusahan walaupun dengan kemampuan saya yg pas-pasan. Setelah minta bergabung ke pendiri grup tersebut yaitu Ibu Natalie. Akhirnya saya mulai ikut berdana 10rb sehari. Kira-kira seminggu saya ceritakan ke Ibu Natalie bahwa saya sedang sakit dan blm bisa berdana dalam jumlah banyak. Jawaban Ibu Natalie yang penting ikhlas dan lepas kalau berdana. Akhirnya teman-teman grup WA dana every day setuju untuk menggalang dana buat saya untuk melakukan tes kecocokan ginjal saya dengan istri atas inisiatif Ibu Natalie serta Ibu mertua Ibu Natalie yang selalu memberi semangat saya dan istri. Kebetulan mertua Ibu Natalie berasal dari Kalimantan Barat juga jadi kami asik ngobrol dgn bahasa hakka. Dan jasa mereka ini tdk pernah akan bisa saya lupakan seumur hidup saya. Hanya dlm 2 hari dana 10 juta berhasil terkumpul. 7 juta buat tes kecocokan kami di Rs PGI Cikini dan 3 juta utk biaya hidup kami di jakarta sampai pertengahan september. Ibu Natalie sendiri yg langsung ke RS PGI Cikini membayarkan biaya tes ini.

screenshot_10
Artikel mengenai Bapak Jimmy yang diterbitkan oleh Tribun Pontianak. Artikelnya dapat dibaca pada Link berikut ini.

Tiga hari setelah tes kecocokan hasilnya keluar. Antara percaya dengan tidak setelah kembali konsul ke Prof Endang di RSCM Kencana akhirnya diketahui bahwa tingkat kecocokan sangat tinggi. Satu kata dari Prof Endang. Bagus. Sampai tahap ini kami sudah berpikir pasti masih banyak sekali biaya sampai proses operasi transplantasi dilakukan. Akhirnya dengan inisiatif Ibu Natalie lagi teman-teman grup WA dana Every day kembali menggalang dana lagi buat proses pemeriksaan selanjutnya yg masih banyak membutuhkan biaya. Dalam waktu seminggu kembali terkumpul sekitar 14 juta dari teman-teman yang dengan ringan tangan berdana buat kami. Secara bertahap Ibu Natalie memberikan dana tersebut sesuai dengan pengeluaran biaya tes dan tindakan atas saya yg dilakukan di RSCM Kencana. Tidak lupa juga biaya hidup kami selalu ditranfer ke rekening saya.

Awal Oktober proses pemeriksaan dan check up untuk saya sudah hampir selesai. Dana bantuan dari teman-teman grup sudah habis terpakai semua. Tepatnya 5 Oktober dengan inisiatif sendiri dan saya sudah minta ijin ke Ibu Natalie sebagai ketua grup utk galang dana lagi di grup. Akhirnya terkumpul total 10 juta dengan bantuan Tim jiwa sebesar 7 juta. 3 juta dari teman-teman  grup WA dana every day.

Selama ini memang kadang ada donatur yang membantu dan langsung tranfer ke rekening saya tapi  uangnya kami juga buat menghidupi kebutuhan anak-anak kami yang ada di Pontianak dengan bantuan orangtua saya sendiri walaupun ayah saya sendiri juga menderita diabetes kronis dan kondisi juga semakin kurus tubuhnya. Dan sebagian besar bantuan donatur yang langsung ke rekening saya dipakai utk biaya hidup, transport dan tempat tinggal selama di Jakarta sampai dengan hari ini.

Istri pak Jimmy, Ibu Emrita (duduk tengah memangku tas) bersama Ibu Nathalie (berbaju putih) yang selama ini sudah sangat banyak membantu biaya pengobatan melalui grup WA Dana every day.
Istri pak Jimmy, Ibu Emrita (duduk tengah memangku tas) bersama Ibu Nathalie (berbaju putih) yang selama ini sudah sangat banyak membantu biaya pengobatan melalui grup WA Dana every day.

Rupanya beberapa tes untuk istri yang sudah direncanakan biaya nya lumayan besar dan di luar perkiraan. Serta BPJS tidak mengcover sama sekali. Sedangkan punya saya ada sebagian yang dicover BPJS kalau di RSCM Pusat ada alatnya. Itupun harus antri berhari hari untuk melakukan 1 tindakan.  Istri saya malahan sudah pulang ke Pontianak untuk minta rujukan dari RSUD dan BPJS setempat. Tetapi sama sekali tidak bisa dipakai untuk semua tes dan tindakan proses pra transplantasi ini. BPJS hanya mencover biaya operasi tranplantasi sebesar Rp. 238 juta. Untuk biaya pra transplantasi itu tidak dapat dicover dengan BPJS. Dana yang harus disiapkan untuk proses ini sekitar Rp. 75 juta. Untuk pemeriksaan istri saja sudah berkisar sekitar Rp. 30 jutaan, belum lagi biaya cost sharing untuk operasi serta ruangan ICCU untuk istri serta isolasi istri yang tak dapat dicover BPJS.

Untuk kebutuhan kali ini saya rasanya berat untuk meminta bantuan kembali ke grup WA nya ibu Nathalie, karena saya sadar bahwa banyak kasus lain yang sedang dibantu dan rasanya saya malu untuk selalu menjadi beban bagi mereka. Ini karena saya sadar bahwa anggota grup mereka juga jumlahnya terbatas.

Untuk itu dengan harapan demi berlanjutnya proses pengobatan saya, saya memberanikan diri mengajukan permohonan bantuan kepada pihak segenggamdaun.com kiranya dapat membantu saya dalam mengumpulkan dana untuk membiayai proses operasi tersebut.

Apa yang saya tulis disini adalah sebenar-benarnya dari kisah hidup yang saya alami. Atas perhatian dan dukungannya saya haturkan banyak terima kasih.

[/box]

[box type=”note” fontsize=”14″ radius=”10″]Catatan Admin:

Biaya operasi untuk proses tranplantasi ginjal yang harus disiapkan karena diluar cakupan BPJS adalah sekitar Rp. 75 juta. Sebanyak Rp. 30 juta digunakan untuk pemeriksaan istri sebagai pendonor. Sisanya adalah untuk cost sharing setelah proses operasi mencakup ruangan ICCU & Isolasi pendonor yang tak dicover BPJS. 

BPJS hanya mengcover biaya untuk Bapak Jimmy, sedangkan untuk pendonor tak dapat dijaminkan. Selain itu ada berbagai jenis obat-obatan dan peralatan yang tak dapat dicover oleh BPJS. Sebagai Informasi biaya transplantasi jika tanpa BPJS adalah sebesar Rp. 550 juta. 

Tindakan operasi akan dilakukan di RSCM Jakarta, karena dokter Prof Endang Susalit SP.pd KGH,  Spesialis Transplantasi ginjal satu-satunya di Jakarta dan peralatan dan teknologinya baru ada di RSCM.

Begitu dana tersedia,maka proses pra-transplantasi akan segera dilaksanakan. Dari proses pra sampai selesai tranplantasi diperkirakan akan memakan waktu 1 bulan.

Mari kita dukung bersama ketulusan hati dan pengorbanan Ibu Emirita yang akan mendonorkan ginjalnya untuk suaminya, demi bertahannya hidup sang Suami dan masa depan anak-anaknya.

Apapun hasil akhir dari penggalangan dana ini, paling tidak kita bersama dapat menghargai wujud perjuangan seorang Bapak Jimmy demi keluarganya, dan ketulusan pengorbanan seorang Istri bernama Ibu Emirita.

Semoga kita bersama dapat membuktikan bahwa didunia ini masih ada rasa simpati, empati , dan sangat banyak orang berhati mulia di luar sana. [/box]

[quote font=”trebuchet” font_size=”16″ font_style=”italic” color=”#000000″ bgcolor=”#aed691″]Donasi dapat Disalurkan ke Rekening BCA Nomor 8555 071 899 atas nama Harly J & Yudianto, dengan menambahkan akhiran 7, misal Rp. 100.007,- atau keterangan :Jimmy[/quote]

[iconbox title=”KETERANGAN Lainnya dapat menghubungi Kontak berikut” title_align=”center” content_align=”center” layout=”boxed” bg=”#a9d689″ border=”#59d600″ content_color=”#0a0405″ align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-phone” icon_align_to=”box” size=”32″ ] Bp. Jimmy Halim 0896 8899 2088

Emirita Lusia (Istri)  – 0812 5782 857

Supriadi Marthaen – 0821 7808 8578 Pin BB : 55128C94

Yudianto Tjandranata – 08115833817 Pin BB: 2BF36E79

Alamat Bp. Jimmy Halim : Jalan Juanda No. 183, Kelurahan Darat Sekip- Pontianak[/iconbox]

[box type=”note” fontsize=”18″ radius=”10″]Nama para donatur, dan bukti penggunaan dana, akan dibuatkan Link tersendiri. Perkembangan Bp. Jimmy Halim akan selalu diupdate di website ini selama penggalangan dana belum ditutup. Untuk masukkan dan saran, dapat diberikan pada kolom komentar dibawah. [/box]

[iconbox title=”PENJELASAN” title_align=”left” content_align=”left” layout=”boxed” bg=”#ededa6″ border=”#dd9933″ title_color=”#000000″ content_color=”#dd2a2a” align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-bubbles” icon_align_to=”title” size=”32″ icon_bg_color=”#ededa3″ icon_bd_color=”#dd9933″ ]Pihak Keluarga bersedia untuk melaporkan penerimaan dana berikut nama donatur yang masuk. Laporan akan dipublish pada website ini.

Penggunaan dana akan disertai bukti kuitansi yang juga akan dipublish di website.

Admin segenggamdaun.com, berhak menghentikan penggalangan dana apabila kebutuhan dana sudah mencukupi, ataupun jika terjadi permasalahan dikemudian hari.

Apabila terdapat kelebihan dana yang besar dari kasus ini, maka sebagian akan digunakan untuk kegiatan sosial lainnya [/iconbox]

11898867_1158836877467044_1546283512640824541_n

Berikut ini adalah nama harum para dermawan yang telah ikut serta berdana demi kelangsungan proses Transplantasi Ginjal Bp. Jimmy Halim, yang dikoordinir oleh segenggamdaun.com.

screenshot_25screenshot_26 screenshot_27

screenshot_21 [box type=”note” fontsize=”20″]Total Dana Terkumpul per 28 Oktober Pukul 10.30 wib: Rp. 36.929.748,-,

[/box]

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

BHUMIBOL ADULYADEJ: Raja,Sang Pemersatu & Pelindung Dhamma Mangkat di Usia 88 Tahun

Read Next

Benedict Cumberbatch: Akhirnya Bertemu Dengan Ajaran Buddha

Leave a Reply

Your email address will not be published.