Gadis Cantik Ini Menyelamatkan 6.387 Ekor Domba Dari Pembunuhan

Dilahirkan dengan nama Drolma Yangchen, lahir di Danma, Upper Kham. Dia lebih dikenal dengan nama Danza Drolma, dan pada tanggal 1 September 2016 , ia dengan dukungan dari organisasi yang dikelolanya yang dikhususkan untuk menyelamatkan nyawa hewan yang akan dibunuh telah membeli 6.387 ekor domba dari tempat pembantaian/ pemotongan hewan.

Karena kegiatannya ini kemudian menjadi Viral di dunia maya, hal ini mungkin dikarenakan untuk pertama kalinya di Tibet terjadi pelepasan hewan dalam jumlah besar. Jika dinilai uang yang dikeluarkan untuk membeli 6378 ekor domba tersebut adalah sebesar 5 juta RMB, jika dirupiahkan adalah sekitar 15 milyar Rupiah.

picsart_09-03-10-38-55

Di Tibet sendiri kegiatan melepaskan dan menolong satwa menderita adalah hal yang biasa dilakukan. Namun karena Drolma melakukannya dalam jumlah sangat banyak dalam satu kegiatan, hal ini menimbulkan kontroversi. Selain banyak menerima pujian di media sosial, ia juga menerima banyak celaan atas kegiatan tersebut.

0a88265a4b8316677dbb0231a3cc983e

Pujian yang diterima antara lain adalah seorang gadis tibet yang penuh belas kasih, kemurahan hati dan dari foto-foto yang beredar menampilkan keindahan.

Namun pihak penentang mempersoalkan jika hewan sebanyak itu dibebaskan ke alam, maka akan memancing para pedagang hewan dan tukang daging untuk menangkap dan menjual mereka kembali.

1473398135

Banyak pihak yang menentang menyatakan apa yang telah dilakukan Drolma adalah tidak bijaksana, sebaiknya jumlah dana sebanyak itu lebih tepat jika digunakan untuk membiayai pendidikan ataupun membantu orang miskin dan sakit.

14141778_1364495943579380_8125112439681800840_n

Banyak komentar netizen yang memuji kecantikannya namun juga ada yang menentang, berikut ini beberapa komentar dari netizen:

“Meskipun wanita cantik ini membuat setiap usaha yang dia bisa lakukan untuk menyelamatkan banyak nyawa, yang benar-benar terpuji dan patut dipelajari, ternak tersebut tidak bisa menghindari nasib pembantaian atau bahwa dari akhirnya ternak tersebut akan mati karena usia tua. Pelepasan hewan ini membuat saya berpikir, Pertama tentang campur tangan dengan siklus reinkarnasi, kedua tentang kehancuran ekosistem, ketiga, tentang peluang tidak langsung memberikan kesempatan kepada penjahat dan orang-orang yang melakukan kegiatan ilegal, dan keempat tentang kontras dan kecanggungan yang terjadi dimana banyak orang miskin yang tinggal di dekat sana dan menderita karena penyakit serius. Saya mendukung pelepasan hewan secara rutin(bukan hanya sekali saja dilakukan secara megah/besar-besaran dan kemudian berhenti), tetapi untuk orang-orang kaya seperti wanita cantik ini, pasti alangkah lebih baik lagi untuk menggunakan sumber daya nya untuk menolong kepada yang paling membutuhkan?”

”Saya pikir wanita cantik ini harus berinvestasi dalam pendidikan di daerah Tibet; akan ada lebih banyak manfaat, namun uang juga dapat digunakan lebih pragmatis. Sungguh frustasi! Begitu banyak tindakan baik hati lainnya juga bisa dilakukan dengan uang sebanyak itu. “

“Aku merasa informasi dari banyaknya argumen terhadap dirinya melepaskan domba sebanyak 6387 ekor dimulai dari ide tradisional yang sama dengan ajaran kebaikan agama Buddha dan kebajikan yang Danza Drolma lakukan diharapkan untuk memperkenalkan dirinya dan organisasinya. Drolma menyataka itu melalui kata-kata dan gambar”

Bagi Anda yang tidak terbiasa dengan praktik Tibet, pembelian dan pelepasan ternak dianggap sebagai aktivitas yang sangat berjasa karena menyelamatkan kehidupan hewan yang akan dibunuh. Banyak orang Cina (Tibet) Buddha yang merupakan mahasiswa dari Khenpo Tsultrim Lodru dari Serta Larungar juga terlibat dalam praktek ini, kadang-kadang membeli dan melepaskan ribuan ikan ke dalam danau dan sungai di sekitar Chengdu.

Akibat dari kegiatan pelepasan hewan tersebut kadang dimanfaatkan beberapa pihak untuk mengeruk keuntungan. Dimana mulai muncul komunitas yang aktif melakukan kegiatan pelepasan hewan, maka tak lama kemudian didaerah tersebut mulai muncul para pedagang yang menjual hewan dan bahkan membuka rumah jagal.

d03000418d1b355e521-1

Dahulu ada sebuah biara di Tibet, dan di dekat biara tersebut ada rumah jagal pemotongan Yak (sejenis kerbau di Tibet). Bagaimana mungkin para biarawan bertahan melihat pembunuhan hewan seperti itu setiap harinya. Akibatnya, mereka menjadi kasihan dan dengan harga tinggi mereka membeli rumah potong hewan tersebut.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Pemilik rumah jagal tersebut kemudian membuka pabrik penjagalan yang lebih besar lagi dari yang sebelumnya. Yang akhirnya beraktivitas dengan jumlah yang jauh lebih besar lagi.

Jadi, Apakah kita berani bicara siapa itu yang memberi kesempatan kepada orang-orang itu untuk menjadi lebih kuat lagi dalam melenyapkan kehidupan ?

karmapa17
His Holiness 17 Gyalwang Karmapa

His Holiness 17 Gyalwang Karmapa memberikan pendapat mengenai “ pelepasan hewan”, menurut beliau yang menjadi poin penting adalah bahwa dalam kasus di mana binatang yang memang benar untuk disembelih, kita harus menyelamatkan mereka dan membebaskan mereka. Memastikan bahwa hewan yang belum dibunuh hari ini telah diselamatkan, tapi mungkin ini secara tidak langsung akan membahayakan hewan berikutnya.

Jadi pembunuhan hewan kedua mungkin harusnya telah tertunda, namun akibat yang pertama telah diselamatkan menyebabkan pembantaian hewan kedua menjadi lebih cepat. Akibatnya, His Holiness 17 Gyalwang Karmapa menganggap metode terbaik untuk melindungi hewan hidup adalah untuk menjadi vegetarian. Ini adalah sedikit dari metode untuk keluar dari siklus ini, tetapi pada saat yang sama, juga merupakan hal yang fundamental dalam membebaskan diri seseorang dari siklus penderitaan ini.

Pada saat yang sama, menjadi vegetarian juga sesuatu yang secara konsisten dipromosikan sebagai bentuk yang paling rasional dalam menyelamatkan /pelepasan hewan.

Tetapi bagaimanapun , 6000 ekor lebih domba ini telah dijauhkan dari pisau tukang daging untuk sementara. Ini juga keberuntungan mereka dari inkarnasi sebelumnya. Kebajikan dan kasih sayang dari Drolma dan anggota kelompok /organisasinya sangat mengagumkan.

Akun bernama “Birendandao” mendukung aksi Drolma menulis di akun Weibo-nya:
“Semangkuk air jernih bisa menjadi embun manis dan kolam lumpur bisa menjadi area bermain gajah. Mencela/menjahili perbuatan amal kebaikan ini tidak termasuk kasih sayang karena hal ini tidak bijaksana, dan menghajar niat baik orang juga tidak bijaksana karena tidak memiliki kasih sayang. Ini adalah cara menemukan kebijaksanaan dengan menempuh jalan yang penuh kasih sayang, yang telah mengambil pertimbangan yang panjang. Domba itu mengatakan terima kasih,”

2301_160905120438_2-1

Drolma dalam menanggapi kontroversi , kritikan-kritikan dan pencela, mengatakan:
ཀུན་སློང་ དགེ་བ་ ཁོ་ ན་ ལས་ གྲུབ་ པའི་ དགེ་བ་ མེད་ ན་ སྡིག་པ་ ལ་ འགྱུར་ བ་ ནི་ མི་ སྲིད ་.
“Bahkan jika ini tidak menghasilkan kebajikan, tindakan ini tidaklah mungkin menjadi dosa.”
(“Even if this doesn’t result in virtue, it’s impossible for it to become a sin.”)

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Arca Buddha Bamiyan Bersinar Lagi Dengan Proyeksi 3D

Read Next

AYO KITA DUKUNG PERBAIKAN BEBERAPA ASET UMAT BUDDHA

One Comment

  • Kebahagiaan seseorang dapat dinilai dari berbagai macam segi. Ada yang dilakukan dengan melepaskan penderitaan makhluk hidup dari ancaman pembunuhan, itu adalah bentuk kebajikan secara nyata. Walaupun banyak juga yang mencela, namun kebajikan tetap kebajikan. Seiring berlalunya waktu tentunya kita harus bijaksana dalam melakukan kebajikan agar benar-benar bijak dan tidak menambah akibat yang kurang baik. Dengan cara vegetarian itu sangat baik untuk kelestarian alam, karena dengan seperti itu permintaan untuk daging binatang akan semakin kurang, maka lahan untuk membuka peternakan semakin menurun, dan akibatnya tidak banyak hutan ditebang untuk membuka peternakan. Semoga kita semua semakin bijaksana. Sadhu…

Leave a Reply

Your email address will not be published.