ad

About the author

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Related Articles

4 Comments

  1. 1

    Toti

    Saya pernah lihat orang yg baru datang dari pulau jawa dan pertama kali menginjakkan kakinya di Kalimantan kesurupan dan langsung berbicara bahasa dayak kuno. Kalau bukan kesurupan apa namanya?

    Reply
    1. 1.1

      Cakrabuana

      Dalam pembahasan diatas tidak mengiyakan atau menolak theory adanya mahluk halus. Kalau dari sudut pandang psikologi kesurupan disebutkan sebagai adanya “kepribadian ganda”. Dalam banyak hal di kenyataan, sering terlihat kemungkinan terlibatnya “mahluk halus” atau faktor dari luar yang “merasuki” atau dikenal dengan “kesurupan” dalam bahasa awam. Hanya orang yang punya kemampuan lebih yang tahu bahwa sebenarnya itu pengaruh dari pikiran sendiri atau ada pengaruh dari luar. Seandainya pun ada “mahluk halus” yang merasuki, seperti kasus orang kesurupan tiba2 bisa bicara bahasa tertentu, bisa jadi memang ada mahluk halus yang masuk, atau memang pada kehidupan lampau orang tersebut pernah terlahir sebagai orang dayak, sehingga pada kasus tersebut memori yang tersimpan keluar dan menyebabkan dia bisa bicara bahasa dayak kuno. Metoda penyembuhannya tetap sama, yaitu dengan membangkitkan kesadarannya sendiri, sehingga pikirannya kembali kekondisi semula, dengan memberi rasa “sakit”, memberi “shock therapi” dll, sehingga pikiran sadarnnya akan muncul lagi, dan mengusir “mahluk halus” ataupun “kepribadian kedua” dari yang kesurupan, sehingga normal kembali.

      Reply
  2. 2

    Liana

    ???????? setuju…

    Reply
  3. 3

    Linda

    Sebenernya kalo menurut saya secara klinis memang benar kesurupan tidak ada kaitannya dengan mistis. Kesurupan dalam dunia klinis di sebut Disasosiatife trance disorder bukan Disasosiatife identity Disorder (Kepribadian ganda) dan belum masuk ke DSM 4 kalo tidak salah.

    Mungkin pada hakikatnya DID dan DTD hampir sama, karena mereka sama-sama terganggu Identitas diri, namun bila DID di sebabkan oleh Alter (Kepribadiannya) Terpecah. Dalam DTD disebabkan oleh kebingungan Identitasnya lalu merasa kalau ada sosok lain sebangsa jin menguasai dirinya.

    Cara mudah mengobatinya menurut saya tidak usah pedulikan, cuekin saja. Dia yang terkena kesurupan itu akan bosan sendiri lalu sadar.

    Secara spiritual (Mistis) dalam Agama Islam, kami percaya bahwa mahluk sebangsa jin itu memang ada dan ada berapa diantara mereka yang jahil suka menganggu manusia. Mereka juga menjadikan raga manusia sebagai rumah yang pas untuk pulang dan makan.

    Kesurupan itu terjadi karena tubuh (fisik) yang lemah, tertekan, cemas, dan faktor psikologis lainnya. Namun yang pasti kesurupan itu terjadi karena sang pemilik raga mengizinkan jiwanya di kuasai.

    Buat yang terkena kesurupan, ragamu milik jiwamu, so kamulah yang bisa mengatur dan menguasainya. Bila kesurupan kuma, cuekin saja cari kesibukan lain. Dia akan hilang sendiri…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Content diperkenankan untuk Dicopy - 2014 @Copyright By SUGATA Team