ad

About the author

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma”

(Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Related Articles

3 Comments

  1. 1

    Toti

    Saya pernah lihat orang yg baru datang dari pulau jawa dan pertama kali menginjakkan kakinya di Kalimantan kesurupan dan langsung berbicara bahasa dayak kuno. Kalau bukan kesurupan apa namanya?

    Reply
    1. 1.1

      Cakrabuana

      Dalam pembahasan diatas tidak mengiyakan atau menolak theory adanya mahluk halus. Kalau dari sudut pandang psikologi kesurupan disebutkan sebagai adanya “kepribadian ganda”. Dalam banyak hal di kenyataan, sering terlihat kemungkinan terlibatnya “mahluk halus” atau faktor dari luar yang “merasuki” atau dikenal dengan “kesurupan” dalam bahasa awam. Hanya orang yang punya kemampuan lebih yang tahu bahwa sebenarnya itu pengaruh dari pikiran sendiri atau ada pengaruh dari luar. Seandainya pun ada “mahluk halus” yang merasuki, seperti kasus orang kesurupan tiba2 bisa bicara bahasa tertentu, bisa jadi memang ada mahluk halus yang masuk, atau memang pada kehidupan lampau orang tersebut pernah terlahir sebagai orang dayak, sehingga pada kasus tersebut memori yang tersimpan keluar dan menyebabkan dia bisa bicara bahasa dayak kuno. Metoda penyembuhannya tetap sama, yaitu dengan membangkitkan kesadarannya sendiri, sehingga pikirannya kembali kekondisi semula, dengan memberi rasa “sakit”, memberi “shock therapi” dll, sehingga pikiran sadarnnya akan muncul lagi, dan mengusir “mahluk halus” ataupun “kepribadian kedua” dari yang kesurupan, sehingga normal kembali.

      Reply
  2. 2

    Liana

    ???????? setuju…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Content diperkenankan untuk Dicopy - 2014 @Copyright By SUGATA Team