Mantan Pramugari Ini Sembuh Dari Kanker Dengan Meditasi

Nama Saya Ma Ni Ni Thaung dan nama Buddhis saya Sayalay Amara. Saya berumur 48 tahun.

Apakah pekerjaan kamu sebelum menjadi biarawati ?

20 tahun yang lalu saya  seorang pramugari. Dan setelah menikah saya terjun ke dunia bisnis ekspor kayu.

Mengapa kamu datang ke Thabarwa Centre?

Ketika saya di dunia bisnis ekspor kayu, fisik dan mental saya sangat lelah, oleh sebab itu mengapa saya menderita kanker ovarium. Ketika mulai mengidap kanker,  kakak laki-laki saya memberi sebuah kaset CD Sayadaw U Ottamasara dan saya mendengarkannya di rumah.

Oleh karena kanker ovarium tersebut maka saya menderita sakit dari perut hingga ke bawah bagian tubuh dan tidak bisa berjalan.Saya harus tetap di rumah dan mendengarkan ajaran Dhamma dari Sayadaw.

Saya mendengarkannya berulang kali ceramah Dhamma & sangat menyukainya. Hingga saya ingin menemui Sayadaw di Pote Myay Dhamma Center di tengah kota Yangoon.Saya mendengarkan ajarannya  dan belajar sebanyak yang saya bisa.

Saat itu Sayadaw memulai dengan 10 hari retret meditasi dan saya mengikuti retret tersebut. Saya mulai dengan meditasi dan setelah 3 hari, rasa  sakit dan  kanker mulai tidak terasa.

Berapa lama Anda mengidap kanker sebelum mengikuti meditasi?

Selama 2 tahun.  Saya bertemu dengan Sayadaw tahun 2006. Kanker terdiri dari 4 tingkat dan saya berada di tingkat 2. Dokter telah melakukan biopsi di ovarium dan menyarankan untuk di angkat.

Bagaimana gejala yang Anda rasakan?

Seluruh bagian tubuh sebelah bawah sakit semua. Saya bahkan bisa merasakan tempat yang tepat di ovarium dari mana rasa sakit itu berasal. Saya sama sekali tidak bisa berjalan.

Bagaimana penyakitnya selama mengikuti di meditasi retret?     

Pertama kali  rasa sakitnya tetap ada, tapi saya sudah bisa mengendalikannya, karena menjadi sakit yang tetap. Penyakit  tetap  terasa  di hari pertama. Setelah 3 hari, rasa  sakit sudah mulai reda, seperti lilin yang dibakar & apinya mulai redup.

Sakit dan kanker tersebut lenyap secara instan bagai api di atas lilin yang mulai menghilang.

Apakah Anda berobat? 

Ya benar saya juga berobat. Dokter hanya memberi obat untuk meredakan sakit dan yang berhubungan dengan Rahim yang bengkak.Dia hanya menyarankan untuk diangkat, tidak ada acara lain yang bisa dilakukan.

Apakah Anda berkata bahwa menyadari rasa sakit yang konstan itu seperti sedang bermeditasi?

Itu merupakan praktek dari kesadaran. Selalu menyadari rasa sakit.

Apakah Anda seorang Buddhis sebelumnya?

Betul, tapi saya tidak tahu mengenai  meditasi vipassana lebih dalam. Sebelumnya saya hanya membaca paritta berbahasa Pali,  hanya ketika saya bertemu dengan Sayadaw , saya mulai tertarik untuk bermeditasi.

Mengapa tidak semua umat Buddhis melakukan meditasi?

Kebanyakan umat Buddhis di negara saya hanya pergi ke pagoda/stupa untuk menghormati  Sang Buddha dan pergi ke vihara  untuk menjaga/mengambil sila. Mereka hanya mengerti itu saja. Tidak mengerti mengenai wawasan tentang meditasi Vipassana lebih dalam. Jadi, mereka tidak mermeditasi.

Mereka tidak tahu keuntungan dengan bermeditasi Vipassana, itu sebabnya mereka tidak bermeditasi. Kebanyakan orang tidak mengerti bagaimana bermeditasi,maka mereka tidak tertarik.

Kebanyakan bhikku juga mencoba menjelaskan tentang Vipassana tetapi mereka tidak dapat mengerti.

Memang agak sedikit sulit untuk mengerti. Penjelasan tentang Meditasi vipassana tidaklah  begitu jelas/detail, maka mereka hanya mengerti apa yang mereka sudah mengerti. Ajaran Buddha memang berbeda tetapi kami hanya melakukan apa yang kami ingin lakukan.

Setelah sembuh , apakah kamu kembali ke kehidupan biasa?

Setelah sakit menghilang untuk pertama kalinya, karena Dhamma, bisnis saya menjadi berkembang. Penyakit hilang dan bisnis begitu sukses, jadi saya kembali ke kehidupan normal  dan mengalami banyak kegembiraan.

Dengan semua kegembiraan di kehidupan masyarakat, ketertarikan dalam Dhamma dan kekuatan meditasi

Seiring waktu beserta pula  bisnis saya mulai menurun dan penyakit saya kambuh kembali tapi lebih buruk lagi dari sebelumnya adalah  saya hampir meninggal. Saya berdarah dan muka pucat.

Hanya pada saat  itu, saya mengingat bagaimana saya mengatasi penyakit tersebut untuk pertama kalinya dan menghubungi Sayadaw.

Sayadaw menyarankan saya untuk meninggalkan segalanya dan hidup di dhamma centre.Setelah melanjutkan meditasi selama 6 jam sehari, penyakit hilang lagi.

Kapan Anda terkena kanker untuk kedua kalinya?

6 tahun yang lalu.

Apa yang kamu lakukan di thabarwa Centre?

Saya pergi lebih dalam ke praktek meditasi dan melakukan banyak perbuatan baik.bersama Sayadaw. Setelah menekankan pada meditasi saya perlahan-lahan mulai mengerti ajaran Buddha lebih dalam. Dalam kurun 6 tahun pengertian saya lebih bertambah dan bertambah.

Jenis perbuatan baik apa yang Anda lakukan?

Pada saat itu Sayadaw tidak punya banyak sukarelawan, maka saya harus mengantar Sayadaw pergi kemanapun beliau ingin pergi.Saya mempraktekkan meditasi, saya menolong dengan merawat pasien, mengendarai ambulan bila pasien butuh diantar ke rumah sakit.

Dari pagi hingga malam, hanya focus kepada kebutuhan orang lain dan juga mengikuti apa yang Sayadaw ajarkan.

Bagaimana Anda melakukan meditasi?

Saya hanya melakukan apa yang Sayadaw tugaskan ke saya. Saya hanya focus kepada 5 konsep-Panca Khanda (perasaan, bentuk pikiran, pencerapan, kesadaran dan jasmani). Setiap saat ada timbul dan hilang. Saya mulai mengerti itu hanya pikiran dan masalah timbul dan hilang.saya tidak focus kepada penyakit.

Saya hanya mencoba untuk memahami bahwa hanya ada 5 konsep-Panca Khanda Saya tidak memperhatikan ke konsep penyakit.

Bagaimana kesadaran Anda selama hari demi hari?

Tidak  terus menerus sepanjang hari. Tapi saya mengerti bahwa saya harus mempunyai  kesadaran di setiap kegiatan  saya setiap waktu.

Berapa jam Anda duduk untuk bermeditasi?

Tidak begitu lama. Mengikuti jadwal Sayadaw, saya tidak bermeditasi yang lama. Saya tidak mngerti lebih dalam mengenai meditasi seperti sekarang.

Dengan dekat bersama Sayadaw, saya sangat sibuk setiap waktu,  saya tidak bisa terus menerus fokus di meditasi.

Saya mendengarkan ajaran  sayadaw dan mengikuti langkah meditasi yang diajarkan Sayadaw.

Sekarang saya tahu banyak mengenai pikiran. Sekarang saya bisa mengurangi keserakahan, kebencian, dan khayalan/kebodohan batin. Sebelumnya saya sangat bangga sekali.

Bagaimana awal mulanya Thabarwa Centre?

Hanya ada 60 orang yang pindah dari Jalan 45 di tengah kota Yangoon untuk memulai meditasi Thabarwa center di kota kecil Thanlyin. Hanya ada 10 – 15 sukarelawan. Kami semua tinggal bersama Sayadaw di sebuah pondok besar

Apakah kamu mendapat keuntungan yang sesungguhnya dari belajar Dhamma?

Iya, dengan sembuhnya penyakit saya, itu adalah  manfaat terendah dari praktek Dhamma. Menyaksikan hilangnya penyakit, menjadikan manfaat Buddha Dhamma yang sangat jelas bagi saya.

Keyakinan  saya menjadi  lebih kuat untuk memahami lebih mendalam., saya harus tetap tinggal bersama Sayadaw dengan melakukan perbuatan yang baik. Saya tidak mendapatkan inti sari Dhamma jika saya bekerja  tetap di masyarakat.

Saya mengorbankan banyak untuk bisa tinggal disini.

Tidak masalah untuk tinggal disini,tidak ada keinginan untuk pergi kemanapun?

Karena saya hidup dengan Dhamma, itu memudahkan tinggal dimanapun, apapun yang terjadi.

Bagaimana sulitnya ketika tinggal di centre?

Kadangkala saya ingin berlari jauh, tapi saya tahu manfaatnya, maka saya tidak bisa meninggalkannya.

Saya percaya sekali bahwa ajaran dari Sayadaw adalah ajaran Buddha dan Dhamma bisa memenuhi segalanya.

Mengapa penyakit bisa timbul?

Semua penyakit timbul karena pikiran. Bila kamu bisa mengatasi pikiran, maka penyakit tidak bisa timbul dengan sangat kuat. Bila kamu bisa mengurangi tingkat keserakahan, kemarahan dan khyalan/kebodohan batin, maka penyakit akan hilang. Bila kamu bisa mengatasi pikiran, penyakit akan lenyap.

Saya ingin membagi pesan ini, semua ini dikarenakan pikiran.

Bila kamu mempraktekkan  ajaran Buddha, kamu bisa mengatasi/mengendalikan  pikiran dan mengatasi semua rasa sakit sampai kamu meninggal. Ketika kematian mulai mendekati , maka rasa sakit akan semakin seirng dan kuat.

Saya bukan yang berpengalaman menghadapi rasa sakit tersebut  yang  timbul sesaat sebelum kematian. Tetapi dengan pengertian & menyadari Dhamma maka saya bisa megatasi rasa sakit itu.

[box type=”note” fontsize=”12″ radius=”10″] 

Thabarwa Center berpusat di Thanlyin, Myanmar adalah organisasi kemanusiaan nirlaba yang bekerja untuk tujuan mulia.

Thabarwa Center didirikan dengan akses tak terbatas untuk kepentingan umum dan pemenuhan kebutuhan yang utama.

Thabarwa Center buka 24 jam sehari, tujuh hari seminggu tanpa istirahat. Ini adalah tempat perlindungan bagi orang dari seluruh wilayah Myanmar yang mencari perlindungan untuk perawatan dan perhatian dan keinginan untuk berlatih meditasi.

Centermemberikan perlindungan bagi lebih dari 2.400 yogi (per Februari 2014) termasuk orang tua, sakit, lemah, buta, tuli, cacat, kasus mental, tunawisma dan tak berdaya. Bantuan diberikan tanpa diskriminasi atau pembatasan untuk jumlah, waktu, usia, kondisi kesehatan, kebangsaan, status sosial, agama, dll.

Makanan, penginapan dan pengajaran yang disediakan secara gratis.
Ini adalah tempat di mana relawan dapat menyumbangkan keterampilan, waktu, energi, tenaga kerja, uang dan materi mereka untuk mendapatkan kebajikan dan berlatih meditasi untuk tujuan mulia.[/box]

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

ANDY LAU: Kisah Hidupnya Hingga Mengenal AJaran Buddha & Bervegetarian

Read Next

[CLOSED]: Romo & Guru Kita Ini Butuh Biaya Untuk Pengobatannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.