B.Uttamo : Makna Cheng Beng menurut Ajaran Buddha

Pada bulan ini, bulan April , tentu kita masih ingat kan? Apa yang terjadi pada bulan April, khususnya orang Tionghoa? Tidak lain yaitu Ziarah ke makam ataupun ke Perabuan. Bagi masyarakat China ataupun orang keturunan Chinese, pada umumnya mengenal dengan tradisi Cheng Beng. Cheng Beng itu sendiri terdiri dari dua suku kata, yang kedua kata ini apabila dipisah memiliki makna yang berbeda yaitu Cheng yang artinya bersih / cerah sedangkan Beng memiliki arti terang. Bahasa ini diambil dari dialek Hokkian, sedangkan dalam dialek Tio ciu adalah Cheng Meng, Mandarin Qing Ming, yang membedakan dari itu semua adalah intonasi dalam penyebutannya saja, sesungguhnya makna dari itu adalah hal yang sama.

Ada banyak cerita berkenaan dengan latar belakang munculnya tradisi Ceng Beng, yang pada intinya semua cerita ini mengajarkan kepada kita untuk memiliki bakti kepada kedua orang tua kita dan para leluhur. Mengingat jasa-jasa mereka amat sangat besar kepada kita, anak-anaknya.

Lantas bagaimana tradisi Cheng Beng ini jika dipandang dari sudut pandang Dhamma. Mari kita bersama mendengarkan penjelasan Bhikkhu Utammo Mahathera dalam ceramah berikut ini.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Keyakinannya Pada Triratna Menghantarkannya Menjadi Pasukan Elit Paspampres

Read Next

[CLOSED]: BANTULAH PAPA KAMI UNTUK DAPAT DIOPERASI

Leave a Reply

Your email address will not be published.