Hari Dimana Aku Meledakkan Arca Buddha Di kota Bamiyan – Afghanistan

Selama hampir 1.500 tahun , dua arcaBuddha raksasa yang diukir pada tebing  batu pasir dekat kota Bamiyan ,tepatnya di pusat Afghanistan , yang  pemandangan nya sangat dominan.

Tingginya lebih dari 50 meter , Arca Buddha Bamiyan yang diukir oleh para biarawan pada abad ke-6 ketika kota ini merupakan pusat agama yang penting di jalur Sutra yang menghubungkan China ke Barat (Artkel mengenai sejarah Bamiyan dapat dibaca disini: Klik Disini )

A filer picture dated 07 December 1997 shows soldiers belonging to Shiite faction Hizb-i-Wahdat on patrol in front of a hill with the ancient Bhuddha Statue in Bamiyan province of Afghanistan. Afghan Foreign Minister Wakil Ahmad Mutawakel insisted 08 March 2001 that a decree by the Taliban's supreme leader, Mullah Mohammad Omar, ordering the total destruction of all statues in the country was "irreversible." (FILM) AFP PHOTO/ Jean-Claude CHAPON (Photo credit should read JEAN-CLAUDE CHAPON/AFP/Getty Images)
A filer picture dated 07 December 1997 shows soldiers belonging to Shiite faction Hizb-i-Wahdat on patrol in front of a hill with the ancient Bhuddha Statue in Bamiyan province of Afghanistan. Afghan Foreign Minister Wakil Ahmad Mutawakel insisted 08 March 2001 that a decree by the Taliban’s supreme leader, Mullah Mohammad Omar, ordering the total destruction of all statues in the country was “irreversible.” (FILM) AFP PHOTO/ Jean-Claude CHAPON (Photo credit should read JEAN-CLAUDE CHAPON/AFP/Getty Images)

Pada tahun 2001 , pemimpin Taliban Mullah Omar memerintahkan  untuk menghancurkannya atas dasar agama yang menimbulkan banyak reaksi  kengerian di seluruh dunia .

Pasukannya pertama kali mencoba menggunakan senjata anti-aircraft dan artilery  tapi ini terbukti tidak efektif .

Pada akhirnya , kelompok penduduk laki-laki  lokal direkrut  untuk meletakkan beberapa ton dinamit dalam meledakkan Arca Buddha

Sayid Mirza Hossein , seorang  petani lokal , terpaksa untuk membantu usaha tersebut  selama beberapa minggu . Dia mengatakan kepada program witness (program kesaksian)  tentang dampak buruk dari kerusakan.

Taliban dilaporkan menghabiskan 25 hari menghancurkan Bamiyan Buddha
Taliban dilaporkan menghabiskan 25 hari menghancurkan Bamiyan Buddha

Sayid Mirza Hossein berkata :

“  Saya tidak pernah membayangkan bahwa Arca  Buddha tersebut akan dihancurkan dari kepala sampai ujung kaki. Ini sama seperti membawa kapak masuk ke dalam rumah. Di Bamiyan terdapat 3 arca Buddha. Arca tersebut sangat berharga bagi penduduk di sekitarnya. Banyak turis datang untuk mengunjunginya. Arca Buddha ini merupakan  arca yang unik di dunia. Dan juga merupakan suatu sumber kebanggaan di kota Bamiyan.”

“Saya adalah Petani lokal yang sederhana, saya tinggal disini, hidup di dalam gua-gua. Kabar buruk datang ketika Taliban datang dan menguasai kota Bamiyan.. Ketika mereka tiba disini, mereka membawa saya dan menjadikan saya sebagai tahanan.  Mereka memiliki ratusan tahanan yang  lain juga.”

Mirza Hussain mengatakan ia selalu menyesali perannya terlibat dalam penghancuran
Mirza Hussain mengatakan ia selalu menyesali perannya terlibat dalam penghancuran

“ Hal pertama yang mereka lakukan adalah menaruh senjata berat di depan Arca Buddha. Mereka juga menggunakan tank-tank  dan  roket-roket.  Tetapi mereka tidak mampu menghancurkan Arca Buddha tersebut. “

“Kemudian mereka membawa bahan peledak(dynamit) dari Kandahar dan Mazar, Kami disuruh untuk membongkar bahan peledak tersebut, dan membawanya menuju patung Buddha. Ini menghabiskan waktu sekitar 3 atau 4 hari.”

“ Kami tidak bisa mengatakan TIDAK, atau mengatakan kami menolak menghancurkan arca Buddha. Jika kami menolaknya, maka mereka akan membunuh kami. Pasukan Taliban berdiri dengan senjata-senjata mereka, dan telah siap menembak kami apabila kami melakukan kesalahan. Ketika ledakan terjadi,  saya berada di dalam sebuah mesjid kecil  yang berhadapan langsung dengan arca Buddha.  Mesjid tersebut juga ikut tergoncang.

Mirza Hussain sekarang bekerja sebagai seorang tengaga reperasi sepeda
Mirza Hussain sekarang bekerja sebagai seorang tengaga reperasi sepeda

Kami semua tertutup oleh debu dan puing-puing. Para pasukan Taliban kemudian menari-nari dan bersorak.”

“Sekarang ini adalah 15 tahun sesudah Arca Buddha dihancurkan.Setiap hari, saya melewati tempat arca Buddha tersebut. Saya merasa sangat sedih  setiap kali melewatinya.  Saya melihat kehancuran. Itu begitu menyedihkan.  Arca tersebut juga merupakan sumber penghasilan bagi penduduk lokal disini. Saya merasa sangat sedih.”

Sumber : http://www.bbc.com/news/magazine-35673213

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Kate Hudson: “Ibu, Apakah Tuhan Itu Adalah Sepupu Saya ?”

Read Next

Bhikkhuni Thitacarini: “Seluka-lukanya Hati Orang tua, Pasti akan Terobati jika Melihat Anaknya Bahagia”

Leave a Reply

Your email address will not be published.