UNDANGAN Peresmian Purna Pugar Vihara Dhammasanti Banyuwangi 09 Maret 2016

Di bulan Maret tahun 2015 yang lalu, ajakan untuk membantu pemugaran sebuah vihara kecil bernama Dhammasanti di salah satu wilayah Banyuwangi berseliweran di media sosial (Artikelnya dapat dilihat disini). Ternyata ajakan tersebut mendapat tanggapan yang luar biasa. Sangat banyak teman seDhamma yang membantu membagikan ulang baik lewat media sosial seperti Facebook, BBM Messenger dan Whatsapp.

Vihara Dhammasanti sebelum direnovasi (Foto Bulan Maret 2015)
Vihara Dhammasanti sebelum direnovasi (Foto Bulan Maret 2015)

Karena itu, hal terbesar yang pertama-tama ingin di sampaikan di sini adalah ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur, dan juga kepada semua pihak yang telah menaruh perhatian kepada vihara Dhammasanti. Karena jasa para donatur dan umat Buddha diseantero Indonesia, Vihara ini kini telah berdiri dengan wajah baru. Memiliki 2 buah kuti lengkap dengan kamar mandi khusus untuk Bhikkhu, terdapat ruangan kelas untuk anak sekolah minggu, memiliki ruangan serbaguna dan dapur. Selain itu juga ada halaman untuk parkir kendaraan dan taman.

12788152_1126915860685799_385460581_n
Vihara Dhammasanti setelah renovasi, Foto diambil akhir Febuari 2016

Vihara Dhammasanti, sebagaimana yang telah ditulis sebelumnya adalah salah satu vihara istimewa. Keistimewaannya adalah terletak pada perjalanan hitorisnya. Sebelum beralih rupa menjadi sebuah Vihara, dulunya tempat berkumpul dan melakukan kegiatan keagamaan ini hanyalah sebuah cetiya kecil yang dibangun pada tahun 1967. Seiring dengan berkembangnya umat yang memeluk agama Buddha, Cetiya Dhammasanti menjadi sesak, tidak mampu menampung jumlah umat. Pada tahun 1990, Pemuka agama setempat dengan bantuan dari para donatur membangun sebuah bangunan baru yang diberi nama Vihara Dhammasanti.

Vihara saat ini dengan bangunan permanen, terdapat ruang serbaguna, Kuti Bhikkhu, Ruang sekolah Minggu & Dapur.
Vihara saat ini dengan bangunan permanen, terdapat ruang serbaguna, Kuti Bhikkhu, Ruang sekolah Minggu & Dapur.

Vihara Dhammasanti yang dibangun pada tahun 1990, berdiri diatas area tanah seluas 395 m2. Tanah tersebut adalah dana hibah yang diberikan oleh salah satu tokoh pemrakarsa Agama Buddha di Banyuwangi, khususnya di kecamatan Pesanggaran, bernama bapak Kaseman.

Bapak Kaseman & istrinya Mbok Maerah. Sesepuh yang sangat berjasa dalam menegmbangkan ajaran Buddha di Banyuwangi. Tanah
Bapak Kaseman & istrinya Mbok Maerah. Sesepuh yang sangat berjasa dalam mengembangkan ajaran Buddha di Banyuwangi. Tanah Vihara merupakan Hibah yang diberikan oleh beliau suami istri.

Perkembangan agama Buddha di wilayah Kec. Pesanggaran, sebagaimana dikiaskan oleh bapak Kaseman “seperti hujan dari langit yang jatuh ke laut”, di mana-mana ada bermunculan orang memeluk agama Buddha. Hingga sampai pada hari ini di desa Kandangan sendiri memiliki sekitar tujuh puluh kepala keluarga yang beragama Buddha. Dengan perkiraan jumlah total umat Buddha sebanyak tiga ratus orang.

Selama masa perjalanan berkembangnya agama Buddha di wilayah ini, Vihara Dhammasanti telah memberikan banyak andil dalam perkembangan agama Buddha di wilayah sekitarnya. Pembinaan umat dalam berbagai bentuk kegiatan secara aktif dan lancar diadakan di Vihara tersebut. Sebagai gambaran singkat, kebaktian rutin mingguan setiap Selasa malam tidak pernah tertinggalkan. Pada hari minggu pagi anak-anak, baik yang masih usia pre-school ataupun remaja aktif mengikuti kegiatan sekolah minggu. Kemudian pada hari yang sama selepas tengah hari, giliran kelompok ibu-ibu mengadakan puja bakti dan arisan (beras). Pada kelompok laki-laki, puja bakti secara giliran (anjangsana ke rumah secara bergilir) juga di adakan setiap hari Jumat malam. Sehingga bisa dibilang bahwa kegiatan umat Buddha dibawah binaan Vihara Dhammasanti sangatlah produktif.

Sifat Gotong Royong dan kebersamaan antar penduduk desa, membuat Vihara dapat dipugar dengan cepat.
Sifat Gotong Royong dan kebersamaan antar penduduk desa, membuat Vihara dapat dipugar dengan cepat.

Dengan perkembangan positif yang tertampak, pemugaran wihara Dhammasanti tahun 2015-2016 sangatlah berarti besar. Demikian juga pemenuhan fasilitas lainnya yang belum pernah dimiliki sebelumnya seperti, ruangan sekolah minggu, perpustakaan, aula serba guna, ruang secretariat dan kuti Bhikkhu. Ketersedianya fasilitas pendukung ini diharapkan akan mendorong kegairahan umat setempat untuk terus berkembang dalam beribadah, praktik Dhamma dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan-kegiatan produktif dan bermanfaat lainnya.

Akhirnya sebagai ungkapan terima kasih yang tak terhingga kepada pada seluruh donatur dan semua pihak yang terlibat dalam berbagai proses pemugaran dan pembanguan wihara Dhammasanti tahun 2015-2016. Umat wihara Dhammasanti menyampaikan terima kasih yang tak terhingga. Sebagaiamana Vihara ini dibangun oleh semangat kekeluargaan dari umat Buddha dari seantero Indonesia, maka wihara ini adalah rumah ibadah bersama. Sehingga wihara Dhammasanti dengan semangat kekeluargaan dan keterbukaan akan dengan senang hati menerima kunjungan dari saudara-saudara Buddhis dari berbagai daerah.

Laporan penerimaan dan pengalokasian dana dapat di akses melalui link berikut (Klik disini !)

Kami mengundang teman-teman dan saudara se-dhamma untuk berkunjung ke wihara Dhammasanti.

[box type=”tip” fontsize=”14″ radius=”12″]Sukhi Hotu! Salam Sejahtera!

Sehubungan dengan terselesainya Purna Pugar Vihara Dhamma Santi, dengan ini kami mengundang Bpk/Ibu/Sdr untuk dapat hadir pada:

Hari/ Tanggal :Rabu, 09 Maret 2016

Pukul: 08.30 wib s.d selesai

Acara :Purna Pugar Vihara Dhamma Santi

Tempat: Vihara Dhamma Santi,Dusun Krajan Rt.03 Rw.03 Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi.

Yang akan dihadiri oleh 9 orang Bhikku dari Sangha Theravada Indonesia.

Untuk yang ingin turut berdana dapat menyalurkannya ke Bank BCA Nomor Rekening 519-006-9089 atas nama Handian. Dana yang didapat nantinya akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasional Vihara & dibelikan prasarana untuk sekolah Minggu Buddhist.

Pukul 21.00 Wib tanggal 09 Maret 2016 akan diadakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Yuwono Lebdo Carito dengan lakon “Mbagun Candi Sapto Argo”[/box]

Baner VIhara2

Mengunjungi wihara Dhammasanti bisa sekaligus menyambangi beberapa ikon wisata Banyuwangi. Berjarak kurang lebih 80km ke arah barat daya dari kota Banyuwangi. Wihara ini berada di kaki pegunungan Betiri yang juga merupakan wilayah konservasi Betiri. Sehingga hanya berjarak beberapa kilometer dari bibir pantai seperti, pantai Poncomoyo di sebelah selatan; pantai Rajegwesi di sebelah Barat; kemudian juga ikon wisata Banyuwangi bernama Green Bay (Teluk Hijau) dan pantai Batu yang dikelilingi karang terjal dan hutan hijau alami. Penakaran Penyu terkenal di Sukamade juga hanya berjarak 19 km dari desa Kandangan. Sedangkan di wilayah timur dan kota Banyuwangi, tempat-tempat wisata juga sangat menarik untuk dikunjungi, misalnya, Pulau Merah, Kawah Ijen, dan lain sebagainya.

12767210_1127163870660998_1912151868_n
Ce Arya Dewi & Suaminya Ko Jenwie (warga Surabaya), serta Mas Jumani Nyanakusalo (Abdi desa Ehipasiko). Berkat perjuangan, tekad, kerja keras serta semangat yang tak pudar dari ke 3 orang ini, akhirnya Vihara Dhammasanti dapat selesai dipugar.

Sebagai penutup, segenap keluarga besar wihara Dhammasanti dengan penuh kerendahan hati, sekali lagi mengucapkan anumodana dan terima kasih sebanyak-banyaknya atas dukungan dan bantuannya.

Sebagaimana kegiatan pembinaan akan terus berlanjut dan berkembang, kami juga mempersilahkan jikamana ada saudara se dhamma yang ingin terus berpartisipasi mengembangkan potensi kerohanian agama Buddha di wihara Dhammasanti. Dana yang diterima akan digunakan terutama untuk operasional wihara dan juga pembinaan sekolah minggu.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Ayo Kita Dukung Bhante Tejjapunnyo Menyebarkan Dhamma Melalui Siaran Radio

Read Next

B. Jayamedho: Kisah Anak Madura dari Usahawan Menjadi Biarawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.