ARYA SANGHATA SUTRA DHARMA PARYAYA : SUTRA YANG LANGKA, SUKAR DITEMUKAN DAN SANGAT BERMANFAAT.

 

Sutra Sanghāta pertama kali ditulis dalam bahasa Sanskerta, dan seperti semua sutra Buddha lainnya, telah beredar secara lisan untuk waktu yang cukup lama sebelum disepakati  untuk ditulis di kertas atau, dalam kasus sutra  Sanghāta, ditulis di daun palem dan kulit pohon birch , ditemukan  di India dan  India barat laut. Penelitian sejarah menunjukkan bahwa Sanghāta adalah teks utama bagi masyarakat Buddha di barat laut India dan Asia Tengah, sampai setidaknya abad ke-8.

Namun, sampai tahun 1930-an, catatan dari bahasa Sanskerta dari sutra Sanghāta ini benar-benar hilang. Kemudian, pada tahun 1931 dan 1938, sedikitnya tujuh naskah Sansekerta yang pulih dari Gilgit (nama kota)  di Pakistan utara. Setelah naskah Sansekerta ini muncul, maka  mulai dipelajari oleh para ahli  bahwa Sutra Sanghāta ternyata menarik lebih banyak perhatian, dan terus dipertahankan dan dihormati oleh banyak umat Buddha.

Kata demi kata  terus menerus diuji dari penemuan naskah tambahan sutra Sanghāta dalam bahasa Sansekerta. Sebuah naskah dilaporkan ditemukan di sebuah gua di Afghanistan di mana Taliban mengungsi, menurut Website koleksi Schoyen-naskah naskah Buddha. Kedua disebutkan terdapat dalam art journal yang menggambarkan  sebagai naskah  abad kelima bahasa Sanskerta versi dari Gandhara. Naskah Sanskerta lainnya telah ditemukan di jepang dan disusun  oleh para ahli  di Jepang, dan dijelaskan dalam jurnal ilmiah.

Manuskrip dari Sanghāta telah ditemukan tidak hanya di Gilgit, tapi di Khotan, Pakistan utara, Dunhuang, Cina Turkestan dan situs lainnya di Asia Tengah sepanjang  jalur  sutra. Kurangnya penemuan informasi  naskah Sanghāta di anak benua India tidak menghalangi sirkulasi mereka di sana. Iklim monsoon(musim hujan angin) India terkenal sulit bagi naskah yang ditulis pada daun palem dan kulit pohon birch untuk bertahan , dan oleh karena itu naskah-naskah Sanghāta yang telah bertahan semua ditemukan di daerah kering di utara.

Meskipun Sanghāta beredar pertama dalam bahasa Sansekerta, itu kemudian diterjemahkan ke dalam semua bahasa utama dari masyarakat Buddha di utara, barat laut dan timur India: Khotan, Cina, Sogdian dan Tibet. pekerjaan penerjemahan ini berlangsung selama lima sampai abad kesepuluh dari era umum. Terjemahan pertama yang kami ketahui adalah dari bahasa Sansekerta ke Khotan.

Sanghata Sutra Large

Lama Zopa Rinpoche dalam banyak kesempatan telah meminta murid-murid beliau di pusat pusat Dharma FPMT untuk melafalkan sutra Mahayana tertentu yang disebut Sutra Sanghata. Pelafalan sutra ini menghasilkan manfaat-manfaat yang luar biasa untuk mereka semua yang mendengarnya atau melafalnya, dan ini telah direkomendasikan oleh Rinpoche khususnya untuk membangkitkan potensi-potensi positif yang diperlukan agar terselesaikannya Projek Maitreya, dimana projek ini sendiri akan menghasilkan manfaat-manfaat yang luar biasa untuk makhluk-makhluk tak terhitung banyaknya.

Sutra Sanghata adalah catatan langsung dari ajaran yang diutarakan oleh Buddha Shakyamuni di Gunung Griddhakuta di Rajagriha. Sutra yang dibabarkan oleh Buddha ini, seperti semua sutra Mahayana, telah dihafalkan oleh murid-murid beliau dan kemudian ditulis dalam bahasa Sanskerta. Namun, Sutra Sanghata adalah unik karena merupakan ajaran yang Buddha sendiri telah dengar dari Buddha sebelumnya, dan juga unik dalam hal cakupan efek-efek bagi mereka yang melafalnya. Sutra Sanghata adalah salah satu dari kelompok sutra-sutra khusus yang disebut dharmaparyaya, atau ‘ajaran-ajaran transformatif’ yang berfungsi untuk mentransformasi mereka yang mendengar atau melafalnya dalam cara-cara tertentu.

Salah satu manfaat yang paling kuat adalah bahwa pada saat kematian, siapapun yang telah melafalkan Sutra Sanghata akan melihat para Buddha datang untuk menenangkan mereka selama proses kematian. Manfaat lebih lanjut adalah, di manapun Sutra Sanghata berada, para Buddha selalu hadir, seperti dijelaskan dalam sutra itu sendiri. Dengan demikian, pelafalan sutra ini dapat memberikan inspirasi yang sangat kuat di tempat manapun sutra ini dilafalkan.

Secara umum, pelafalan sutra-sutra Mahayana adalah salah satu dari praktik enam kebajikan yang khususnya dianjurkan untuk purifikasi, dan pelafalan sutra ini khususnya mempunyai efek karma yang sangat luas, yang bertahan selama banyak kehidupan, seperti dijelaskan Sutra Sanghata itu sendiri secara mendetail.

Dalam sutra ini, Buddha menjabarkan banyak penjelasan tentang bagaimana sutra ini berfungsi untuk mempurifikasi benih-benih penderitaan bagi mereka yang melafalnya, dan memastikan mereka mendapatkan kebahagiaan di masa depan hingga tercapainya penggugahan. Sutra ini juga mencakup beberapa ajaran mengenai kematian dan anitya, termasuk ajaran mengenai proses-proses fisik dan mental yang terjadi pada saat kematian.

Selama berabad-abad, Sutra Sanghata merupakan salah satu sutra Mahayana yang paling banyak dibaca dan dicetak. Pada tahun 1930-an, penggalian arkeologis telah dilakukan di Pakistan Utara di bawah pemerintahan koloni Inggris, dan ditemukan sebuah perpustakan teks Buddhis. Pengalian arkeologis ini sangatlah penting bagi para ahli sejarah, karena ditemukan banyak manuskrip tersembunyi yang ditulis pada abad ke-5 Sesudah Masehi, suatu periode yang jauh lebih awal dibandingkan penemuan lainnya di India. Di antara banyak manuskrip penting ini, teks yang ditemukan dengan jumlah cetakan terbanyak adalah Sutra Sanghata, bahkan lebih banyak dari Sutra Teratai, Sutra Pembelah Vajra atau Sutra-sutra Prajnaparamita yang lebih kita kenal sekarang ini. Meskipun Sutra Sanghata telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dalam tradisi Buddhis Mahayana awal, termasuk bahasa China, bahasa Khotan dan bahasa Tibet, tetapi hingga pengalian tahun 1930-an tersebut, versi bahasa Sanskerta yang asli telah hilang.

Akhir-akhir ini, setelah menemukan Sutra Sanghata untuk pertama kalinya ketika tinggal di vihara Geshe Sopa di Madison tahun lalu, Lama Zopa Rinpoche memutuskan untuk menulis sutra ini dengan tangan, dengan tinta emas, dan meminta murid-murid beliau untuk melafalkan sutra ini dalam banyak kesempatan. Pada peringatan 11 September, Rinpoche meminta semua murid beliau di seluruh dunia untuk melafalkan sutra ini sebanyak mungkin guna mencegah serangan lebih lanjut. Sambil membaca sutra transformatif yang begitu berdaya kuat, yang diajarkan oleh Buddha Shakyamuni agar makhluk menuju penggugahan dapat dikembangkan semudah mungkin, dengan jelas kita dapat merasakan bahwa Buddha sungguh luar biasa baik hati kepada kita.

Di saat yang sama, karena sutra ini mengandung kata-kata yang sesungguhnya diucapkan oleh Buddha, dengan mengulangi sendiri ucapan tersebut selama pelafalan, kita berperan sebagai penerus untuk melestarikan ajaran-ajaran beliau di dunia. Karena itu, dengan melafal Sutra Sanghata, di samping semua manfaat yang kita sendiri akan terima, kita juga bertindak dengan cara yang sangat langsung dan berdaya kuat untuk melestarikan ajaran-ajaran Buddha, yang begitu mendesak dibutuhkan untuk menghilangkan penderitaan-penderitaan semua makhluk.

Informasi mengenai Sanghata ini diambil dari situs www.sanghatasutra.net, dimana banyak hal  luar biasa mengenai sutra ini juga dapat ditemukan. Lhundup Danchö (Damchö Diana Finnegan), Oktober, 2005.

Catatan dari penulis :

Untuk mengetahui secara lebih detail dapat mendownload langsung isi sutra tersebut dibawah ini.

Para Buddha mengajarkan kepada para makhluk yang beraneka ragam karakter dan berbeda-beda. Untuk itu Buddha menggunakan upayakausalya dengan mengajarkan 84.000 metode / pintu Dharma. Sutra Sanghata ini adalah salah satu metode mudah ( metode melatih diri dengan menghormat, mendengar, membaca/melafal, dan menulis dengan hati yang berkeyakinan,perhatian  dan gembira ) yang diajarkan para Buddha untuk menolong para makhluk dalam mengatasi rintangan kehidupan dan mencapai kemajuan spiritual.

Bagi Anda yang yakin dan bisa mempraktekkan ajaran sutra sanghata Dharma paryaya, maka ini sangatlah bermanfaat untuk dijadikan panutan hidup dengan melafalnya setiap hari minimal 1-2 lembar  halaman  ataupun lebih , sesuai dengan kemampuan. Tetapi, bagi  Anda yang belum  yakin , penulis berharap agar Anda tetap menghargainya sebagai suatu ajaran kebaikan dari Buddha dengan tidak menghujat atau merendahkan sutra yang langka ini. Dikarenakan  Jika sutra sanghata  ini belum cocok bagi Anda, namun mungkin saja  bisa bermanfaat bagi  orang  lainnya yang lebih  berjodoh.  Jika kita telusuri, maka sutra ini berisi tentang kebaikan dan bagaimana mengatasi  fenomena kehidpan yang Anicca(tidak kekal)  dan Dukkha, bagaimana cara mengakui kesalahan, pertobatan, mengatasi  karma buruk  dan juga  menambah kebijaksanaan.  Terima kasih.

Semoga  Semua  makhluk  Hidup   Berbahagia.

Download (PDF, 277KB)

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

Satya Jaya

Kalau Pencerahan tidak mungkin dicapai, Buddha tidak akan repot-repot mengajar - Ajahn Chah

Read Previous

MES AYNAK: Melacak Jejak Buddha di Afganistan

Read Next

Ternyata KARMA Bukan Satu-satunya Penyebab Apa Yang Kita Alami

Leave a Reply

Your email address will not be published.