Ajahn Sumano: Monk In The Mountain

Ajahn Sumano, seorang Bhikkhu Buddha Amerika, lahir di Chicago pada bulan Juli 1940. Dia adalah seorang mahasiswa hukum, seorang pegawai pemerintah, berhasil memiliki beberapa bisnis real estate, jasa penilaian, asuransi, konstruksi, dan tinggal di perusahaan jalur cepat sampai dia meninggalkan semuanya.

11986479_1488337124814159_2878638306500514921_nAjahn Sumano memulai perjalanannya di jalan spiritual selama 30 tahun terakhir dari Amerika ke Inggris, India ke Malaysia dan akhirnya di Thailand dimana selama 20 tahun terakhir ia telah hidup dalam kesendirian, ketenangan, dan meditasi sebagai bhikkhu thudong(pertapa hutan) mengikuti aturan ketat yang ditetapkan turun temurun oleh Buddha sendiri sekitar 2.600 tahun yang lalu. Saat ini, Ajahn Sumano tinggal sendirian di Doubled- Eyed Cave Retreat Sanctuary di Thailand di mana telah ia bangun sejak tahun 1995.

“Kata-kata Dari Ajahn Sumano”

Sejak saya tiba di hutan-hutan Thailand Timur Laut di tahun 1980-an, puluhan biksu Barat telah datang dan pergi. Beberapa masih di sini menunggu ‘the fat lady to sing’. Tapi yang paling banyak adalah mereka yang kembali ke Barat dengan harta Dhamma mereka. Biasanya ketika mereka pergi, mereka meninggalkan Thailand dengan “Heart”(hati /menghayati) dari para bhikkhu hutan.

11951913_1488335394814332_917342954068901172_n

Selama mereka berada di sini, mereka mengetahui bahwa tubuh dan pikiran adalah tidak berpribadi(anatta/tanpa inti yang kekal), tidak benar-benar milik kita. Segala sesuatu dan semua hal-hal lain itu berubah. Seseorang jangan terlalu berharap untuk menemukan banyak kebahagiaan di dunia ini; ego (Aku ini) merupakan penggabungan dari pengalaman, kondisi, kamma, pengaruh lingkungan dan gen. Dan ketika semua telah dikatakan dan dilakukan, kebahagiaan yang kita kejar dengan penuh gairah  adalah tidak bersubstansi(pada hakikatnya tidak berwujud dan tidak kekal) dan tidak layak bagi  kita untuk melekat kepadanya, yang kemudian akan mendatangkan kesulitan. Dapat Mengetahui kenyataan ini adalah dasar kebijaksanaan.

1902718_1488335901480948_5356588184046453400_n

Ajaran Sang Buddha menyatakan dengan ringkas bahwa katalis kebijaksanaan muncul karena mengetahui (menyadari) momen pada saat ini, bahwa segala sesuatu selalu berada dalam keadaan yang terus berubah/berproses , semua kondisi di suatu tempat adalah antara “sedikit tidak memuaskan” dan “sangat tidak memuaskan”, dan dari yang sering kita pikir bahwasannya kita sebagai “kita”(yang permanen) merupakan  “penipuan” yang berasal dari ketidaktahuan.

11217512_1488336791480859_522044661597202228_n

Ketidaktahuan ini telah mendominasi kehidupan kita selama bertahun-tahun, selama masa hidup. Tugas ketidaktahuan adalah untuk menyembunyikan kebenaran … dan ketidaktahuan memiliki kekuatan untuk melakukan pekerjaan itu idengan baik!
Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

Satya Jaya

Kalau Pencerahan tidak mungkin dicapai, Buddha tidak akan repot-repot mengajar - Ajahn Chah

Read Previous

Ternyata KARMA Bukan Satu-satunya Penyebab Apa Yang Kita Alami

Read Next

Tujuh Keajaiban Dunia Dalam Budaya Buddhist

Leave a Reply

Your email address will not be published.