TIGA BERSAUDARA DALAM SATU KELUARGA MENJADI BHIKSUNI, DUA DIANTARANYA KETUA VIHARA.

Satu orang menjalan kehidupan suci sebagai bhiksuni, sudah luar biasa,tetapi kalau dalam satu keluarga, tiga orang adik kakak sekaligus menjadi bhiksuni, bukan hanya untuk kondisi saat ini, mungkin kondisi jaman dahulupun, sulit ditemukan. Saat ini, saya mewawancarai YM bhiksuni Miao Le, beliau adalah si bungsu dari tiga kakak beradik, usia nya masih sangat belia ( 20 tahun lebih ), tapi sudah menjadi ketua vihara di vihara Phu xian ( Samantha Bhadra ) di Propinsi San Tong kota Zhong shan desa San Jiao.

Berikut kisahnya seperti diterjemahkan dari halaman website  big5.fsamtj.com/news/3283.html

我是2015年認識妙樂法師的。第一眼看見法師,給人的直覺是,法相端嚴,觀之可親,透露出只有出家人才具有的脫俗氣質,而且身上有一種內在的喜悅、寧靜和慈悲,感覺法師與眾不同,是一位“真修行”,不由得心生敬意。此後,在與法師的不斷接觸中瞭解、認識了法師,知道法師佛緣深厚,自幼有出塵之志,16歲童身出家,得到了當代大德本煥長老的指點傳授,而且法師的法名就是本煥長老起的。

Saya mengenal bhisuni Miao Le pada tahun 2015, kesan pertama saat mengenalnya, beliau mempunyai wajah yang sangat agung dan berwibawa,mudah akrab dan wajahnya memancarkan aura seorang pelatih diri, berdekatan dengan beliau kita akan merasakan kegembiraan, ketenangan dan cinta kasih dan kasih sayang, hal inilah yang membedakan dengan umat pada umumnya, beliau seorang pelatih diri yang sejati, ini yang menimbulkan rasa hormat saya pada beliau. Setelah  lama berhubungan dengan beliau,saya lebih mengenal beliau  dan mengetahui jodoh beliau yang sangat dalam dengan buddhadharma, diusia 16 tahun beliau sudah menjadi bhiksuni, dibawah bimbingan Mahabhiksu Ben Yan.

釋妙樂,俗姓譚,1988年出生于廣東省雷州市,2012年任中山市三角鎮普賢寺住持。法師一出生就有著許多神奇的地方,一歲就能誦心經和大悲咒,八歲皈依,一家三姐妹出家,倆位當了住持等等。

Bhiksuni Miao Le, bermarga Than, kelahiran 1988 di propinsi Guan Dong kota Dian Zhou, tahun 2012 menjadi ketua vihara di vihara Phu Xian di kota zhong shan desa San jiao . Beberapa peristiwa aneh mewarnai kelahiran beliau, saat berusia 1 tahun, sudah dapat melafalkan xin jing ( sutra hati ) dan Da bei Zhou ( maha karuna dharani ), pada usia 8 tahun menerima diksa trisasrana, dalam satu keluarga 3 adik berkakak menjalankan kehidupan sebagai bhiksuni, dua diantaranya menjadi ketua vihara dan lain lain.

2015112202281017

自從段佳松師兄在微信上發佈了關於妙樂法師建寺遇到討債的一個短消息,並號召當地記者採訪一下這位元不簡單的妙樂法師,瞭解一下情況的真實性,以及三姐妹出家的幕後故事之後,關注者眾多。為應大家之請,也為弘揚佛法,法師非常樂意將自己的修行經歷告知大家。

Semenjak dimuat di majalah Weixin mengenai sosok bhiksuni Miao Le dan pembangunan vihara, telah mengundang para wartawan local untuk mewawancarai bhiksuni Miao Le, serta cerita mengenai ketiga kakak beradik yang menjalankan kehidupan sebagai bhiksuni, telah menyita perhatian masyarakat. Untuk keperluan membabarkan buddhadharma dan permintaan masyarakat, beliau bersedia berbagi pengalaman pelatihan diri beliau untuk semua.

以下是法師的口述

Berikut adalah cerita beliau.

我自從有記憶開始,就只是記得阿彌陀佛,童年的記憶中對佛菩薩有一種很奇妙的、親近的感覺,這種感覺是與生俱來的,一出生就覺得佛菩薩特別親,非常非常的喜歡去寺院,一看到佛菩薩就會流眼淚、感動。覺得所有佛菩薩都特別的親,真的比父母還要親的感覺。這也是我從小就發願出家的原因,應該是對佛菩薩有一種很神奇的緣分在裡面。

Semenjak saya mempunyai daya ingat, saya sudah mengingat sosok Amitabha Buddha, dalam ingatan saya, saya mempunyai kesan mendalam terhadap para Buddha dan bodhisattva, merasa mempunyai kedekatan. Sehingga semenjak kecil saya sangat senang pergi ke vihara, setiap melihat rupang para Buddha dan bodhisattva saya sering menangis terharu, saya merasa sangat dekat dengan Buddha dan bodhisattva, seperti kedua orang tua.  Ini lah salah satu sebab kenapa saya sejak kecil sudah bercita cita menjalan kehidupan suci, karena saya merasa mempunyai jodoh yang kuat dan ikatan emosional yang mendalam dengan para Buddha dan bodhisattva.

小時候用現在的話來說的話就是早熟,但是用佛法的話語來說的話就是善根很深,因為很小的時候我就開始思考人生。思考什麼呢?就是在思考這個“我”,因為大家在說話的時候都會說我的、我的、我的什麼什麼,每次講話前都加個“我”。“我”這個“我”是誰呢?為什麼每個人都有一個“我”?而且人人的“我”都是不一樣的。為什麼我說的這個“我”和他說的那個“我”又不一樣?同一個字,但意思不一樣。然後我這個“我”是從哪裡來?死後我的那個“我”又會去哪裡?

Menggunakan bahasa sekarang saya dapat dikatakan terlalu cepat matang, tapi menggunakan bahasa buddhis mungkin saya mempunyai akar kebajikan yang dalam, karena sejak kecil saya sudah menganalisa kehidupan manusia. Saya suka menganalisa kata “ aku “ , karena pada saat kita berbicara kita suka mengatakan ini punya ku, aku punya bla bla, setiap kali berbicara selalu menambahkan kata aku.  Aku ini siapa ? mengapa setiap orang selalu ada satu kata Aku ? dan setiap aku selalu berbeda satu sama lainnya.  Mengapa kata aku antara dia dan saya berbeda.  Tulisan yang sama, tetapi maknanya berbeda.  Lalu dari mana aku ini? Setelah meninggal aku ini akan ke mana ?

我從小就在思考這個問題,思考我們生命的意義在哪裡?又是誰讓我們來這個世間的?這個世間在我們走後,我們的生命會發生什麼樣的改變?然後,我們在這世間當中擁有過什麼東西?什麼是自己的?所以從小就開始去給別人助念,從小就喜歡看死人,正是因為死人看多了,所以才對了脫生死那麼堅決,看到每個人死的都不一樣,有張大嘴的,睜大眼的,黑臉的等等。人終有一死,但死後什麼也帶不走,帶走的只有執著。所以,生死與有錢沒錢沒有關係,也是因為這些從小就思考人生,發願出家。

Sejak kecil saya sudah mengalisa hal ini, menganalisa dimana makna hidup kita ? lalu apa yang menyebabkan kita datang ke dunia ini ? Setelah kita pergi meninggalkan dunia ini, apa yang terjadi dengan kehidupan kita ? lalu, barang apa yang kita miliki di dunia ini? Apa yang menjadi milik kita ? Oleh sebab itu sejak kecil saya suka membantu mendoakan orang meninggal,sering melihat orang meninggal, karena dengan melihat orang meninggal, kita baru mempunyai keberanian untuk lepas dari tumimbal lahir, melihat setiap orang meninggal dengan kondisi yang berbeda, ada yang mulutnya terbuka, ada yang membelalakan mata, mukanya berubah jadi hitam dan lain lain. Manusia suatu hari pasti akan meninggal, apa pun tidak bisa dibawa pergi, yang dibawa hanyalah keterikatan.  Oleh sebab itu, lahir mati dengan kaya dan miskin tidak ada hubungannya, karena sejak kecil sering menganalisa hal ini, telah membulatkan tekad saya menjadi bhiksuni.

我小時候不喜歡跟同齡人玩,所以基本沒有什麼朋友。一般時間都是在念佛拜佛,幾乎每時每刻都在憶念著阿彌陀佛,覺得阿彌陀佛是我最好的朋友。有記憶開始就是阿彌陀佛了,無論是我需求什麼想要什麼東西,或得不到什麼東西,我都會念阿彌陀佛求加持。例如說我們小時候想吃什麼,我就會念阿彌陀佛。我不是求媽媽而是求阿彌陀佛,很神奇很奇怪,我很快就能擁有所求的,這是很不可思議的力量。有時候怕父母打我罵我,我也是念阿彌陀佛,所以我形成了從小對阿彌陀佛的依賴,甚至比父母還要依賴。這是我整個童年的過程。

Sejak kecil saya tidak suka bermain dengan teman sebaya, sehingga dapat  dikatakan  saya tidak  banyak memiliki teman. Sebagian waktu saya dihabiskan dengan melafalkan atau bernamaskara pada Buddha. Setiap waktu selalu memikirkan Amitabha Buddha, saya merasakan amitabha Buddha adalah teman terbaik saya.  Dalam ingatan saya selalu ada amitabha Buddha, apapun permintaan dan keinginan saya atau apapun yang tidak dapat saya miliki,saya selalu akan memohon pada amitabha Buddha. Seperti waktu kecil ingin makan apa, saya akan melafalkan nama agung amitabha Buddha.  Saya tidak minta kepada ibu saya, tapi memohon pada amitabha Buddha, tapi aneh bin ajaib, permohonan itu selalu terkabul, ini kekuatan yang luar biasa. Ada kalanya saya takut dimarahi oleh orang tua, saya juga akan melafalkan nama amitabha Buddha, sehingga sudah menjadi kebiasaan saya bergantung pada amitabha Buddha melebihi pada kedua orang tua saya, demikianlah saya melewati masa remaja.

小時候想阿彌陀佛的時間比想父母的時間更多,因為小時候父母為了生計而奔波,沒有什麼時間陪我,很難得有父母陪,都是自己長大的。其實小時候我還是挺聰明的,就是不喜歡學習,只喜歡念佛。所以小時候小夥伴們都說我一天到晚神神叨叨的。按老師說的話,就是這個孩子是很聰明的,就是不愛學習,要是她願意讀書的話,她的成績不會差。所以,從小時候我的成績都不好,到初中更不好了,讀書考試都基本是靠念阿彌陀佛來加持的,雖然每次考試都是十來分,但卻都能進尖子班。這也是我為什麼那麼堅信阿彌陀佛、堅信極樂世界的一個原因,因為這些事情就發生我身上,受用過,不得不信。

Ketika kecil waktu yang dipakai untuk memikirkan amitabha Buddha lebih banyak ketimbang memikirkan orang tua, karena sejak kecil, orang tua demi untuk menghidupi kami sering bepergian mencari nafkah ke luar kota, tidak banyak waktu menemani kami, kami boleh dikatakan dewasa sendiri. Sebenarnya sejak kecil saya termasuk anak yang cerdas, hanya tidak senang belajar, lebih suka melafalkan nama Buddha. Sehingga sejak kecil teman teman saya suka mengatakan saya seharian suka komat kamit.  Menurut pendapat para guru, saya anak pandai yang tidak suka belajar, kalau saja saya rajin belajar pasti prestasinya akan sangat baik. Sehingga dapat dikatakan prestasi belajar saya tergolong kurang baik, sampai SMP lebih parah lagi, boleh dikatakan belajar, ujian mengandalkan keyakinan saya pada amitabha Buddha, walaupun hasilnya tidak mengecewakan.  Inilah yang mendasari saya sangat meyakini amitabha Buddha, yakin keberadaan surga sukhavati, karena banyak mujizat yang saya alami sendiri, mau tidak mau saya meyakininya.

2015112202354220

我小時候非常喜歡去寺院,更是常常夢見阿彌陀佛和觀音菩薩,佛菩薩常帶我去這裡那裡玩,夢裡我會飛,不用走路都是飛,看到很多人在下面。由於父母在懷胎的時候都常常念心經和大悲咒,而且每天堅持早晚功課,所以我一歲剛會說話,只會叫爸爸媽媽時就會念心經和大悲咒。雖然胎教就開始聽到父母念心經和大悲咒,但孩子沒有善根,宿世沒有佛緣的話,也只是和佛結了個緣,所以我相信我前世就是個出家人,只是沒有修好,又來到了這個世間。

Sejak kecil saya senang bermain ke vihara, sering bermimpi bertemu amitabha Buddha dan guan yin pusa, beliau sering membawa saya main ke berbagai tempat, dalam mimpi saya bisa terbang, tidak perlu berjalan, melihat banyak orang berada dibawah. Karena orang tua saya sering melafalkan sutra hati ( xin jing ) dan membaca Da Bei Zhou ( mantra maha karuna dharani ), mereka juga menetapkan waktu sembahyang pagi dan sore, sehingga ketika saya berusia 1 tahun, saya sudah bisa membaca xin jing dan da bei zhou. Walaupun pelajaran sudah saya dapatkan sejak dari kandungan dari kedua orang tua saya, yang sering melafalkan xin jing dan da bei zhou, tapi kalau anak sendiri tidak mempunyai akar kebajikan dan tidak ada jodoh dengan buddha dharma, hal tersebut  hanya akan mengikat jodoh baik saja dengan Buddha, sehingga saya yakin kehidupan yang lalu saya adalah seorang pelatih diri, tapi karena pelatihannya tidak sempurna, sehingga terlahir kembali ke dunia fana ini.

當我還沒出生時,父親患了膽結石很嚴重,醫生都說沒有辦法了,當時家裡也沒有錢去治,媽媽就抱著試試的心態去求佛菩薩。寺裡的老法師就教媽媽念大悲咒,當時媽媽也不會念,念出來都是結結巴巴,但念了一個月病就好了,等父親再去醫院檢查,沒有一點結石了,醫生都感到很神奇!所以,因父親生病,我在母親的肚子裡就先受了佛法胎教。父母都受用過,所以也是很堅信佛法。尤其是媽媽非常堅信,她一直很堅信阿彌陀佛,有極樂世界,人這一生一定要了脫生死,如果生死都了脫不了,就白來了這一趟人間,從小媽媽就是這樣教導我們的。

Ketika saya belum lahir, ayah saya menderita penyakit yang sangat parah, dokterpun sudah angkat tangan, saat itu kondisi ekonomi keluarga sangat kurang, dengan berbekal mencoba coba ibu  memohon pertolongan kepada para Buddha dan bodhisattva.  Bhiksu tua di vihara mengajarkan ibu saya melafalkan maha karuna dharani ( da bei zhou ), saat itu  ibu juga tidak bisa melafalkan, tapi setelah dilakukan selama sebulan dengan sungguh sungguh,penyakit ayah pun  sembuh, ketika ayah ke dokter untuk periksa, penyakitnya sama sekali hilang, dokterpun merasa sangat aneh ! Karena sakit yang diderita ayah saya, secara tidak langsung saya sudah mendapatkan pendidikan buddhadharma sejak dari kandungan.  Karena beliau pernah mengalami sendiri, sehingga mereka mempunyai keyakinan yang kuat terhadap buddhadharma.  Terutama ibu saya, beliau sangat yakin terhadap amitabha Buddha, yakin keberadaan surga sukhavati, manusia dalam kehidupan ini harus bebas dari tumimbal lahir, bila tidak, kedatangan ke dunia ini menjadi sia sia, demikianlah beliau sering mengajarkan kami.

也是因為從小受這佛化家庭氛圍的影響,我從小就發願出家。8歲的時候聽媽媽說皈依的好處,皈依了以後就能依靠三寶了,哪怕當世了脫不了生死,也種下了成佛的金剛種子,生生世世都會出生在佛門。聽到媽媽說好,我們三姐妹都去皈依了,當時大姐13歲,二姐11歲。也是因為從小受這種佛化家庭氛圍的影響,我從小就發願出家。所以,我們三姐妹出家和我媽媽有很大的關係,占了百分之四五十的因素吧。不過兩個姐姐出家有點奇怪,因為她們小時候不像我這樣熱愛佛法,但不排斥,也不會主動念佛拜佛,平常我們去寺院她們也不怎樣去,所以她們出家是很偶然的,要是說我出家大家都不覺得奇怪,因為我從小就有出家人的“范兒”,不喜歡穿花花綠綠的衣服,就喜歡穿寬寬鬆松的,最好是給我穿出家人的衣服。我兩個姐姐和我是不一樣的,所以當時大家都很詫異,媽媽就說:你們是不是沒有想好啊?這出家不宜衝動啊!出家,一定要清楚自己出家的目的才行啊!不是說一時興起說出家就出家的!出家是很苦的,不像是在家修行那樣啊!其實,父母是想讓她們想清楚,也沒有反對的意思,然後姐姐們就說,想清楚了,已經想得很清楚了。就這樣,兩個姐姐就先出家了。出家時,大姐20歲,二姐17歲。現在兩位姐姐都在東莞小月庵常住宏法。

Mungkin karena sejak kecil sudah menerapkan kehidupan keluarga buddhis, maka sejak kecil saya sudah bertekad untuk menjalani sebagai bhiksuni. Ketika berusia 8 tahun, mendengarkan ibu menceritakan manfaat trisarana, setelah trisarana harus berlindung pada triratna, kalaupun pada kehidupan ini tidak dapat lepas dari tumimbal lahir, paling tidak kita sudah menanamkan jodoh yang baik, sehingga dalam setiap kehidupan dapat terlahir di keluarga buddhis. Mendengarkan cerita dari ibu, kami kakak beradik menerima diksa trisrana, pada saat itu kakak terbesar berusia 13, kakak kedua berusia 11 tahun dan saya berusia 8 tahun. Oleh sebab itu, kami bertiga menjadi bhiksuni tidak dapat dipisahkan dari peran ibu saya, beliau menentukan hampir 45%.  Namun proses kedua kakak saya menjalankan kehidupan suci agak aneh. karena mereka tidak seperti saya, telah jatuh cinta pada buddhadharma sejak kecil. Mereka lebih pasif, dalam hal menjalankan pelatihan diri di rumah seperti melafalkan atau bernamaskara pada Buddha, kalau saya pergi ke vihara mereka juga tidak selalu pergi, sehingga mereka dapat bertekad menjadi bhiksuni sangatlah tiba tiba. Kalau saya menjadi bhiksuni, orang mungkin tidak merasa aneh, karena saya sudah mencerminkan hal itu, tidak senang memakai baju yang berwarna warni, senang memakai baju yang longgar, atau kalau perlu pakai baju bhiksuni. Sedangkan kedua kakak saya berbeda. sehingga pada waktu itu, banyak yang tidak percaya.  Ibu mengatakan:” apakah kalian benar benar sudah memikirkan matang matang ? menjalankan kehidupan suci menjadi bhiksuni harus memikirkan tujuannya dengan baik, jangan ikut ikutan, menjalankan kehidupan suci itu sangat sulit,tidak seperti kita umat awam.  Maksud orang tua agar mereka berpikir matang matang, namun tidak bermaksud menghalangi mereka. Kedua kakak saya mengatakan sudah dipikirkan matang matang. Demikianlah kedua kakak saya menjalankan kehidupan suci menjadi bhiksuni.  Pada saat itu, kakak tertua berusia 20 tahun, kakak kedua berusia 17 tahun, mereka berdua saat ini tinggal di biara dong nan xiao yue membabarkan dharma.

我是初中的時候就堅定讀完初中就要出家。當時媽媽是反對的,說不行,原本是想讓我出家的,但沒想到兩個姐姐先出家了,就不可再讓我出家了。我就說這有什麼嘛!

Ketika SMP saya bertekad setelah lulus SMP saya langsung menjadi bhiksuni. Saat itu ibu saya menolak, walaupun awalnya beliau sudah mengijinkan, tapi tidak disangka, kedua kakak malah mendahului saya menjadi bhiksuni.

然後問媽媽,你說個良心話,爸爸那麼好的人和你結婚了,你覺得快不快樂?媽媽說麻煩多,痛苦多。

Saya kemudian menanyakan kepada ibu katakan sejujurnya, selama ibu menikah dengan ayah, orang yang begitu baik, apakah ibu merasa kegembiraan ? ibu bilang banyak kepusingan dan penderitaan ketimbang kebahagiaan

我說那就對了,婚姻就是不快樂的,痛苦的。媽媽說:“你不一樣啊,以後你會比我快樂的。”我就說:“媽媽,這就是你學佛不深了,這個世間沒有快樂只有苦,苦多樂少,人人都在忍耐著痛苦,你還是學佛弟子,這道理你也不明白嗎?一個人要是結婚了,他的人生還有什麼意義?本來一個人輕輕鬆松自在了,突然之間多了一個人,然後多了三個四個五個,天天為了這個家庭忙來忙去,最後你發現他們都不屬於你。為什麼會這樣呢?

因為每個人的心、每個人的想法、每個人的緣分都和你不一樣,不是你能控制得了的,多少孩子不孝順父母?

Nah, Saya katakan betul, perkawinan tidak bahagia, penuh penderitaan.  Ibu mengatakan:” kamu tidak sama, kamu pasti akan lebih bahagia dibandingkan ibu .” saya katakan :” ibu, didunia ini tidak ada kebahagiaan yang ada penderitaan, penderitaan lebih banyak dari kegembiraan, setiap orang sedang menahan penderitaan dengan penuh kesabaran, apakah ibu tidak menyadari hal itu ? Seseorang setelah menikah,  hidupnya sudah tidak bermakna, seharusnya hidup bebas sendiri tanpa ikatan, tiba tiba harus tambah 1  orang, kemudian menjadi 3 atau 4 orang, setiap hari harus dipusingkan dengan urusan rumah tangga,sampai akhirnya merasakan mereka bukan bagian dari kita ? mengapa ? karena hati setiap orang, pikiran tiap orang, jodoh tiap orang berbeda dengan kita, kita tidak bisa mengendalikannya, berapa banyak anak yang tidak berbakti pada orang tua ?

這世間就沒有所謂的天長地久,兩個姐姐出家又不代表我出家,她們出家是她們的事,我出家是我的事,各人的生死各人了,各人的路各人選!”

Didunia ini tidak ada yang abadi, kedua kakak menjalankan kehidupan suci menjadi bhiksuni, tidak mewakili saya, itu urusan mereka, saya  ada pilihan saya sendiri, kelahiran dan kematian setiap orang, harus dijalani sendiri, tidak dapat diwakilkan ! “

媽媽說不過我,然後媽媽就說你還小,你先出來接觸一下社會再出家嘛。我也想安撫媽媽就說好,但是出來後我沒有出去社會,直接就來了這裡,來到這普賢寺後就去上了佛學院。

Ibu tidak dapat menasehati saya, akhirnya ibu berkata, usia mu masih belia, cobalah selami dulu kehidupan masyarakat baru menjalankan kehidupan suci. Saya juga tidak mau membantah ucapan ibu langsung mengiyakan.  Tapi setelah keluar, saya tidak ke masyarakat, saya ke vihara phu xian untuk memperdalam buddhadharma.

當時我還沒有出家,是出家前去佛學院學習了一年多,再回來普賢寺出家。從佛學院出來後就回來到普賢寺剃度出家,出家名:釋覺超,法名是本煥長老起的。本來師從本煥長老,但由於當時本煥長老已經96歲,考慮到自己往生後沒有人照顧我,就叫我拜上印下進法師為師。當時是很神奇的因緣來到這裡的,我大姐是在佛學院學習,認識了這裡的師父,放假時一起回來到普賢寺。我當時想要出來,她就讓我先來這裡。然後我就坐車來了中山這裡。出家後再去了福建天湖寺佛學院學習三年。在佛學院3年裡沒有電話打回過家,佛學院要求要和外面斷聯繫,天天培福報,挑磚建房子建寺院,種菜、挑糞、砍柴,做不好法師就會打香板,跪下求懺悔。2008年在江西受大戒。

Pada saat itu, saya belum menjadi bhiksuni, setelah belajar selama setahun, saya baru pulang ke vihara phu xian untuk mengikuti upasampada menjadi bhiksuni dengan nama Shi Jue Chao, nama yang diberikan oleh Mahabhiksu Ben yan. seharusnya saya berguru pada YM Mahabhiksu Ben Yan  , tapi karena usia beliau sudah 96 tahun, beliau mempertimbangkan kalau beliau meninggal tidak ada yang mengurus saya, beliau meminta saya berguru pada  Bhiksu Ying Jin.  Pada saat itu, saya mempunyai jodoh yang aneh bisa sampai tempat ini, kakak tertua saya belajar di perguruan tinggi buddhis, mengenal para guru di vihara ini, saat libur pulang ke vihara phu xian, kakak menyuruh saya berangkat dulu.  Kemudian saya naik kereta ke zhong shan.  Setelah didiksa menjadi samaneri baru belajar buddhadharma ke vihara dian hu di fu jian selama 3 tahun.selama belajar 3 tahun, tidak pernah telepon ke rumah, karena permintaan dari perguruan tidak boleh ada hubungan dengan pihak luar vihara, tiap hari menanam kebajikan dengan membangun vihara, menanam sayur, membelah kayu, kalau salah kami diwajibkan untuk bertobat. Tahun 2008 saya menjalankan diksa penuh di san xi.

2015112202415563

當初,我在普賢寺剃度當天晚上回家裡看媽媽,半夜到家後媽媽開門了,雖然知道這是自己的女兒,但認不出來是哪一個女兒了,就大聲問:你是第幾個?媽媽是很想念三個女兒的,也沒有怪責我沒有通知她就出家了,只是很平和地說,出家了就好好修行。

Setelah dicukur di vihara Phu xian malamnya saya berkesempatan pulang menengok  ibu tengah malam ibu membukakan saya pintu, walaupun beliau tahu saya adalah anak beliau, tapi tidak dapat mengenali saya anak yang mana, beliau lalu bertanya :” kamu yang keberapa ? “  beliau sangat merindukan kami bertiga, beliau juga tidak menyalahkan saya mengapa tidak memberitahu beliau telah menjadi bhiksuni, dengan tenang beliau mengatakan , kalau sudah menjadi bhiksuni jalankanlah pelatihan diri dengan sebaik baiknya.

出家不久我就去了五臺山的佛學院學習。因為自己是南方人,沒有在北方生活過,當時是冬天零下30多度,只帶了簡單的衣服過去了,但去了之後受不了那麼寒冷的天氣,腳、臉、全身都腫了,實在沒辦法一個月後就去了福建的佛學院。在五臺山的這一個月裡有很多感應,很歡喜。我知道自己是在這地球當中,但就是感覺不在這地球當中似的,不知道是錯覺還是幻覺,每天都充滿法喜,這種法喜是從內而發的,並不是說得到了什麼而法喜的,沒法形容每天都很開心,雖然手、臉都腫了但是很開心。這種殊勝的現象,應該是得到了文殊菩薩的加持之故。

Setelah ditahbiskan jadi bhiksuni tidak lama, saya pergi ke perguruan buddhis di wu tai shan untuk belajar. Karena saya orang selatan, tidak pernah merasakan hidup dan tinggal di daerah utara, saat itu musim dingin minus 30 derajat, saya hanya memakai baju alakadarnya, sehingga tidak kuat menahan cuaca dingin,kaki wajah, seluruh badan membengkak, sehingga sebulan kemudian pindah lagi ke perguruan buddhis di Fu Jian. Selama di Wu Tai Shan selama hampir sebulan saya mendapat banyak pengalaman tak terlupakan, sangat gembira.saya seperti tidak berada di dunia ini,entah itu ilusi atau bukan, setiap hari selalu penuh dengan kegembiraan, kegembiraan yang dipancarkan dari dalam hati,bukan mendapatkan sesuatu barang, tapi perasaan yang gembira, walaupun tangan, wajah dalam keadaan membengkak. Fenomena yang sulit dilukiskan dengan kata kata ini, mungkin adalah berkah dari Manjusri Bodhisattva.

當時總能感覺到文殊菩薩就在我身邊,每時每刻都跟著我,加持著我,只要我一念聖號就能感應文殊菩薩就在身邊。而且在這裡我開了一點智慧,能充分的理解佛陀說的:我們從沒有得到過任何一樣東西,也從來沒有失去過任何一樣東西。並不是因為我們的長相,並不因為我們長得多大,並不是因為我們身處何處,並不是說我們現在生得了人身,得到過什麼東西,這些東西全部都是一種附帶型的,是從來不會因為它而得到一些東西;如來藏性本來就是不生不滅的,它從來沒有得到過什麼東西,也沒有失去什麼東西。為什麼說沒有失去過什麼東西呢?因為我們這個清淨的本性,清淨的如來藏性,它就是成佛的因,成佛也是因為這顆清淨心而成佛的,所以我們沒有失去過任何東西。心佛眾生,三無差別!怎麼解釋呢?就是講,我們清淨的如來藏性跟佛跟眾生就是一體的。我在那邊就體悟了這句話,佛說這句話是非常貼切,每個眾生都是如此。如果我們能夠悟到我們無所從來、無所去、無所得、無所失的話,我們還牽掛什麼啊?還擔心什麼啊?

Saat itu saya sering merasakan keberadaan Manjusri Bodhisattva, setiap saat setiap detik, memberkati saya, setiap saya menyebutkan nama agung beliau, saya merasakan penyertaan beliau. Disini saya memperoleh sedikit pencerahan, dapat mengurai apa yang dikatakan oleh Sakyamuni Buddha tentang hakekat kosong dan sifat sifat kebuddhaan manusia pada dasarnya sama dengan Buddha dan memahami kita sebenarnya tidak pernah mendapatkan suatu barang dan tidak kehilangan barang itu. Lalu apa yang kita kuatirkan dan mengapa harus terikat ?

就是因為我們眾生太過於執著、太過於分別、太過多的欲望,所以活得很累,在五臺山感受到這句話,真的痛哭流涕,非常的感恩。感恩佛陀能出現於世,教化眾生,把他的智慧、精華、經典留下來,讓我們這些業障很深的人能聽聞得到。

Karena kita umat manusia terlalu terikat, terlalu membedakan, berkhayal, sehingga hidup kita sangat lelah. Mengerti akan kedalaman kata kata ini, saya menangis menyesali perbuatan saya dan sangat bersyukur pada Buddha yang telah mewariskan kebijaksanaanya melalui buddhadharma yang beliau tinggalkan untuk kita, sehingga kita masih dapt mendengarkan dharma beliau.

由於天氣的原因,就回去到福建沙縣的天湖淨寺佛學院學習。當時是17歲,在佛學院很調皮,但讓自己很驚訝的就是,突然之間發現自己的口才非常的好,辯才無礙,本來自己很笨,雖說有些小聰明也不至於能辯才無礙,不管你問我什麼問題都對辯得出來,讓對方不能反駁,無論是說空也好、空性也好,大乘小乘也好,不管哪一個經論我都能知道,都能給你辯,這些智慧我從來沒有學過。

Karena cuaca yang buruk, saya kembali ke fu Jian vihara tian fu jing untuk belajar buddhadharma di sana.  Saat itu saya berusia 17 tahun, di perguruan saya dikenal suka jahil, di tempat ini saya baru menyadari bahwa saya mempunyai talenta dalam berbicara, selama ini merasa diri sendiri bodoh, tapi saat ini saya baru sadari kalau saya bisa menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan pada saat berdebat, apapun juga dan membuat pihak lawan tidak dapat menjawab kembali.

雖說自己當時“辯才無礙”,但是也有不好的地方,就是我太調皮,佛學院的法師們都很頭痛。我行為舉止不像出家人,像個小孩子一樣,看見法師來了都會做些小動作,很喜歡說話,看到誰都和他聊,一聊就聊佛法,別人又聊不過我,這時我就有些自我澎脹,心裡想我很厲害哦,我才剛出家,你們這些老修行都不如我。

Walaupun saya termasuk cerdas, tapi saya mempunyai sifat jahil yang membuat para guru disini pusing.  Perbuatan saya kadang tidak seperti seorang pelatih diri, seperti anak anak, sangat senang berbicara,suka berdebat dengan orang, menganggap orang lain tidak dapat melebihi saya, walaupun saya baru menjadi samaneri, para guru tidak dapat melebihi saya.

這樣的情況保持了八九個月,後來老法師看我還是一樣的調皮,沒有改進,雖然口才好又如何,沒有實修。所以大家都諷刺我說:說在空中,行在有中。確實如是,我能把空性講得天花亂墮,但看我的表現又不像是修行的人,所以大家覺得這個孩子太浮了,雖然說理是通了點,但做出來又不一樣。佛學院老法師就很頭痛,就不想要我了,不想讓我在那裡讀書了,就想遷單了。老法師就找了同在佛學院學習的二姐說:你妹妹不行,一點都沒有改變,還是那樣的調皮,你還是要勸她,要慎重考慮出家,不能一輩子都是這樣,一定要好好改變,不然的話我們佛學院不能接受她了。

Hal demikian berjalan hampir 8-9 bulan, akhirnya bhiksu senior melihat saya tidak berubah, walaupun mempunyai bakat berbicara, tetapi tidak melatih diri dengan benar. Tidak memperlihatkan kalau saya adalah seorang pelatih diri.  Sehingga kepala perguruan seorang bhiksu senior memutuskan tidak memperolehkan saya tinggal diperguruan lagi kalau tidak mau berubah.  Bhiksu senior mencari kakak kedua saya untuk membicarakan hal ini.

姐姐感覺事態嚴重,就找我談,說你要好好修行,這樣調皮下去佛學院就不要你了,你口才是好,但沒有做出來,沒有用。你出家不是要度眾生嗎?你這樣調皮能度嗎?我出家後已對情執放下了,但聽了姐姐說這句話一下子就觸動了我。我就開始思考要好好修行,要改變。但是這個改變是很難的,修行就是在改變自己的習氣當中去修,那麼長時間已形成的習氣,那要怎樣改變呢?我的方法就是打坐坐禪。每天用幾個小時,一有空就用打坐來觀想自己腦海裡的念頭,那時才發現自己每時每刻不知道會起多少個念頭,原來自己的心是那麼的不平靜。就觀想用石頭壓制自己的念頭。就這樣壓了三個月,我完全變了一個人。也是因為當時沒有適當的運用打坐的方式,自己這樣強壓自己其實這方法是不對的,但當時對自己很有用。後來發現“辯才無礙”的福德消失了。也是自己的福報不夠吧,最後連講話都不想講了,看到誰都只是點頭打招呼,規規距距地去學習,一有時間就去打坐,聽經聞法。

Akhirnya kakak kedua mencari saya berdiskusi apa yang disampaikan oleh bhiksu senior.  Walaupun kamu punya kemampuan,tapi tidak mempraktekkan tidak ada gunanya. Bukankah kamu menjadi bhiksuni tujuannya untuk menolong para mahluk hidup, kalau sikap mu demikian, bagaimana bisa ? Setelah mendapatkan nasihat dari kakak saya, saya pun bertekad untuk berubah.  Tapi perubahan ini tidak mudah, karena waktu yang demikian panjang sudah menjadikan kebiasaan.  Bagaimana cara merubahnya ?  Metode yang saya pakai adalah dengan meditasi, setiap hari saya gunakan waktu beberapa jam, untuk menganalisa pikiran saya.  Saat ini saya baru menyadari bahwa pikiran saya demikian tidak tenang dan kacau, berusaha dengan sekuat tenaga mengendalikan. Demikian lah saya melakukan selama 3 bulan, saya berubah menjadi orang yang berbeda. Saya tinggalkan semua kebiasaan saya yang suka berdebat Buddha Dharma, sedikit berbicara, kalau ada waktu meditasi, bertegur sapa seperlunya, belajar sungguh sungguh dan mendengarkan buddhadharma.

其實,我們學佛是會有很多的境界的,為什麼我們學佛了而沒有得到真正的受用?是因為自己從來沒有用過功。我們的本來面目裡就有無量無邊的能量在裡面,有無量無邊的寶藏在裡面,就是我們沒有去開採它,沒有去挖掘它,所以我們找不到,我們沒有任何改變,改變不了。現在的在家人脾氣很大,火氣很大,發脾氣時連自己都控制不了,怎麼修行啊?修行是要付出代價的。要每時每刻從你的實際行動,從你的心改變來修才行。

Sebenarnya, mengapa kita belajar Buddha Dharma kadang kadang tidak memperoleh manfaatnya ? karena kita tidak pernah rajin menjalankan. Padahal potensi kita sangat besar, tetapi kita biarkan potensi itu, tidak mau digali, sehingga tidak dapat menemukan dan tidak dapat berubah. Sekarang para perumah tangga adatnya selangit, mudah tersinggung, sampai tidak dapat mengendalikan diri.  Bagaimana melatihnya ? melatih diri perlu pengorbanan, setiap saat harus mengontrol perbuatan kita, perubahan harus mulai dari hati dulu.

並不是說我想起來才去念佛,一天之中你能想起阿彌陀佛的時間並不多,就算你現在想起來了,念不到十幾二十句,你又想到別的東西去了,又忘記自己在念佛了。這種習氣從無始劫來形成的,太頑固了,不是你一時半會能改變的,所以你要真正修行是非常艱難的,所以說修行是很難的,因為你要與無始劫以來的習氣業力作對抗,就難在這裡。如果你說修行很輕鬆就是你沒有用功。

Bukan kita ingat baru melafalkan nama Buddha, karena dalam sehari waktu untuk mengingat Amitabha Buddha tidak banyak, kadang kadang baru melafalkan beberapa kali, tiba tiba pikiran kita sudah memikiran hal lain, kitapun lupa melafalkan nama Buddha., kebiasaan ini terbentuk sejak kecil.sudah bebal, tidak bisa dalam waktu singkat merubahnya, tapi harus dengan tekad baja, untuk mengatasi kebiasaan buruk tersebut. Itulah tantangan melatih diri.

從那時起我變成一個很文靜、很用功的人,不說話只念阿彌陀佛,以致安居三個月法師們都沒有聽過我說過話,很多人一直以為我是啞巴。這種狀況持續了兩年,於是別人給我起了個綽號:老修行。2008年,20歲受大戒時自己各項表現出色,被選為沙彌尼頭,當時已沒有了優越感。

Sejak saat itu saya berubah menjadi lebih tenang, rajin tidak bicara hanya melafalkan  nama amitabha Buddha, sudah tiga bulan lebih para guru tidak pernah mendengar saya bicara, banyak orang mengira saya gagu ini berjalan 2 tahun, sampai saya disebut pelatih diri senior. Tahun 2008 ketika saya berusia 20 tahun, saya menerima mandala sila, dan saya diangkat sebagai kepala samaneri.

受戒後閉了兩次關,第一次是對生死沒有把握,一定要了脫生死,生死未了我心不安,就抱著這個心態再次去了五臺山,在佛母洞後山的一個村裡閉關。當時村裡已沒有人住,是由一位師兄護關,當時也是冬天很冷,炕裡沒有取曖,就等於坐在冰冷的石頭上。閉關時天天求往生,求阿彌陀佛來接走我,也不坐禪了。也許是命報和福報還沒有盡,所以不管怎麼求,阿彌陀佛都沒有來。

Setelah menerima sila , saya melakukan penyucian diri ( bi guan ) sebanyak 2 kali, pertama kali dengan tekad ingin lepas dari tumimbal lahir,  saya pergi ke wu tai shan,  disebuah gua fo mu menjalankan penyucian diri.  Penduduk desa sudah tidak ada yang tinggal  , saya dibantu seorang kakak seperguruan yang menjaga gua,saat itu, musim dingin, dalam gua tidak ada penghangat, seperti duduk disebuah batu es besar.  Tiap hari  memohon agar terlahir di surga sukhavati.

想到之前看過一些公案,那些大德或祖師們為了求往生而絕食並專念阿彌陀佛,就想效仿他們那樣往生,就開始了絕食,到了第五天,感覺到快不行了,快要斷氣了,但意識還很清楚,就閉著眼睛開始給自己助念,心裡想終於等到這一刻了,可以往生了,可以到極樂世界了,就在這時就聽到很多聲音給自己助念,但心裡很清楚這房子就我一個人,怎麼會有那麼人在念佛?自己不念佛了還是聽到,所以就慢慢地睜開眼睛看看,一睜開,就聽不見了,一閉上就聽到了,心裡就想,算了,念吧,可能這裡有很多眾生。就在這時就聽到有一個很年輕的聲音在給自己講話,像是臨終開示:師父您已經60歲了,您已經為佛教、眾生做了很大的貢獻,我們給你助念,您一定要去極樂世界,

Pernah membaca sejarah  para sesepuh  agar dapat terlahir disurga sukhavati memutuskan untuk menghentikan asupan makanan, sayapun mengikuti jejak mereka, sampai hari ke-5, saya merasakan sudah tidak sanggup lagi, sudah hampir tidak bernafas lagi, tapi pikiran masih sangat jernih, saya menutup mata mulai mempersiapkan diri, pada bersamaan saya mendengarkan banyak suara yang mendoakan saya, tapi sadar bahwa di kamar ini hanya saya seorang, dari mana datang suara doa terseubt, kemudian saya perlahan membuka mata, tetapi suara itu hilang. Tidak lama saya mendengar ada suara anak muda mengatakan kepada saya seperti memberikan ceramah menjelang kematian :” guru, anda sudah berusia 60 tahun, anda sudah menyumbangkan tenaga dan pikiran demi agama Buddha, sekarang kami berdoa untuk Anda agar segera terlahir ke surga sukhavati.

2015112202316548

 我們給你助念,送你最後一程,您不要再留戀什麼東西了,一切我們都會安排好。這時自己突然想這個聲音是從哪裡來的,我怎麼是60歲?我才20歲啊?這時就開始思考,難道自己還不能死?是不是要等到60歲才能死?我就這樣死了會不會是殺了自己?因為佛教中是不能自殺的,是不是我還有使命沒有完成,才現這個相給我?感覺自己不能做錯誤的決定。於是第六天開始進食了。兩個月後出關。

Kami membantu mendoakan anda, mengantar anda, jangan ada keterikatan apa pun, segala sudah kami atur. Saya kemudian sadar, dari mana datangnya suara ? kenapa saya sudah berusia 60 tahun, padahal baru 20 tahun,  apakah saya belum boleh meninggal ? apakah perbuatan saya ini sama dengan bunuh diri yang dilarang dalam ajaran agama Buddha, apakah memang umur saya belum habis ? saya tidak boleh membuat keputusan salah,  setelah hari ke enam saya mulai makan kembali dan  setelah 2 bulan, saya menyelesaikan penyucian diri ini.

出關後還是挺後悔當時沒有堅持往生,因為當時現的相可能是前世往生時的情況,可能當時執著了某些東西而沒有走成。

出關後就去跟隨體慧法師打佛七,打了半年後又想閉關了,這次閉關的目的是想研究戒律南山三大部,因為出家人有6年的學戒時間,這次就到四川甘孜,在那邊呆了一年。平時的費用都是兩個姐姐每月打兩三百元給我,我就半月出來一次購買食品,由於常常吃大白菜,又是高原,身體不適應,最終是因為胃大出血,胃裡的血都粘糊了,一吃飽了就痛,痛時人就像死去一樣,躺下來半小時動不了,感覺身體已不是自己的了,有時一個多小時才能恢復。

Keluar dari penyucian diri, saya ikut YM bhiksu Ti Hui menjalankan pelafalan nama amitabha selama 7 hari, setelah menjalankan setengah tahun, saya ingin kembali menjalankan penyucian diri, maksud penyucian diri kali ini, ingin mendalami sila ke si chuan, disana tinggal selama setahun. Biaya hidup biasanya dikirim oleh kedua kakak saya. karena sering makan kurang teratur, tidak ditunjang kondisi badan, akhirnya maag saya luka,setiap makan pasti sakit, kalau penyakitnya kumat, kayak orang mati, berbaring sampai setengah jam tidak bisa gerak, biasanya sudah sejam kemudian baru bisa gerak.

每次痛時也不想著要冶療,就念佛,當作是給自己的磨練,沒有去管它。每次疼痛來時都靠佛號來壓制。兩個月後外出購買食物時就和一位出家師父說起了這件事,師父建議去做個檢查,檢查結果是很不樂觀,得治療,要不然會得胃癌,所以不得不回來。但回來後並沒有去治療,也沒有放在心上,就去了體慧長老那裡打佛七,痛時就彎下腰來念佛,長老也很照顧我,讓食堂給我做些麵條小米粥吃,兩個月後胃好了。

Setiap maag nya kumat, saya alihkan dengan melafalkan nama Buddha, sebagai pelatihan saya,saya tidak menghiraukan sakitnya. Setiap sakit menggunakan kekuatan nama Buddha. Demikianlah saya lawan penyakit tersebut dengan terus membantu bhiksu ti hui melafalkan nama Buddha selama 7 hari,  ketika sakit datang, saya akan bernamaskara pada Buddha, suhu Ti Hui juga sangat perhatian kepada saya, saya sering dimasakkan bubur, tapi setelah berjalan 2 bulan maag saya sembuh.

其實從2010年起,體慧長老就邀請我擔任法會等大事的維那師,這時才發覺自己的聲音竟是這般美妙動聽,由於天籟音質和超凡脫俗的氣質,體慧長老給我又起了個名:釋妙樂。也是與體慧長老有著深厚的宿世因緣吧,今年五月,體慧長老把華嚴宗傳法給了我,現在是華嚴宗第十四代傳人。

Sejak 2010, YM bhiksu Ti Hui meminta  saya membantu beliau dalam upacara menjadi wei nuo , karena dinilai saya mempunyai suara yang baik,  sehingga bhiksu Ti Hui memberi saya nama diksa Shi Miao Le. Mungkin ini adalah jodoh baik saya dengan Bhiksu Ti Hui, tahun ini bulan 5, YM Ti Hui mewariskan  Sekte Hua Yen pada saya dan saya menjadi keturunan ke 14.

之後在體慧長老的推薦下我去了臺灣台中學習教理、空性、般若、中觀。由於個人的聰明才智學習成績很好,得到了院長的重視,公認為僧才,將來是可以弘法的。2012年時,師父印進法師要到山上去修行,就把普賢寺交給了我來管理,讓我回來繼續把寺建起來。回來後也沒有去結緣,也沒有認識太多的人,所以有錢就建,沒錢就停。這樣三年了,一直資金不足,都沒有完成。後來想著多一座寺院就少一間監獄,寺院建好了讓眾生多一個修行的道場,就讓工人把寺建起來。結果現在欠了35萬的款一直沒能結給工人。工人們都說,本來沒有賺錢,都是養家糊口,年底要結清款項。這一下可把我難住了,沒辦法就在朋友圈裡發了一條資訊,希望廣大信眾能發心,幫忙籌一下善款渡過這難關。

Atas dorongan Bhiksu Ti Hui saya pergi ke Taiwan untuk belajar kembali, di sana saya memperoleh prestasi sebagai anggota sangha berbakat dan kelak boleh membabarkan Buddha Dharma.  Tahun 2012,guru saya Bhiksu Yin Jin melatih diri ke gunung, semua tanggungjawab vihara  diserahkan kepada saya, jadilah saya penanggungjawab vihara phu xian sampai sekarang.

Diterjemahkan Oleh : David Kurniawan

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

BIN BANLOERIT: Artis Terkenal Thailand Ini Selama 20 tahun Mengabdikan Diri Untuk Kemanusiaan

Read Next

IMLEK 2016 : Mari Kita Rayakan Dengan Berbagi Kebahagiaan

Leave a Reply

Your email address will not be published.