Menunggu Papa: Kumpulan Kisah Inspiratif untuk Memutuskan Rantai Kesalahan Masa Lalu

Jika ada sebuah kegagalan dalam hidup, Sang Waktu adalah kata yang tepat untuk sebuah pemulihan. Andai sang waktu bisa kembali, akankah kita memperbaiki setiap kesalahan? Sayangnya manusia tidak akan pernah mengerti bagaimana mengembalikan Sang Waktu kecuali melalui penyadaran diri, kembali ke dalam diri.

11887855_1663256980627321_3719592955677164961_nSetiap manusia mempunyai pengalaman masa lalu dalam bentuk yang berbeda. Pengalaman masa lalu yang terekam sangat kuat dalam “memori” bisa menjadi “akar” keberhasilan maupun kegagalan seseorang. Pengalaman masa lalu juga terkait dengan pola asuh seorang anak. Banyak hal-hal kecil yang luput dari perhatian orangtua karena dianggap sepele, padahal berdampak cukup besar.

Gadis kecil yang merekam kerinduan dan segala pola asuh yang berubah menjadi “mindset” diri, membuatnya tumbuh dewasa tapi kurang pengembangan diri.

Kini saat gadis kecil itu menjadi istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya, yang membawa rekaman perasaan “masa lalu” membuatnya menciptakan pengalaman baru bagi keluarganya terutama anak-anaknya.

Dan, Yanah, Cht gadis kecil yang kini menjadi istri dan orangtua itu memutuskan mata rantai “kesalahan masa lalu” yang belum tepat sedikit demi sedikit.

Beberapa endorsement pada halaman belakang buku
Beberapa endorsement pada halaman belakang buku

Semua proses pembelajaran untuk melakukan perubahan dengan kembali kepada diri sendiri, dikisahkan dalam buku “MENUNGGU PAPA”.

Buku ini berisi 14 kisah inspiratif yang mengambil kisah nyata dalam hidup penulis. Penulis yang  sebagai seorang anak yang merindukan sosok papa,

Sebagai seorang anak yang merasakan “bullying” dari sekitar karena dianggap “tidak punya papa”,

Saya sudah membaca bukunya. Sebuah buku yang berisi kisah menarik karena di dasari kesadaran akan diri sendiri yg dapat memberikan inspirasi bagi siapapun yg membacanya untuk membangun kepribadian baru yang bermakna. (Bhikkhu Siriratano)
Saya sudah membaca bukunya. Sebuah buku yang berisi kisah menarik karena di dasari kesadaran akan diri sendiri yang dapat memberikan inspirasi bagi siapapun yang membacanya untuk membangun kepribadian baru yang bermakna.
(Bhikkhu Siriratano)

Sebagai anak yang dididik dengan mindset “katanya” sehingga kemudian tumbuh dewasa tetapi kurang pengembangan diri.

Proses bagaimana CARA penulis mengelola diri sehingga bisa berdamai dengan diri sendiri dan memutuskan “saya harus berubah” inilah yang penulis sharingkan dalam buku ini.

Buku ini bermuatan “pengembangan diri dan parenting”.

Selain bagaimana Anda bisa kembali ke dalam diri untuk mengelola masalah yang muncul di berbagai aspek, juga dari buku ini Anda akan bisa mengerti…apa yang dirasakan seorang anak, bagaimana kata-kata orangtua berdampak pada anak.

Tentunya semua itu dikemas dalam cerita-cerita inspiratif yang Anda bisa ambil maknanya.

Semoga buku ini mampu menginspirasi Anda…!!

Buku ini bisa ANDA dapatkan  di seluruh toko buku GRAMEDIA dan toko buku lainnya juga beberapa bursa buku di kota ANDA.

Profil Penulis

Perempuan asnawi (Asli cina betawi) yang lahir di Jakarta tahun 1971 dengan nama kecil Wawa, menamatkan jenjang pendidikan formal S-1 di UNIKA ATMA JAYA Jakarta sebagai Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi angkatan 1989.

Yanah Sucintani, Cht
Yanah Sucintani, Cht

Ia pernah mengajar di SMA Sariputra dan SMEA Surya Dharma Jakarta. Yanah gemar berorganisasi, hal ini membuatnya memimpin Vihara selama lebih dari 13 tahun.

Sebagai aktifis dalam bidang sosial keagamaan, ia terbiasa melakukan perenungan diri, bersentuhan dengan hidup dan karakter kehidupan meskipun kadang-kadang “jatuh bangun”.

Hidup membawanya pada titik balik perubahan diri ketika ia mulai mempelajari teknologi pikiran pada Adi W.Gunawan Institute Of Mind Technology – Surabaya di kuartal pertama tahun 2014. Setelah mengikuti training, Ia mulai menjadi seorang praktisi hipnoterapi.

Ibu yang gemar mengumpulkan tusuk gigi ini mempunyai hobi menulis sejak kecil. Ketika SD, ia pernah menulis cerita singkat yang dikirim ke majalah anak-anak dan majalah Buddhis di masa remaja. Namun,tulisannya hanya sebatas menulis cerita singkat dan menulis untuk kepentingan komunitas,meski belum sempurna dalam tata bahasa

Ibu yang energik ini memiliki misi untuk memberdayakan para wanita dan para ibu agar bisa tumbuh serta berkembang tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita.
11816227_1657202491232770_3295356803920663044_o

Visinya tentang sebuah keluarga bahagia membuat ibu dari tiga orang anak ini tergerak membagikan tip praktis yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

Kisah-kisah inpiratif yang dialaminya dituliskan dalam bentuk buku kumpulan cerita. Keinginannya untuk tumbuh dan berkembang membuat cici wawa, demikian panggilan akrabnya, rajin mengikuti berbagai pelatihan, misalnya Quantum life Transformation Workshop, The Key To Financial Freedom Workshop, Tension and Trauma Release Exercies Workshop, Book Writing For Personal Branding, dan beberapa seminar lainya.
[quote font_size=”18″ font_style=”italic” color=”#dd3333″ bgcolor=”#eded9e” arrow=”yes” align=”center”]Penulis dapat di jumpai di Link Facebook Yanah, Cht [/quote]
Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Benarkah Gadis Ini adalah Kelahiran Kembali dari Theresa Teng ?

Read Next

Bhante Revata: Meditasi dan Manfaatnya Saat Menjelang Kematian

Leave a Reply

Your email address will not be published.