[CLOSED]: Istri Romo Pandita di Desa ini Butuh Bantuan Untuk Operasi Tumor Leher & Perut

Inang Suhaili saat ini dirawat di RS Kota Mataram ,Paviliun Irna 3B kamar nomor 4.

Senin 12 Oktober 2015, pukul 02.00 dinihari waktu Lombok, Inaq Suhaili telah menghembuskan nafas terakhirnya. Sebuah kejadian yang tak disangka oleh keluarga dan kita semua. Dikarenakan dalam beberapa hari kondisi kesehatan Inaq telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Pada Sabtu tanggal 10 Oktober, Inaq sempat kembali memeriksakan kesehatannya ke RS Biomedika. Hasil pemeriksaan sangat positif sekali, dan malah Inaq hanya diharuskan mengkonsumsi obat saja.

Inaq Suhaili saat akan dimakamkan. Selamat jalan Inaq, semoga berbahagia di kehidupan yang baru.
Inaq Suhaili saat akan dimakamkan. Selamat jalan Inaq, semoga berbahagia di kehidupan yang baru.

Semenjak keluar dari RS, Inaq malah sudah dapat berjalan sendiri, nafsu makannya pun sudah seperti orang sehat. Namun mungkin perjalanan hidup Inaq kali ini memang harus cukup sampai disini saja. Semoga Inaq Suhaili dapat terlahir di alam Bahagia sesuai dengan kebajikan-kebajikan yang telah beliau perbuat semasa hidupnya.

Penyerahan dana bantuan untuk Romo. Semoga bermanfaat untuk menjalani kehidupan kedepannya.
Penyerahan dana bantuan untuk Romo. Semoga bermanfaat untuk menjalani kehidupan kedepannya.

Pihak keluarga menitipkan pesan kepada semua donatur yang telah berpartisipasi ” Terima kasih banyak atas perhatian dan donasi yang telah diberikan kepada Inaq. Mungkin memang Inaq terpaksa tetap harus meninggalkan keluarganya, namun disaat-saat kami tak tahu harus melakukan apa lagi, disaat-saat kami kebingungan Inaq harus menjalani pengobatan bagaimana, kami menemukan harapan kembali. Ternyata di dunia ini masih banyak orang-orang yang punya perhatian kepada sesamanya walaupun tak saling kenal sebelumnya. Semoga semua kebaikan yang telah para donatur berikan kepada keluarga kami dapat berbuah kepada anda sekalian berupa kesehatan, kesehjahtraan dan kebahagiaan.”

[box type=”info” fontsize=”14″ radius=”10″][PENGGALANGAN DANA DITUTUP]

Inaq Suhaili setelah dipindahkan ke RS Biomedika, menjalani pemeriksaan Ulang. Hasil pemeriksaan dokter ternyata berbeda dengan yang didapatkan di RS Umum Kota. DI RS Biomedika dinyatakan bahwa Inaq Suhaili tidak mengidap Tumor di perutnya.Inaq mengalami masalah pada levernya. Untuk tindakan selanjutnya,masih menunggu keputusan dari dokter.

Berhubung dana yang masuk telah mencapai 35 juta rupiah,dan dirasakan cukup untuk membiayai pengobatan Inaq Suhaili, maka dengan ini dinyatakan bahwa penggalangan dana ditutup. Perkembangan dan penggunaaan dana,akan tetap diupdate di website ini.

Atas bantuan para donatur dan teman-teman yang sudah menyebarkan informasi ini, pihak keluarga menyampaikan terima kasih,syukur dan penghargaan yang setinggi-tungginya. Semoga segala kebajikan yang telah kita lakukan dapat berbuah berupa kesehatan,kesuksesan dan kelancaran dalam segala cita-cita. [/box]

Inaq Suhaili – 40tahun (Inaq adalah sebutan ibu dalam bahasa Sasak-Lombok) adalah umat Buddha yang berdomisili di dusun Pelang, Desa Mareje Kecamatan Lembar-Nusa Tenggara Barat. Saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Mataram dikarenakan menderita Tumor pada leher dan perutnya.
Inang Suhaili saat ini dirawat di RS Kota Mataram ,Paviliun Irna 3B kamar nomor 4.
Inaq Suhaili saat ini dirawat di RS Kota Mataram ,Paviliun Irna 3B kamar nomor 4.

Inaq Suhaili pada awalnya hanya merasakan pegal-pegal saja pada lehernya. Hingga lebih kurang satu bulan yang lalu ia kesulitan untuk menggerakan lehernya. Untuk menoleh ia terpaksa harus memutar badannya. Saat itu dianggap hanya mungkin keseleo atau urat tertarik saja. Namun makin hari sakit pada leher bertambah, dan pada 2 minggu yang lalu ia mengalami kesulitan untuk buang air besar.

Tumor pada leher Inang Suhaili
Tumor pada leher Inang Suhaili

Inaq Suhaili kemudian dibawa ke klinik di desanya untuk melakukan pemeriksaan. Namun karena keterbatasan dokter, terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit di ibukota yang jaraknya lebih kurang 3 jam perjalanan.

Di rumah sakit Kota Mataram, Inaq Suhaili menjalani berbagai pemeriksaan dan cek labor. Dokter menyatakan bahwa Inaq mengidap Tumor pada leher dan perutnya. Harus dilakukan tindakan operasi segera,sebelum tumornya makin berkembang.

Inaq Suhaili kesehariannya bersama dengan suaminya bekerja sebagai buruh tani mengelola sawah tadah hujan milik orang. Panen hanya bisa sekali dalam setahun. Suami Inaq adalah Romo Sikhi Sabahito, yang juga sebagai buruh tani dan menyambil menjadi buruh bangunan. Mereka memilik 3 orang putra. Putra tertua baru tamat SMK, dan yang terkecil masih Balita. Penghasilan mereka berdua dalam sebulan berkisar dibawah 1 juta rupiah. Itu pun cuma cukup untuk biaya makan sehari-hari.

Inang bersama Romo Sabahito dan kedua putranya
Inaq Suhaili bersama Romo Sabahito dan kedua putranya

Sebagai tambahan informasi, Romo Sikhi Sabahito ditengah kesibukannya masih menyempatkan diri untuk mengabdi sebagai seorang Pandita Agama Buddha semenjak tahun 2000. Banyak hal yang telah dilakukannya terutama melakukan pembinaan umat di pedalaman Lombok Barat. Romo bahkan rela mengunjungi desa-desa terpencil,yang hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Di desa nya yaitu desa Mareje, Romo Sabahito aktif membina di Vihara Avalokitesvara. Didesa tersebut terdapat lebih kurang 1000 kepala keluarga  yang beragama Buddha.

12048679_1045012742209445_1399905849_n
Salah satu dokumentasi Romo Sabahito saat melakukan pembinaan umat

[lightbox thumb=”http://segenggamdaun.com/wp-content/uploads/2015/09/12047647_1045319018845484_816916564_n.jpg”]

Untuk saat ini biaya perawatan telah menghabiskan dana sebesar lima juta rupiah. Uang tersebut didapat dari bantuan sumbangan para teman-teman Romo. Untuk biaya operasi sendiri diperkirakan berkisar antara Rp. 30 juta sampai Rp. 50 juta. Operasi belum dapat dilakukan karena masih menunggu kesiapan biaya.

Mengenai BPJS sudah coba diurus oleh Romo. Namun ternyata mengalami kendala dimana antara nama pada KTP dan Kartu Keluarga terdapat perbedaan. Menurut penjelasan Romo, mereka selama ini tidak pernah terpikir bahwa perbedaan nama tersebut ternyata bisa berdampak besar, maklum kata Romo mereka adalah orang gunung yang secara pendidikan rendah dan tidak paham urusan administrasi. Untuk mengurus perubahan nama saja dibutuhkan waktu yang lama, belum lagi untuk mengurus BPJS nya.

Romo Sabahito di kediamannya & keluarga. Rumah yang sangat sangat sederhana. Hanya ruang kosong, tanpa ada perabot didalamnya.
Romo Sabahito di kediamannya & keluarga. Rumah yang sangat sangat sederhana. Hanya ruang kosong, tanpa ada perabot didalamnya.

Mengingat jasa Romo Sabahito yang tanpa pamrih telah berjuang demi kemajuan Dhamma di pelosok desa dengan tak kenal lelah,  marilah kita galang dana kebersamaan sebagai bentuk cinta kasih kita kepada Romo kita dan istrinya.

Adapun dana yang ingin disalurkan dapat ditujukan ke rekening BCA atas nama Hady & Darmawansyah No. Rekening  021 316 1625 .

Semoga dengan kebersamaan kita menghimpun dana sukarela ini dapat membantu dan meringankan beban Inaq Suhaili, dan semoga beliau dapat segera sembuh dan pulih, serta dapat kembali mendampingi suaminya Romo Sabahito dalam melaksanakan tugas mulianya.

suhaili

[iconbox title=”KETERANGAN Lainnya dapat menghubungi Kontak berikut” title_align=”center” content_align=”center” layout=”boxed” bg=”#a9d689″ border=”#59d600″ content_color=”#0a0405″ align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-phone” icon_align_to=”box” size=”32″ ]- Rm. Sabahito (Suami Inaq Suhaili)  082340042150

 Amirudin (Abdi Desa ) –  082236442053 , Pin BB 2A21776D

– Pak Nasib,S.Pd.B (Tokoh Masyarakat) – 087865314555 , Pin BB 29E3B7DE

Alamat Inaq Suhaili: Dusun Pelan, Desa Mareje, Kecamatan Lembar-Kabupaten Lombok Barat

[/iconbox]

[box type=”note” fontsize=”14″ radius=”10″]Nama para donatur, dan bukti penggunaan dana, akan dibuatkan Link tersendiri. Perkembangan Inang  akan selalu diupdate di website ini selama penggalangan dana belum ditutup. Untuk masukkan dan saran, dapat diberikan pada kolom komentar dibawah. [/box]

[button width=”full” color=”custom” link=”http://segenggamdaun.com/2015/09/laporan-penerimaan-penggunaan-dana-inaq-suhaili/” size=”bigger” align=”center” target=”_blank” font_weight=”bold” textcolor=”#ffffff” texthcolor=”#84d64a” bgcolor=”#141414″ hoverbg=”#0066bf” bordercolor=”#dd0f0f” hoverborder=”#eeee22″ radius=”12″ outer_border=”true” outer_border_color=”#dd8500″ icon=”momizat-icon-heart2″]Nama Donatur & Penggunaan Dana (KLIK DISINI)[/button]

UPDATE 5 OKTOBER 2015

12077020_1049070875136965_696393882_n
Inaq Suhaili saat pulang kerumahnya yang lebih kurang 3 jam perjalanan dari rumah sakit. Disambut oleh tetangganya.

Berdasarkan pemeriksaan Dokter di RS. Biomedika, ternyata Inaq Suhaili bukan menderita tumor pada perutnya,melainkan adanya gangguan pada levernya. Dokter memperbolehkan Inaq untuk dirawat jalan saja. Mudah-mudahan dengan obat-obatan yang tepat,maka Inaq Suhaili dapat disembuhkan. Inaq Suhaili akan melkakukan kontrol kerumah sakit lagi minggu depan.

12087526_1048700168507369_1041141854_n
Kuitansi Pembayaran di RS. Biomedika (foto kiri). Inaq bersama sdr. Amirudin saat akan keluar dari RS (foto kanan)

UPDATE 30 SEPTEMBER 2015

Inaq Suhaili telah menjalani operasi tahap pertama pada tanggal 29 September 2015. Kondisi paska operasi sangat bagus. Untuk operasi lanjutan Inaq dirujuk ke Rumah Sakit Biomedika di jalan Bung Karno Pagutan- Mataram, untuk operasi tumor pada perutnya.

12067928_1046469988730387_2116511630_n
Kondisi Inaq Suhaili paska operasi. Bersama dengan suaminya R. Sikkhi dan anak bungsunya (Foto kiri). Bersama sdr. Amiruddin (abdi desa) saat mengurus administrasi rumah sakit (foto kanan)

Telah dibayarkan biaya pengobatan di RS. Umum Daerah Mataram sebesar Rp. 8.349.000,- (delapan juta tiga ratus empat puluh sembilan ribu rupiah).

12083923_1046499552060764_1375601692_n (1)
Pada kuitansi tertulis nama Erah karena sesuai dengan KTP. Sedangkan nama di masyarakat dikenal dengan nama Suhaili (Sesuai dengan KK)
Inak Suhaili setelah dipindahkan ke RS Biomedika Ruang Musi no.122, Erna 3
Inak Suhaili setelah dipindahkan ke RS Biomedika Ruang Musi no.122, Erna 3

 

buddha-say1

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Luke Ruehlman: Bocah 5 Tahun ini Meyakini Dirinya Dahulu adalah Seorang Wanita

Read Next

Laporan Penerimaan & Penggunaan Dana – Inaq Suhaili

Leave a Reply

Your email address will not be published.