[CLOSED] Ayo, Kita Dukung Penyelesaian Renovasi Vihara Buddha Ratana Labuan-Banten

Akhir Agustus 2015, proses renovasi Vihara Buddha Ratana telah selesai dilaksanakan. Berbekal dana donasi yang masuk,diupayakan cukup untuk pembelian bahan dan upah. Walaupun renovasi dilaksanakan dengan bahan-bahan yang sederhana, kini Vihara telah kokoh dan dapat digunakan untuk kegiatan puja bakti. Per tanggal 01 September 2015 penggalangan dana dinyatakan ditutup. Untuk foto-foto proses renovasi dapat dilihat pada link dibawah ini.

Pengurus Vihara Buddha Ratana menghaturkan MahaAnumodana kepada semua pihak yang telah membantu proses renovasi ini. Semoga semua kebajikan yang telah dilakukan,membawa berkah dan kebahagiaan dalam hidup ini.

[button color=”red” link=”http://segenggamdaun.com/2014/06/laporan-penerimaan-dana-renovasi-vihara-buddha-ratana-labuan/” size=”bigger”  align=”left”   font_weight=”bold” radius=”10″ outer_border=”true” outer_border_color=”#dd7171″ icon=”momizat-icon-thumbs-up”]Nama Donatur[/button] [button color=”green” link=”http://segenggamdaun.com/2014/06/laporan-perkembangan-penggunaan-dana/” size=”bigger” align=”right”  font_weight=”bold” radius=”10″ outer_border=”true” outer_border_color=”#a2d67e” icon=”momizat-icon-calculate”]Laporan Perkembangan[/button]

Vihara Buddha Ratana Labuan merupakan Vihara yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Desa Labuan Kabupaten Padeglang – Banten. Vihara yang didirikan pada tahun 1990 ini merupakan satu-satunya Vihara yang terdapat pada kabupaten tersebut. Menjadi tempat ibadah lebih kurang 50 kepala keluarga  umat Buddha dari beberapa kecamatan sekitar, diantaranya kecamatan Labuan dan kecamatan Panimbang.

Nampak Depan Vihara Buddha Ratana Labuan
Nampak Depan Vihara Buddha Ratana Labuan

Labuan dikenal dengan sebutan kota Nelayan karena letaknya di pesisir pantai selat sunda berada di ketinggian 3 meter diatas permukaan laut. Secara geografis Vihara Buddha Ratana terletak di ujung barat Propinsi Banten tepatnya di Kelurahan Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Lokasi Vihara Buddha Ratana sendiri berada di lingkungan Pasar dan sebelah kiri serta kananya adalah toko dan kios para pedagang pasar sedangkan teras Vihara sebagian ditempati oleh pedagang kaki lima, hal ini sudah menjadi kebijaksanaan dari pengurus dan umat Vihara Buddha Ratana sendiri untuk ditempati pedagang kaki lima sebagai bentuk toleransi dan kerjasama saling pengertian di lingkungan Vihara Buddha Ratana berada.

Kegiatan Umat Buddha dan Nampak Dalam Vihara Buddha Ratana
Kegiatan Umat Buddha dan Nampak Dalam Vihara Buddha Ratana

Vihara Buddha Ratana pada saat dibentuk pada tanggal 10 Oktober 1990 bernama Cetiya Buddha Diepa dan bernaung di bawah Majelis Agama Buddha Mahayana Indonesia (MAJABUMI). Seiring berjalannya waktu, demi pembinaan umat yang lebih baik dan konsisten maka semenjak 27 September 1999 Cetiya Buddha Diepa berganti nama menjadi Vihara Buddha Ratana dan bernaung didalam Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (MAGABUDHI) hingga sekarang. Saat ini Vihara diketuai oleh YM. Bhante Dhammakaro Thera.

Semenjak berdiri dari tahun 1990 hingga saat ini , bangunan Vihara Buddha Ratana belum pernah dilakukan  renovasi sehingga kondisinya sangat memprihatinkan. Selain posisi Vihara yang lebih rendah dari jalan sekitarnya sehingga setiap hujan selalu mengalami kebanjiran. Bagian atap juga sudah bocor dibanyak tempat, sehingga kayu kusennya banyak yang keropos dan lapuk. Dinding Vihara juga mengalami retak di banyak tempat.

kerusakan buddha ratana
Sebagian Kondisi Vihara Buddha Ratana yang Harus segera diperbaiki

Melihat kondisi ini maka para umat dan pengurus berinisiatif untuk melakukan renovasi segera. Dari swadaya para umat terkumpullah dana sebesar Rp. 85 juta rupiah. Pada awalnya diperkirakan bahwa dana tersebut cukup untuk dilakukan penimbunan dan memperbaiki dinding dan atap. Namun saat pekerjaan renovasi mulai dilaksanakan, ternyata sangat banyak bagian yang sebelumnya tak diperkirakan untuk diperbaiki , harus juga diganti. Semua bagian rangka atap akhirnya diganti dan harus dibuat banyak kolom beton tambahan. Ternyata bangunan lama kolom betonnya sangat kecil, sehingga tak dapat cukup kuat untuk menopang atap setelah dilakukan peninggian dinding.

[images cols=”six” lightbox=”true”]
[image link=”6407″ image=”6407″]
[image link=”6408″ image=”6408″]
[image link=”6409″ image=”6409″]
[image link=”6410″ image=”6410″]
[image link=”6411″ image=”6411″]
[image link=”6412″ image=”6412″]
[/images]

[highlight bgcolor=”#003b84″ txtcolor=”#eeee22″]Renovasi awal direncanakan  hanya mengganti yang rusak, namun kenyataannya bangunan sudah sangat rapuh (Klik gambar untuk memperbesar)[/highlight]

Untuk itu para pengurus dan umat sepakat untuk dilakukan penggalangan dana, agar proses renovasi tersebut dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan harapan. Diperkirakan dibutuhkan dana sebesar lebih kurang Rp. 125 juta rupiah lagi.

[images type=”carousel” cols=”five” auto_slide=”true” lightbox=”true”]
[image link=”6415″ image=”6415″]
[image link=”6416″ image=”6416″]
[image link=”6417″ image=”6417″]
[image link=”6418″ image=”6418″]
[image link=”6419″ image=”6419″]
[image link=”6420″ image=”6420″]
[image link=”6421″ image=”6421″]
[image link=”6422″ image=”6422″]
[/images]

[highlight bgcolor=”#003b84″ txtcolor=”#eeee22″]Keadaan Vihara Buddha Ratana saat ini dalam proses pembongkaran & Renovasi (Klik untuk memperbesar gambar)[/highlight]

Untuk itu kami admin segenggamdaun.com mencoba memfasilitasi penggalangan dana ini, kami sangat mengharapkan kemurahan hati dari segenap umat Buddhist dan dermawan untuk dapat turut serta membantu menggalang dana demi penyelesaian renovasi Vihara Buddha Ratana. Untuk turut serta memberikan dukungan dalam bentuk dana dapat disalurkan melalui rekening berikut ini :

bca buddha ratana

Konfirmasi dana & Informasi dapat menghubungi :

1. Subawi  ( HP: 0812 944 05 998 ; Pin BB : 744A1017)

2. Hendra C – Ketua Dayaka Sabha( HP: 081910818919)

3. Handy M – Bendahara ( HP: 081911012800, 082125495060)

4. Rm. Sumedho – Pembina Vihara  (HP: 087788191630)

5. Ibu Merni (HP: 081317470117)

[box type=”tip” fontsize=”14″ radius=”10″]Nama para donatur, dan bukti penggunaan dana, akan dibuatkan Link tersendiri. Perkembangan kegiatan Renovasi  akan selalu diupdate di website. Untuk masukkan dan saran, dapat diberikan pada kolom komentar dibawah.[/box]

[button color=”red” link=”http://segenggamdaun.com/2014/06/laporan-penerimaan-dana-renovasi-vihara-buddha-ratana-labuan/” size=”bigger”  align=”left”   font_weight=”bold” radius=”10″ outer_border=”true” outer_border_color=”#dd7171″ icon=”momizat-icon-thumbs-up”]Nama Donatur[/button] [button color=”green” link=”http://segenggamdaun.com/2014/06/laporan-perkembangan-penggunaan-dana/” size=”bigger” align=”right”  font_weight=”bold” radius=”10″ outer_border=”true” outer_border_color=”#a2d67e” icon=”momizat-icon-calculate”]Laporan Perkembangan[/button]

Mohon Kiranya sahabat se Dhamma dapat turut serta menyebarkan informasi ini, sehingga Buddha Dhamma dapat tersebar dengan baik. Begitu besar manfaat dari mendirikan sebuah vihara atau tempat meditasi. Semoga kesempatan baik ini yang merupakan ladang bagi kita semua untuk menanam benih-benih kebajikan, dapat dimanfaatkan oleh Bapak /Ibu /Saudara/ Saudari dan para dermawan.

Semoga rencana tersebut dapat berjalan lancar dan proses renovasi dapat terlaksana dengan baik. Mari kita satukan tekad dan pengabdian kepada kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha demi pembabaran Buddha Sasana.

Semoga jasa baik yang dilakukan oleh Bapak /Ibu /Saudara/ Saudari dan para dermawan membawa kemajuan, kesejahteraan dan kebahagiaan lahir maupun batin.

Semoga Tiratana Selalu Melindungi Kita Semua

[box type=”note”]“Manfaat berdana dalam kehidupan di dunia ini, Si pemurah hati akan memperoleh: Perhatian dari orang lain, Para Arahat akan membabarkan Dhamma padanya, Nama baiknya akan tersebar kemana-mana, Ia akan mendapatkan keyakinan diri yang baik, Kelak ia akan terlahir di alam surga.”

(Anguttara Nikaya III,41)[/box]

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

PROGRES: Gadis ini Dalam Kondisi Kritis, Butuh Dana Untuk Operasi

Read Next

Peresmian Vihara Indonesia Pertama di New York

Leave a Reply

Your email address will not be published.