Para Bhiksuni di Vihara ini, Menjalankan Vinaya Dengan Sangat Ketat

Vihara dao yuan di Kota Hai zheng,Tiongkok adalah sebuah vihara untuk para bhiksuni (rohaniawan wanita dalam agama Buddha) dengan menekankan pada penerapan sila (aturan kebhiksunian ) yang ketat.  Vihara ini menjalankan pelatihan dengan cara zen.

Setiap tahun setelah tanggal 15 bulan ke 8 imlek, harus menjalankan pelatihan diri dengan berjalan selama kurang lebih setengah bulan, dengan pindapata, menerima persembahan dari umat berupa makanan, dan tidak boleh berupa uang.

14264889079313.jpg

Para bhiksuni Vihara dao yuan sudah menjalankan cara pelatihan ini sejak tahun 2000, berjalan sambil berpindapata, hingga saat ini sudah hampir 15 tahun. Mereka sudah pernah melewati, liao ning, he bei, qi lin, hei long jiang dan beberapa propinsi. Dalam gambar mereka tampang memegang tongkat, membawa pendupaan, sambil berjalan kaki.14264889072927.jpg

Di vihara tidak ada kotak dana, tidak melakukan transaksi jual beli. Seluruh bhiksuni hanya makan sekali, tidak makan lewat tengah hari. Tiap hari tidur 4 jam, sehari hari melatih diri dengan meditasi selama 5 batang dupa. Dalam gambar tampak mereka berjalan dalam guyuran hujan.

14264889075479.jpg

Tanggal 8 bulan September ( tanggal 15 bulan ke 8 imlek ) dini hari, para bhiksuni penghuni vihara dao yuan, hai zheng, propinsi liao ning berangkat dari phan jing,memulai perlatihan diri dengan berjalan kaki tahun ini. Rute yang mereka lalui adalah phan jing, zu phang zi, ling hai, hu lu dao, xing zheng, he bei san hai guan, dai huang dao, bei dai he dan beberapa tempat, sampai malam tanggal 22 September ( 29 bulan ke 8 imlek ), berakhir di stasion kereta api bei dai he. Perjalanan 15 hari tersebut menempuh 600 Li. 23 September ( imlek 30 bulan ke 8 ) siang tiba di vihara.

14264889093511.jpg
sama sama wanita, yang satu bhiksuni, yang satu awam
14264889095195.jpg
orang orang yang tampak aneh menyaksikan rombongan bhiksuni ini

 

14264889096209.jpg
Dalam perjalanan bila bertemu dengan mahluk hidup yang mati terlindas kendaraan, para bhiksuni ini akan mengambil bangkai mahluk hidup itu, dan menguburkan, untuk memadamkan hawa kebencian dan menumbuhkan rasa cinta kasih dan kasih sayang.
14264889094469.jpg
banyak para umat yang memberikan penghormatan pada rombongan bhiksuni ini
14264889099433.jpg
Dalam menempuh perjalanan ini, mereka tidak tinggal di hotel, rumah penduduk atau vihara, cukup tinggal di tempat terbuka. Dalam gambar tampak para bhiksuni beristirahat disaksikan penduduk yang berlalu lalang.
14264889099913.jpg
dalam perjalanan mereka bertemu bangkai babi kecil yang dibuang begitu saja, para bhiksuni ini bekerjasama menggali kuburan untuk memakamkan babi ini

14264889095100.jpg

14264889097610.jpg

14264889096354.jpg
kalau dalam perjalanan mereka bisa menyelamatkan para mahluk hidup dari pembunuhan, para bhiksuni ini akan membuat upacara trisarana dipimpin oleh ketua vihara dao yuan YM bhiksuni miao rong.
14264889091106.jpg
membantu bhiksuni muda, merapihkan ranselnya yang berat
14264889101205.jpg
waktu istirahat di gunakan untuk meditasi
14264889102504.jpg
berjalan menyusuri jalan setapak
14264889102283.jpg
ketika tiba waktu makan, para bhiksuni ini dibagi dalam beberapa kelompok, untuk pindapata ke rumah penduduk terdekat
1426488910836.jpg
pemimpin vihara dao yuan YM bhiksuni miao rong memimpin rombongan mendatangi rumah penduduk untuk pindapata

14264889108451.jpg

 

14264889104081.jpg
menurut sila kebhiksuan pada jaman hyang buddha, pada saat pindapata, umat tidak mempersembahkan uang, tapi hanya berupa makanan
14264889106499.jpg
pindapata di rumah penduduk

14264889104143.jpg

14264891589104.jpg
pulang dari pindapata, makanan yang diperoleh akan dikumpulkan dan diserahkan pada petugas yang sudah ditunjuk oleh sangha untuk membantu pelaksanaan tugas tsb.
14264889101667.jpg
Setelah pindapata berakhir, para anggota sangha duduk berdasarkan sila vinaya kebhiksuan , berapa lama pelatihan diri dan panjang pendeknya waktu pelatihan diri masing masing, menunggu waktu untuk makan.
14264889119595.jpg
Para anggota sangha sebelum makan terlebih dahulu mendanakan makanan untuk para mahluk yang tidak terlihat, untuk memadamkan keserakahan dan memupuk cinta kasih dan kasih sayang.
14264889113585.jpg
Melafalkan doa persembahan, merenungkan apakah pelatihan diri yang dilakukan layak dengan makanan yang diperoleh pada hari ini.
14264889114593.jpg
anggota sangha sedang makan
14264889115074.jpg
Setelah makan, meninggalkan tempat makan, mencari tempat yang tenang untuk istirahat sementara.
14264889118726.jpg
Mengeluarkan peralatan tidur, untuk dijemur dibawah matahari untuk menghilangkan lembab.Mengeluarkan peralatan tidur, untuk dijemur dibawah matahari untuk menghilangkan lembab.
14264889118103.jpg
para anggota sangha sedang melafalkan sutra.
1426488911892.jpg
Menjahit baju yang sobek. Lama lama baju menjadi baju dengan ratusan tambalan.
14264890188864.jpg
guru membantu menambal baju murid.
14264890263040.jpg
Menggunakan jarum, mengeluarkan gelembung pada kaki akibat kelamaan berjalan.
14264889115360.jpg
Anggota Sangha sedang bermeditasi dibawah pohon.
14264889144960.jpg
Memanfaatkan daun daun untuk dibuat gambar dan pesan pesan dharma.

14264889146389.jpg

1426488914460.jpg
Ini lah tongkat yang merupakan salah satu alat yang perlu dibawa dalam perjalanan ini.
14264889142570.jpg
menulis buku harian
14264889142743.jpg
Mencari tempat yang aman untuk tidur. Mereka tidak bermalam di rumah orang lain, tidak tinggal di hotel. Cukup di tempat terbuka saja.

 

14264889151346.jpg
memlafalkan sutra dengan penerangan senter
14264889153675.jpg
Menyiapkan kantong tidur ( sleeping bag ), siap untuk tidur.
14264889153948.jpg
Keesokan hari siap meneruskan perjalanan

Marilah berharap yang baik  untuk mereka, karena mereka juga senantiasa berharap yang baik untuk kita !

Diterjemahkan oleh : David Kurniawan

Sumber : http://www.buzzhand.com/post_591798.html

 

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Artis Cantik Bollywood ini Memutuskan Menjadi Bhikkuni

Read Next

[HELP]: Baby Tristan Butuh Bantuan Kita Bersama Untuk Mengurangi Deritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published.