Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan

Berikut ini adalah ceramah Dhamma yang disampaikan oleh Romo Budiyono Tantrayoga dalam rangka menyambut Imlek tahun 2014 lalu. Awal tahun imlek memang selalu diwarnai dengan beredarnya ramalan ramalan tentang peruntungan manusia berdasarkan 12 shio. Bagaimana umat Buddha menyikapi ramalan?

Buddha dalam kehidupannya sering meramalkan seseorang kelak akan mencapai tingkat kesucian menjadi Sotapana atau mengatakan mestinya orang itu bisa mencapai arahat jika saja tidak melakukan perbuatan buruk tertentu.

Kalau saya boleh memberikan ilustrasi kejadian ramalan sebagai berikut: Katakan A dan B dari Jakarta ingin menuju Bogor. A menuju Bogor lewat jalan Tol Jagorawi sedangkan B lewat jalan Parung. Ada orang lain bernama C yang naik helikopter menerawang jalur Jagorawi dan Parung. maka C dapat dengan mudah melihat apakah A akan menemui hambatan kemacetan di Jagorawi atau B yang akan menemui hambatan perjalanan di Parung. Jika ada, bagaimana mengatasinya apakah ada alternatif jalan yang bisa dilalui sebelum sampai di hambatan tersebut? Berdasarkan pantauan itu maka C bisa memberikan ramalan.

chickaDEE-Chinese-Zodiac

Jadi ramalan itu ada. Apakah ramalan pasti benar? belum tentu. Masalahnya terletak kepada siapa kita bisa mempercayai suatu ramalan? Apakah C walau naik helikopter bisa melihat dengan tepat keadaan di bawah sana? Apakah matanya cukup awas? Apakah cukup pandai untuk melihat keadaan sekelilingnya? Atau malah yang lebih parah C berbohong bilang dia naik helikopter padahal dia cuma santai santai duduk di kursi goyang. Hehehehe. Ramalan seorang Buddha tentu saja tidak mungkin meleset.

Apakah Dewa bisa menolong? tentu saja bisa. Apakah tidak bertentangan dengan dalil bahwa kondisi seseorang ditentukan oleh karmanya sendiri? jawabnya sangat tidak bertentangan.

Dalil yang mengatakan bahwa seseorang ditentukan oleh karmanya sendiri adalah seratus persen benar karena dikatakan oleh Buddha. Namun sangat picik dan sombong jika dalil itu disimpulkan secara saklek sebagai bahwa tidak ada bentuk pertolongan yang bisa kita terima, kita hanya bisa menolong diri kita oleh kita sendiri.

Ambil contoh kasarnya saja. apakah anda sebagai umat Buddha tidak merasa ditolong oleh Buddha? Buddha telah memberikan jalan kepada kita untuk lepas dari penderitaan, apakah itu bukan sebuah bentuk pertolongan? Bukankah Buddha dalam hal ini merupakan penolong, juru selamat kita? Namun sebagai juru selamat yang ikut aturan hukum hukum alam, tentu saja kita sendiri yang harus menjalani jalan tersebut agar dapat selamat dan bebas dari penderitaan. Tidak ada dewa atau makhluk suci manapun yang bisa membebaskan penderitaan kita begitu saja tanpa kita menjalaninya sendiri. Dalam hal itulah konteks kita menentukan hidup kita sendiri menjadi jelas. Tetapi dewa bisa saja membantu menjaga kita saat berlatih meditasi sehingga tidak mengalami gangguan makhluk lain. Jika ya, Bukankah itu juga suatu bentuk pertolongan?

h
Dewa-Dewi Chinese

Atau ambil contoh dalam bentuk duniawi. Ada orang kaya yang ingin membantu banyak orang dengan jalan membagikan sembako. Jika anda sudah tahu dan anda memerlukan sembako itu maka sekarang tinggal keputusan ditangan anda. Anda mau datang mengambilnya, atau karena yakin tidak ada yang bisa menolong anda selain diri anda sendiri maka anda diam saja .  Itu mah Guooblogg namanya.

Pada saat anda melakukan action itulah letaknya dalil bahwa anda menentukan nasib anda sendiri. Hanya anda yang bisa menolong diri anda sendiri.  Atau anda memilih diam karena yakin tidak ada bentuk pertolongan selain diri sendiri dan  sangat amat percaya bahwa karma anda baik sekali sehingga akan ada orang lain yang membawakan sembako itu langsung ke hadapan anda. Jangan salah, itupun artinya anda sudah mendapatkan pertolongan dari si orang kaya dan si pembawa sembako.

Lalu bagaimana kalau anda tidak mengetahui adanya pembagian sembako tersebut dan tidak ada yang memberitahu? itu artinya vipaka anda benar benar buruk hehehehe. Ada yang mau menolong pun, pertolongan tidak bisa sampai ke tangan anda.

Romo Budiyono Tantrayoga dalam ceramah seputar tahun imlek, shio dan peruntungan juga memberikan gambaran peruntungan masing masing shio secara garis besar. Silakan anda mendengarkan secara langsung dengan mengklik tombol play .

Sumber: ceramahdhamma.com

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

7 Langkah Dhamma Menjadi Benar-benar Kaya

Read Next

Hikayat Tradisi Tionghoa

Leave a Reply

Your email address will not be published.