Sewindu Dhamma TV, TV Buddhist Pertama di Indonesia

Dhamma TV merupakan TV Religius Buddhis yang pertama di Indonesia. Dhamma TV adalah salah satu stasiun TV Lokal yang bertempat di kota Batu, yang daya pancarnya mencakup wilayah kota Malang Raya dan sekitarnya. Dhamma TV berdiri pada tanggal 14 Januari 2006 yang di pimpin oleh seorang bhikkhu, beliau adalah Y.M Dhammavijayo Mahathera. Sekarang Dhamma TV beroperasi di channel 26 UHF (511,25 MHz) mulai pukul 07.00 sampai pukul 22.00.

Masyarakat Buddhis di Malang, Kediri dan Madiun dapat menyaksikan siaran Dhamma TV sebagai media informasi, komunikasi dan pencerahan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan slogan selalu damai di hati berusaha menyiarkan berita yang baik dan menyejukkan.

Dhamma TV pada usianya yang memasuki 8 tahun,senantiasa menekankan sebuah tanyangan acara pada pola pikir yang benar. Itulah sebabnya Dhamma TV menghadirkan beragam acara yang berkaitan dengan realita kehidupan di masyarakat melalui sentuhan-sentuhan program yang selalu menimbulkan kedamaian di hati. Unsur Edukasi, Etika universal, sosial dan budaya serta spiritual menjadi andalan setiap bentuk dan format program acara siaran Dhamma TV. Komitmen memajukan dan mencerdaskan bangsa adalah salah satu tujuan Dhamma TV hadir ditengah masyarakat.

Beberapa Mata Acara di Dhamma TV

[images type=”carousel” cols=”four” auto_slide=”true” lightbox=”true”]
[image link=”5476″ image=”5476″]
[image link=”5475″ image=”5475″]
[image link=”5474″ image=”5474″]
[image link=”5473″ image=”5473″]
[image link=”5472″ image=”5472″]
[image link=”5471″ image=”5471″]
[image link=”5470″ image=”5470″]
[image link=”5469″ image=”5469″]
[image link=”5468″ image=”5468″]
[image link=”5467″ image=”5467″]
[image link=”5466″ image=”5466″]
[image link=”5465″ image=”5465″]
[/images]

Pemirsa Dhamma TV tidak terbatas pada komunitas agama Buddha, tetapi telah mencakup keseluruh lapisan masyarakat tanpa memandang suku,ras dan agama serta strata sosial yang ada.

Kini, Dhamma TV menjadi salah satu televisi favorit bagi masyarakat Batu dan Malang. Televisi yang bermarkas di jalan Ciliwung 57E Malang ini berusaha tampil beda dibandingkan televisi lain sebagai media edukasi, etika, moral, sosial, kebudayaan dan spiritual universal tentang realitas kehidupan manusia yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda karena dianggap kuno dan sudah tak keren lagi. Nilai tersebut sekarang mulai luntur dalam kehidupan masyarakat perlu dikembangkan demi mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik. Misi Dhamma TV adalah menumbuhkan etika moral dengan berpikir secara cerdas dan logis dalam menganalisa persoalan hidup kemasyarakatan yang semakin kompleks.

Profil Bhante Dhammavijayo Mahathera, Pendiri Dhamma TV

Berawal dari keingintahuan untuk mengenal sifat karakter Beliau sendiri, Bhante yang sejak kecil hobi sekali membaca buku ini menemukan bahwa meditasi adalah jalan keluar yang dapat mengendalikan kegelisahan pikiran yang sering dialaminya.

bhikkhu_dhammavijayoMaka Bhante mulai berlatih meditasi, mulanya 10 menit, setiap pagi dan malam hari. Setelah satu bulan ternyata Bhante merasakan rasa tenang, damai, dan bahagia mengisi batinnya.Sering merenung, membuat Bhante menyadari bahwa kebahagiaan duniawi itu sifatnya hanya sementara dan tidak memuaskan.Walau kita mendapat sesuatu yang kita senangi, pada akhirnya keadaan itu membuat kita khawatir, cemas, dan jengkel. Tetapi kebahagiaan dari memiliki batin yang damai hanya kita sendiri yang dapat merasakannya, tiada seorang pun yang bisa mencurinya, tiada sesuatu pun yang membuatkita takut dan resah. Itulah yangdikatakan kebahagiaan sejati.Memang betul apa yang dikatakan Buddha bahwa hanya ada satu cara untuk mencapai kebahagiaan yaitu kita sendiri yang memperjuangkan dengan sekuat tenaga.

Bhante membuktikan sabda Buddha tersebut. Selama menjadi Samanera dibimbing oleh Achan Maha Bowa selama kira-kira 35 hari di Thailand, Bhante berlatih dengan tekad yang kuat.

 

Bhante mulai mengurangi waktu tidur,makan yang biasanya 2x sehari menjadi 1x sehari dan memperbanyak waktu meditasi.Selama berlatih Bhante pernah merasakan begitu capeknya, begitu sakitnya sampai tidak tahan lagi.Lalu Bhante merenungkan perjuangan Guru junjungan kita yang jauh lebih berat perjuangannya untuk menemukan jalan pembebasan. Akhirnya Bhante sadar bahwa usahanya ini belum seberapa dan harus lebih semangat berlatih. Semenjak itu Bhante pindah ke Wat Him Mark dengan bimbingan Luang Po Thate Desarangsi selama 8 vassa. Bhante sempat pulang ke Indonesia dan bervassa di Menado lalu kembali lagi ke Thailand melanjutkan latihan. Semenjak tahun 1986 bervassa di vihara Dhammadipa Arama Batu dan vihara Vippasana Graha Lembang Bandung.

Screenshot_6

Pada tahun 2003 Bhante mendirikan pemancar radio untuk DhammaFM di Samarinda tetapi hanya bertahan 5 tahun karena kekurangan dana dan support dari umat. Terbatasnya kapasitas vihara untuk menampung para umat dan kurangnya jumlah Dhammaduta di Indonesia merupakan salah satu faktor pencetus didirikannya Dhamma TV.

Diusia ke 8 tahun, Dhamma TV tetap bertahan ditengah berbagai kendala yang muncul. Masalah utama adalah mengenai pendanaan untuk menunjang biaya operasional. Belum lagi hal-hal teknis diluar perkiraan yang terjadi. Seperti saat artikel ini ditulis,pemancar Dhamma TV disambar petir ,sehingga dibutuhkan dana sekitar Rp. 350 juta untuk melakukan penggantian. Untuk umat Buddha atau vihara yang ingin mendukung DhammaTV dapat menyumbangkan ide-ide untuk menghasilkan program-program di Dhamma TV atau berdana ke rekening berikut :

bca
Nomor Rekening Untuk Donasi Operasional Dhamma TV
dtv
Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Bangun, Jangan Lengah

Read Next

Mencari Pelindung Sejati

Leave a Reply

Your email address will not be published.