Burung Elang Ini Datang Memohon Trisarana

Hari ini tanggal 29 Maret 2014, terjadi sesuatu peristiwa yang tidak biasanya, sekitar sore hari, ketika kami sedang sibuk menata altar baru, Ada seekor burung elang terbang dan menabrak jaring jendela hingga robek, berhenti di pinggir jendela.

0
 Kehadirannya yang tiba-tiba memancing perhatian seluruh vihara, kakak seperguruan kami merekam peristiwa ini dengan kamera HP.
1
Guru kami menghampiri elang ini, melafalkan doa trisarana, elang mendengarkan dengan seksama .
2
Guru juga mengusap kepalanya dan memberikan berkat untuk nya dan dia dengan jinak menundukkan kepalanya.
3
Setelah mendengarkan doa yang cukup panjang dari guru , dia terus berdiam dekat jendela tidak ingin pergi.
4
Melihat hal ini, guru dengan penuh cinta kasih dan kasih sayang membiarkan dia masuk ke dalam rumah.
5
Kakak seperguruan menyediakan makan dan minum, dia hanya melihat tanpa disentuh.
6
Matanya menyorot dengan tajam, paruh dan cakarnya yang tajam menambah kegagahan burung elang ini.
7
Ketika ada salah seorang kakak seperguruan ingin memegangnya, dia berteriak tanda tidak suka, rupanya hanya guru yang bisa memegangnya untuk memberikannya berkah.
8
Melihat hal ini, guru bertanya padanya :” Apakah kamu datang untuk mendengarkan Sutra ?” Dia mengangguk-anggukkan kepala. Guru bertanya lagi :” apakah kamu tidak mau pergi ? dia menggelengkan kepala. Kamu mau mendengar kan sutra ? dia mengangguk kembali. guru kemudian melafalkan sutra lagi kurang lebih seperempat jam.
9
Pemandangan ini membuat semua terhenyak. Pada saat ini dia membalikkan badan melihat pada semua,semua yang hadir bilang, kalau ingin mendengarkan sutra namaskaralah pada guru. Dia seperti mengerti dia menundukan badan dan kepalanya. Kakak seperguruan mengusulkan guru memberi dia nama buddhis.
10
Guru kemudian dengan lembut bertanya :” Apakah kamu ingin nama Buddhis ?” dia kembali menganggukkan kepalanya. Nama mu adalah Sheng Lai kata guru.
11
Elang nampak sangat gembira, mungkin berterima kasih pada guru. semua kakak seperguruan mengelu-elukan nama Sheng lai. Sheng lai pun menatap tajam kepada semua yang hadir, seakan ingin mengingat setiap wajah yang hadir. Setelah berdiam cukup lama, akhirnya Sheng lai pergi meninggalkan vihara melalui lubang jendela.
Kedatangan Sheng lai ibarat seorang anak yang menemukan rumahnya kembali, menemukan orang tua yang mengasihinya, membawa kebahagiaan dan keberkahan.
Kedatangan Sheng lai ibarat seorang anak yang menemukan rumahnya kembali, menemukan orang tua yang mengasihinya, membawa kebahagiaan dan keberkahan.

Sumber : http://mp.weixin.qq.com/
Diterjemahkan Oleh : David Kurniawan

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Boriska: Mengingat Kehidupan Lampaunya Berasal dari Planet Mars

Read Next

John Caudwell: Punya Rp 39 Triliun, Pria Ini Tak Bahagia

One Comment

  • Luar biasa.. very inspiring.

Leave a Reply

Your email address will not be published.