Closed: Papa Saya Butuh Dana Untuk Membeli Obat

[iconbox title=”KASUS DITUTUP” title_align=”left” content_align=”left” layout=”boxed” bg=”#eded6d” title_color=”#000000″ align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-spinner5″ icon_align_to=”box” size=”32″ ]Bp. Yusuf Jacub telah meninggal dunia pada hari Jumat tanggal 26 September, pukul 21.30. Untuk itu penggalangan dana untuk beliau dinyatakan ditutup. Untuk pertanggungjawaban dana , berikut nama donatur dan pengeluaran akan sesegera disusulkan, karena anaknya Adikin saat ini tengan mempersiapan kremasi Bp. Yusuf yang akan dilaksanakan pada hari Selasa 30 September. Atas segala bantuan dari para donatur,pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya. Semoga semua amal baik yang telah dilakukan dapat berbuah berupa kesehatan,umur panjang, kesuksesan dan kebahagiaan.[/iconbox]

Bapak Yusuf Jacub saat ini menderita komplikasi berupa Pneumonia, Herpes Zozter dan Glaukoma. Keluarga sudah tidak sanggup lagi menyediakan dana untuk pengobatan. Biaya obat-obatan perminggu mencapai 3 juta rupiah. Keluarga diwakili oleh anak Tertuanya Adikin, memohon kerelaan hati dan simpati para sahabat sekalian,semoga dapat mengumpulkan dana untuk melanjutkan pengobatan papanya.

[button color=”red” link=”http://segenggamdaun.com/2014/01/laporan-nama-donatur-penggunaan-dana/” size=”bigger”  align=”left” font_weight=”bold” radius=”10″ outer_border=”true” outer_border_color=”#dd7171″ icon=”momizat-icon-thumbs-up”]Nama Donatur[/button] [button color=”green” link=”http://segenggamdaun.com/2014/01/bukti-bukti-penerimaan-pengeluaran-dana/” size=”bigger” align=”right” font_weight=”bold” radius=”10″ outer_border=”true” outer_border_color=”#a2d67e” icon=”momizat-icon-calculate”]Bukti Pendukung[/button]

[iconbox title=”PENJELASAN” title_align=”left” content_align=”left” layout=”boxed” bg=”#ededa6″ border=”#dd9933″ title_color=”#000000″ content_color=”#dd2a2a” align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-bubbles” icon_align_to=”title” size=”32″ icon_bg_color=”#ededa3″ icon_bd_color=”#dd9933″ ]Pihak Keluarga bersedia untuk melaporkan penerimaan dana berikut nama donatur yang masuk. Laporan akan dipublish pada website ini, dan dihalaman Facebook Adikin.

Penggunaan dana akan disertai bukti kuitansi yang juga akan dipublish di website ini dan halaman Facebook Adikin.

Admin segenggamdaun.com, berhak menghentikan penggalangan dana apabila kebutuhan dana sudah mencukupi, ataupun jika terjadi permasalahan dikemudian hari.

Admin segenggamdaun.com hanya sebatas meneruskan Informasi, dan tidak terlibat dalam penerimaan dan penggunaan uang dana. [/iconbox]

Berikut adalah kronologis sakit Bapak Yusuf Jacub, yang ditulis langsung oleh anak tertuanya Adikin.

Sesak nafas yang sering dialami ayah sudah sangat lama sejak beberapa tahun yang lalu. Dengan obat obatan umum biasanya sesak nafasnya dapat teratasi. Oleh karena beliau sangat memahami kondisi ekonomi anak-anaknya, beliau selalu menolak untuk melakukan cek kesehatan di rumah sakit.

Hingga pada tanggal 11 Agustus 2014,  ketika ayah saya merasa sesak nafas akut yang sangat membuatnya menderita dan sakit beliau bersedia untuk dibawa ke dokter. Oleh dokter klinik yang biasa dikunjunginya beliau di rujuk ke RS Materna.
Hasil diagnosa dari foto rontgen disimpulkan bahwa beliau menderita pneumonia infeksi paru paru dan ditangani oleh Dr. Sahat Halim dan Prof. Dr. Luhur Soeroso Sp.P(K).
Pada hari kedua di RS Materna, muncul bintik bintik seperti alergi di hidung bagian atas sebelah kiri dekat mata. Awalnya kami mengira hal tersebut hanya dikarenakan beliau alergi terhadap masker oksigen yang dipakainya.

Kemudian hasil pemeriksaan olehProf. Dr. Luhur Soeroso Sp.P(K) disimpulkan bahwa bentol bentol tersebut adalah Herpes Zoster / Cacar Api. Herpes tersebut berkembang dengan sangat cepat sehingga membuat ke dua belah matanya tidak bisa terbuka.dan memicu sakit kepala yang luar biasa yang hanya bisa dirasakan olehnya.Kemudian ditangani oleh spesialis kulit Dr. Djohan Sp.KK.
Oleh karena ayah menyadari keadaan ekonomi anak-anaknya dan mengkhawatirkan biaya opname yang mahal dan untuk menjaga martabat anak-anaknya dia berkeras untuk segera keluar dari rumah sakit dan dirawat jalan di rumah saja.
Pada tanggal 14 Agustus 2014 akhirnya dia dibawa pulang. Menghabiskan biaya opname rumah sakit + obat-obatan hamper 10jt rupiah.

Tetapi keesokan harinya 15 Agustus 2014, di malam hari beliau mengalami sesak nafas yang sangat parah sekali yang membuat wajahnya menjadi hitam kehijauan. Urat urat pada kedua kelopak mata dan pipinya menonjol keluar. Kondisi kedua belah matanya yang bengkak dan tertutup akibat virus herpes semakin melemahkan kondisi beliau.

Adikin bersama Papanya, saat papanya  menjalani Terapi
Adikin bersama Papanya, saat papanya menjalani Terapi

Melihat kondisinya yang sangat buruk tersebut, adik saya yang ketakutan kemudian membawanya ke RS Murni Teguh Medan dan segera dirujuk ke ruang ICU.
Setelah bertanya soal kemungkinan biaya jika beliau dirawat di ICU, akhirnya kami memilih untuk dirawat di ruang HCU yang lebih murah dari ICU dan ditangani oleh Dr. Fajinur Syarani Sp.P(K). Semakin hari kondisinya semakin menurun akibat penyakit pneumonia (paru-paru) nya telah mengalami infeksi yang sangat parah dan komplikasi.

1 Minggu berada di ruang HCU kondisinya semakin kritis. Oleh Semua keluarga telah berkumpul untuk kemungkinan buruk yang akan terjadi. Namun karena kondisi tubuh beliau yang kuat, keesokan harinya beliau berhasil melewati masa kritis. Dan kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap biasa Tgl. 25 Agustus 2014.

Namun kondisi matanya semakin parah. Tanggal 26 Agustus 2014, beliau menyuruh saya untuk menyalakan lampu karena sangat gelap. Padahal saat itu ruangan sudah terang. Namun beliau masih merasakan kegelapan.

Minggu 31 Agustus 2014, atas permohonan kami, beliau diizinkan untuk pulang oleh dokter dan harus melakukan rawat jalan dan pemeriksaan selama seminggu sekali. Beban biaya RS yang mencapai 85jt sebagian besar adalah merupakan bantuan keluarga dan para dermawan.

Selasa 2 September 2014, kami membawanya ke RS Columbia Asia untuk mendiagnosa kondisi matanya. Dr. Sujan Alfing menvonis kalau mata sebelah kanannya sudah buta permanen karena sudah melebihi 24 jam syarafnya tidak mengalirkan darah ke mata. Glaukoma mengakibatkan tekanan pada ke dua bola matanya sangat tinggi. Oleh dokter Sujan, beliau disarankan untuk Scan otak MRI untuk mengetahui mengapa syaraf matanya tidak berfungsi dan membawanya ke Dokter spesialis syaraf.
Kamis 4 September 2014, Diagnosa dokter syaraf mengatakan bahwa beberapa syarafnya tersumbat dan bisa dikatakan stroke syaraf.
Jum’at 5 September, beliau mengeluh rasa sakit yang luar biasa pada mata sebelah kirinya. Kemudian dibawa lagi ke Dr. Sujan untuk pemeriksaan keesokan harinya. Menjawab pertanyaan kami (keluarga) Dr. Sujan mengatakan setipis apapun kondisi matanya sebelah kiri bahkan walau tidak ada harapan lagi kondisi matanya harus tetap diperjuangkan agar tidak sampai merusak syaraf pendengarannya dan bahkan otaknya.

Sampai pada hari ini beliau masih sering mengeluh kesakitan yang sangat pada kepalanya. Dan hal tersebut Cuma diatasi oleh obat pereda rasa nyeri dan obat tidur pada malam harinya. Terkadang beliau mengeluh kesemutan bagian atas kepalanya, rasa nyeri di matanya bahkan telingga terasa berdengung. Bahkan sering sekali berbicara tidak jelas dan ngawur.

[images type=”carousel” cols=”five” auto_slide=”true” lightbox=”true”]
[image link=”4830″ image=”4830″]
[image link=”4831″ image=”4831″]
[image link=”4832″ image=”4832″]
[image link=”4833″ image=”4833″]
[image link=”4836″ image=”4836″]
[/images]

Sebagai anak tertua yang baru mendapatkan pekerjaan dengan gaji UMR di pabrik plastic beberapa bulan ini menggantikan adikku yang mendapatkan pekerjaan lain, tentunya sangat tidak mungkin bagi kami untuk membiayai pengobatan orang tua saya.
Memang, dulunya keadaan ekonomi keluarga kami sangat baik sebelum krisis moneter tahun 1998 yang membuat usaha kopi bubuk papa bangkrut akibat pinjaman bank dan ditambah biaya pengobatan depresi mamaku. Diperburuk dengan usaha adik adikku yang gulung tikar di tahun 2010.

Namun semua itu masih bisa kami tangani dengan baik dengan bekerja dan mencari pekerjaan sampingan sehingga dapat saling bahu membahu (4 bersaudara 2 laki laki 2 perempuan )untuk mengatasi biaya kehidupan walau harus berhemat secara ketat. Pengobatan depresi mama terpaksa dihentikan.

Kami juga telah mencoba mengurus BPJS, cuma untuk jenis obat-obatan yang digunakan Papa adalah tidak termasuk kedalam jenis yang dapat diklaim ke BPJS.

Kami telah mengkonsultasi masalah mahalnya obat-obatan yang harus ditebus kepada dokter. Tetapi dokter mengatakan keadaan pasien dengan infeksi paru paru seperti papa dan sudah komplikasi ini harus diberikan penanganan yang khusus dan tidak dapat sembarangan memberinya obat. Dokter bisa memberikan obat alternative yang jauh lebih murah dengan resiko efek samping yang telah diterangkan dan membutuhkan tanda tangan keluarga untuk itu. Sehingga dengan terpaksa kami harus mengikuti prosedur yang seharusnya dijalankan. Dan sesuai prosedur tersebut, terlihat kesehatan papa semakin membaik

Oleh karena itu saat ini kami hanya dapat berharap sumbangan dari yayasan, donator  atau dermawan yang bersedia menangani biaya rawat jalan papa saat ini.

[highlight bgcolor=”#eded7d” txtcolor=”#000000″]Untuk Donasi Dapat Disalurkan Kenomor Rekening Berikut[/highlight]

Nomor Rekening Penyaluran DOnasi
Nomor Rekening Penyaluran Donasi

 

10708074_731131163588822_1391790149_n

[iconbox title=”KETERANGAN Lainnya dapat Menghubungi Kontak berikut” title_align=”center” content_align=”center” layout=”boxed” bg=”#dd6e6e” title_color=”#000000″ content_color=”#000000″ align=”left” type=”vector” icon=”momizat-icon-phone” icon_align_to=”title” size=”32″ ]Nama : Adikin

Alamat : Jl. Sikambing gg. Selamat No.19A Medan

No. HP : 081269199168

Pin BB : 7CBDFD22 [/iconbox]

Screenshot_10
Halaman Facebook ADikin (Putra Tertua Bp. Yusuf Jacub)

[box type=”note” fontsize=”14″ radius=”10″]Nama para donatur, dan bukti penggunaan dana, akan dibuatkan Link tersendiri. Perkembangan Bp. Yusuf Jacub akan selalu diupdate di website ini selama penggalangan dana belum ditutup. Untuk masukkan dan saran, dapat diberikan pada kolom komentar dibawah. [/box]

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Anak Ini Menolak Makan Daging, Ia Ingin Hewan itu Bahagia

Read Next

Para Ilmuwan Jerman Buktikan Ada Kehidupan Setelah Kematian

Leave a Reply

Your email address will not be published.