Burung Pipit ini Bisa Melafalkan Amituofo

Kisah ini berawal dari musim panas di tahun 2012, pada bulan ke-8 angin topan Sura telah menerbangkan sebuah sarang burung pipit ke atas Pohon Maple harum yang tingginya beberapa meter. Setelah melalui hujan dan badai semalaman, saat hari cerah, muncullah sebuah keajaiban kehidupan, dari sarang burung tersebut relawan menemukan empat ekor burung kecil keluar dari cangkang telur.

Kebetulan pada saat itu para anggota Sangha yang kuliah di “Dharma Drum University”, sedang berada di kampus Taichung menjalani latihan. Empat ekor satwa kecil tersebut, menjadi bahan pembelajaran bagi para mahasiswa anggota Sangha tersebut, burung kecil itu diberi makan melalui jarum suntik, dengan cahaya lampu memberikan kehangatan pada mereka. Selanjutnya para relawan dan anggota Sangha juga menjaga dan merawat mereka, diantara empat ekor burung tersebut, hanya tiga ekor yang selamat dan tumbuh besar.

Pada suatu hari, anggota Sangha Dharma Drum, Master Chang Chao, menemukan sebuah kejadian yang menakjubkan, sepatah demi sepatah lafalan “Amituofo” yang begitu jelas muncul dari mulut seekor burung pipit yang diberi nama “Kuan-da”.

Setelah melalui pengambilan kesimpulan, Kuan-da yang lincah memang selalu dekat dengan semua orang, selalu terbang hinggap di bahu maupun tangan para anggota Sangha, maka itu setiap hari mendengar para anggota Sangha dan relawan melafal Amituofo untuk mendoakannya, di dalam lingkungan Buddha Dharma sedemikian dan satu kurun waktu, akhirnya dia juga turut melafal Amituofo.

[mom_video type=”youtube” id=”nUpSvqinBk8″]

Manusia dan burung saling berinteraksi melalui suara, kisah yang menggugah ini telah menyebabkan mereka yang hadir di kampus Bao Yun selain merasakan kejutan juga membawa keharuan yang mendalam.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Anak Kecil 1 Tahun ini Setiap Hari Membantu Melayani Para Bhikkhu & Vihara

Read Next

Closed : Baby Lollie Butuh Bantuan Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published.