Saddhā Dan Kebajikan Tiang Agama

Dalam semua agama, unsur  keyakinan, iman, kepercayaan terhadap sesuatu yang menjadi tiang pokok agama menempati tempat yang penting sekali. Iman menjadi tiang agama. Dikatakan bahwa kini banyak orang beragama namun tidak beriman. Apakah maknanya? Bukankah semua orang beragama memiliki iman?

Banyak macam ragam orang beragama: ada yang KTP; ada yang hanya mengikuti  ritual secara teratur sebagai simbol orang bertakwa (taat penuh); ada yang memakai  pakaian, asesoris kalung, gelang, tasbih sebagai tanda ia beragama yang taat.

Ada juga bentuk lain bagaimana orang berperilaku kekerasan memaksakan kehendak keyakinan kelompoknya pada orang lain yang seagama namun tidak sama mazhabnya ataupun pada pemeluk agama lain.

Hal-hal tersebut di atas hanyalah “bungkus” dan bukan “isi”. Isi sesungguhnya dari agama adalah “Kebajikan” pada semuanya (orang, makhluk lain, maupun lingkungan alam) tanpa diskriminasi. Suatu Kebajikan Universal yang berlaku tanpa batas jaman dan tempat.

Terdapat empat elemen Saddhā yang penting bagi umat Buddha, yaitu:

1.    Tathagatabodhi  Saddhā

2.    Kamma Saddhā

3.    Vipāka Saddhā

4.    Kammassakatā Saddhā

Tathagatabodhi  Saddhā

Sesudah membaca dan mempelajari sejarah kehidupan Guru Junjungan kita serta Ajaran-Nya yang universal, maka semua umat Buddha meyakini atas kemahasempurnaan kesucian serta sifat-sifat Sang Buddha serta keyakinan bahwa Sang Buddha mampu mencapainya dengan usaha-Nya sendiri tanpa bantuan makhluk adi-kodrati yang lain. Betapa beratnya perjuangan Beliau pada kehidupan lampau serta kehidupan sekarang guna merealisasikan cita-citanya yang amat luhur bagi kemanusiaan.

Karenanya Dhamma yang diajarkan tersebut sesudah kita cerna dengan pikiran dan hati nurani yang dalam serta bandingkan dengan ajaran lain, maka timbullah keyakinan bahwa ini adalah Jalan Lurus, Jalan Kebenaran yang membawa pada Pembebasan dan Kebahagiaan Sejati.

Apapun bentuk dan kebaikan suatu ajaran bilamana tidak dipraktikkan tidak akan menghasilkan buah, maka ia akan tinggal sebagi “teori” saja. Para teoritikus yang mengenal dan kadang kala hafal atas ajaran Buddha (Buddhalogi) ini seringkali disebut sebagai Buddholog. Ibaratnya mereka sangat tahu resep makanan, namun mereka belum pernah mempraktikkannya serta menikmati lezatnya makanan tersebut. Trilogi ini sangat penting, yaitu Teori – Praktik (Pembuktian)  – Hasil Akhir. Inilah ilmu pengetahuan.

Dalam ajaran Sang Buddha terdapat tiga hal yang seringkali ditekankan dan dihargai tinggi banyak pihak yaitu ajaran tentang love (mettā/kasih sayang), karuna (welas asih dan siap menolong dengan ketulusan), serta forgiveness (penuh maaf), dan ahimsa (tanpa kekerasan).

Bilamana konsep ini dikerjakan, maka itulah yang diartikan sebagai kebaikan yang sesungguhnya yang akan membawa hasil pada persahabatan,  kehormatan dan nama baik.

Kamma Saddhā

Sang Buddha mengajarkan kita tunduk pada Hukum Kamma sebagai Hukum Universal, yang tidak diciptakan makhluk adi-kodrati. Merekapun juga terkena hukum tersebut.

Lihatlah peristiwa yang baru terjadi minggu ini, beberapa anak balita  yang sedang tidur siang meninggal dunia ketiban pesawat Fokker yang jatuh menimpa dirinya. Adakah makhluk adi-kodrati yang mengatur peristiwa tersebut secara kejam?

Apapun yang terjadi di alam ini, di sekitar kita tidak lain dilandasi oleh Hukum Kamma, hukum sebab akibat yang saling bergantungan.

Dengan memahami kebenaran Hukum Kamma, maka kebajikan melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan kita kembangkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan hubungan yang harmonis dan terhormat dengan sekeliling kita. Bukankah kita semua merindukan kebahagiaan bersama yang lebih awet?

Vipāka Saddhā

Keyakinan terhadap akibat Hukum Kamma. Sangatlah kita yakini semua bentuk perbuatan dengan pikiran, ucapan, maupun perbuatan akan berbuah, tergantung bibit, tanah, iklim dan pengelolaannya. Siapa menabur akan menuai. Oleh karenanya seorang umat Buddha lebih takut pada Hukum Kamma daripada terhadap makhluk adi-kodrati sehingga dengan penuh kesadaran mereka merasa malu berbuat buruk (hiri) dan takut akan akibat perbuatan buruk mereka (otappa). Pada jaman sekarang di negara kita Hiri dan Otappa ini tumbuh sangat sedikit di masyarakat. Orang berani mengangkat sumpah namun pada kenyataannya pengakuannya penuh sampah, penuh dusta/kebohongan guna menutupi kesalahan dirinya serta kelompoknya. Kehancuran suatu bangsa mendekati kenyataan akibat tidak memiliki rasa malu dan rasa takut, sedangkan mereka katanya beragama dan ber-Tuhan. Bila sebaliknya, maka kita akan penuh kebajikan dan menjadi manusia yang terberkahi.

Kammassakatā Saddhā

Keyakinan bahwa semua makhluk memiliki kamma masing-masing dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Keyakinan ini menyadarkan kita semua mengapa di dunia ini penuh perbedaan dalam banyak hal. Banyak kejadian yang tidak terduga baik yang menguntungkan maupun yang merugikan (malapetaka). Kesadaran tentang keyakinan ini berakibat kita selalu mensyukuri apapun yang kita terima pada hari ini (baik atau buruk) dan kita berusaha selalu  meningkatkan kebajikan  yang manfaatnya juga dirasakan orang lain.

Kesimpulan

Bila kita menjalankan ajaran Sang Guru dengan penuh keyakinan, maka berarti berbuat Kebajikan (virtue) untuk kebahagiaan orang banyak dan diri sendiri. Tentu konsekuensinya adalah kita akan memiliki banyak sahabat, banyak keberuntungan karena orang percaya kita, kita dihargai serta dihormati dimanapun kita berada.

Seseorang yang penuh Saddhā dan Kebajikan, juga memperoleh nama baik dan keberuntungan. Ia akan dihormati kemanapun ia pergi. (Dhammapada syair 303)
Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Hidup Sehat Berbahagia

Read Next

Cara Paling Efektif Untuk Menolong Leluhur

Leave a Reply

Your email address will not be published.