Berlindung pada Buddha Dhamma Sangha

Anda akan mendengarkan hal-hal antara lain:

  • Kapan Pangeran Sidharta lahir menurut versi Mahayana?
  • Jika bukan lahir dari rahim ibunya, dari bagian tubuh yang mana Pangeran Sidharta lahir ?
  • Perbedaan teks pali dan sansekerta dalam menanggapi ‘7 langkah’ bayi Pangeran Sidharta?
  • Sebuah negara Asia yang lazim ditemukan orang dibayar untuk pindah agama.
  • Tiga hal yang perlu kita perhatikan saat menyatakan berlindung pada Buddha.
  • Apa yang membedakan di antara patung-patung Buddha yang ada di seluruh dunia?
  • Apakah seorang umat Buddha harus mempunyai altar di rumahnya?
  • Daerah mana di Jakarta terdapat komunitas tertua orang Tionghoa?
  • Apa makna kita berlindung kepada Dhamma?
  • Dua hal umum yang mewarnai hidup kita yang membawa dukkha.
  • Bagaimana menyikapi sikap materialistis saat ini.
  • Kisah Tiongkok kuno mengenai Shu Chin perdana menteri 6 negara dari kota Luo Yang.
  • Apa tujuan belajar Dhamma yang paling mendasar?
  • Bagaimana berlindung kepada Sangha.
  • Apa perbedaan umum antara kelenteng di Pegunungan dan di pesisir?

Bagian 2 (Tanya jawab)

Beberapa pertanyaan antara lain:

  • Dimanakah Buddha saat ini?
  • Apa beda Sakyamuni Buddha dan Amitabha Buddha?
  • Apakah sembahyang harus pakai hio?
  • Bagaimana menyikapi pasangan beda agama?
  • Apa berhala itu?
  • Dimanakah alam Sukhavati itu?
  • Apakah perbuatan Pangeran Sidharta meninggalkan istri dan anaknya dapat dianggap perbuatan tidak bertanggung jawab?
  • Pengertian Bodhisatva dan jenisnya.

Sumber:ceramahdhamma.com

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Banyak Jalan Menuju Dhamma

Read Next

Dharma dan Kehidupan

Leave a Reply

Your email address will not be published.