Annisa : Secara Tiba-Tiba Kuasai Empat Bahasa dan Mampu Membaca Masa Depan

Annisa Rania Putri memiliki segudang keistimewaan ketimbang anak-anak seusianya. Keistimewaan itulah yang kemudian dianggap sebagai suatu keanehan dalam diri Annisa. Tak hanya menguasai empat bahasa asing sekaligus, Annisa juga memiliki kemampuan untuk melihat kehadiran ‘makhluk halus’ di sekitarnya. Selain itu, pengetahuan berbagai bidang mulai dari ekonomi hingga politik pun dikuasainya dengan mudah seperti kemampuannya yang mampu melihat masa depan. Lalu bagaimana kisahnya?

Hasil Dari Kepasrahan

Annisa Rania Putri, begitu nama pemberian dari kedua orang tuanya, dr Arwin SpKj dan Yenni Handojo. Annisa lahir pada 5 Juli 1999. Tak ada firasat apa pun saat Yenni mengandung Annisa. Namun Yenni mengaku ketika hamil, ia lebih banyak berdoa kepada Tuhan atas keselamatan anak yang tengah dikandungnya saat itu. Usianya yang kepala tiga pun dianggap cukup riskan untuk melahirkan seorang anak sehingga harus caesar.

“Saya pasrahkan ini semua pada-Mu, ya Tuhan. Dalam pendidikan dan perawatan bayi ini saya serahkan pada-Mu, Tuhan,” ujar Yenni sesaat sebelum melahirkan. Selang beberapa lama setelah melahirkan,beruntung bagi Yenni karena ia terpilih sebagai salah seorang pemenang hadiah sepeda motor dari undian yang diadakan sebuah bank swasta. “Harga sepeda motor itu setara dengan biaya rumah sakit saat saya melahirkan dengan caesar,” ujar Yenni sembari tersenyum. “Jadi sebenarnya Annisa membiayai sendiri kehadirannya di dunia,” lanjutnya singkat.

Master Foto_Rahmat (1)

Menguasai Empat Bahasa

Kebahagiaan pasangan Yenni dan Arwin bertambah seiring dengan semakin besarnya putri kecil mereka. Namun, pasangan ini terkejut ketika Annisa mampu berbicara di usianya yang baru menginjak 6 bulan. “Papa..!!!”, begitulah kata pertama yang diucapkan Annisa kepada ayahnya. Namun, setelah kata pertama yang berhasil diucapkannya tersebut, Annisa tak lagi berbicara hingga usianya menginjak 1 tahun. Alhasil, banyak orang terdekat yang keheranan karena Annisa tak banyak mengeluarkan kata-kata.

Yenni pun sempat merasa khawatir dengan kondisi anaknya itu. Akan tetapi, tiba-tiba Annisa mampu berbicara dengan lancar. Bukan bahasa Indonesia yang dikuasainya, melainkan bahasa Inggris yang sama sekali bukanlah bahasa sehari-hari di dalam rumahnya. Hal tersebut kembali membuat kedua orang tuanya terheran-heran dengan kemampuan Annisa yang lancar berbahasa Inggris layaknya seorang native speaker.

Tak hanya lancar berbahasa Inggris di usianya yang belum menginjak tiga tahun, Annisa juga telah mampu mengoperasikan komputer. “Dia bisa meng-install komputer saat 2,5 tahun,” ungkap Yenni yang juga sempat merasa tidak percaya dengan kemampuan anaknya tersebut. Padahal kala itu, tak pernah ada orang yang mengajarkan Annisa. Seiring berjalannya waktu, barulah diketahui bahwa Annisa juga menguasai bahasa Belanda, Arab, dan Korea. Bahkan saat membaca buku dengan tulisan Mandarin pun, ia sanggup memahaminya dengan baik. Diakui sang ibu, Annisa juga tidak suka bergaul dengan anak-anak seusianya.

karena kecil untuk ceramah harus naik kursi

Melihat Makhluk Halus

Keanehan lainnya muncul saat Annisa lebih menyukai buku bacaan asing dengan topik serius ketimbang komik yang biasa disukai anak-anak. “I havesomething to do with this history,” ujar Annisa saat mengutarakan alasannya membaca buku tentang lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci. Buku-buku asing berukuran tebal tidak menjadi halangan bagi Annisa untuk membacanya. Buku-buku yang dikoleksi, diantaranya adalah Da Vinci Code, The Secret, Meditasi, dan sejenisnya. Selera bermusiknya pun cukup unik untuk ukuran anak seusia Annisa. Ia menyukai musik klasik karya Schubert,Mozart, dan Bach. CD musik koleksi penyanyi tenor, seperti Placido Domingo, Jose Carreras, dan Luciano Pavarotti menjadi lantunan yang wajib didengar Annisa.

Keistimewaan Annisa yang dianggap sebagai anak indigo ini juga terlihat dari kemampuannya melihat ‘makhluk lain’ yang tak bisa dilihat oleh manusia pada umumnya. “Di sebelah saya, ada,” ujar Annisa dengan berbahasa Inggris sambil menyeruput coffee late-nya. Menurutnya pula, makhluk halus itu terbagi menjadi dua. “Bad and good (jahat dan baik),” ujarnya singkat. Tak ayal, Annisa selalu menghindar bila ia melihat makhluk halus jahat di dekatnya. Kemampuannya tersebut terkadang membuat sang ibu ketakutan. “Lama kelamaan ya masa bodoh saja,” ujar Yenni sembari tersenyum kecil.

Kemampuannya melihat makhluk halus bermula ketika nenek dari ibunya meninggal dunia sekitar tahun 2002. Kala itu, saat akan diajak untuk menjenguk neneknya yang tengah sakit keras, Annisa tiba-tiba mengatakan ‘flowers’ (kembang) yang dilihat secaramata batin di dinding dapur rumahnya. Entah suatu kebetulan atau tidak, sesaat setelah itu neneknya meninggal dunia. Sejak saat itulah, Yenni menyadari kemampuan Annisa yang mampu melihat masa depan dan kehadiran sosok makhluk dari manusia yang sudah meninggal. Bahkan hingga saat ini, Annisa mengaku kerap bercengkerama dengan mendiang oma-nya tersebut. “It’s soul (itu adalah ruh),” begitu ungkapan yang dikatakan Annisa tentang sosok makhluk tak terlihat itu.

Untuk Cel e Sby sedang berdialog dengan seorang anak perempuan bernama Anissa dengan menggunakan

Motivator dan Pembicara

Kegemarannya membaca buku-buku asing dan menyerap pengetahuan dengan cepat, membuat Annisa memiliki wawasan yang sangat luas sebagai anak-anak. Alhasil, ia tak pernah merasakan mengenyam pendidikan di sekolah formal hingga kini, kemampuan dan pengetahuannya sendiri sudah setara dengan mahasiswa setingkat S2. Annisa kerap mengatakan kepada ibundanya bahwa ia hanya terjebak dalam tubuh kanak-kanaknya.

Tak heran, Annisa memanggil ibunya dengan nama Yenni. Pasalnya, ia beranggapan bahwa ia lebih tua ketimbang ibu kandungnya sendiri. “I’m older than Yenni, anyway (saya lebih tua daripada Yenni),” ungkap Annisa yang merancang sendiri bangunan empat lantai rumahnya ini. Ia justru memanggil neneknya dengan sebutan mom, yang diakuinya lebih tua daripada dirinya sendiri. “I called her(nenek), mom,” ujar pengagum bintang film Dwayne ‘The Rock’ Johnson ini. Berkat wawasannya yang luas itulah, Annisa seringkali diundang untuk menjadi pembicara di pelbagai acara seminar.

Acara pertama kali yang dihadiri Annisa adalah majelis taklim Thoha pada tahun 2006. Di depan orang banyak, ia menyampaikan pesan alam tentang puasa. Menurutnya, puasa akan menghadirkan energi cinta. Dalam penyampaiannya pun, Annisa menggunakan bahasa Inggris dengan fasih. Sejak saat itu, ia kerap mendapatkan panggilan untuk menjadi pembicara. Bahkan tak jarang pula, Annisa menyampaikan presentasinya di depan civitas akademik universitas. Bahasa yang disampaikannya memang cukup sederhana dan logis. Kendati begitu, makna yang terkandung di dalamnya sangatlah berguna di dalam kehidupan sehari-hari. Tak heran, kediaman Annisa di bilangan Kelapa Gading, kerap dikunjungi orang yang sekadar ingin berkonsultasi tentang masalah yang mereka hadapi.

Annisa sendiri menerima panggilan sebagai pembicara dan menerima konsultasi dari orang hanya dilatarbelakangi keinginannya yang ingin membantu orang. “Saya tidak mengharapkan uang dari menolong orang,” ujar Annisa dengan bahasa Inggris. “Orang yang datang kepada saya karena punya masalah, masak saya meminta bayaran di saat mereka bermasalah dan memohon bantuan,” ujarnya tegas.

Annisa juga lebih banyak menghindar bila disuruh meramal masa depan, meski sebenarnya ia mampu. Annisa lebih suka menyampaikan pesan alam yang didapatkannya kepada masyarakat banyak. Menurutnya, masalah orang hanya mampu diselesaikan oleh orang itu sendiri.

Kini, kehidupan masa kanak-kanaknya dipenuhi dengan berbagai kegiatan sebagai pembicara dan menolong orang. Keistimewaan yang dimilikinya diakui Annisa sebagai sebuah mukjizat dari Tuhan. “It’s a gift,” ujarnya singkat. Meski demikian, Annisa justru tak merasa istimewa dengan segala kelebihannya tersebut. Ia merasa seperti orang-orang pada umumnya. Walaupun, orang mengatakan bahwa ia memiliki berbagai kelebihan, Annisa lebih banyak menggunakan kelebihan tersebut untuk menolong masyarakat. “I just wanna help people to have a better life,” ujar Annisa. “Giving is a key to perfection (memberi adalah kunci menuju kesempurnaan),” tandasnya. 

IMG_9551

Mengumpulkan Pesan Alam yang Diterimanya Dalam Sebuah Buku

Mempelajari apa yang terjadi pada alam di sekitarnya merupakan salah satu keistimewaan Annisa Rania Putri. Ia menyebutnya sebagai pesan alam. Buku yang bertajuk Hope is on The Way ini merupakan kumpulan bahan presentasi Annisa di pelbagai acara. Bahan-bahan tersebut didapatkannya di berbagai kesempatan. Biasanya Annisa mendengar bisikan atau pun tulisan saat tengah malam ketika ia masih terjaga. Pesan alam itu lantas buru-buru dituangkan dalam tulisan tangannya yang hanya mampu dibaca dan dimengerti oleh Annisa seorang.

Sering pula, sang ibu atau saudaranya merekam apa yang diomongkan Annisa langsung sesaat setelah menerima pesan alam. Pesan yang berisikan tentang rahasia kehidupan itu kemudian diketik oleh ibunya ke komputer. Setelah terkumpul dalam jumlah yang cukup banyak, biasanya Annisa akan mempresentasikannya di depan khalayak ramai yakni ketika diundang sebagai pembicara di berbagai acara.

Sebuah penerbit besar lantas menawarinya untuk menerbitkan sebuah buku yang berisi tentang pesan-pesan alam yang diterima Annisa. Karuan saja, ia bahagia karena dapat menyebarkan kebaikan kepada masyarakat banyak. “Soalnya kita repot juga kalau banyak orang yang datang meminta bahan-bahan pesan alam Annisa,” ungkap Yenni, sang ibu. Di dalam buku setebal 143 halaman itu terdapat tujuh tulisan yang mengulas aneka topik, mulai dari puasa, kelestarian lingkungan, psikologi hingga tema keadilan dan cinta kasih. Topik-topik yang tentu saja bukan diperuntukkan bagi anak-anak seusia Annisa pada umumnya.

“Saya berharap pesan-pesan ini bisa mengembalikan harapan orang, menguatkan iman, dan membantu orang memperbaiki hidup,” ujar Annisa yang memiliki keinginan melihat lukisan asli Monalisa di Museum Louvre, Perancis ini. Tak hanya itu saja, ia juga berharap melalui buku ini masyarakat mampu melewati masa-masa sulit yang menjadi ketakutan dalam diri Annisa sendiri. 

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Dr. Jim Withers : Melayani Para Gelandangan

Read Next

Bai Fang Li : Tukang Becak Membiayai Anak Yatim

Leave a Reply

Your email address will not be published.