Jackie Chan : Tersesat Memasuki Jalan Kebajikan

Meski melakukan publisitas yang berkedok kebajikan tapi itu jauh lebih mulia dibanding para penonton yang hanya berucap sinis tanpa berbuat apa-apa. Meski hanya merupakan kebajikan kelas bawah, tapi itu tetap tergolong sebagai suatu kebajikan. Itulah moral yang bisa kita pelajari dari kisah hidup Jackie Chan ” Berpraktik itu jauh lebih indah daripada hanya sekedar berteori.”

Jackie Chan telah membuktikan dirinya sebagai insan yang mampu untuk terus berbuat bajik. Mampu memberi dukungan agar orang baik itu makin lama makin banyak, makin lama makin baik. Dorong dan beri mereka kesempatan, bukan malahan mencela dan mencibir !

Hingga hari ini, Jackie Chan tidak hanya sekedar superstar kungfu, namun dia juga seorang bintang dalam bidang kemanusiaan.

Pernah ada yang bertanya pada Jackie Chan, “Selebritis melakukan kegiatan kemanusiaan apa bukan demi tebar pesona, apakah ada kebohongan (di baliknya)?”

Pertanyaan yang sangat menusuk, Jackie Chan pun menjawabnya dengan lugas, “Ada kebohongan! Saya memulainya dari kebohongan.” Sebuah kejujuran yang mencengangkan setiap orang.

Ketika baru mulai memasuki dunia perfilman, Jackie adalah pemeran pengganti dalam film laga kungfu. Resiko tinggi tapi honor kecil, pekerjaan yang tak berarti di mata orang lain. Tiba-tiba ia menjadi populer dalam sekejap, honornya dari semula 3 ribu yuan meningkat drastis menjadi 4,8 juta yuan. “Menjadi hartawan dalam semalam,” tutur Jackie. Kebahagiaan itu datang begitu cepat, waktu itu dia baru berumur 20-an tahun.

Asalnya miskin dan papa, tiba-tiba memiliki banyak uang, dia tak tahu bagaimana harus menggunakannya. Dia sekaligus membeli 7 arloji kelas dunia dengan merk berbeda. Satu minggu ada 7 hari, jadi setiap hari ganti arloji. Kemudian dia tiap hari mengundang teman-temannya untuk berpesta dan bernyanyi bersama, berusaha menunjukkan pada semua orang bahwa dia sekarang kaya raya.

Seiring dengan popularitasnya yang makin meningkat, ada yang mengundangnya ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan. Jackie berkata, “Saya tidak ikut, tidak ada waktu.” Memang benar dia tidak punya waktu, siang harus syuting film, malam hari minum bir dan disko. Dia sibuknya bukan main, tiada waktu untuk urusan lain. Orang itu berkata, “Kami telah atur semuanya, Anda tidak perlu melakukan apa-apa, cukup datang saja. Itu pun cuma 1 hari. Lagi pula hal ini akan sangat membantu image dan film Anda.” Akhirnya Jackie setuju, meski dengan terpaksa.

Kegiatan hari itu adalah mengunjungi panti asuhan anak cacat. Melihat Jackie Chan muncul di hadapan mereka, anak-anak cacat itu senang sekali, mereka menyebut namanya keras-keras. Asisten memberitahu anak-anak itu, “Chen Lung Dage (Big Brother Jackie Chan) sangat sibuk, tetapi setiap harinya selalu merindukan kalian. Dia kemarin malam tidak tidur, hari ini menyempatkan diri menjenguk kalian.”

Pujian begitu tinggi yang diberikan kepadanya membuat Jackie merasa serba salah. Dia sebenarnya tidak ingin datang, kemarin malam tidak tidur karena begadang di diskotek. “Chen Lung Dage juga membawakan hadiah bagi kalian.” Anak-anak itu sontak bersorak-sorai dan meloncat-loncat kegirangan.

Sebaliknya, Jackie justru merasa bagai orang linglung. Semua itu sudah diatur oleh pihak penyelenggara, sama sekali tidak pernah terpikir olehnya untuk membawa hadiah, bahkan dia juga tidak tahu isi kotak-kotak hadiah itu. Setiap anak mendapat hadiah, lalu satu per satu mengucapkan ‘terima kasih’ kepadanya.

Melihat wajah-wajah mungil dan polos yang tertawa bahagia, dia tiba-tiba merasa malu, tetapi tak ada tempat baginya untuk bersembunyi. Dia jelas-jelas telah membohongi anak-anak itu, tapi yang didapatkannya adalah balasan yang begitu tulus. Dia tidak berani mengutarakan perasaannya itu, yang bisa dilakukannya hanyalah meneruskan permainan sandiwara tersebut. Dia menerima ucapan terima kasih anak-anak itu dengan berpura-pura semuanya biasa-biasa saja.

“Bisa Anda bayangkan, saya waktu itu begitu jahatnya!” demikian Jackie Chan menganalisa dirinya sendiri beberapa tahun kemudian. Waktu itu, saat berpisah, seorang anak menarik tangannya dan bertanya, “Chen Lung Dage, tahun depan datang lagi, kan?” Jackie menjawab, “Saya akan datang.”

Tahun berikutnya, dia membawa hadiah yang telah dipersiapkan dengan saksama, datang sesuai janjinya, utang batinnya selama setahun akhirnya terbayar juga. Ada yang pertama kali, maka akan ada yang kedua kali. Demikianlah Jackie Chan kemudian menapaki jalan aksi kemanusiaan. Setiap kali dia memperoleh pengalaman-pengalaman baru.

Ketika untuk pertama kalinya ikut dalam aksi sosial yang sebenarnya tidak ingin dihadirinya, dia mengira kegiatan tersebut adalah ajang tebar pesona yang akan berakhir dengan cepat, namun ternyata malah menjadi bidang yang digelutinya seumur hidup. Peristiwa ini, kalau tidak diutarakannya, selamanya tidak akan ada yang tahu. Begitu diutarakan, rasa hormat dan kagum kita terhadapnya semakin bertambah.

Ada kalanya orang tersesat ke jalan yang salah, namun ada juga yang tersesat ke jalan kebajikan. Melakukan satu perbuatan bajik, tidak selalu harus didorong oleh keinginan yang luhur, meski itu hanya ajang tebar pesona tapi juga adalah tebar pesona kebajikan. Setiap usaha yang mulia selalu diawali dari sesuatu yang tak berarti, namun asal Anda melakukannya maka itu jauh lebih mulia dibanding para penonton yang berucap sinis tapi tak berbuat apa-apa.

Jackie Chan berkata, “Selama saya melakukan aksi kemanusiaan, beberapa orang pelan-pelan juga mengajari saya bagaimana harus berlaku yang benar.”

Orang baik bukanlah orang suci, namun ia juga ingin selalu mengembangkan diri, ia butuh proses untuk menyempurnakan diri. Selalu bermurah hati dan memberikan dorongan bagi mereka (para orang baik yang bukan orang suci), kurangi celaan, dengan demikian orang baik itu makin lama akan makin baik dan banyak. Memberikan kesempatan pada orang lain untuk menjadi orang baik, sebetulnya adalah suatu perbuatan yang memiliki jasa tak terhingga.

(dikutip dari majalah Sinar Dharma edisi 27)

JackieChan02

BIOGRAFI

Jackie Chan adalah seorang aktor, sutradara, stuntman, produser, aktor bela diri, aktor komedi, penulis naskah layar lebar dan penyanyi dari Hong Kong. Ia adalah salah satu tokoh yang terkenal dalam seni bela diri (kung fu) dari Cina dan aktor layar lebar dunia yang terkenal dengan aksi pertarungan akrobatiknya, ahli penggunaan berbagai macam alat yang ditemui di sekitarnya sebagai senjata dan aktor laga yang memiliki banyak inovasi. Ia telah mendalami seni peran sejak tahun 1970-an, dan sudah tampil tak kurang dalam 100 film serta pernah menerima penghargaan di Hong Kong Avenue of Stars dan di Hollywood Walk of Fame.

Dilahirkan pada tahun 1954 di Victoria Peak, Hong Kong, dengan nama Chan Kong Sang (yang artinya “dilahirkan di Hong Kong”) anak dari Charles dan Lee-Lee Chan, pengungsi dari masa Perang Saudara Cina. Orang tuanya bekerja pada Kedutaan Perancis untuk Hong Kong, sehingga otomatis ia menghabiskan masa kecilnya di lingkungan kediaman kedutaan di daerah distrik Victoria Peak.

Tahun 1982, Jackie Chan menikahi Lin Feng-Jiao, seorang aktris Taiwan. Dalam tahun yang sama mereka mendapatkan seorang anak laki-laki, penyanyi dan aktor, Jaycee Chan. Dalam sebuah skandal di tahun 1999, ia mengakui memiliki seorang anak perempuan dengan pemenang Miss Asia Pageant 1990, Elaine Ng, meskipun begitu, paparazzi tetap sering menghubung-hubungkannya namanya dengan hampir semua artis Mandarin, mulai dari penyanyi wanita Taiwan Teresa Teng sampai aktris terkenal Anita Mui.

Ketika orang tuanya beremigrasi ke Canberra, Australia, Chan disekolahkan di Chinese Drama Academy, sebuah Sekolah Opera Peking yang dimiliki dan dijalankan oleh Master Yu Jim Yuen. Di sanalah Chan pertama kalinya pelajaran berharga dan memiliki keahlian di bidang seni bela diri kung fu dan akrobatik.

Film pertama Chan yaitu BIG AND LITTLE WONG TIN BAR (1962), yang dimainkannya ketika masih berumur 8 tahun. Di umurnya yang menginjak 17 tahun, Chan bekerja sebagai pemeran pengganti dalam film-film Bruce Lee berjudul FIST OF FURY dan ENTER THE DRAGON dengan nama panggung Chen Yuen Long. Ia mendapatkan peran utamanya di tahun yang sama dalam sebuah film berjudul LITTLE TIGER OF CANTON, yang hanya diedarkan secara terbatas di Hong Kong pada tahun 1973.
Chan sempat menemui beberapa kali kegagalan dalam petualangan di industri perfilman dalam awal-awal kariernya, namun akhirnya namanya mulai terangkat ketika berhail membintangi film

Kung Fu DRUNKEN MASTER di tahun 1978. Sejak saat itu Chan mulai laris membintangi berbagai film Kun Fu lainnya serta film komedi POLICE STORY yang menampilkan adegan stuntnya. Film ini mendapatkan gelar sebagai “Best Movie” dalam Hong Kong Film Awards di tahun 1986.

Setelah berhasil mencapai puncak ketenaran di Hong Kong, Chan mulai merambah karirnya ke industri perfilman Hollywood. Film Hollywood pertamanya adalah BATTLE CREEK BRAWL yang diedarkan pada tahun 1980. Namun beberapa filmnya tidak terlalu sukses. Baru dalam RUMBLE IN THE BRONX (1995), Chan mampu menembus pasar Amerika. Kesuksesan Rumble in the Bronx mendorong diedarkannya film lainnya di tahun 1996, POLICE STORY 3 di Amerika Serikat, dengan judul SUPERCOP, yang menghasilkan pendapatan kotor tidak kurang dari US $ 16,270,600. Chanberbagi peran utama bersama dengan Chris Tucker dalam film laga komedi terbitan tahun 1998, RUSH HOUR. Film-film larisnya pun menyusul seperti SHANGHAI NOON di tahun 2000, RUSH HOUR 2 di tahun 2001 dan SHANGHAI KNIGHTS pada tahun 2003.

Jackie Chan juga seorang penyanyi yang sukses, khususnya di Hong Kong dan Asia, dan mulai memiliki beberapa album lagu yang direkam secara profesional di tahun 1980-an. Ia juga seringkali menyanyikan sendiri lagu tema dari film-filmnya, serta memainkannya pada akhir film. Tahun 2004, Chan meluncurkan merk pakaiannya sendiri, dengan logo seekor naga dan kata-kata dalam Bahasa Inggris, “Jackie”.

Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

Read Previous

Sangha Theravada Indonesia Tidak Kerjasama dengan Dhammakaya

Read Next

DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kasih Imlek 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *