DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kasih Imlek 2019

51. 10 Orang di Kabupaten Ketapang – Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada 10 orang warga Tionghoa yang kondisi ekonominya sangat kekurangan. Mereka semua adalah warga Desa Kali Nilam, Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Mereka menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para donatur sekalian yang telah ikut turut memberi perhatian dan kasih atas kondisi kekurangan mereka.

50. Adik Bong Ka Ji & Sdri. Evi – Mempawah, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta rupiah kepada: 1.) Adik Bong Ka Ji dan Jacky adalah sepupuan dimana kedua adik kita ini sudah tidak mempunyai orang tua lengkap lagi semenjak 3 tahun lalu. Orang tuanya telah ber pisah dan Jacky sejak bayi sudah ditinggal papanya, saat ini kedua adik ini diasuh oleh kakek dan neneknya yang tidak mempunyai penghasilan lagi, dan kakeknya sekarang ini juga sakit-sakitan. 2.) Evi, yang menderita benjolan pada hidungnya, dan telinga sebelah kirinya tak bisa mendengar. Saat ini ia tinggal disebuah rumah ditengah kebun yang dipinjamkan seorang kerabat mereka.

49. Oey Ban Cuan & A siong – Kota Palembang

Diserahkan dana donatur sebesar masing-masing 500 ribu kepada :1.) Oey Ban Cuan, Sudah menduda, dan memiliki 5 anak yang sudah bekeluarga. Namun anak-anaknya juga hidup dengan ekonomi yang sulit. Untuk itulah beliau harus bekerja agar dapat memperoleh uang. Setiap harinya ia berjualan susu kedelai berkeliling dengan sepeda. Perhari ia mampu mendapatkan keuntungan sekitar 20 ribuan. Rumahnya saat ini kontrak sebesar 3 juta pertahunnya. 2.) Asiong yang hidup sendiri disebuah rumah sangat kumuh, ia berprofesi mengumpulkan barang bekas. Rumahnya juga tidak memiliki listrik dan alat penerangan.

48. 5 Orang keluarga di Palembang

Diserahkan dana donatur masing-masing sbesar 500 ribu untuk 5 orang penerima keluarga yang secara ekonomi mengalami kesulitan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi mereka.

47. 6 Orang Petugas Kebersihan Kelenteng di Palembang

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu untuk 6 orang penerima yang berprofesi membantu bersih-bersih di beberapa kelenteng di kota Palembang.

46. Adik Siau Ling & Kho Yoseph, Sambas – Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 1 juta kepada :1.) Adik Siau Ling yang menderita lumpuh, yang hanya bisa terbaring saja, untuk makan harus menggunakan selang. Dan setiap hari harus di terapi uap nebulizer guna mengeluarkan dahaknya. Ayah Siau Ling bekerja membantu di sebuah warung kopi didekat rumahnya dengan penghasilan 30 ribu sampai 50 ribu perharinya. Siau Ling memiliki seorang adik berusia 2 tahun, ibunya tak dapat membantu mencari nafkah karena harus menjaga Siau Ling dan adiknya. Kebutuhan bulanan selain susu, pampers dan penggantian selang makan, serta fisio terapi yang tak dijamin BPJS. 2.) Kho Yoseph dan Mamanya yang juga menderita stroke. Diharapkan dana tersebut dapat menunjang pengobatan Kho Yoseph dan mamanya untuk menjalani terapi akupuntur. Untuk biaya hidup hanya mengandalkan dari istri Yoseph yang membuat keripik.

45. 2 Orang di kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 1 juta kepada 2 orang di kabupaten Kubu raya, Kalimantan Barat yaitu: 1.) Lim Siat Phin (59 tahun),Bekerja sebagai seorang pesuruh disalah satu toko yang ada di kotanya, dengan gaji 1 juta rupiah perbulannya. Ia tinggal dengan 2 orang kakak perempuannya, yang tertua bernama Ai Siat Khim, sudah 5 tahun ini terbaring sakit karena menderita komplikasi, dan karena ketiadaan biaya sehingga tidak pernag menjalani pengobatan. Sedangkan saudara perempuan satu lagi yang bernama Ai Siat Tjin (62 tahun), yang fisiknya juga sudah tidak sehat lagi, dan untuk berjalan pun terbungkuk-bungkuk dan kadang kadang harus merangkak. Ai Siat Tjin demi menambah pendapatan untuk biaya hidup dan membeli obat, ia terpaksa meminta-minta di daerah sekitar tempat tinggalnya. Ia tidak berani untuk pergi jauh, karena matanya juga sudah tidak awas lagi. Jika sudah mendapat uang yang cukup untuk membeli sayur, maka ia akan pulang kerumahnya. 2.) Asuk Bun Bun Kim (85 tahun), ia tinggal dengan anak laki-lakinya yang tidak punya pekerjaan tetap. Kadang membantu di kebun, itupun jika ada panggilan, dan kadang hingga berbulan-bulan menganggur tak bekerja. Asuk saat ini penglihatannya sudah tak baik lagi, hingga tak bisa berjalan jauh.

44. 4 Orang di Desa Jebus, Bangka

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Apho Jin khiun (88 tahun) tinggal bersama anaknya yang mencari nafkah dengan berjualan susu kacang. Apho sangat senang mendapat bantuan ini, dan mengcuapkan berkali-kali terima kasih. 2.) ko Akho (57 tahun), tinggal berdua dengan istrinya, selama ini bekerja serabutan sebagai tukang bangunan. Namun beberapa bulan ini belum ada pekerjaan karena lagi musim hujan . Ia juga akhir-akhir ini menderita sakit pada kakinya sehingga kesulitan jika berjalan. 3.) Ai Amui (78 tahun), yang saat ini baru saja sembuh dari sakit stroke, namun untuk berjalan masih agak kesulitan. Dana dikatakan ai untuk menambah biaya membeli obat. 4.) Ci Anyuk ( 56 tahun) , janda dengan seorang anak. Bekerja sebagai tukang cuci baju di dekat rumahnya. Namun saat ini katanya karena sudah banyak yang punya mesin cuci, jadi jasanya hanya sekali-sekali saja dipakai

43. PHUNG NYUK SIONG (87 tahun), Desa Semabung Baru – BANGKA

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada asuk Asiong, berusia 87 tahun. Saat ini ia tinggal dengan seorang putrinya yang merupakan seorang janda. Disebuah rumah sangat sederhana, pemberian seorang temannya. Kondisi asuk saat ini sakit-sakitan, untuk berjalan jauh ia sudah tak kuat lagi. Walaupun saat ini, ia berobat menggunakan BPJS, namun ongkos ke rumah sakit yang kadang membuatnya menunda untuk pergi memeriksakan diri. Untuk biaya hidup, ia menunggu kiriman uang dari anak perempuannya satu lagi yang bekerja di Taiwan. Namun kiriman itu kadang juga tak menentu. Sehingga kadang-kadang untuk makan sehari-hari juga dibantu oleh para tetangganya. Anak perempuannya yang merawat diri asuk, bekerja serabutan. Kadang membantu memotong rumput, kadang diminta tetangga untuk mencuci baju, pokoknya apa saja dikerjakan yang penting bisa menghasilkan uang.

42. 4 Orang Keluarga di Palembang

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 1 juta kepada: 1. ) Yap Acen (45 tahun), merupakan seorang single parent dengan seorang putri. Suaminya telah meninggal beberapa tahun lalu karena sakit. Untuk membiayai kebutuhannya ia mencari nafkah dengan membuat kemplang panggang untuk dijual disekitar rumahnya. Dalam keterbatasannya secara ekonomi, ia memiliki jiwa sosial yang luar biasa, saat ini membiayai hidup anak yatim dan cacat. Rumahnya juga dimana mana sudah sangat rapuh dan bocor. 2.) Tjia In Hok (63 tahun) dan adik perempuannya Tjia Bie Eng (62 tahun), kedua saudara kandung ini tinggal berdua dan mereka tidak menikah. Menjaga kebun milik orang, dan untuk biaya hidup ia menjual sayur-sayuran dari hasil kebun. 3.) Kwee Kim Nio (91 tahun), tinggal berdua dengan putranya yang membujang. Biaya hidup diperoleh dengan menjual hasil kebun berupa buah pepaya. 4.) Sak Yek Ming (61 tahun) yang tinggal disebuah rumah tanpa listrik dan air, ia bekerja membantu-bantu apa saja di dekat tempat tinggalnya. Dirumah itu juga tinggal masih kerabatnya bernama Tjia Aseng (64 tahun) yang menderita cacat kaki karena polio semenjak kecil, sehingga tak dapat bekerja. Mereka hanya mengharapkan belas kasih para tetangga sekitarnya.

41. 9 Orang di Kota Palembang

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada: 1.) Athai /Suo Sang Ho (70 tahun) , menderita stroke sehingga hanya dapat terbaring saja. Biaya hidup dan berobat dari suaminya yang berprofesi bekerja serabutan sebagai tukang bangunan. 2.) Ong He Hui 980 tahun), tinggal bersama anaknya yang seorang duda. Biaya hidup mengandalkan sebuah kebun sayur menanam sawi yang dijual 3 ribu setiap kilonya. 3.) Lim I Pai (58 tahun), tinggal bersama anaknya yang mencari nafkah menjadi tukang ojek. Ai ini agak mengalami gangguan mental sehingga agak susah berkomunikasi. 4.) Yap A Hiak (58 tahun) tinggal menumpang dirumah seorang kerabatnya. Biaya hidup dengan menjadi tukang ojek, dan ia menderita sakit pernafasan sehingga jika berjalan jauh saja akan merasa susah bernafas. 5.) Lenawati (52 tahun), bekerja mencuci baju dirumah tetangganya, berstatus janda dan harus membiayai 6 orang anaknya yang masih bersekolah. 6.) Yap U Huk ( 59 tahun), tinggal seorang diri dan semenjak kecil mengalami gangguan saraf yang menyebabkan ia tak dapat beraktivitas normal dimana kedua tangannya selalu bergetar. Saat makanpum mengalami kesulitan dan pasti berceceran kemana-mana. Untuk biaya hidup ia memelihara beberapa ekor ayam untuk dijual telurnya. 7.) Li Ciong Tak (63 tahun) , sepasang suami istri ini tinggal berdua saja dan mengurus kebun sayur milik orang. Anak-anak sudah bekeluarga semuanya. 8.) Bun Siu Yen (59 tahun), suami tidak bekerja, dan ia mencari uang dengan mengumpulkan barang bekas seperti aki dan plastik. 9.) Hu Yanti, berjualan sayur di pinggir jalan dekat rumahnya. Anak-anak masih bersekolah semua.

40. 5 Orang di Kota PALEMBANG

39. 10 Orang di Desa Kali Nilam, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada 10 orang warga Tionghoa yang kondisi ekonominya sangat kekurangan. Mereka semua adalah warga Desa Kali Nilam, Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Mereka menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para donatur sekalian yang telah ikut turut memberi perhatian dan kasih atas kondisi kekurangan mereka.

38. 10 Orang Lansia Pra Sejahtera di kota METRO, Lampung

Diserahkan dana donatur kegiatan Berbagi Kebahagiaan IMLEK 2019, kepada 10 orang di daerah kota Metro, Lampung , masing-masing sebesar 500 ribu. Sebagian besar mereka yang menerima adalah para lanjut usia yang hidup sendiri dan tengah sakit-sakitan. Semoga dana ini dapat bermanfaat dan memberikan kebahagiaan menjelang Imlek kali ini.

37. Ibu OEN DECI – Tanggerang

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada ibu Oen Decih (81 tahun) seorang janda, tinggal bersama menantunya yang dimana suaminya pun telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Menantunya pun tidak memiliki pekerjaan. Untuk biaya hidup sehari hari mereka mengandalkan pemberian dari 3 orang cucunya yang bekerja menjadi buruh pabrik dan itupun nilainya tidak seberapa.

36. 2 Keluarga di Tanggerang

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada : 1.) Bapak Ceng Wan (47 tahun) cerai hidup dengan istrinya, tidak bekerja,memiliki 2 anak laki -laki bernama wawan dan Deni dan tinggal dengan neneknya. Wawan anak pertama selaku tulang punggung keluarga bekerja di toko matrial dengan upah 60 rb perharinya digunakan untuk membantu biaya hidup sehari-hari,sayangnya sudah hampir 1 bulan wawan tidak bisa bekerja karena kecelakaan tunggal yang dialaminya membuat kakinya mengalami luka infeksi yang cukup serius. Karena keterbatasan biaya wawan hanya melakukan berobat jalan di klinik wilayah tangerang. 2.) Ibu Tan Cuan Nio (83 tahun) janda (cerai mati) memiliki 7 anak yang sudah berumah tangga dan sudah tidak serumah dengan ibu cuan nio. Sekarang ini ia tinggal bersama Bp.Olim anak ke-2 dimana yang kesehariannya pun tidak memiliki pekerjaan. Biaya hidup sehari hari mereka didapat dari pemberian anak yang lain dan itupun jumlahnya tidak banyak, hanya sekedarnya saja.

35. Ma Djie Sen, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada asuk Ma Djie Sen, tinggal di sei purun kecil kec sei pinyuh kab mempawah. Asuk Djie Sen mempunyai 2 orang anak yang tidak punya pekerjaan tetap. Asuk sendiri tak bisa lagi bekerja karena kondisi yang sakit-sakitan, dulunya ia bekerja sebagai petani. Istrinya juga tidak bisa membantu banyak karena menderita sakit pada kakinya,sehibgga tidak bisa berjalan jauh.

34. Ku Djuk Piau , Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Felly Cia, yang saat ini tengah menjalani pengobatan paru-parunya yang berisi cairan. Semoga dana ini dapat bermanfaat untuk membantu pengobatannya.

33. FELLY CIA, Sungai Purun – Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Felly Cia, yang saat ini tengah menjalani pengobatan paru-parunya yang berisi cairan. Semoga dana ini dapat bermanfaat untuk membantu pengobatannya.

 

32. LIU DJAN THIAN – Bengkayang, Kalbar

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Asuk Liu Djan Thian berdomisili di Jalan Sumbawa Sei Duri Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sudah hampir setahun ini ia tidak dapat bekerja mencari nafkah dikarenakan menderita sakit pada kakinya sehingga ia sulit untuk berdiri. Pengobatan juga tidak dapat dilakukan dengan baik karena keterbatasan ekonomi. Untuk membiayai hidup dengan 6 orang anak, terpaksa istrinya bekerja mencari sayur di hutan untuk dijual lagi. Itupun penghasilan tidak menentu tergantung jumlah sayur yang didapat.

31. TJHIN SIU LAN – Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ai Tjhin Siu Lan, adalah seorang janda yang telah ditinggal suaminya 2 tahun lalu akibat sakit. Semasa hidup suaminya berprofesi sebagai nelayan. Saat ini untuk membiayai kebutuhan mereka berdua, ai Tjhin bekerja sebagai tukang cuci piring disebuah rumah makan dengan gaji 100 ribu perminggu. AI memiliki seorang putri yang menderita cacat pada kakinya.

30. DJONG MIN TET – Pangkal Pinang

Asuk Djong Min Tet saat ini berusia 75 tahun, saat ini menderita tumor pada bagian kelaminnya. Pada awalnya dikira menderita sakit prostat, dan berobat di mantri kampungnya, namun makin hari makin parah dan setelah diperiksakan di rumah sakit baru diketahui bahwa penyakitnya adalah tumor. Asuk sendiri tidak menikah, namun ia mempunyai seorang anak angkat bernama Asin yang selama ini merawat asuk. Asin sendiri bekerja di sebuah pabrik kerupuk, penghasilannya dipergunakan untuk biaya hidup mereka berdua. Asuk sendiri telah beberapa kali keluar masuk rumah sakit, dan dengan kondisi sekarang yang makin parah, asuk tak dapat lagi dibawa kerumah sakit. Asuk hanya bisa terbaring, dan setiap saat mengerang kesakitan. Setiap hari menghabiskan paling sedikit 5 lembar popok dewasa, dan setiap hari diminta bantuan pak Mantri untuk datang kerumah membersihkan luka asuk tersebut.Tumor tersebut sudah menyebar sampai ke bagian punggungnya.

29. 4 Orang keluarga di MEDAN

Diserahkan dana donatur masing -masing sebesar 1 juta kepada :1.) Tjiam Soe Djin (64 tahun), semenjak beberapa tahun lalu telah mengalami kesulitan melihat, namun makin parah saat ini dan hampir tak bisa melihat sama sekali. Mempunyai 2 orang anak, satu di Jakarta dengan kondisi ekonomi juga pas-pasan, satunya lagi tinggal bersama dan masih duduk di kelas 2 SMA. 2.) Jhony (46 tahun), baru saja menjalani operasi sambung usus, karena itu harus beristirahat dan tidak bisa bekerja berjualan air tahu seperti biasanya. Sang istri pun berusaha mencari tambahan dengan mencari plastik bekas. 3.) Akong Widy Jhon( 64 tahun) tinggal sendiri dirumah sewa, kondisi kedua mata sudah tidak bisa melihat kemungkinan katarak. Sehari hari kadang dibantu diberi makan oleh tetangga sebelahnya. Dulunya beliau termasuk orang berada, belakangan ini rumah harta satu-satunya sudah dijual untuk biaya berobat. 4.) Tio Siau Bie, single tidak menikah umur 59 tahun. Tinggal dirumah almarhum abangnya (baru meninggal setahun lalu) dengan istri dan anak-anak dari abangnya. 1 rumah dihuni 7 orang. Sekitar 6 bulan yang lalu Acek Abie terserang stroke dan dibantu pengobatannya oleh salah satu grup sosial di medan. Kondisinya sekarang sudah semakin baik dan sehat.

28. 3 Orang di daerah JEBUS, Bangka

Diserahkan dana donatur kegiatan Berbagi Kebahagiaan IMLEK 2019, kepada 3 orang di daerah Jebus, Bangka, masing-masing sebesar 1 juta, sebagai berikut ini. 1. Akhiu Asin yang sudah berumur 84 tahun dan istrinya acit 82 tahun sudah lama sakit dan tidak bisa berjalan selama 23 tahun, hanya berbaring dikamar saja. Akhiu Asin kerjanya cuma bantu bantu orang tulis nama buat sembahyang saja. 2. Ai Mui Jie umur 70 tahun yang juga hidup sendirian, sehari-harinya membuat tahu yang dijual disekitar tempat tinggalnya. 3. Ai Fa Jie berumur 62 tahun yang hidup sendirian tidak ada suami dan anak. Kehidupan sehari-harinya cuma bekerja jadi pembantu rumah tangga disekitar rumahnya.

27. AFONG – Pangkal Pinang

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Afong (40 tahun), pekerjaannya sehari-hari adalah mencari barang-barang bekas, yang nantinya akan dipilah dan dijual kembali ke agen. Tempat tinggalnya menumpang dirumah seorang bibinya. Ia sendiri belum bekeluarga.

26. Ai AKhiuk (62 tahun) – Pangkal Pinang

 

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Ai AKhiuk yang merupakan seorang janda. Saat ini ia sakit-sakitan dan membutuhkan biaya pengobatan yang cukup banyak. Selama ini biaya hidup diperoleh dari anak-anaknya, namun kondisi ekonomi para anakanya juga tidak terlalu baik.

25. Kuku ANyun – Pademangan, Jakarta Utara

Diserahkan dana donatur kepada kuku Anyun (70 tahun), bekerja sebagai tenaga honor disebuah konveksi bagian buang benang. Beliau merupakan janda dengan seorang anak, namun saat ini dia tidak mengetahui keberadaan anaknya yang pergi tanpa kabar. Semoga bermanfaat.

24. Enci Lann – Jakarta Utara

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada enci Lann (62 tahun), selama ini beliau tidak bekerja karena menderita katarak dan kelainan mata. Tinggal menumpang di rumah seorang saudaranya. Semoga dana ini bermanfaat bagi beliau.

23. Ci Apay – Jakarta Utara

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada ci APay (50 tahun), seorang janda dengan 1 anak. Ia sendiri memiliki kelainan pada kakinya sehingga jika berjalan lambat dan pincang. Hal inilah yang menyulitkan ia untuk mencari kerja. Sehari-harinya ia bekerja serabutan membantu di pasar. Tempat tinggal dengan menyewa sebuah kamar kost.

22. 2 Orang di Dusun Pasir, Mempawah Hilir- Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 1 juta kepada : 1.) Ai Liu Kiuk Tjin, ai ini tinggal seorang diri karena suaminya telah lama meninggal. Ai ini karena usia sudah tidak mampu untuk bekerja, untuk kebutuhan makan dan lainnya, mengharapkan bantuan sekitarnya. 2.) Tjhia Sang Fa, asuk ini mempunyai 8 orang anak, ada yang sudah bekeluarga dan juga ada yang masih kecil. Ekonomi anak-anaknya juga kurang baik. Pekerjaan asuk membuat atap dari daun. Saat ini rumah yang didiaminya adalah tumpangan, dan telah diberikan pemberitahuan untuk segera pindah karena akan digunakan oleh pemiliknya.

21. 4 Orang di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 1 juta kepada : 1.) Jong Ali, yang hanya tinggal berdua dengan istrinya. Semenjak menderita stroke 7 bulan lalu, ia tidak dapat bekerja lagi. Saat ini kondisinya sudah ada kemajuan, walaupun belum bisa berjalan jauh. Karena ketiadaaan biaya hanya menjalani pengobatan tradisional. Untuk kebutuhan sehari-hari tergantung dari pemberian orang. 2.) Lie Sie Kiun, yang tinggal seorang diri dan untuk kebutuhan sehari-hari mengharapkan pemberian dari para tetangganya. 3.) Thing Jiu Khun, dahulunya mencari nafkah dengan menjual hasil tanaman dipekarangan rumah. Namun setahun terakhir terpaksa istrinya yang menggantikan karena ia menderita stroke dan hanya bisa duduk di ranjang saja. 4.) Tjhia Djan Fa, telah 6 tahun menderita stroke dan hanya bisa duduk bersandar. Tinggal menumpang dirumah adiknya yang bekerja membuat atap dari daun.

20. 4 ORANG di Kecamatan Sei Pinyuh, Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 1 juta kepada : 1.) Ai Bong Fung Tjau, beliau tinggal seorang diri dirumah sederhana peninggalan suaminya. Menderita sakit bagian kaki jika berjalan. Dulunya ai ini dikenal bisa memberikan pengobatan tradisional. 2.) Then Hai SIong, tinggal bersama 2 anaknya yang masih bersekolah SD. Asuk pernah menderita stroke dan terbaring di ranjang hampir 3 tahunan, dan istrinyapun meninggalkan ia pergi entah kemana. Saat ini walaupun kondisi membaik, asuk belum dapat bekerja karena untuk berjalan juga masih agak sulit. Untuk biaya sehari-hari dibantu secukupnya oleh keluarga. 3.) Tjin SUi Lo, hidup bertiga dengan istri dan seorang anaknya yang menderita kelainan mental. Asuk bekerja serabutan membantu di sawah, sedang istrinya tak dapat membantu kerja karena menderita rematik. 4. ) Budi, tinggal berdua dengan anaknya, 2 tahun lalu menderita kecelakaan sehingga menyebabkan ia susah intuk berjalan, dan semenjak kejadian tersebut istrinya meninggalkan dirinya dan anaknya. Untuk biaya hidup dan sekolah anaknya kadang dibantu oleh kerabatnya.

19. SOH LI FUK (71 tahun) – Medan 

Akong memiliki 3 anak laki, dua diantaranya tinggal bersama akong dan status keduanya telah menjadi duda. Anak laki pertama duda 1 anak laki, dan anak laki kedua duda dengan 4 anak perempuan. Keponakan akong sepasang suami istri juga tinggal disana. Rumah sederhana peninggalan org tua milik Akong Soh Li Fuk dihuni total 11 orang. Akong sudah dipensiunkan dari tempat jual bahan bangunan, dulunya beliau bekerja karena mulai sakit-sakitan dan sudah beberapa kali terkena serangan stroke ringan. Kedua anak laki-lakinya nya tidak berpenghasilan tetap, ada yang menjadi buruh dan ada yang menjadi pemulung butut. Saat ini istri akong mengandalkan penghasilan hanya dari meng-kreditkan kain sprei.

18. LAU SIONG CHAI (88 tahun) – Medan

Sudah lama hidup sendiri sejak istri dan anak perempuan satu-satunya meninggal dunia. Beliau punya cucu laki-laki semata wayang bernama Merjap (26thn) yang menderita Autis. Cucunya sebelumnya dibantu tinggal di asrama Autis karena sudah lulus dari sekolah autisnya kini sang cucu tinggal dengan akongnya berdua. Tinggal dirumah sewa dengan bantuan bulanan dari Tzu Chi 600 ribu. Terkadang akong ini menerima tempahan membuat peralatan dari bahan seng, fiber ataupun alumunium dan terkadang menerima membuat talang air dengan kondisi jari-jari tangannya yang hanya tersisa beberapa karena dulu mengalami kecelakaan saat bekerja. Walaupun usianya telah lanjut beliau tidak mau menghabiskan waktunya dengan hanya duduk duduk saja dirumah. Beliau selalu mencari kegiatan yang bisa dikerjakan entah memperbaiki bagian rumahnya ataupun menerima orderan tempahan dari orang katanya supaya pikiran tidak lari kemana-mana.

17. BEH A HWANG (87 tahun) – Medan

Tinggal dirumah sederhana dengan anak perempuannya yang juga sedikit mengalami sedikit gangguan mental. Terkadang beluau ditinggal sendirian bila anaknya harus bekerja dan pulang kadang 2 hari sekali.Kehidupannya bergantung pada bantuan bulanan Tzu Chi juga kiriman dari anak perempuan lainnya. Kondisi kesehatan sudah kurang baik.

16. Asuk AMAN (62 tahun) – Pangkal Pinang

Asuk ini saat ini tidak dapat bekerja lagi karena kondisi fisik yang sakit-sakitan, untuk kebutuhan mengandalkan anaknya yang juga ekonominya terbatas. Istri asuk ini saat ini juga tengah terbaring karena menderita stroke. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi mereka terutama untuk istrinya yang menderita stroke.

15. AI JHIN (69 tahun) – Pangkal Pinang

Ai ini hidup bersama dengan anaknya yang telah bekerja menjaga toko. Ai menderita sakit pada kakinya, namun ia masih berusaha untuk bekerja serabutan jika ada tetangga yang meminta.

14. BONG KHIN KIUW (69 tahun) -Pangkal Pinang

Saat ini menderita sakit paru paru basah dan sesak nafas, asuk tinggal seorang diri. Untuk biaya hidup menunggu pemberian anak perempuannya yang telah bekeluarga. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban asuk dan dapat dipergunakan membeli obat-obatan.

13. ASUK ACHIOK (62 tahun) – Pangkal Pinang

Dulunya ia mencari nafkah dengan berjualan otak-otak keliling, namun semenjak menderita stroke beberapa tahun lalu menyebabkan sampai saat ini sebelah tangannya tak dapat bergerak. Saat ini ia hanya berdiam dirumah saja, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terpaksa istrinya berkerja serabutan mencuci baju dirumah tetangga. Pekerjaan itu pun tidak rutin, hanya jika ada yang meminta saja.

12. Ci ANIE (56 tahun) – Pangkal Pinang

Sehari-harinya mencari nafkah dengan memulung, tinggal disebuah bilik kayu sangat sederhana yang didalamnya pun penuh dengan barang hasil memulung. Tidak bekeluarga dan hidup seorang diri. Domisili di daerah batu kadera Pangkal Pinang. Semoga dana ini dapat sedikit membantu kebutuhan menjelang imlek.

11. KO SIU LAN (59 tahun) – Tanggerang

Ko Sui Lan, pekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap. Memiliki 2 orang anak laki laki,anak yang pertama sudah menikah, dan anak yang ke 2 bernama Andan mengalami cacat bawaan sejak lahir, tetapi walaupun cacat Andan adalah anak yang rajin mau bekerja di peternakan babi milik tetangganya untuk membantu ekonomi keluarga walaupun penghasilannya tidak besar.

10. Ibu LENG KENG (69 tahun) – Tanggerang

Ibu Leng Keng adalah seorang janda yang tinggal hanya bersama seorang cucunya. Memiliki 2 anak perempuan yang sudah menikah dan ikut suami. Untuk biaya hidup menunggu pemberian dari anaknya, saat ini beliau tidak dapat lagi bekerja karena kondisi fisik dan kaki yang lemah. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi beliau.

9. SUN YOK (38 tahun) – Tanggerang

Sun Yok (38 tahun) , saat ini hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu dikarenakan dulunya ia hanya bersekolah tidak selesai SD. Memiliki seorang istri dan seorang anak perempuan. Beberapa bulan lalu ia harus merelakan rumahnya yang telah ia tinggali puluhan tahun, karena rumahnya kena gugat lahan sengketa. Karena tidak memiliki uang untuk pindah dan membangun rumah, akhirnya pengurus Vihara didekat kediamannya membantu dengan memberikan tempat tinggal. Semoga bantuan ini dapat membantu sedikit beban ekonomi mereka

8. JAP JIE (70 tahun) – Jebus, Bangka Barat

Diserahkan dana donatur kepada Jap Jie yang merupakan seorang janda sebatang kara hidup sendirian dikarenakan suami dan anak-anaknya telah meninggal. Saat ini untuk hidup mengharapkan bantuan dari para tetangganya yang bersimpati. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk ajie.

7. ASUK Penjaga Kelenteng – Jebus, Bangka Barat

Dulunya asuk ini bekerja sebagai penjaga kelenteng, namun saat ini tidak bisa lagi bekerja dikarenakan kondisi fisik yang sakit-sakitan dan susah untuk berjalan. Saat ini tinggal menumpang di bagian belakang kelenteng. Beliau hidup sebatang kara, istrinya telah lama meninggal dunia, dan dari pernikahan tersebut mereka tidak memiliki anak. Untuk saat ini kebutuhan makan asuk didapatkan dari para penduduk sekitar yang bersimpati padanya. Semoga bantuan donatur ini dapat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi asuk dimasa tuanya.

6.  AJIE AMOY (65 tahun) – Desa Jamphan, Bangka Barat

Ajie Amoy yang hidup sebatang kara, karena suaminya telah lama meninggal. Mereka juga tak memiliki anak. Beruntung masih memiliki tempat tinggal warisan suaminya. Untuk kebutuhan makan sehari-hari , dibantu oleh para tetangga. Semoga bantuan ini dapat berguna bagi ajie.

5. ENCI NONI (56 tahun) – Jakarta Utara

Merupakan seorang janda dengan 1 orang anak. Suaminya sudah meninggal, sehari-hari bekerja membantu di sebuah konveksi dengan penghasilan 30 ribu perharinya. Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu guna memenuhi kebutuhan menjelang imlek.

4. APAK ASAN (63 tahun) – Pademangan Timur, Jakarta

Saat ini beliau sudah tidak bekerja lagi karena kondisi kakinya yang sakit dan susah untuk berjalan. Tinggal dengan anaknya, dimana kondisi ekonomi anaknya juga sederhana. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi apak untuk merayakan imlek.

3. TANTE LUCY (72 tahun) – Jakarta Utara

Tante Lucy hidup sebatang kara dan tinggal disebuah kost. Untuk membiayai hidupnya ia bekerja sebagai buruh buang benang disebuah konveksi, tapi itu tak rutin hanya saat ada orderan saja. Untuk biaya makan juga dibantu sama teman-temannya. Setelah imlek ini si tante akan dimasukkan ke panti jompo, karena tidak ada yang mengurus dan jika tinggal di panti akan banyak teman dan bantuan untuk dirinya.

2. TANTE EVI (67 tahun ) – Jakarta Barat

Tante ini hidup sebatang kara, suaminya sendiri pergi entah kemana. Tidak memiliki anak, dan saat ini numpang tinggal dirumah kerabatnya. Untuk biaya hidup kadang dibantu oleh teman-teman gerejanya.

1. TJEN KUI TJIN (65 tahun) – Jakarta Utara

Ai ini mengontrak disebuah kost-kostan sederhana, kondisinya sendiri saat ini tengah sakit-sakitan dan sebagian waktunya dihabiskan berbaring di ranjang saja. Suaminya sendiri bekerja serabutan dengan penghasilan tak tentu. Untuk biaya hidup kadang-kadang ia dibantu sama adik-adiknya. Memiliki seorang anak yang juga dengan kondisi ekonomi susah. Saat ini ia telah menunggak uang kost dan telah ditagih oleh pemiliknya. Semoga dana ini dapat sedikit membantu si ai membayar kontrakannya.

Total Dana  Masuk sampai 07 Febuari  2019 pukul 15.30 wib : Rp. 100.361.612,-. Total dana disalurkan adalah sebesar Rp. 100 juta rupiah untuk 127 penerima. 

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Jackie Chan : Tersesat Memasuki Jalan Kebajikan

Read Next

Kisah Persahabatan Anjing & Orangutan Dibukukan

Leave a Reply

Your email address will not be published.