TIPS Mengajarkan Buddha Dhamma Pada Anak

Seringkali kita mengalami kesulitan dalam mendidik anak mengenai pentingnya ajaran Buddha Dhamma. Mungkin itu disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang Dhamma dalam diri kita sebagai orang tua ataupun karena faktor – faktor lainnya.

Berikut ini adalah sebuah metode pengajaran kepada kita untuk membina anak – anak kita sejak dini mengenai pentingnya Buddha Dhamma.

1. Dalam mengajar anak-anak jangan sekali kali mengajarkan bahwa Buddha ingin / harus disembah sembah.

Ajarkan mereka yang benar bahwa : “Buddha is the Teacher”. Tekankan kata-kata itu, ajarkan mereka menghormati Buddha karena ajaranNya yg mulia, “Guru dari para dewa dan manusia”. Rasa sujud mereka akan berbeda dengan sujud karena rasa takut, melainkan sujud penuh dengan rasa hormat.

Dalam ajaran agama lain selalu diajarkan “Tidak menyembah patung / berhala.”. Hal ini yang mengecilkan pikiran anak kita. Mereka berpikir bahwa Buddha itu patung / berhala. Karena orang tua juga tidak mengerti sehingga anak mempunyai rasa malu karena menyembah patung.

2. Jangan sekali-sekali mengajarkan anak untuk meminta minta kepada Buddha atau mendapatkan berkah dari Buddha. Buddha tidak mengajarkan kita untuk meminta-minta.“Buddha tidak akan memberikan apa yang kita minta-minta”

Ajarkan tentang, Karma = Hasil Perbuatan”. Tekankan, bahwa apa yg kita peroleh itu semua karena buah dari perbuatan kita.

Dalam ajaran agama lain selalu diajarkan, “Jangan meminta – minta pada Dewa – dewa  / patung – patung”. Hal ini yang mengecilkan pikiran anak kita, mereka berpikir bahwa Buddha itu salah satu Dewa juga. Karena orang tua juga tidak mengerti sehingga anak mempunyai rasa malu karena meminta pada Dewa – dewa / patung – patung.

3. Jangan menakut – nakuti anak bahwa Buddha akan menghukum, marah atau akan datang kepada kita. Buddha selalu mengajarkan “Cinta kasih di setiap ajaranNya”, Jadi tidak ada hukuman dan kemurkaan.

Dalam riwayat cerita Buddha, tidak pernah mengajarkan dengan serangan keji, menyuruh membunuh dan terjadi peperangan dalam mengabarkan ajaranNya. Ajarkanlah bila ada yang tidak mengerti pada ajaranNya, silahkan datang dan buktikan. “Come and See = Ehipassiko”, itu yang kita ajak diskusikan dengan anak.

Oleh Y.M Bhikkhu Cittaguto Thera

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Jangan Abaikan Sinyal Tubuh

Read Next

Nyeri Karena Gigi Berlubang? Atasi Dengan Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published.