Bocah Balita di China Suapi Ibunya yang Lumpuh

Kisah mengharukan ini datang dari China, menceritakan hubungan kuat antara ibu dan anaknya.

Tiga tahun lalu, Zhang Rongxiang tengah mengandung putranya, Gao Qinbao saat dia mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Shuyang, Provinsi Jiangsu, China.

anak merawat orang tuaAkibat kecelakaan itu, Zhang menderita koma. Para dokter mengatakan kepada Gao Dejin, suami Zhang, bahwa perempuan itu tak akan pernah sembuh dari komanya.

Saat itulah, mereka sadar bahwa bayi dalam kandungan Zhang, entah bagaimana, lolos dari dampak kecelakaan lalu lintas itu.

Selama lima bulan selanjutnya, Gao Dejin merawat sang istri yang koma di kediamannya sampai tim medis bisa melakukan bedah sesar terhadap Zhang pada 2011.
Lalu keajaiban kedua datang. Pada Mei tahun ini, Zhang tersadar dari komanya. Zhang tersadar dari koma karena mendengar suara kecil Gao Qianbao. Itulah kali pertama Zhang melihat wajah putra ciliknya itu.
Setelah sadar dari komanya, perawatan terhadap Zhang berlanjut. Sayangnya, ketika Zhang sudah bisa menelan makanan, dia malah tidak bisa mengunyahnya.

Jadi demi menghindari makanan rumah sakit, Zhang akhirnya tetap diberi makanan biasa. Nah, putra kecilnya, Gao, mengunyah makanan untuk ibunya itu lalu dengan hati-hati memberikan makanan yang sudah dikunyah itu dari mulutnya ke mulut ibunya.

Son Gao Qianbo with mother Zhang Rongxiang

Situasi yang menyentuh ini tertangkap kamera untuk pertama kalinya sejak Zhang terjaga dari komanya beberapa bulan lalu.
Harian Yangtse Evening Post mengatakan, keluarga Zhang bisa melanjutkan hidup karena bantuan pemerintah dan keluarga.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Fengshui In Dhamma Bag 2

Read Next

Rahasia Kaya,Sehat dan Bahagia

Leave a Reply

Your email address will not be published.