Anak Kembar Mengingat Kematiannya

Kisah yang ditulis oleh John Macklin ini terbit di Ceylon Sunday Observer, pada tanggal 4 April 1965.

Cerita tentang anak kembar Pollock mungkin merupakan bukti terkuat dalam rangkaian bukti – bukti yang mendukung teori kelahiran kembali. Mereka membicarakan kejadian yang terjadi delapan tahun yang lalu, peristiwa – peristiwa yang terjadi pada dua orang anak yang meninggal dunia sebelum anak kembar itu dilahirkan.

Joanna Pollock yang berusia 11 tahun dan adik perempuannya berusia 6 tahun, Jacqueline, melompat – lompat dengan gembira di trotoar dalam perjalanan mereka menuju misa. Waktu itu hari Minggu di bulan Mei 1957, di kota Whitley Bay di tepi pantai. Tiba – tiba kedamaian di awal musim panas itu pun sirna. Sebuah mobil memutari simpang jalan menerjang ke arah anak – anak itu. Kedua anak itu terluka parah.

Ini merupakan peristiwa tragis bagi pengantar susu keliling John Pollock dan istrinya Florence, menerima kenyataan bahwa kedua putri mereka meninggal dunia. Dan setiap hari kesedihannya bertambah. Keluarga Pollock yakin bahwa Joanna dan Jacqueline kembali ke rumah kecil di balik laut utara yang kelabu.

bukti adanya kelahiran kembaliCerita mengenai anak kembar Pollock sudah menjadi bukti terkuat dalam rangkaian bukti – bukti yang mendukung teori kelahiran kembali. Peneliti kebatinan menilainya sebagai salah satu cerita yang paling menakjubkan dan menarik pada dekade itu.

Gillian dan Jennifer dilahirkan tujuh belas bulan setelah tragedi itu. Tak ada seorang pun yang pernah membicarakan pada mereka secara rinci perihal kematian saudara perempuan mereka… namun mereka tahu mengenai kecalakaan itu sampai pada hal yang sekecil – kecilnya. Dan semua yang mereka katakan sesuai dengan kenyataan. Jennifer yang lebih muda sepuluh menit dari anak kembar berusia 5 tahun itu, menyerupai Jacqueline, yang lebih muda dari kedua bersaudara yang telah meninggal dunia. Foto – foto menunjukkan kemiripan yang jelas.

Sejak malam ia dilahirkan, Jennifer memiliki bekas luka yang berwarna putih sepanjang 1,25 inci di dahinya. Jacqueline juga memiliki bekas luka yang sama – akibat jatuh ketika ia berusia tiga tahun. Masih ada kemiripan – kemiripan lain yang luar biasa : Jennifer memiliki tanda lahir yang berwarna merah kecoklatan di pinggangnya, berukuran sebesar sekitar 1 Shilling – Jacqueline juga memiliki tanda yang sama.

Keluarga Pollock terus mencatat kesamaan – kesamaan antara anak – anaknya yang masih hidup dengan anak – anaknya yang telah meninggal. Contohnya : Jennifer senang menulis. Tanpa disuruh ia melakukan kebiasaan aneh dengan memegang pensilnya di antara jari tengah kanannya dan menggerakkannya dengan jari telunjuk. Jacqueline juga melakukan hal yang sama.

Para peneliti tertarik dengan bukti – bukti yang ditawarkan oleh Tn. dan Ny. Pollock. Mereka mewawancarai anak – anak perempuan itu dan mendengarkan fakta – fakta tentang benda – benda dan tempat – tempat yang tidak pernah dialami atau dilihat oleh Jennifer dan Gillian tetapi pernah dialami atau dilihat oleh Joanna dan Jacqueline.

Gillian meniru Joanna dalam banyak hal pula. Ia menggunakan banyak ungkapan yang sama, cara berjalan yang sama, kecenderungan yang sama jika menggandeng tangan saudaranya.

Tetapi mungkin fakta yang paling menakjubkan adalah bahwa anak – anak itu membicarakan peristiwa kecelakaan tersebut, seolah – olah kejadian itu menimpa diri mereka sendiri. Gillian sering berbicara tentang rincian – rincian yang tak pernah diceritakan oleh orang lain kepadanya. Baru – baru ini Ny. Pollock mendapati Gillian, tangannya di bahu Jennifer, sedang menggambarkan secara gamblang luka – luka yang di derita Jacqueline dalam tabrakan itu.

Suatu ketika, sesudah anak – anak itu pergi jalan – jalan, seorang tetangga melihat mereka sedang menangis di sisi jalan. Mereka sedang berdiri tepat di lokasi di mana tragedi itu terjadi – dan sekali lagi, tidak ada seorang pun yang pernah memberitahu mereka lokasi yang tepat.

Suatu ketika Jennifer bertanya kepada ibunya, “ apa yang terjadi pada Tuan ? Apakah ia masih sangat sedih mengenai tabrakan itu ? Jennifer menyinggung nama pria yang mengendarai mobil itu, tahu di mana ia tinggal dan apa jenis kendaraan yang dikendarainya.

“ Baru – baru ini, “ kata ayahnya ; ketika aku berada di loteng aku menemukan sebuah kotak mainan yang telah kusimpan sejak anak – anak meninggal. Aku yakin sekali kalau si kembar tidak pernah melihat kotak itu dan tidak memiliki gambaran apa isi kotak itu. Aku memutuskan untuk memberikan mainan itu kepada mereka. Begitu aku membuka kotak itu, Gillian menyambar mainan kecil alat pemeras untuk memeras pakaian boneka yang basah dan berteriak kegirangan : “ Lihat ayah – ini alat pemerasku kembali “. Mainan itu dulunya milik Joanna dan merupakan mainan kesukaannya.

Kejadian – kejadian seperti ini – dan banyak lagi – yang membawa para ahli berkesimpulan bahwa anak kembar Pollock sudah pernah lahir ke dunia sebelumnya.

Orang terakhir yang perlu diyakinkan adalah ayah mereka. Ia beragama Katolik Roma, dan kepercayaannya itu tidak menerima teori reinkarnasi ( terdapat bukti bahwa kehidupan sebelum kelahiran diakui pada masa awal Gereja Kristen, tetapi kemudian dinyatakan ditolak oleh Sidang Kedua Konstantinopel pada tahun 553. Lihat Reincarnation, An East West Anthology, h.321 – penulis ). Tetapi sejak anak – anak meninggal ia memiliki perasaan aneh bahwa mereka akan digantikan dengan anak perempuan kembar dalam keluarganya. Ny. Pollock mencemooh pemikiran itu – demikian pula para dokter yang memeriksa Ny. Pollock. Mereka hanya dapat mendengar satu detak jantung. Tetapi yang lahir adalah anak kembar.

Pada mulanya Ny. Pollock tidak dapat menerima pemikiran reinkarnasi. Kini ia berkata : “ Aku telah dipaksa untuk menerimanya secara serius. Kemiripan badan jasmani yang menakjubkan, hal – hal luar biasa yang mereka katakan, dan kesamaan dalam hal – hal yang mereka perbuat telah membuatku percaya bahwa pastilah ada sesuatu di dalamnya. Orang – orang pernah datang ke rumah – orang – orang itu belum pernah berkunjung sejak Jacqueline dan Joanna meninggal, tetapi di kembar langsung mengenali mereka. Mereka selalu mengetahui nama – nama mereka. Bagaimana kalian dapat menjelaskan hal – hal seperti ini ?

Para peneliti kebatinan mengajukan pertanyaan yang sama, “ Saat anak – anak sudah cukup besar, “ Kata John Pollock, “ Aku akan memberitahu mereka tentang keyakinanku bahwa mereka sesungguhnya adalah dua saudara perempuan mereka yang kembali ke dunia. Lalu mereka dapat memilih untuk menyerahkan diri mereka di bawah pengaruh hipnotis yang mungkin dapat mengungkapkan lebih banyak tentang kehidupan mereka sebelumnya. “. Kemudian, mungkin cahaya baru akan terpancar dari cerita yang mengherankan mengenai anak kembar Pollock – anak – anak perempuan, yang sepertinya, menjalani kehidupan kedua kalinya.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Past Lives : Stories Of Reincarnation

Read Next

James Leiniger : Pilot Perang Dunia II ini Lahir Kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published.