Tina Turner Rayakan Pernikahan secara Buddha

SWISS, KOMPAS.com — Tina Turner, bintang kelahiran Amerika Serikat yang terkenal dengan hits seperti “Private Dancer”, menikah dengan kekasih lamanya dan dilaporkan akan merayakannya dalam upacara Buddha di Swiss pada Minggu.

Menurut pejabat kota Hannes Friess kepada AFP, penyanyi berusia 73 tahun itu menikah dengan bos rekaman asal Jerman, Erwin Bach (57), dalam satu upacara sipil eksklusif di tepi Danau Zurich di Kusnacht, Swiss Utara, beberapa hari yang lalu.

Laporan media Swiss menyebutkan, pasangan itu akan merayakan pernikahan di kediaman bangsawan Kusnacht pada Minggu (21/7/2013) dengan upacara Buddha yang dihadiri oleh 120 tamu.

Orang-orang penting industri musik termasuk David Bowie, Eros Ramazzoti, dan Sade akan hadir bersama ratu talkshow televisi, Oprah Winfrey. Demikian lapor surat kabar mingguan Swiss,Schweiz am Sonntag, yang juga melaporkan bahwa para tamu diminta mengenakan kostum putih.

Menurut surat kabar itu, sang pengantin sendiri akan mengenakan gaun yang rancangan raksasa mode Italia, Giorgio Armani.

Turner, yang lahir dengan nama Anna Mae Bullock di Tennessee, mencetak beberapa hits seperti “Simply the Best” dan “We Don’t Need Another Hero” selama lima dasawarsa kariernya.

Ia pindah ke Swiss tahun 1995 ketika Bach dipindahkan ke negara itu.

Sebelum berhubungan dengan Bach, yang bermula pertengahan 1980-an, Turner menikah dengan Ike Turner selama 14 tahun.

Dia meninggalkan Ike Turner tahun 1976 setelah mengalami kekerasan dalam rumah tangga serius. Demikian menurut otobiografi I, Tina. Tina tak lagi tampil ke publik setelah tur terakhir tahun 2008/2009.

Sumber : http://entertainment.kompas.com/read/2013/07/18/1004067/Tina.Turner.Rayakan.Pernikahan.secara.Buddha.

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Sebuah Wabah Bernama “Ajaran Buddha”

Read Next

KARTIKA AFFANDI: BUDDHISME Di Dalam Hati Saya

Leave a Reply

Your email address will not be published.