ad

About the author

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma”

(Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Related Articles

4 Comments

  1. 1

    Greos Saragih

    Saya seorang Kristen, tapi saya merasa tertarik memahami ajaran Buddha. Jiwa saya merasa tentram ketika mencoba memahami alur berfikir Budha. Saya berfikir, memeluk suatu agama bukanlah tujuan akhir dari kehidupan manusia, akan tetapi tujuan setiap manusia adalah menjadi baik dan menyebarkan kebaikan. Tidaklah penting menjadi agama A atau B, tetapi yang lebih penting menurut saya adalah menjadi individu yang baik dan menjadi penyebab kebaikan bagi sesama dan dunia ini.

    Reply
    1. 1.1

      Hendry G

      Sdr Greos, memang konsep Buddhisme sangat berbeda dalam hal ketuhanan. Saya ada baca artikel yang kamu tulis, tentang Tuhan mana yang memberkati bangsa China.. Artikel yang sangat baik. Pertanyaan di artikel itu akan dapat dijelaskan dalam cara berpikir Buddhis.. Teruslah mencari tau lebih banyak, saya yakin kamu akan semakin tertarik. Lagi pula kamu tidak perlu pindah agama untuk memahami ajaran Buddha.. Ehipassiko, artinya datang dan lihatlah sendiri.. Salam, Hendry Ganda.

      Reply
    2. 1.2

      Jong Fung Tjun

      Jesus mengatakan:” Barang siapa yang mau mengikuti Aku harus menyangkal dirinya. Terkadang manusia yg berpikir sempit, egosentris, fanatik, tdk mau berpikir, berkeyakinan yg dangkal, menerima mentah-2 doktrin, cpt marah, gampang tersinggung. Hal-2 inilah yg tdk pernah disangkal ( disadari ) oleh diri mereka sendiri, dan dng gegabah mrk menyatakan telah nengikuti Tuhannya. Cinta kasih, Sabar, dan Kasih itu sendiri inilah jati diri manusia sejati. Terkadang iman manusia terselimuti oleh ritualisme dan terikat semata-2 oleh sejarah yg tdk mrk pahami asal-usulnya. Manusia hrs kembali kpd jati diri sendiri dan “Cinta Kasih” itulah sejatinya.

      Reply
  2. 2

    bubengkun

    Dharma Buddha memang luas dan dalam,
    (karena itu)
    Dharma Buddha bisa dimengerti oleh segala macam “manusia dan latar pikirannya”, termasuk “manusia berlatar pikiran atheisme” (ya, saya merujuk pada penulis asli artikel di atas.)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Content diperkenankan untuk Dicopy - 2014 @Copyright By SUGATA Team