ad

About the author

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma”

(Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Related Articles

14 Comments

  1. 1

    irwan suwardani

    sangat baik info ini untuk contoh bagi mereka yang mendewakan materi.jadi mengerti tujuan hidup yang benar,

    Reply
  2. 2

    ray

    hebat…..benar2 hebat, tetapi berarti dia tidak mengerti cara mengelola kekayaannya untuk meringankan beban orang lain, dimata saya dia hanya orang egois! yg hanya mementingkan kedamaian hatinya pribadi…….dia sanggup menenangkan mungkin sedikit meringankan beban orang banyak dgn sedikit mengelola kekayaannya……hanya untuk kedamaian pribadi apa hebatnya, mungkin saja kalian tidak mengerti menjadi anak dari seorang yg sangat kaya, bagaimana perlakuan ayahnya terhadapnya, bagaimana sensitif anak terhadap perlakuan ayahnya……hehehehehe atau dia hanya menghindari ayahnya pernah berkata, kamu tidak akan hidup tanpa uangku! hehehehe kita tak akan pernah tahu karena semasa kita memakai kacamata orang kebanyakan atau orang di bawah kaya hanyalah terdapat kata2 wow…..padahal yg dia lakukan biasa2 saja atau mungkin bodoh!!! salam katresnan

    Reply
    1. 2.1

      pute

      Saudara ray bolehkah saya bertanya apa menurut anda hal terpenting dalam hidup anda? Dan selama ini hal yg anda lakukan apakah utg kedamaian hati banyak org atau pribadi anda? Apakah anda sudah melakukan seseatu yg luar biasa demi kebaikan orang lain diatas kebaikan anda? Disini kita tidak berbicara skala tp lebih kepada niat. Jangan seperti politikus indonesia de… salam dogresnan

      Reply
      1. 2.1.1

        Andre

        Lebih baik lagi jika dia tetap melanjutkan usaha orang tua nya. Dan membagikan 80-100 % keuntungan perusahaan nya untuk orang yang membutuhkan. Dengan keuntungan perusahaan nya akan lebih banyak mensejahterakan lebih banyak orang.

        Dengan melanjutkan atau mengembangkan usaha, dan membayar para pekerja dengan layak (jauh lebih tinggi dari minimum wage), akan jauh lebih banyak orang yg merasakaan manfaat nya.

        Reply
      2. 2.1.2

        Eruni Cheung

        Kedamaian pribadi diatas segala kekacauan, kesengsaraan, penderitaan dan kehancuran yang sedang berlangsung di dunia saat ini adalah sesuatu yg naif. Bagaimana kita bisa merasa damai dan bahagia saat kita tahu dengan pasti bahwa disekeliling kita berada di ambang kehancuran dengan pemanasan global yang tidak dapat dihentikan? Di saat sekeliling kita sangat membutuhkan pertolongan yang melebihi kedamaian pribadi kita? Bagaimana kita bisa merasa damai bila kita tidak pernah tahu akan arti keberadaan kita di dunia ini sebenarnya? Apakah tujuan hidup kita di dunia ini semata-mata hanya untuk merasakan kedamaian pribadi?

        Reply
        1. 2.1.2.1

          Blitz

          Kalau anda sudah memahami kalau segala sesuatu adalah anicca / tidak kekal, dan segala sesuatu itu hanyalah fenomena dan bahkan ‘aku’ sendiri sebenarnya tidak ada / anatta dan menjadi tidak tergoyahkan lagi oleh pujian dan hinaan atau kesenangan dan kesedihan. Maka apa yg anda katakan diatas itulah hal yang naif.

          Ajaran ini (dhamma sang Buddha) memang tidak semua org bisa memahami, tapi kalau anda bisa memahami, kekayaan sebanyak apapun menjadi tidak bernilai lagi.

          Tapi kembali lagi, kita ga bisa menjudge apa yg orang lakukan itu benar atau salah, termasuk tulisan ini sendiri, karena sebagai manusia biasa kita masih rentan dengan ketiga akar kejahatan, sehingga bisa saja kita menganggap apa yg kita lakukan baik, padahal akar dasarnya adalah keserakahan (cth: haus pujian, dsb). Semoga tulisan ini tidak menyinggung siapapun atau menyerang siapapun.

          Salam Metta

          Reply
        2. 2.1.2.2

          R

          Pertanyaannya adalah:
          Bagaimana Anda bisa memberi kedamaian bagi orang lain saat anda tidak memiliki ataupun memahami tentang kedamaian itu sendiri?

          Karena sampai saat ini anda yg anda yakini adalah materi dapat memberikan kedamaian ataupun menjadi sumber kedamaian.
          jadi adalah hal yg wajar anda akan berasumsi bahwa materi / uang adalah sumber kedamaian.

          tetapi kalau anda mencoba melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yg berbeda, anda akan melihat bahwa tidak ada yg salah dengan dunia ini. ^^

          Reply
  3. 3

    rixl

    so nice.. di harapkan ayahnya bisa membangun sebuah vihara yg megah utk anaknya..

    Reply
  4. 4

    elle6789

    dear all,
    tidak semua kebahagiaan bisa dibeli dengan uang.
    tidak ada aku yg kekal.
    hendaknya menjadi teladan utk semua agar tidak mendewakan uang.
    salam budhist.

    Reply
  5. 5

    Ratna

    Very touching, sangat kagum
    Sabbe satta bhavantu sukhitatta

    Reply
  6. 6

    Alex

    Menjadi bhikkhu dengan batin yang bahagia dan kemudian mampu mengajarkan serta mengarahkan orang lain menuju batin yang bahagia adalah berkah mulia yang tak akan pernah tertandingi oleh sekedar kemampuan menggaji ataupun “membagi-bagikan” uang atau materi kepada orang banyak.
    Simply saying, kita sendiri lebih pilih batin yang bahagia tanpa beban atau pilih harta benda dan uang yang tidak dapat membeli kebahagiaan batin tersebut?
    Semoga kita semua senantiasa semakin bijak.

    Regards.

    Reply
  7. 7

    chinghan

    yg dilakukannya sgt terpuji, itu merupakan langkah awal menuju pintu kebahagiaan dgn melepaskan kemelekatan yg ada padanya. saya berpendpt bhw beliau tidak perlu dgn tetap menjalani kehidupan duniawi dgn harta berlimpah dan menyumbang ke yg membutuhkan..karena ortunya juga akan melakukan kebajikan itu sendiri dgn terbawa suasana dari anaknya tsb. toh kalau semua org ngerti bhw kita sebenarnya hny memerlukan dharma sbg pegangan hidup dan yakin tidak akan lg memerlukan pertolongan sumbangan harta dari org lain…sadhu3x

    Reply
  8. 8

    B W

    92.8 Trilyun rupiah hanya bisa memberi damai 92.8 juta orang jika per orang dikasih 1 juta rupiah dan hanya dalam 1 hari saja, bandingkan dengan kedamaian dari 1 mulut kepada 10 muridnya dan dari 10 muridnya kepada masing-masing 10 orang secara berantai dalam 9 hari maka ada 100 juta orang yang damai hatinya dan seterusnya dalam 9 hari kedepan jika umur Bhikku Ajahn siripanno masih 20 tahun lagi kalikan sadja…… Semoga semua mahluk berbahagia selalu…shadu shadu shadu

    Reply
  9. 9

    anton

    semoga semua makluk hidup di buka bumi ini damai dan sehat selalu.sadhu sadhu sadhu

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Content diperkenankan untuk Dicopy - 2014 @Copyright By SUGATA Team