DOKUMENTASI Penyerahan Bantuan & Nama Donatur Berbagi Kebahagiaan WAISAK 2562

74. 100 PAKET SEMBAKO – Jepara

Diserahkan dana donatur sebesar 5 juta untuk dibelikan paket bingkisan sembako yang dibagikan kepada 100 orang umat Buddha di Jepara.

73. SISKA, DUWIK & ILHAM – Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta rupiah kepada 3 bersaudara Siska, Duwik dan Ilham, mereka bertiga adalah siswa sekolah minggu Buddha Seker Teratai Vihara Muryantoro desa Tanjung, Gronggong Pakis Aji, Jepara – Jawa Tengah. Mereka bertiga bersaudara adalah anak yatim piatu. Lima tahun yang lalu, ibunya meninggal dunia karena penyakit demam berdarah. Disusul 2 tahun kemudian, Bapaknya meninggal karena mengalami kecelakaan kerja ditempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Akhirnya ketiga anak ini tinggal bersama kakek neneknya yang sudah sepuh, sedang kakek neneknya juga hidup serba kekurangan karena pekerjaan kakeknya hanya sebagai pencari rumput yang nantinya dijual kepada penduduk yang membutuhkan untuk makan hewan ternak.

72. 10 Umat Buddha di Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur

Diserahkan dana masing-masing sebesar 500 ribu rupiah kepada 10 orang umat Buddha di beberapa desa di kecamatan Pekalongan, Lampung Timur. Rata-rata mereka bekerja sebagai petani, dan disela waktu luang selalu membantu membersihkan dan merawat Vihara di desa masing-masing.

71. MBAH RANTO – Desa Rengas, Lampung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Mbah Ranto dan istrinya mbah Dalinem. Mereka berdua adalah umat buddha Vihara Buddha Mulya desa Rengas, Lampung. Mereka hanya tinggal berdua saja, dan mereka berdua dalam kondisi sakit-sakitan. Semoga dana ini sedikit dapat membantu untuk membeli obat-obatan.

70. MBAH PATRINEM – Lampung

Diserahkan dana bantuan donatur sebesar 2 juta kepada mbah Patrinem, beliau adalah umat buddha Vihara Buddha Dipa Gantimulyo,Lampung. Beliau sangat aktif di setiap kegiatan vihara, sebelumnya mbah bekerja berjualan ayam di pasar, hingga saat berumur 95 tahun, mbah patrinem jatuh saat di pasar. Baru-baru ini dia harus dirawat di rumah sakit karena usia tuanya. Semoga dana ini dapat sedikit membantu mbah untuk biaya pengobatannya.

69. 4 Orang Umat Buddha di Kabupaten Pesawaran – Lampung

Diserahkan dana donatur kepada : 1.) Sebesar 2 juta untuk Bapak Mujito, orang yang sangat berjasa di vihara Giri Pramono desa Poncokresno Pesawaran,Lampung. Dulu beliau menghibahkan tanahnya sehingga akhirnya bisa dibangun Vihara. Saat ini kondisi beliau diusia senjanya sering sakit-sakitan, dan anak laki-lakinya juga belum bekerja. 2.) Sebesar 1 juta kepada Bapak Parsum, beliau adalah salah satu pandita di vihara Bodhiloka, pekerjaan sebagai buruh nyetak batu bata. 3.) Sebesar 1 juta kepada Romo Maryadi yang aktif membina di Vihara Buddhayana Roworejo, saat ini diusia senjanya sering menderita sakit-sakitan. 4.) Sebesar 1 juta kepada Bapak Sukro, usianya sudah lanjut, tubuhnya juga sudah membungkuk, saat ini tinggal sendiri. Untuk hidupnya mengandalkan pemberian daru cucunya. Beliau aktif di vihara Buddhayana, desa sidomulyo pesawaran.

68. IBU SULIKAH – Jakarta

DIserahkan dana donatur sebesar 2 juta kepada Ibu Sulikah,Sag. Dulunya beliau adalah seorang guru agama Buddha dibeberapa sekolah di Jakarta. Semenjak anak semata wayangnya sakit menderita tumor pada otaknya, mengharuskan ia harus berhenti total dari segala kegiatannya. Hingga beberapa bulan lalu, putranya tersebut akhirnya meninggal dunia. Saat ini beliau belum menemukan pekerjaan, dan setiap bulan masih harus membayar uang kost dll. Semoga dana ini dapat sedikit membantu beliau, hingga kembali menemukan pekerjaan yang cocok.

67. 20 Keluarga Buddhist di beberapa Desa di Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 500 ribu kepada 20 keluarga Buddhist yang berdomisili di desa Sidas, Desa Pak Gare, Desa Sumiak, Dusun Saleh Bekabat, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Dan ada beberapa yang berdomisili di desa Karya jaya, kabupaten Terentang. Mereka adalah umat Buddha yang mewarisi tradisi leluhurnya, rat-rata pekerjaan mereka adalah petani, nelayan dan pembuat anyaman.

66. IBU LENA – LABUAN

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta kepada Ibu Lena yang merupakan umat dari Vihara Buddha Ratana, Labuan. Semenjak awal tahun 2017, ia mengalami gagal ginjal dan diharuskan menjalani proses cuci darah 2 kali setiap minggunya. Memang biaya cuci darahnya ditanggung BPJS,namun biaya transportasi dari desanya ke RSUD serang untuk melakukan cuci darah. Perjalanan selama kurang lebih 4 jam dari kampungnya di Labuan. Ia harus pergi subuh dengan menyewa mobil agar mendapatkan nomor antrian.

65. ANAK SMB TENDAUN GIRISENA – Lombok Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta rupiah kepada anak-anak Buddhis SMB Vihara Tendaun Girisena, dusun tendaun, desa mareje timur, kecamatan lembar, kabupaten Lombok Barat. Dana dipergunakan untuk mendukung berbagai kegiatan lomba dan pembelian hadiah dalam rangka kegiatan menyemarakkan Waisak.

64. INAQ RIJANG – Lombok Barat

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Inaq Rijang, usia sekitar 70 tahunan, merupakan umat yang aktif berkegiatan di Vihara Tendaun Girisena,Lombok Barat – NTB. Sudah lebih dari 20 tahun ini, ia hidup seorang diri. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang merantau bekerja ke Malaysia, namun sampai saat ini tak pernah memberi kabar keberadaannya. Anak perempuannya juga telah menikah, namun juga jarang datang menjenguk atau memberi kabar. Untuk menopang biaya hidup sehari-harinya, ia mengandalkan berjualan sembako ala kadarnya di gubugnya yang sudah lapuk dan bocor dimana-mana. Tempat berjualan itu juga difungsikan sebagai tempat ia tidur. Kadang ia juga berkeliling kerumah-rumah warga menjajakan dagangannya. Ia pun kadang tak meminta bayaran uang, namun cukup ditukar dengan beras saja agar dapat segera dimasak untuk ia makan.

63. PAK SARONO – Temanggung & MBAH KASEMU – Jepara

DIserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada : 1.) Pak Sarono, umat Buddha Wihara Sasana Dhamma Pakisan, Wonokerso, Pringsurat, Temanggung. Beliau pernah merantau di kalimantan selama 7 tahun, dan ia berhasil mengumpulkan uang sebanyak 45 juta yang rencananya untuk membangun rumah, tapi ditengah perjalanan pulang kekampungnya, ia dijambret orang. Saat ini untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia bersama istri dan anaknya bekerja sebagai buruh tani. 2.) Mbah Kasemu, seorang janda yang hidup seorang diri di gubuknya yang sederhana. Ia sendiri adalah umat Vihara Virya Manggala, Kecamatan Pakis Aji, Jepara.

62. NENEK SUNITI & KAKEK SAID,  Kaloran – Temanggung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Nenek Suniti (71 tahun) dan kakek Said (78 tahun) yang beralamat di dusun Toleh desa Kaloran kabupaten Temanggung. Mereka adalah pasangan suami istri lansia yang mana kakek Said sudah tidak dapat bekerja dan sudah tidak dapat mendengar sehingga nenek Suniti yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan. Mereka merawat seorang anak yang dulunya anak yang tidak dirawat ibunya (anak terlantar), sekarang anak yang dirawat beliau sudah kelas 3 SMP, namun tidak lagi melanjutkan sekolah, karena nenek dan kakek suniti sudah tidak mampu untuk membiayai. Nenek Suniti aktf divihara Dhamma Putra dusun Toleh desa Kaloran. Nenek Suniti saat ini kondisinya juga tidak baik, sering sakit-sakitan. Sedangkan kakek Said hanya bisa terbaring saja.

61. MBAH DARYONO – Desa Getas, Temanggung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Mbah Daryono (80 tahun) berdomisili di dusun Cendono, desa Getas Kabupaten Temanggung. Mbah sendiri aktif di Vihara Dhamma Puspita dusun Cendono. Sehari-harinya beliau berprofesi sebagai petani, saat ini ia harus merawat anaknya yang menderita infeksi pada tulang belakangnya dan baru menjalani operasi 2 bulan lalu, dan sampai saat ini masih harus menjalani rawat jalan. Kondisi putrinya hanya bisa berbaring saja dan tak bisa beraktifitas normal.

60. BAPAK SUGIYONO & IBU TRIMAH – Dusun Cendono, Temanggung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Bapak Sugiyono (55 tahun) dan ibu Trimah (54 tahun) yang beralamat di dusun Cendono kecamatan Kaloran kabupaten Temanggung. Beliau bekerja sebagai seorang petani yang merawat istrinya yang sakit stroke. Ibu Trimah sudah menderita sakit semenjak 3 tahun lalu, beliau sulit berjalan dan tidak bisa beraktftas, berdiri atau berpindah tempat harus dengan dibopok/gendong. Karena tidak bisa meninggalkan istrinya seorang diri dirumah bapak Sugiono tidak bisa pergi keladang lagi, sehingga tetangga yang membantu mencarikan rumput. Beliau memelihara seekor sapi milik tetangga. Karena berharap kelak upah merawat sapi tetangga bisa dijadikan tabungan untuk berobat istri.

59. MBAH PARSIK, MBAH SUYAMI & MBAH GONEL – Temanggung

Diserahkan dana donatur masing masing sebesar 1 juta rupiah kepada 3 orang umat Buddha dari Vihara Dhamma Sikhi Kaloran, Temanggung. Mereka adalah para jompo yang sudah tak bekerja dan hidup seorang diri. Namun diusia senjanya tak menyurutkan niat mereka untuk selalu aktif dalam setiap kegiatan Vihara.

58. MBAH KASIYEM – Desa Rengas, Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 2 juta, kepada Mbah Kasiyem yang merupakn umat buddha Vihara Dipa Mulya desa Rengas. Beliau semenjak beberapa tahun terakhir ini mengalami sakit susah bernafas, sering sesak dan lebih banyak berbaring saja. Untuk hidup ia mengharapkan anaknya yang juga dengan ekonomi sederhana. Tanggal 18 Mei lalu, mbah harus dilarikan ke rumah sakit Mardiwaloyo kota Metro karena kondisinya mendadak lemah.

57. MBAH NIYEM & IBU MARSIDAH, Pesawaran – Lampung

Telah diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 1 juta kepada: 1.) Mbah Niyem, ia tinggal seorang diri, dirumah yang dibangun dari swadaya masyarakat dan umat buddha, untuk menopang kehidupannya beliau bekerja serabutan itupun jika ada yang membutuhkan jasanya berhubung usianya yang sudah tua, beliau aktif di vihara Giri Kirti, desa poncokresno, Pesawaran. 2.) Ibu Marsidah, ia tinggal dengan cucunya yang masih sekolah SMP kelas 3. Nenek ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kerja serabutan, ditambah menanggung biaya sekolah cucunya.

56. INAQ ANISAH – Dusun Nyompal, Lombok Barat

Telah diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Inaq Anisah. Ia adalah umat Buddha yang aktif di Vihara Girimetta dusun Nyompal, kabupaten lombok barat. Belum lama ini ia mengalami kecelakaan jatuh dari motor saat akan berangkat kepasar guna membeli keperluan untuk dagangannya. Sehingga sampai saat ini ia harus beristirahat karena masih mengalami sakit jika bergerak. Ia tinggal sendiri dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mencari nafkah dengan berjualan keliling sayur dan kebutuhan rumah tangga.

55. IBU KIYEM – desa Pesawaran, Lampung

Diserahkan dana donatur sebanyak 1 juta kepada Ibu Kiyem. Beliau sendiri harus bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, karena penyakit asma yang dideritanya ibu kiyem tidak boleh bekerja berat. Beliau juga memiliki seorang putra tapi putranya tersebut harus merantau keluar kota karena bekerja sebagai buruh dikampung tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

 

54. PAPUK DOMPOL – Desa Tendaun, Lombok Barat

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Papuk dompol, seorang jompo berusia 90 tahun. Ia hidup seorang diri dan tidak bisa bekerja lagi. Seluruh waktunya dihabiskan di gubuknya yang reyot. Untuk maklan sehari-hari ia menunggu kiriman dari keluarganya. Pada saat masih sehat ia aktif di Vihara Tendaun Girisena, dusun tendaun desa Mareje kecamatan Lembar, kabupaten Lombok Barat.

53. MBAH SARKUN & MBAH TUMISIH – Dukuh Gronggong, Jepara

Diserahkan dana donatur sebanyak 1 juta dalam bentuk tunai dan 1 juta dalam bentuk barang berupa sembako, alas tidur, perlatan mandi, susu,roti dan biskuit senilai 1 juta kepada Mbah Sarkun (90 tahun) dan istrinya Mbah Tumisih (85 tahun) adalah umat Vihara Muryantoro dukuh Gronggong desa Tanjung, Kabupaten Jepara. Diusia senjanya mbah Tumisih harus merawat suaminya Mbah Sarkun yang menderita sakit stroke semenjak 5 tahunan ini. Kondisi Mbah Sarkun hanya bisa terbaring saja, dan ia pun tak bisa sekedar untuk bicara. Mbah Tumisih juga kondisinya sudah sakit-sakitan karena usianya. Untuk kebutuhan hari-harinya ia menngharapkan dari anaknya yang juga dengan ekonomi sangat sederhana. Mbah Sarkun pada masa mudanya adalah salah seorang pelopor berkembangnya ajaran Buddha di desanya dukuh Gronggong. Ia saat itu membawa ajaran Buddha yang berkembang di desa tetangganya. Karena jasanyalah sehingga sampai saat ini ajaran Buddha tetap berkembang di desanya.

52. MBAH WARSONO – Desa Tanjung, Jepara

Dibelikan sembako, pampers, peralatan mandi, sabun cuci senilai satu juta rupiah kepada Mbah Warsono (83 tahun) dan istrinya mbah Dasemi (80 tahun), adalah sepasang suami istri umat Vihara Virya Manggala desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji kabupaten Jepara. Saat masih sehat, mbah Warsono sangat aktif mengikuti kegiatan di Vihara. Kini mbah dan istrinya untuk berjalan pun sudah tak kuat lagi, waktu mereka banyak dihabiskan diatas tempat tidur saja. Mbah Warsono harus merawat dan menjaga istrinya yang lumpuh. Mbah sendiri memiliki 4 orang anak, anak perempuan satu-satunya yang biasa mengurus mereka, telah meninggal dunia. Anak-anak yang lainnya sudah bekeluarga dan tinggal sendiri dan merantau diluar pulau. Ekonomi anak-anak mereka juga tak baik, untuk biaya hidup sekeluarga pun kadang kekurangan.Kebutuhan mereka saat ini adalah untuk biaya makan sehari-hari, mbah Dasemi juga setiap harinya membutuhkan paling sedikit 2 buah pampers. Mereka juga tak memiliki perabotan yang berarti selain ranjang tempat mereka menghabiskan hari-harinya.

51. BAPA AKEO – Desa Sidas, Landak – Kalimantan Barat

Diserahkan dana donatur sebesar 3 juta rupiah sebagai bantuan untuk biaya operasi kepada bapak Akeo Nimpak (66 tahun) yang menderita hernia sejak tahun 2014. Tidak pernah diperiksakan dan melakukan tindakan pengobatan karena beliau tidak memiliki biaya. Beberapa bulan terakhir sakitnya menjadi lebih parah dan tak tertahan lagi, namun karena tiada biaya ia hanya terbaring dirumah dan menahan sakit. Sedangkan istrinya juga tidak dapat berbuat banyak karena dalam kondisi sakit stroke, dan juga tak menjalani pengobatan. Saat ini ketika bapak Akeo dirawat di RSUD Landak, istrinya dirawat oleh tetangganya. Pekerjaan bapak Akeo hanya sebagai petani sadap karet dengan penghasilan sekitar 5 kg atau kira-kira 25 ribu/hari. Bapak Akeo merupakan umat yang aktif divihara Buddha Sasana ds Pak Gare desa Sidas dan turut aktif sebagai pengurus bidang humas. Sedang anak-anak beliau tidak memiliki penghasilan yang memadai.

50. FAREL VIRYA DHANA _ Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Farel Virya Dhana, usia 8 tahun. Ia merupakan anak didik Sekolah Minggu Budhis Bodhi Citta desa Tanjung, Jepara. Farel tinggal berdua bersama ibunya sementara ayahnya pergi entah kemana. Saat ini ia duduk di kelas 3 SDN 1 Tanjung. Sementara ibunya setiap pagi pukul 6:30 harus berangkat bekerja dan pulang hingga petang. Jadi adik ini kalau hari hari biasa dirumah sendiri hingga ibunya pulang dan kadang juga lembur, ibunya bekerja sebagai tukang amplas mebel di kota dengan gaji 28 ribu perhari dan dipotong transport 5 ribu. Sisanya itu harus cukup untuk memenuhi semua kebutuhan mereka berdua. Semoga dana donatur ini dapat sedikit membantu buat adik Farrel dan ibunya.

49. AMAQ NEMBAH – Lombok Barat, NTB

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Amaq Nembah, umat Buddha dari Vihara Tendaun Giri Sena, Lombok Barat. Ia hidup seorang diri, karena telah ditinggal istrinya. Untuk menyambung hidup ia membuat kerajinan anyaman bambu, yang bisa dijual dengan harga 10 ribu perbuahnya. Namun tidak setiap hari ada yang membeli walaupun ia telah berkeliling menjajakan dagangannya tersebut. Saat ini kondisi kesehatannya juga tak baik, sehingga kadang lebih banyak beristirahat dirumah. Semoga dana ini bisa sedikit membantu bagi Amaq.

48. INAQ RIJANG – Lombok Barat , NTB

Dilakukan perbaikan sederhana untuk tempat tinggal Inaq Rijang yang sudah lapuk dan bocor dihampir seluruh bagiannya. Menghabiskan dana sebanyak 2,5 juta untuk pembelian bahan dan upah tukang. Perbaikan yang dilakukan adalah penggandian atap asbes yang pecah, peninggian lantai rumah dengan bata,dan pembuatan dinding. Inaq Rijang, usia sekitar 70 tahunan, merupakan umat yang aktif berkegiatan di Vihara Tendaun Girisena,Lombok Barat – NTB. Sudah lebih dari 20 tahun ini, ia hidup seorang diri. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang merantau bekerja ke Malaysia, namun sampai saat ini tak pernah memberi kabar keberadaannya. Anak perempuannya juga telah menikah, namun juga jarang datang menjenguk atau memberi kabar. Untuk menopang biaya hidup sehari-harinya, ia mengandalkan berjualan sembako ala kadarnya di gubugnya yang sudah lapuk dan bocor dimana-mana. Tempat berjualan itu juga difungsikan sebagai tempat ia tidur. Kadang ia juga berkeliling kerumah-rumah warga menjajakan dagangannya. Ia pun kadang tak meminta bayaran uang, namun cukup ditukar dengan beras saja agar dapat segera dimasak untuk ia makan.

47. BAPAK DUONG – Desa Sidas, Kalimantan Barat

Disearhkan dana donatur sebesar 2,5 juta kepada Bapak Duong yang merupakan umat Buddha aktif di Vihara Buddha Sasana Pak Gare Sidas,Kalimantan Barat. Beliau juga aktif dalam membina anak anak di sekolah minggu. Bulan April lalu ia sempat dirawat di RS karena menderita penyakit Hernia. Telah dilakukan operasi, dan saat ini kondisinya telah membaik. Dana bantuan ini digunakan untuk menunjang obat-obatan paska operasi. Keseharian beliau merupakan buruh petani dan penyadap karet. Dengan penghasilan rata rata Rp 30 000/hari.

46. MBAH SANKARJO – Desa Trirahayu, Lampung

DIserahkan dana donatur kepada Mbah Sankarjo, umat Buddha Vihara Sakya Vijaya desa Trirahayu kec. Negeri katon pesawaran. Beliau saat masih kuat tenaganya adalah orang yang berjasa di vihara tersebut karena beliau sebagai tukang kebun atau yang membersihkan vihara tanpa bayaran sedikitpun. Saat ini beliau tinggal berdua dengan istrinya, kondisinya sudah tua, badan bungkuk, tak mampu lagi untuk bekerja. Untuk kebutuhan sehari-hari beliau hanya mengandalkan pemberian dari anak anaknya, yang maaf secara ekonomi juga kurang mampu.

45. MBAH WAGIEM – Pesawaran, Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Mbah Wagiem yang merupakan umat Buddha Vihara Sakya Vijaya desa Trirahayu, Pesawaran. Beliau tinggal bersama cucunya, dan saat ini menderita sakit stroke. Yang mengurus mbah sehari hari adalah cucunya, ibu dari anak ini bekerja merantau guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sementara ayahnya sudah meninggal 2 tahun lalu

44. PAPUK ATRAH – Dusun Mereje, Lombok Barat NTB

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada papuk Atrah, seorang janda jompo berusia sekitar 80 tahunan Ia hidup sebatang kara, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia bekerja mencari rumput untuk makanan hewan ternak milik para tetangganya.

43. PAPUK MAHYUNI – Lombok Barat, NTB

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Papuk Mahyuni, yang berusia 62 tahun. Ia sendiri adalah umat Buddha yang aktif di Vihara Tendaun Girisena, Lombok Barat NTB. Ia sendiri adalah seorang janda jompo yang ditinggal suaminya 20 tahun yang lalu. Saat ini ia hidup sebatang kara dan tidak bekerja. Memiliki seorang anak yang tinggal di Malaysia, namun jarang memberi kabar. Untuk makan mengharapkan bantuan dari para kerabatnya.

42. LIMA ORANG MBAH di LAMPUNG TENGAH

Diserahkan dana donatur masing-masing sebesar 1 juta kepada 5 orang umat Buddha yang berdomisili dibeberapa desa di Lampung Tengah. Antara lain kepada 1. Mbah Suwoto dari kota Gajah, 2. Mbah Kadimon vihara Rengas, 3. Mbah Batin Vihara Dhraya Purwosari, 4. Mbah Tinah Vihara Tulang Balak dan 5. Mbah Jiyem Porwosari Kota Gajah. Rata-rata kondisi mereka adalah sama yaitu sudah berusia lanjut dan tinggal sendiri. Kondisi kesehatan juga menurun dan sering sakit.

41. NENEK NGATEMI – Dusun Cendono, Temanggung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Nenek Ngatemi (80 tahun) yang berdomisili di dusun Cendono, Temanggung. Beliau aktif divihara Dhamma Puspita dsn. Cendono. Beliau sendiri adalah seorang nenek yang tinggal seorang diri karena anak dari nenek Ngatemi sudah berumah tangga sendiri. Beliau mendapatkan bantuan pemugaran rumah dari pemerintah namun hanya bisa digunakan untuk memperbaiki atap rumah, namun bagian pagar rumah sudah mulai lapuk. Jangankan untuk memperbaiki rumah karena untuk keseharian nya saja tidak cukup. Namun beliau tidak pernah putus asa dan tetap sesekali pergi keladang untuk membantu mencukupi kebutuhannya.

40. NENEK GOMBOL – Dusun Kemiri, Temanggung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada nenek Gombol yang berusai 65 tahun. Ia berdomisili di dusun Kemiri Desa Getas, Temanggung. Aktif di Vihara Dhamma Sosila dusun Kemiri. Beliau seorang jandan yang tinggal bersama anak perempuan dan seorang cucu. Kesehariannya ia mencari singkong di ladang untuk dibuat lenteng (cemilan dari singkong) yang nanti dijual berkeliling. Saat musim tanam ia akan mengambil upah membantu menanam padi di sawah. Sebenarnya dulu nenek Gombol memiliki sawah namun dijual untuk berobat cucunya yang dulu waktu kecil sakit infeksi paru sehingga saat ini untuk makan mengandalkan panenan tetangga dan beras raskin dari pemerintah.

39. NENEK SABILAH – Desa Aniungan, Kalimantan Selatan

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Nenek Sabilah umur 60 tahun, mengalami kebutaan sejak lahir tinggal sendiri hanya di songkong oleh saudara-saudara lain yang masih memiliki belas kasih, tidak pernah meninggalkan rumah walaupun begitu semua pekerjaan rumah bisa di lakukan sendiri.

38. NENEK EJANG – Aniungan, Kalimantan Selatan

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Nenek Ejang umur 65 tahun, agak terganggu kejiwaan tapi masih bisa bekerja ke ladang dan bertani, juga tinggal sendiri saudara dekat tinggal jauh di desa lainnya. Nenek Ejang adalah umat Cetiya Sampan Dhamma Aniungan. Ia sendiri berasal dari suku dayak yang masih memegang ajaran leluhurnya. Desa nenk ini sendiri adalah mayoritas beragama Buddha.

37. NENEK RUKIAH – Kecamatan Halong, Kalimantan Selatan

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Nenek Rukiah, beliau sudah berumur 75 tahun dan hanya sebatang kara tidak memiliki anak dan keluarga, bahkan di rumah gubuk tinggal sendiri hanya ditemani hewan peliharaan. Tidak ada listrik dan barang elektronik lainnya jika ingin kemana dilakukan dengan berjalan kaki walaupun itu dengan jarak yang sangat jauh. Di usia senja juga tetap harus bekerja nyadap karet untuk membeli lauk pauk ke pasar. Nenek Rukiah adalah umat Cetiya Cetiya Sampa Dhamma Aniungan, kecamatan Halong, Kalimantan Selatan

36. NENEK OSET & KAKEK IDUK – Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan

Diserahkan dana masing masing sebesar 1 juta kepada: 1.) Nenek Oset sudah berumur 70 tahun tapi tetap bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dengan bekerja sebagai penyadap karet dan berladang padi. Walau mempunyai anak dan cucu tapi kehidupan mereka tidak lebih baik daripada nenek oset sehingga belum mampu untuk menampung nenek oset agar tidak bekerja. Sehingga di usia senja pun tetap harus bekerja keras. 2.) Kakek Iduk umur 72 tahun, mata yang sudah mulai Rabun sehingga tidak bisa lagi bekerja ke ladang. Kehidupan sehari- hari hanya d sokong oleh anak laki- laki yang juga bekerja sebagai petani penyadap karet. Hasil yang di dapat hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. Mereka berdua adalah umat Cetiya Sampa Dhamma Aniungan, yang terletak di pedalaman kabupaten Balangan, wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

35. NENEK NGATEMI & NENEK SIYAMI, dusun Krajan – Temanggung

Diserahkan dana masing-masing 1 juta kepada 1.) Nenek NGATEMI usia 80 tahun alamat Dsn. Krajan Ds. Kalimanggis kec. Kaloran kab.temanggung. Beliau hidup bersama anak perempuan nya yang mana anaknya seorang janda yang memiliki 1 anak. Nenek Ngatemi keseharian nya hanya dirumah, karena semenjak jatuh 1 tahun yang lalu kakinya sering sakit jika terlalu Capek. Anaknya bekerja sebagai buruh cuci dirumah rumah tetangga. Kadang juga dipanggil memijat. Cucunya nenek Ngatemi kelas 3 SD, ditinggal ayah nya pergi saat ia masih dikandungan. Nenek Ngatemi tinggal dirumah yang sudah berdiri berkat bantuan pemerintah namun sekedar berdiri Saja, isi rumahnya hanya sekedar beberapa tempat tidur dan tidak memiliki kursi. Nenek Ngatemi aktif di Vihara Dhamma panna ds Kalimanggis. 2.) Nenek Siyami (82 tahun), beralamat di dusun Krajan ds. Kalimanggis. Pernah menderita penyakit stroke sudah menahun. Ia tinggal bersama 2 anaknya, anak yang pertama menjadi tulang punggung keluarga bekerja diladang, sedangkan anak keduanya seorang janda namun tidak memiliki anak. Mereka aktif divihara Dhamma panna ds. Kalimanggis

34. IBU SURTI – Dusun Manguntosari, Temenggung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ibu Surti (55thn) dan bapak Mariyoto(60thn), alamat dsn. Manguntosari ds. Kalimanggis. Mereka pasutri kurang mampu yang tinggal dengan seorang anak dan 2 orang cucu yang masih balita. Sebenarnya anak ibu surti memiliki 3 orang anak namun karena tidak mampu menghidupi sehingga cucu ke 2 ibu surti diasuh oleh tetangganya dan dianggkat menjadi anak. Mereka setiap hari bekerja diladang dan menantu ibu surti hanya bekerja buruh serabutan. Mereka menempati rumah yang dibangunkan oleh warga dusun manguntosari karena mereka tidak mampu membuat rumah. Mereka aktif divihara Dhamma Ratana dsn. Manguntosari

33. NENEK KETEK & KAKEK PARIYONO – Dusun Banyuurip, Temenggung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Nenek Ketek (75thn) dan suaminya kakek Pariyono (78thn) yang berdomisili di dusun Banyurip ds. Getas kec. Kaloran kab. Temanggung. Beliau adalah seorang pengrajin anyaman bambu. Mereka hidup berdua dimana sang istri baru sembuh dari sakit gejala stroke. Mereka tidak memiliki anak,namun dulu mengasuh anak. Sekarang mereka hanya tinggal berdua, kerena anak asuh mereka sudah tinggal bersama suaminya. Keseharian nya selain membuat anyaman bambu, kakek pariyono buruh memetik kopi,mencangkul,dll untuk mencukupi kebutuhan sehari. ,Sedangkan nenek Ketek hanya dirumah karena memang fisiknya sudah tdk mampu untuk bekerja. Mereka berdua aktf divihara Dhamma Loka dsn. Banyurip.

32. NENEK SENIK – Dusun Manguntosari, Temanggung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada nenek SENIK alamat dusun Manguntosari desa Kalimanggis. Berusia 71 tahun dan aktf di vihara Dhamma Ratana dsn. Manguntosari. Nenek senik tinggal dirumah sendiri disebuah rumah yang sangat sempit, ruang tamu menyatu dengan kamar dan memiliki ruang dapur kecil. Nenek Senik memiliki seorang anak namun sang anak tidak mau merawat beliau. Setiap hari beliau keladang hanya mengolah sepetak lahan untuk mencukupi kebutuhan makannya sendiri yang sering kali tidak tercukupi.

31. MBAH SARMINAH & MBAH PARUWAN – Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan masing masing dana donatur sebesar 1 juta kepada Mbah Sarminah (70 tahun) umat Vihara Virya Manggala desa Tanjung kec Pakis Aji. Beliau hidup seorang diri karena suaminya telah lama meninggal. Dan kepada Mbah Paruwan (70 tahun) juga umat Vihara Virya Manggala. Mbah Paruwan juga hidup seorang diri di usia senjanya.

30. IBU PARTINI  – Dukuh Gronggong, Jepara

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Ibu Partini, salah satu umat Budha dari vihara Muryantoro dukuh Gronggong ,Tanjung , kc Pakis Aji,kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Ibu Partini yang sehari- harinya tidak punya pekerjaan karna kondisinya yang sering sakit. Hanya tetangga dekat dan saudara dekat yang membantu memberi pekerjaan bersih-bersih rumah, itupun tidak cukup untuk memenui kebutuhan hidupnya. Ibu Partini seorang janda yang lama di tinggalkan suaminya karna masalah ekonomi. Beliau mempunyai seorang putra tapi sudah menikah dan tinggalnya jauh dari ibunya.

29. IBU KEMIJAH – Jepara

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ibu Kemijah, adalah salah satu umat buddha dari Vihara Muryantoro. Ibu Kemijah berusia 60 tahun, tinggal sebatang kara di rumahnya yang sangat terpencil dan hidupnya sangat memprihatinkan. Sehari-hari pekerjaannya hanya mencari kayu bakar itupun tidak di jual hanya untuk kebutuhan masak. Kadang ia juga bekerja membantu tetangga mencari rumput untuk pakan ternak. Ibu Kemijah adalah seorang janda yang sudah lama ditinggal suaminya, Ibu kemijah menderita penyakit kulit yang berkepanjangan, kadang jika tak ada makanan ia mengharapkan pemberian dari tetangganya.

28. BAPAK WIROREJO – Desa Lumbirejo, Lampung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada bapak Wirorejo, adalah salah satu umat buddha di Vihara Giri Prabawa desa Lumbirejo. Beliau saat ini berusia 79 tahun, setelah ditinggal wafat oleh istrinya tiga tahun yang lalu kini beliau tinggal seorang diri. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari dari makan minum dan yang lain beliau hanya mengandalkan pemberian dari anaknya yang bernama ibu Saikem. Ibu Saikem sendiri adalah seorang janda yang sudah sekitar 15 tahun ditinggal oleh suaminya. Saat ini ibu Saikem harus membiayai 3 orang anaknya yang masih bersekolah.

27. MBAH KLARAH _ Desa Lumbirejo, Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Mbah Klarah, adalah salah satu umat Vihara Giri Prabawa Lumbirejo yang sudah cukup lanjut usia, saat ini usia beliau sekitar 86 tahun. Dalam keseharian mbah tinggal dirumah belakang putranya sendirian. Karena faktor usia yang sudah sangat lanjut segala keperluan hidup di tanggung oleh salah satu putranya bapak Supardi. Kesehariannya pak Supardi hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang kadang ada yg menyuruhnya untuk bekerja, kadang hanya menganggur saja. Selain itu pak Supardi juga harus menghidupi kedua anak dan istri.

26. MBAH KARTA – Desa Sukosari, Lampung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada mbah Karta, beliau hidup seorang diri disebuah rumah sederhananya. Anak-anaknya sudah bekeluarga dan tinggal dirumah sendiri. Untuk biaya hidup mbah mengharapkan pemberian dari anaknya, namun anak-anaknya juga dengan ekonomi sederhana.

25. BAPAK SANKASIN – Desa Trirahayu, Lampung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Sankasin hidup bersama anak perempuannya yang menderita cacat pada bagian tangannya, sehingga tak bisa untuk bekerja. Usia beliau sendiri mungkin sudah 100 tahun lebih, karena beliau sendiri tak tahu pasti kapan beliau lahir. Bapak Sankasin sudah tidak bisa pergi kemana-mana, berjalan pun harus memakai tongkat. Untuk makan biasanya mereka hanya mengambil singkong yang tumbuh dibelakang rumahnya,karena tak mempunyai uang untuk membeli beras.

24. BAPAK MARTAREJA – Desa Trirahayu, Lampung

Diserahkkan dana donatur sebesar 1 juta kepada bapak Martareja, adalah umat yang aktif di Vihara Sakya Vijaya Desa Trirahayu, Kecamatan Negeri Katon, Lampung. Beliau sudah menduda sejak lama, ia sendiri memiliki dua orang putra, namun semuanya merantau dan jarang memberi kabar. Anak-anaknya juga hidup dengan kondisi ekonomi yang juga kurang baik. Untuk makan sehari-hari ia mengharapkan pemberian dari kerabat dan tetangganya. Kadang jika tak ada yang memberi, beliau hanya makan nasi putih saja.

23. MBAH SARMAN, MBAH MIRAN & MBAH RAJINEM – Desa Lumbirejo Lampung

Diserahkan dana masing masing sebesar 1 juta kepada 3 orang umat Buddha di desa Lumbirejo dan aktif di Vihara Giri Prabawa, yaitu: 1. Mbah Sarman (91 tahun), hidup seorang diri disebuah rumah sederhana bantuan dari pemerintah. Anak-anaknya sudah bekeluarga dan tinggal sendiri-sendiri. 2. Mbah Miran (75 tahun) & Mbah Wiji (70 tahun), tinggal berdua saja disebuah rumah sangat sederhana. Anak-anak sudah bekeluarga dan tinggal mandiri, perekonomian anak-anak juga tak baik,sehingga tak dapat banyak membantu. 3. Ibu Rajinem (85 tahun), hidup seorang diri karena tak memiliki sanak keluarga.

22. MBAH KARTIM – Desa Pujodadi, Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Mbah Kartim alamat dusun Talangbaru desa Pujodadi kecamatan Negerikaton kabupaten Pesawaran. Tinggal dirumah sendirian, putra – putrinya sudah berumah tangga dan tidak ada yang mengurus untuk kehidupanya hanya mengandalkan kiriman dari anaknya yang merantau itupun hanya kadang-kadang saja.

21. MBAH TUM – Desa Tanjug Rejo, Lampung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada IMbah Tum, beralamat di desa Tanjung rejo/sukosari. Beliau tinggal seorang diri, karena anak-anaknya bekerja merantau. Anak bungsunya merantau di gunung bekerja pada perkebunan kopi. Sebulan sekali anak nya pulang untuk menjenguk ibunya dan memberi nafkah,anaknya menitipkan keperluan ibunya ke tetangga..

20. IBU KARIATI – Desa Gantimulyo, Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ibu Kariati, beliau adalah umat Vihara Buddha Dipa, Lampung. Sehari-hari bersama suaminya bekerja mengambil upah mencetak batu bata, pekerjaan inipun tidak setiap hari bisa dilakukan tergantung dari cuaca. Jika hujan dan mendung, maka tak dapat dilakukan. Penghasilan perbulan diperkirakan sekitar 500 ribuan. Ibu Kariati mempunyai 2 anak laki-laki, yang satu membantu membuat batu bata dan yang satunya masih sekolah di SMP kelas 2 dan masih banyak membutuhkan biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari.

19. MBAH SUPRI – Desa Gantimulyo, Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Mbah suki dan mbah Supri. Pekerjaan mbah Supri adalah wiwir klanting dan deres karet ditempat kakaknya yang di bantu oleh anak laki-lakinya. Sedangkan mbah Suki semenjak operasi prostat beliau tidak bekerja lagi. Penghasilan mbah Supri perhari kerja wiwir klanting berkisar 10 – 20 ribu rupiah dan deres karet 2 minggu sekeli bekisar 100 ribu rupiah. Untuk memenuhi kebutuhannya tiap hari masih serba kekurangan.

18.IBU MUNTARTIAH – Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Ibu Muntartiah (70 tahun) umat vihara Virya manggala desa Tanjung. Mendiang suaminya adalah ketua vihara hingga akhir hayatnya. Perjuangan suaminya sangatlah besar untuk umat didaerahnya, namun dimasa senjanya ibu Muntartiah hidup seorang diri dirumah sederhananya karena anak-anaknya sudah pada berumah tangga sendiri-sendiri. Ibu Muntartiah hanya buruh tani yg tidak tentu penghasilanya.

17. MBAH KASUMI – Desa Pakis Aji, Jepara

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Mbah Kasumi (90 tahun) umat vihara Virya Manggala desa Tanjung kecamatan Pakis Aji kabupaten Jepara. Mendiang suaminya bernama mbah Sarmen, keluarganya adalah pelopor masuknya agama budha di desanya dan ia juga donatur berdirinya vihara Virya Manggala, karena pada masa itu vihara sering berpindah pindah dari satu rumah umat kerumah umat lainnya dan pada masanya pasangan suami istri ini masih lincah mencari rupiah. Namun kini usia yang makin tua mbah sudah tak mampu menghasilkan uang lagi tetapi semangat pada Buddhadharma masih sangat tinggi, setiap kebaktian mbah sangat rajin walaupun harus emmakai tongkat untuk berjalan.

16. MBAH WARSONO – Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Mbah Warsono (83 tahun) dan istrinya mbah Dasemi (80 tahun), adalah sepasang suami istri umat Vihara Virya Manggala desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji kabupaten Jepara. Saat masih sehat, mbah Warsono sangat aktif mengikuti kegiatan di Vihara. Kini mbah dan istrinya untuk berjalan pun sudah tak kuat lagi, waktu mereka banyak dihabiskan diatas tempat tidur saja. Mbah Warsono harus merawat dan menjaga istrinya yang lumpuh. Mbah sendiri memiliki 4 orang anak, anak perempuan satu-satunya yang biasa mengurus mereka, telah meninggal dunia. Anak-anak yang lainnya sudah bekeluarga dan tinggal sendiri dan merantau diluar pulau. Ekonomi anak-anak mereka juga tak baik, untuk biaya hidup sekeluarga pun kadang kekurangan.Kebutuhan mereka saat ini adalah untuk biaya makan sehari-hari, mbah Dasemi juga setiap harinya membutuhkan paling sedikit 2 buah pampers. Mereka juga tak memiliki perabotan yang berarti selain ranjang tempat mereka menghabiskan hari-harinya.

15. PAEJAH – Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Paejah (68 tahun), umat vihara Virya manggala. Mendiang suaminya adalah sesepuh umat, kini ia hidup seorang diri dan harus mencukupi kebutuhan sehari hari sebagai pemungut singkong untuk dijadikan krupuk lalu dijual kewarung warung kadang juga menjadi buruh tani dan bekerja serabutan sebisanya. Kini ia lega karena mendapat bantuan uang tunai, yang baginya uang itu sangat besar semoga bermanfaat dan dapat mengembangkan usahanya membuat kerupuk dari singkong.

 

14. SURYONO – Jepara

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Suryono (40 tahun), umat Buddha Vihara Virya Manggala desa Tanjung kec Pakis aji kabupaten Jepara. Seorang ayah dengan 1 anak usia 10 tahun. Semenjak 10 tahun terakhir ini Suryono harus rutin minum obat tiap hari karena kalau telat minum obat maka ia harus masuk Rumah Sakit bahkan tidak jarang harus rawat inap. Menurut diagnosa dokter ia menderita penyakit skizofrenia (f20), kalau kondisi badan baik ia masih dapat berkerja sebagai tukang ukir kayu, sementara kalau kondisi kurang baik maka harus istirahat total dan memerlukan perlakuan khusus dari keluarga. Demikian pula kondisi rumahnya yang berdindingkan anyaman bambu dan disana sini banyak tambalan plastik dan apa adanya hanya untuk mengurangi hawa dingin dimalam harinya. Skizofrenia (f20) adalah penyakit yg menyerang otak dan mempengaruhi pola pikir serta tingkah laku seseorang.

13. MBAH KROMO- desa Jojog, Lampung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Mbah Kromo, adalah umat buddha vihara Asri desa jojog, beliau dulu bekerja sebagai buruh tani, sekarang tinggal dengan anak laki lakinyanya yang berumur 38 tahun, mbah Kromo sudah tidak bekerja lagi karena beliau sering sakit-sakitan. Sakit komplikasi sehingga membutuhkan biaya hidup.

12. MBAH DARSO – Desa Jojog, Lampung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada mbah Darso yang merupakan umat Vihara Buddha Asri, desa Jojog. Dulunya beliau bekerja sebagai buruh tani, namun saat ini karena usia tua dan sering sakit-sakitan, mbah harus beristirahat dirumah saja.

11. MBAH TUGIMAN- Desa Jojog,  Lampung

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Mbah Tugiman dan istrinya Mbah Mardiah. Dulunya mbah Tugiman bekerja sebagai buruh tani, namun semenjak terkena stroke otomatis ia tak mampu untuk beraktivitas lagi. Masih memiliki seorang anak yang masih bersekolah di kelas 2 SMA.

10. IBU SUGIMAH – Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ibu Sugimah (60 tahun), yang merupakan umat Buddha dari Vihara Muryantoro. Ia sudah lama menjanda dan saat ini hidup seorang diri. Ia memiliki seorang putri yang sudah menikah dan kehidupan ekonomi putrinya juga tak terlalu baik sehingga tak bisa untuk membantu ibu Sugimah. Putrinya sendiri menderita sakit mental, demikian juga dengan suaminya. Saat ini ibu Sugimah bekerja serabutan sebagai buruh tani, namun karena kondisi tubuhnya yang sering sakit menyebabkan ia lebih banyak beristirahat dirumah. Untuk makan ia mengharap belas kasih dari para tetangganya.

9. MBAH PARSIMAH – Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Mbah Parsimah (88 tahun), yang merupakan umat dari cetya Puspe Dwi Dana desa Tanjung, Jepara. Mbah Parsimah bertempat tinggal di emperan sebelah rumah putrinya, mbah adalah seorang janda semenjak 3 tahun lalu, seuaminya meninggal karena sakit tua. Mbah Parsimah sehari-hari nya mencari kayu bakar dan daun singkong ke kebun milik tetangga untuk di masak. Semua kebutuhan hidupnya bergantung pada putrinya, pekerjaan putrinya hanya buruh kebun yang belum tentu tiap hari ada yang memberi pekerjaan.

8. MBAH JEMI – Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada mbah Jemi (73 tahun) yang berasal dari Vihara Muryantoro, desa Tanjung Jepara. Mbah Jemi adalah seorang janda yang mempunyai 2 orang putri, dan ia tinggal sendiri di sebelah rumah putrinya. Saat ini mbah sedang sakit- sakitan, 4 hari sekali harus berobat ke puskesmas. Untuk memenuhi kebutuhsn sehari-hari ibu jemi tergantung kepada putrinya, dan putrinya sendiri harus menghidupi kedua anaknya yang masih kecil-kecil. Belum lama ini suami putrinya baru meninggal dunia. Pekerjaan putrinya sendiri adalah sebagai buruh cuci baju dan setrika, itupun tidak setiap harinya bekerja tergantung permintaan.

7. MBAH PAILAH – Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan dana sebesar 1 juta kepada Mbah Pailah (90 tahun), umat Vihara Muryantoro desa Tanjung, Jepara. Mbah Pailah adalah seorang nenek yang tinggal sendiri, meski mempunyai 5 orang anak, tapi semua anaknya sudah bekeluarga dan tinggal jauh dari si mbah. Saat ini mbah sudah tidak bekerja lagi, kebutuhan sehari-harinya mengharapkan pemberian dari anakl-anaknya yang juga kadang tak menentu. Mbah memasak sendiri, dan setiap harinya ia mencari kayu bakar yang digunakan untuk memasak.

6. MBAH PAIRI – Desa Tanjung, Jepara

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada mbok Pairi (98 tahun) yang berasal dari Vihara Muryantoro desa Tanjung, kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara. Mbok Pairi adalah seorang nenek yang usianya cukup lanjut bertempat tinggal di rumah kecil di antara rumah kedua putrinya. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari tergantung pada kedua putrinya, sedangkan kedua putrinya pun harus memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing. Mbok Pairi masih punya suami tapi suaminya udah sakit parah lumpuh tidak bisa turun dari tempat tidur. Mbok Pairi sehari-hari bekerja mencari kayu bakar, itupun tidak menghasilkan uang hanya untuk memasak. Pekerjaan suami putrinya hanya sebagai buruh serabutan itupun tidak setiap hari ada orang yang memberi pekarjaan.

5. MBAH TUKIMAN – Desa Gantimulyo, Lampung

Mbah Tukiman dan Ibu Suliyah adalah umat Buddha Vihara Buddha Dipa desa Gantimulyo, pekerjaan mbah Tukiman dulunya adalah tukang bangunan, tapi sekarang beliau bekerja buruh serabutan. Jika ada yang menyuruh kerja maka beliau bekerja, jika tidak maka terpaksa menganggur. Ibu Suliyah sendiri mencari nafkah dengan menjual sayur masak yang dijajakan kerumah-rumah tetangga. Dan sekarang Mbah Tukiman tengah dirawat di RS Islam Lampung karena komplikasi penyakit darah tinggi, diabetes dan asam lambung.

4. MBAH RAKIYAH – Desa Jojog, Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Mbah Rakiyah, beliau juga adalah umat di Vihara Buddha Asri. Saat ini tak dapat bekerja karena kondisi kakinya yang sakit. DUlunya bekerja sebagai buruh tani. Untuk biaya hidupselama ini mengharapkan bantuan dari kerabatnya. Semoga bantuan dapat bermanfaat untuk mbah.

3. MBAH SUGIYEM – Desa Jojog, Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Mbah Sugiyem, . adalah umat buddha yang aktif di Vihara Asri desa Jojog. Dulunya beliau bekerja sebagai buruh tani, namun saat ini tak bisa bekerja lagi karena kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan.

2. IBU SARWASTI – Desa Jojog, Lampung

Diserahkan dana donatur sebesar 1 juta kepada Ibu Sarwasti, adalah umat buddha Vihara Asri desa jojog, beliau dulu bekerja sebagai buruh tani, sekarang tinggal sendiri. Ibu Sarwasti menderita sakit stroke sehingga tidak dapat beraktivitas normal dan bekerja.

1. BAPAK BAKRAN – Desa Poncokresno, Lampung

Diserahkan dana sebesar 2 juta kepada Bapak Bakran yang merupakan umat Buddha yang aktif di Vihara Buddha jayanti, desa Poncokresno Kabupaten Pesawaran, Lampung. Awalnya pada saat survei, direncanakan bahwa dana nanti ditujukan untuk membantu beliau dan juga anaknya Hermanto yang sakit dan hanya bisa terbaring lumpuh diranjangnya. Namun belum sempat dana diserahkan, ternyata Hermanto meninggal dunia. Untuk itu dana sebesar 2 juta ini diserahkan kepada pak Bakran untuk membantu biaya-biaya penguburan dan acara 3,7 dan 40 hari sesuai adat setempat.

Berikut ini adalah nama harum para dermawan yang telah berkontribusi pada kegiatan berbagi kasih Waisak 2562 yang dikoordinir oleh segenggamdaun.com.

Semoga dengan  dana yang diberikan dengan keyakinan dimanapun juga, dapat segera terkondisi berupa kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah; elok dipandang, tampan/cantik, bagaikan keindahan bunga teratai yang mengagumkan.

“Di dunia ini ia berbahagia, di dunia sana ia berbahagia; pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu, ia akan berbahagia ketika berpikir, ‘aku telah berbuat kebajikan’, dan ia akan lebih berbahagia lagi ketika berada di alam bahagia.” (Dhammapada, 18).

[box type=”Note” fontsize=”20″]Total Dana Terkumpul per 31 Mei 2018  Pukul 10.30 wib: Rp. 124.296.143,- Dana yang telah disalurkan adalah sebesar: Rp. 124.000.000,- kepada 117 orang penerima. Dana masuk setelah tanggal 31 Mei, dimasukkan untuk pembangunan gedung serba guna Vihara Buddha Dipa-Lampung[/box]

 

Vinkmag ad
Apakah Anda Menyukai Artikel Ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

sugata

“Biarlah seseorang mengorbankan hartanya, demi menyelamatkan anggota tubuhnya; Biarlah ia mengorbankan anggota tubuhnya, demi menyelamatkan hidupnya; Tetapi biarlah ia mengorbankan hartanya, anggota tubuhnya dan segalanya, meskipun juga hidupnya, demi kebenaran Dhamma” (Khuddaka Nikaya, Jataka 28/147)

Read Previous

Nama Donatur & Dokumentasi Penyaluran Dana WAISAK 2561

Read Next

Nama Donatur & Penyaluran Dana WAISAK 2560

Leave a Reply

Your email address will not be published.